
Hari-hari berlalu dan sekarang adalah waktunya Kaia untuk melahirkan. Rhett yang memang memutuskan cuti dua Minggu ini, paling bersemangat tidak sabar menunggu bayinya keluar dari perut istrinya.
Rhett dan Kaia sendiri memutuskan untuk tidak mengecek jenis kelamin babynya karena mereka tidak mau keluarga besarnya ribut taruhan. Kaia sudah cukup kenyang mendengar bagaimana Ogan dan opanya selalu bertaruh aneh-aneh.
Ogan Abi memang memenangkan Bugatti Chiron saat Kaia lahir namun saat Aidan lahir, opa Edward yang menang dan membuat ogan Abi harus merogoh koceknya membelikan sebuah yacht untuk besannya. Sekarang yacht itu masih ada di dok classic harbor line.
Kini bumil cantik yang sudah merasakan mulas-mulas sejak semalam, sudah sibuk jalan-jalan agar persalinannya lancar. Elang dan Rain sudah datang ke New York untuk melihat cucu keponakan mereka. Abian dan Bryan pun sudah terbang dari Boston demi sepupu mereka yang akan lahir.
Levi sendiri adalah seksi sibuk untuk membawa dua buah balon boy and girl buat dipasang di kamar Kaia jika nanti usai melahirkan.
Duncan dan Rhea tampak tegang melihat putrinya mengernyitkan dahinya menahan rasa kontraksi yang mulai sering datang. Rhett dengan telaten tetap mendampingi Kaia berjalan sambil mengusap-usap punggungnya.
"Boy, jangan bikin mamamu sakit lah. Kasihan tahu!" bisik Rhett di perut Kaia.
"Kamu tuh! Malah ribut sama anak!" desis Kaia sambil menahan sakit.
Suara ramai pun terdengar di luar kamar Kaia membuat keduanya keluar dan tampak Aidan datang sambil memeluk sang Mami Rhea dan papi Duncan. Pria tampan itu kemudian melihat kakak perempuannya langsung memeluk sayang.
"Semangat ya mbak. Semoga mbak dan keponakan ku selamat dan sehat semua" bisik chef tampan itu.
"Arjuna nggak ikut ya?" tanya Kaia yang mendapat pelototan Rhett.
"Ya ampun, bro. Udah mau punya anak masih jealous sama Juna?" kekeh Aidan.
"Nggak jealous cuma kesal ajah ingat yang dulu!" cebik Rhett.
"Udah tahu jenis kelaminnya keponakanku?" tanya Aidan.
"Belum, biar surprise saja. Makanya kamar bayi kami kasih warna netral" senyum Kaia.
Rhea menghampiri putrinya sambil mengelus kepalanya sayang. "Semangat ya, mami dan papi selalu mendoakan kamu."
Kaia memeluk maminya. "Maafin ya mami kalau Kaia banyak salah sama mami."
"Salahmu banyak Kai! Ngomel-ngomel makan sayur selama hamil tuh salah satu contohnya" ledek Levi dengan muka jahil.
"Kamu pulang sana ke Tokyo!" seru Kaia sebal. Momen dengan maminya buyar gara-gara sepupu tampannya itu.
Rhea dan Aidan tertawa melihat Kaia dan Levi yang memang dekat satu sama lainnya.
Tiba-tiba wajah Kaia berubah pucat. "Mami..." Rhea melihat ada air dari Kaia.
"Dokter! Air ketuban istri saya sudah keluar!" teriak Rhett.
Dokter perempuan itu pun datang. "Mari Mrs O'Grady. Kita sambut cucu klan Blair dan putra klan O'Grady ke dunia."
Kaia dan Rhett pun masuk ke dalam ruang bersalin meninggalkan Rhea, Duncan, Levi dan Aidan yang melongo.
"Putra?"
***
Duncan tampak mondar-mandir menanti kabar putri dan cucunya. Benar kata Daddy, menunggu cucu lahir itu jauh lebih bikin cemas dibandingkan kelahiran anak sendiri.
__ADS_1
Rhea dan Aidan sampai pusing melihat suami dan papinya seperti setrikaan tidak jelas itu. Elang dan Rain hanya tersenyum melihat sepupunya tampak cemas.
"Bro! Duduk kenapa?" kekeh Abian.
"Aku cemas, Bian" ucap Duncan sambil mengusap kepalanya.
"Oom, mbak Kaia nggak papa kok. Bentar lagi juga lahir adik Bryan."
Tak lama suara tangis bayi terdengar dari dalam ruang bersalin. Semua orang pun mengucapkan Alhamdulillah. Selang beberapa lama terdengar suara tangis bayi lagi.
"Lho kok dua?" seru mereka bersamaan.
