
Edward memegang pelipisnya dengan perasaan kesal.
Memang aku nggak bakat taruhan jenis kelamin anak dan cucuku.
Setelahnya dia tertawa terbahak-bahak lalu menelpon Abi tidak peduli Jakarta sudah masuk tengah malam. Mau Abi ngomel-ngomel panjang lebar, Edward bodo amat.
Setelah deringan kelima baru suara Abi terdengar.
"Apa Ed!" bentaknya dengan suara serak.
"Wa'alaikum salam. Salam dulu besan! Lu lagi ngapain ma Dara?" goda Edward cuek.
"Assalamualaikum. Apa? Aku sama Adara ngapain kok lu yang kepo?" balas Abi yang memang selalu ribut dengan Edward.
"Besan, Bugatti Chiron on the way ya."
Abi terdiam seperti sedang loading. "Baby girl!" serunya kemudian. "Adara! Rhea mau punya baby girl!"
"Alhamdulillah" ucap Dara.
"Kalian Alhamdulillah, aku yang manyun Bi!" gerutu Edward. Abi terbahak.
"Semoga saja habis baby girlnya Rhea lahir, Rhea hamil lagi kembar sepasang jadi adil aman sentosa duitmu... Aadduuhhh! Sakit Adara."
"Kalian pria-pria tuh ya! Nggak mikir apa lahiran susah! Duasar! Mas Edward, selamat jadi opa ya." suara Dara terdengar disana.
"Sama-sama Dara, selamat jadi eyang putri dan eyang Kakung buat kalian berdua juga" kekeh Edward.
"Lho kok kita jadi eyang?" protes Abi.
"Gue bule jadi pas lah dipanggil Opa, lu kan Jawa jadi cocoknya eyang lah!"
"EDWAAARRDDD!"
***
Empat Bulan Kemudian...
Duncan dan Rhea sedang asyik menghias kamar baby mereka dengan banyak pernak pernik bernuansa pink. Perut Rhea yang sudah besar, tidak membuatnya mengurangi antusiasnya untuk menghias kamar putrinya.
"Sayang, jangan capek-capek. Kan sudah masuk HPL jadi agak slow down ya." Jujur Duncan yang ngeri melihat istrinya semakin kemari semakin pecicilan.
"Kata mom dan mama harus banyak bergerak supaya baby gampang keluarnya nanti" jawab Rhea sambil menempelkan hiasan di dinding yang sudah dicat warna pink.
"Kan kamu sudah bergerak terus diatas Abang" bisik Duncan dengan wajah menggoda.
Rhea mendelik. "Abang ih! Nggak lihat apa mukamu mulai tambah mesum?"
Duncan terbahak. "Lha kan kamu yang sering minta, sayang."
"Bang Gozali mundur ya tanggal pernikahannya dengan Maira?" tanya Rhea.
"Hu um. Katanya nunggu kamu lahiran dulu sampai baby girl bisa dibawa ke Jakarta. Kayaknya dia mau kita semua datang lengkap."
"Rhea, ayo minum susunya" suara Dara terdengar dari luar kamar. Sudah seminggu ini Dara dan Yuna berada di New York untuk menunggu kelahiran cucu pertama mereka. Abi dan Edward saat ini sedang berada di perusahaan MB Enterprise untuk mengecek semua pekerjaan Duncan yang mengambil cuti seminggu ini demi menjadi suami siaga.
"Iya mom" jawab Rhea setelah Dara masuk ke dalam kamar yang sudah dihias.
"Wah cantiknya" puji Dara setelah menyerahkan segelas susu ibu hamil untuk Rhea.
__ADS_1
"Karpet tebal, kursi buat Rey nanti menyusui terus tempat baby K mandi nanti." Duncan menunjukkan perabotan yang ada di dalam. "Lemari yang sudah ada baju-baju baby K."
"Baby K?" tanya Rhea dan Dara berbarengan.
"Eh? Nggak tahu kenapa aku pengen kasih nama baby kita dengan nama awalan K" cengir Duncan.
"Terserah bapaknya dah" kekeh Rhea. Tiba-tiba...
"Aduh! Mom! Aduh! Perut Rhea sakit!" Rhea mencengkeram tangan Dara.
"Ya ampun Rhea. Udah berapa lama kontraksinya?" tanya Dara sambil membawa Rhea keluar kamar.
"Tadi Rhea hitung setengah jam sekali" desis Rhea.
"Ma? Kok Rhea dibawa keluar?" tanya Duncan bodoh.
"Istrimu mau melahirkan D! Ayo siap-siap! Mbak Yuna, kita ke rumah sakit sekarang!" teriak Dara. "Duncan! Bawa tas yang sudah mama siapakan di kamar kamu!"
