My Rey

My Rey
Rasanya Kok Nyesek Yaaaa


__ADS_3

Ayame dan Gozali memandang tajam ke arah Eiji dan Maira yang sedang berdebat soal handuk. Rhea yang duduk di pangkuan Duncan dan Javier yang sedang menikmati sarapan hanya menanti bagaimana kelanjutan drama cinta segiempat itu.


"Lho ada siapa itu?" suara Dara membuyarkan semua bayangan ketiga orang durjana yang sedang menunggu next scene.


Abi dan Dara baru saja keluar dari ruang kerja Abi, terkejut ketika melihat seorang gadis asing di meja makan mereka.


"Eiji! Itu handuk taruh keranjang baju kotor dulu! Kamu mau Tante jewer?" tegur Dara yang tidak bisa melihat rumahnya ada handuk basah di kursi apalagi ada tamu.


"Ini aku mau kebelakang taruh handuk kotor. Jangan dijewer Tan, aku dah capek dijewerin sama papa dan cewek itu!" tunjuk Eiji ke arah Ayame yang wajahnya gelagapan. Pria itu langsung ngeloyor ke belakang.


"Siapa ini Ji?" tanya Abi yang semakin bingung banyak orang di rumahnya.


"Mom, Dad. Perkenalkan ini kak Ayame Agasa, manajernya kak Eiji" Rhea turun dari pangkuan Duncan untuk memperkenalkan Aya.


"Selamat pagi tuan Abi, nyonya Dara. Saya Ayame Agasa. Maaf saya main langsung kemari karena mencari Eiji."


"Owalaahhh, manajernya anak nakal itu Thow. Ayo, sarapan dulu Aya. Baru datang dari Tokyo ya? Panggil saja Tante Dara dan Oom Abi kayak Eiji biar enak." Dara langsung suka dengan gadis cantik itu.


Abi duduk di sofa bersebelahan dengan Gozali dan memandang Maira yang masih mematung melihat kecantikan Ayame.


"Maira, kamu nggak mandi habis nge-gym?" tanya Abi.


"Eh, mandi Oom. Tadi soalnya Mai ribut sama Kak Eiji soal handuk jadi lupa kalau mau mandi. Mai pergi dulu Oom, bang Gozali." Maira lalu segera menuju lantai dua ke kamar Rhea. Karena kamar di mansion penuh, Mai terpaksa sekamar dengan sepupunya.


"Ayame cantik lho Goz" bisik Abi. "Kalian ada kerjasama kan? Bisa pedekate tuh!"


"Tapi Gozali kan nggak kenal pak."


"Kenalan dulu dong! Kamu tuh gimana sih!" kekeh Abi. "Kan kalian bakalan sering ketemu soalnya Eiji sudah bapak kasih ijin tinggal disini sampai Rhea menikah. Lagipula Rhea juga butuh latihan lagi kan?"


Gozali hanya mengangguk. Bukan gadis yang memakai jaket jeans itu yang aku pikirkan, tapi gadis yang tadi masih pakai baju gym yang basah dengan keringat yang di pikiranku.


Abi berdiri lalu menepuk bahu Gozali.


"Goz, yuk ikut bapak ke ruang kerja. Ada bisnis yang bapak hendak bicarakan dengan kamu."


Gozali pun mengikuti Abi ke ruang kerjanya.


***


"Jadi kamu langsung ke Jakarta semalam Aya?" tanya Dara yang kini berada di meja makan menemani Ayame yang sedang sarapan bubur ayam.


"Iya Tante. Saya minta alamat Tante ke kak Joshua dan kak Miki. Karena Eiji tidak mau memberikan alamatnya."


"Kok bisa kenal Joshua dan Miki?" tanya Javier.


"Kak Joshua dulu pernah membantu konsernya Eiji untuk display background dan kebetulan waktu itu kak Miki ikut. Kami dikenalkan oleh Eiji dan kak Miki bilang kalau butuh apa-apa soal anak nakal itu, hubungi dia saja."


Dara tergelak. "Eiji memang nakal tuh!"

__ADS_1


"Saya sudah tabah dua tahun dengannya Tante."


"Pagi Tante" sapa Maira sambil mencium pipi Dara.


"Duh wanginya anak cantik. Ayo kenalan dulu dengan Ayame, manajernya Eiji." Dara memberikan kode agar Maira duduk di samping Ayame karena dirinya duduk sebelahan dengan Javier.


"Halo kak Ayame, perkenalkan aku Humaira Harsaya, biasa dipanggil Maira atau Mai." Maira mengulurkan tangannya yang disambut hangat oleh Ayame.