Rhea dan Duncan saling berpandangan. Memang sih Kaia hamilnya besar banget tapi dulu Rhea hamil Aidan perutnya memang besar jadi aku mengira sama saja seperti jamannya Ai.
Setengah jam kemudian Rhett keluar dengan wajah bahagia.
"Surprise. We have twins!" seru Rhett yang disambut bahagia kedua opa dan omanya.
"Jenis kelaminnya apa Rhett?" tanya Rhea tidak sabar.
"Yang pertama laki-laki, yang kedua perempuan."
"Alhamdulillah. Sehat semua kan son?" tanya Duncan.
"Alhamdulillah sehat semua. Z is a fighter!" ucap Rhett penuh kekaguman kepada istrinya.
Dokter perempuan itu keluar dan menemui Duncan dan Rhea.
"Selamat Mr dan Mrs Blair. Cucu-cucu anda sehat semua begitu pula putri anda. Mereka semua lengkap tidak ada kekurangan apapun."
Semua anggota keluarga tak henti-hentinya mengucapkan syukur namun tidak Levi.
"Balon yang baby girl sudah kuterbangkan" keluh Levi agak menyesal karena mendengar kata 'putra' tadi. "Kukira cuma cowok doang anaknya Kai."
Semua yang disana awalnya melongo akhirnya tertawa terbahak-bahak bahkan Rhett pun memeluk pria tampan itu. "Pesan lagi kan bisa Vi."
Levi pun mengangguk.
***
Duncan dan Rhea tak henti-hentinya takjub melihat kedua cucu mereka yang terlelap. Elang dan Rain pun merasa gemas melihat cucu keponakannya yang lucu.
"So, kalian menyembunyikan fakta bahwa mbak ku hamil kembar?"
Kaia nyengir. "Jadi waktu USG pertama itu sebenarnya ada dua titik hanya saja terlihat menempel jadi sepertinya hanya satu. Baru kehamilan mbak masuk tiga bulan, terlihat dua titik dan kami memang merahasiakan ke semua orang bahwa aku hamil kembar."
"Namanya siapa mbak Kaia?" tanya Bryan.
"Yang cowok Andrew Abiyasa Blair O'Grady, yang cewek Andreana Anindita Blair O'Grady."
"Double A, mirip almarhum Oom Alex dan Tante Alexandra" celetuk Rain.
"Panggilannya?" tanya Elang.
__ADS_1
"Yang cowok Abi, yang cewek Reana" jawab Kaia yang membuat Rhea menangis.
"Panggilannya Daddy." Duncan memeluk Rhea yang terharu mendengar ucapan Kaia.
"Harusnya triple A dong!" sahut Aidan.
"Kok bisa?" tanya Levi.
"Lha Oomnya ini kan namanya juga awalan A jadi triple A lah!" sahut Aidan sambil tersenyum lebar.
"Ya ampun, Oomnya pun nggak mau kalah" kekeh Rhett.
Semua orang sangat bersyukur dan berbahagia atas semua keberkahan yang mereka peroleh setelah mengalami berbagai peristiwa. Semua keluarga besar mengucapkan selamat kepada Duncan sekeluarga dan berjanji akan segera menengok ke New York.
Rhett tak henti-hentinya mencium pipi dan kepala Kaia dengan mesra.
"Kamu tahu sayang, kalau opa dan oganku masih ada, mereka pasti gelut rebutan cucu meskipun sudah ada dua" kekeh Kaia.
"Aku pernah bertemu dengan Opa dan Oganmu" jawab Rhett.
Kaia menoleh. "Kapan?"
"Ketika Oom Ghani mitoni. Dan memang, Ogan dan opamu tipe gelut abadi" gelak Rhett.
"Ohya? Kok aku nggak tahu?" jawab Kaia.
"Karena kamu asyik ngambilin cookies" cengir Rhett sambil mencium bibir Kaia sekilas.
Kaia melongo. Dia teringat pada saat Oom Ghani dan Tante Alexandra hamil Bara, dia memakai baju pink dilihat dari foto-foto keluarga.
"Aku pakai baju apa waktu itu?" tanya Kaia mengetes suaminya.
"Kamu pakai baju pink, sayangku Z."
Kaia terbahak. "Ternyata kita sudah pernah bertemu."
Rhett mencium bibir Kaia lagi.
"Love you, Scarlett O'Hara."
"Love you too, Rhett Butler."
Duncan dan Rhea hanya tersenyum bahagia melihat putrinya tampak bahagia bersama dengan suami yang selalu mencintainya.
*** END ***
Alhamdulillah kelar juga cerita Kaia dan Rhett setelah sebelumnya Duncan dan Rhea.
Terimakasih sudah mendukung novel author receh lagi pengen kaepci.
Terimakasih atas semua atensi, like, komen dan kritik membangun nya.
I really appreciate that.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️