Yuna yang sedang di dapur balas berteriak. "Steve! Siapkan mobil!"
"Tas warna LV warna merah?" tanya Duncan yang seperti orang linglung.
"Iya! Udah cepetan! Istrimu sudah kesakitan ini!" bentak Dara.
Duncan segera mengambil tas yang dimaksud sang mama dan bergegas menyusul istri dan kedua ibunya ke dalam mobil dimana Steve sudah siap di balik kemudi.
***
Kedua pria paruh baya yang masih kelihatan tampan dan energik tampak berlari menyusuri koridor rumah sakit. Di belakangnya tampak George bersama John berjalan santai.
"Wajar George, cucu pertama dan perempuan" senyum John teringat waktu Yuna melahirkan Duncan yang heboh malah Duncan McGregor bukannya Edward.
Abi dan Edward sampai di depan kamar bersalin sambil ngos-ngosan. Lupa kalau mereka berusia 60 tahun lebih.
"Damn! Faktor U benar-benar nggak bisa dicolong!" umpat Abi. Edward tertawa.
"Ya ampun mas, nggak usah lari-lari. Ingat encok" goda Dara. Abi langsung mendelik.
"Mr Edward, B saja. Rhea baru bukaan delapan kok" sahut Yuna dengan santainya kepada suaminya.
"Baru bukaan delapan itu sebentar lagi Yunaaaa!" omel Edward kesal. Yuna hanya mengelus-elus bahu Edward sambil tersenyum dan matanya menatap dua pria yang berjalan santai datang ke arah mereka.
"George! John! Kenapa kalian juga pada ikut?" tanya Yuna.
"Saya ditarik Mr Abi" tunjuk George.
"Aku ditarik Edward" jawab John santai.
"Astaga! Aku jadi déja vu teringat Dad Duncan yang lebih heboh dibandingkan Edward." Yuna tergelak mengingat ketika Duncan McGregor ribut heboh dengan Duncan bayi.
"Semoga kalian berdua nggak rebutan baby K ya!" pelotot Dara kepada suami dan besannya.
"Kok baby K?" tanya Abi.
"Duncan ingin memberikan nama putrinya dengan awalan huruf K."
Suara tangis bayi pun terdengar dan semua orang disana menahan nafas tegang.
"Cucu kita sudah lahir Ed" bisik Abi sambil menggenggam tangan Dara yang merasakan betapa dinginnya tangan suaminya saking tegangnya.
__ADS_1
"Iya Bi. Kita sudah jadi opa dan eyang Kakung" balas Edward yang langsung dipelototi Abi. "Daripada Simbah?" cengirnya.
"EDWAAARRDDD!"
"Ini kalian berdua sudah tua-tua, masih saja heboh berantemnya!" bentak Yuna kesal melihat kedua pria itu yang tidak pernah akur.
Tak lama Duncan pun keluar dengan wajah sumringah.
"Gimana D?" tanya Edward tidak sabar.
"Alhamdulillah. Baby girl sudah lahir. Rhea dan baby K sehat dan selamat semua. Berat 3,6 kg panjang 51cm. Proses normal" jawab Duncan dengan sumringah.
"Alhamdulillah."
"Azan dan Iqamah sudah D?" tanya Dara.
"Sampun ma" senyum Duncan.
"Namanya siapa D?" tanya Yuna.
"Kaia Zanitha Giandra Blair."
***
Rhea dan Duncan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keempat orangtuanya ribut sendiri, sebenarnya yang ribut Abi dan Edward sedangkan Dara dan Yuna sibuk memarahi keduanya.
Baby Kaia Zanitha Giandra Blair
"Ya ampun Rey, kapan kedua ayah kita akur ya?" bisik Duncan kepada istrinya.
"Biarpun ribut tapi mereka sebenarnya saling care dengan caranya sendiri." Rhea menatap sayang kepada keempat orangtuanya. "Lagipula, sering ribut receh itu bikin awet muda lho."
Duncan mencium pucuk kepala Rhea.
"Terimakasih sayang, mau bersama Abang seumur hidupmu, terimakasih mau melahirkan putri yang cantik meskipun jadi gegeran papa dan Daddy." Rhea terkikik.
"Rhea! Daddy minta secepatnya kamu hamil lagi ya!" perintah Abi.
Duncan dan Rhea langsung melotot. "Dad! Aku baru lahira baby Kai beberapa jam yang lalu!"
"Bule satu itu main rebut cucu dad!" tunjuk Abi ke Edward.
Duncan dan Rhea hanya bisa menghela nafas panjang.
Welcome to rusuh family.
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Tamat? Beloooommm.
Insyaallah Ghani launching nanti yaaaa.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1