"Halo. Nice to meet you." Ayame dan Maira sama-sama tersenyum.


"Mbak Maira mau buburnya?" tanya Susi dari arah dapur.


"Mau mbak Susi. Kasih ayam, udang ma cakue yang banyak ya. Terimakasih."


"Sama-sama mbak Maira" balas Susi.


Semangkok bubur lengkap berada di hadapan Maira.



"Itadakimasu" ucap Maira sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Maira bisa bahasa Jepang?" tanya Ayame.


"Bisa. Soalnya mbak Rhea kalau les bahasa Jepang, Mai juga ikut."


"Ayame orang Jepang asli?" tanya Dara.


"Pantas cantiknya kayak gini. Heran Tante, kok Eiji nakal banget sama kamu Ya." Dara menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Siapa yang nakal Tante?" sahut Eiji yang langsung duduk di sebelah Maira.


"Elu!" jawab Javier sarkasme.


"Eh, aku nggak nakal cuma bandel" elak Eiji.


"Sama saja itu bambaaaaannggg!" ledek Duncan yang menyusul ke meja makan dengan Rhea. Tadi keduanya saling berbisik untuk melihat adegan drama yang membuat mood booster naik.


"Beda bambaaaaannggg! Hurufnya beda! Wek!" sahut Eiji sambil mencomot cakue dari mangkok Maira.


"Kak Eijiii!!! Ambil sendiri kenapa!" protes Maira yang kesal cakuenya berkurang.


"Malas! Enak ambil langsung dari punyamu Mai. Rasanya lebih enak!" ucap Eiji usil.


Susi yang kaget mendengar protes nona Mairanya menawarkan untuk membuat bubur lagi tapi ditolak Eiji.


"Mbak Susi nggak usah repot-repot. Ini ada yang nganggur." Eiji memberikan senyum manis.


Maira langsung melotot ke arah Eiji.

__ADS_1


"Eiji Adipramana Reeves!" bentak Ayame.


"Wonten nopo Diajeng?" sahut Eiji cuek yang membuat semua orang di meja makan itu tertawa terbahak-bahak.


Wajah Ayame memerah karena kesal dan malu dipanggil dengan panggilan mesra dengan bahasa Jawa.


"Jangan ambil punyanya Maira! Kasihan dia baru sarapan." Ayame menata suaranya agar terdengar biasa.


"Terus aku harus ambil punya siapa? Punyamu? Kejauhan! Enak punya Maira, lebih dekat. Iya nggak sayang?" Eiji mengedipkan sebelah matanya.


Maira hanya melongo melihat Eiji begitu totalitas berakting namun sukses membuat Dara dan yang lainnya tertawa.


Ayame yang merasa kesal melihat keuwuan Maira yang digoda terus oleh Eiji akhirnya tidak tahan lagi.


"Maaf Tante Dara, boleh saya ke kamar mandi?" tanya Ayame dengan nada sedikit bergetar.


"Oh, di depan sana dekat dengan meja Konsul ada kamar mandi" jawab Dara.


"Permisi semuanya." Ayame pun berjalan menuju kamar mandi.


Setelah Ayame menuju kamar mandi, Dara langsung menatap tajam kelima orang yang berada di meja makan.


"Sekarang jelaskan pada Tante. Apa yang kalian rencanakan?"


Rhea, Duncan, Maira, Eiji dan Javier hanya bisa menelan salivanya susah payah.


Gawat!


***


Ayame berlama-lama di kamar mandi untuk menangis. Hatinya sakit melihat kemesraan Eiji dan Maira yang tidak pernah dia lihat ke gadis lain biarpun Eiji orangnya selengekan.


Kenapa bisa secepat itu dia mendapatkan tambatan hati. Maira juga cantik dan tampak manja ke Eiji. Ya ampun, Aya... Apa kamu benar-benar jatuh cinta dengan artismu sendiri?


Ayame lalu membasuh wajahnya dengan air banyak-banyak agar tidak tampak bekas menangis. Setelah dirasa cukup, gadis itu keluar kamar mandi dan nyaris bertabrakan dengan Gozali.


Gozali menatap intens Ayame.


"Kamu habis nangis?" tanya Gozali pelan.


Ayame terperangah.


***


Yuhuuu Up Lagi Yaaaaa


Sorry, untuk Edward n Yuna agak nanti soalnya urus kerjaan dunia nyata dulu. Ini ajah nyolong2 bikinnya.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2