
Duncan dan Rhea sudah sampai di bandara Halim Perdanakusuma disambut dengan kemanyunan Maira. Seperti janji Eiji, Maira diajak liburan ke Jepang dan akan berkumpul dengan Ayame, Valora serta Miki sementara Duncan dan Rhea berbulan madu.
"Lama Amir? Padahal Amir udah nongkrong di kokpit!" omel Maira.
"Kok tahu pilotnya namanya Amir?" goda Duncan.
"Hah? Iya kah? Beneran bang nama pilotnya Amir?" tanya Maira tidak percaya.
Duncan terbahak sambil merangkul pinggang Rhea.
"Kamu tuh digodain bang Duncan percaya ajah dik" kekeh Rhea.
"Iisshhhh bang Duncan nyebelin!" cebik Maira sembari menyeret kopernya.
Ketiganya pun masuk ke pesawat pribadi milik Duncan yang bernuansa hitam putih.
"Terserah kamu mau duduk di sebelah mana, Mai" ucap Duncan. Maira memilih ke singel seat yang bisa melihat pemandangan dari jendela pesawat sedangkan Duncan dan Rhea memilih di sofa panjang.
Perjalanan dari Jakarta ke Tokyo membutuhkan waktu sekitar 7jam 20 menit. Sesampainya di Narita, ketiganya dijemput oleh Joshua dan Eiji.
"Halo, akhirnya sampai juga di Tokyo" sapa Joshua.
"Mai, kakak kan selalu tepati janji dan taraaaaa sampai deh di Tokyo" ucap Eiji tanpa beban.
"Kalau tepati janji itu kamu biayain Maira tiket pesawat bukan nebeng" protes Duncan.
"Oh don't worry, soal nebeng kan wajar. Pesawat lu kan luas tapi kalau soal belanja, aku yang bayarin Mai" balas Eiji.
"Bener ya! Awas kalau Mai nggak kamu belanjain!" ancam Duncan.
"Suwer!" Eiji memberikan tanda V dengan jarinya.
"Sudah-sudah, ribut melulu! Ayo pulang!" ajak Joshua.
***
Mereka tiba di mansion Al Jordan dimana Miki sudah menunggu para tamunya. Dad Hiro dan Mom Shanum beserta Mamoru dan Masayuki sedang berada di Dubai karena opa Akira sakit keras. Setelah Oma Raina meninggal setahun lalu, kondisi fisik opa Akira makin menurun.
Miki yang tadinya ingin ikut karena tahu opanya sakit keras, malah dilarang kesana karena kasihan si kembar Josephine dan Marissa. Joshua sendiri sudah mengatakan pada Miki, jika memang Opa Akira harus menyusul Oma Raina, dia tidak apa-apa ditinggal sama anak-anak di Tokyo sedangkan istrinya ke Dubai.
Duncan yang tahu kondisi opanya Miki hanya memeluk sepupunya. Dia tahu betapa dekatnya Miki dengan opa Akira.
"Sabar M. Kalau memang jalannya, kamu ke Dubai nggak papa. Anak-anak biar sama aku, Rhea dan Maira kalau Joshua harus mengajar" bisik Duncan.
"Thanks D" Isak Miki di pelukan Duncan.
Rhea pun memeluk Miki setelah diberitahu ada apa kenapa sepupunya menangis.
"Yang sabar mbak Miki. Nggak papa kok Rhea momong si kembar sementara" senyum Rhea ke Miki.
"Aku menunggu kabar dari mom dulu opa gimana" jawab Miki. Joshua memeluk istrinya yang beberapa hari ini sedih terus.
__ADS_1
"Kita datang di saat kurang tepat kayaknya mbak" bisik Maira.
"Bang Duncan juga nggak tahu, Mai. Karena Oom Hiro sekeluarga baru kemarin ke Dubai" bisik Duncan.
"Yuk istirahat dulu. Maaf kalau datang-datang malah jadi mewek" senyum Miki dengan terpaksa.
Mereka semua masuk ke dalam mansion mewah dan disambut oleh si kembar JM yang langsung menubruk Duncan.
"Oom D! Gendong!" teriak keduanya.
"Josephine! Marissa! Salim dulu, bukan minta gendong!" perintah Miki.
"Yes mami." Si kembar cantik itu langsung mencium tangan para tamunya dan setelahnya tetap minta gendong.
Suara ponsel Miki berbunyi dan wajah cantik itu memandang cemas kepada suaminya. Joshua pun mengangguk dan tetap memeluk istrinya ketika menerima telpon dari mommy Shanum.
Tangis Miki pecah mendengar kabar opanya sudah berpulang dan Joshua mengambil alih ponsel istrinya yang menangis di dadanya.
"Miki berangkat malam ini mom. Aku di rumah saja sama anak-anak" jawab Joshua.
Duncan pun menelpon pilotnya untuk segera mengantarkan sepupunya ke Dubai setelah mengisi bahan bakar. Mendengar opa Akira meninggal, Kenzo dan Keanu bersama istri-istri mereka, Ajeng dan Sabina akan menemani Miki ke Dubai.
Setelah mengantarkan rombongan yang berangkat ke Dubai, Duncan menemani Joshua mengasuh si kembar sedangkan Eiji mengajak Ayame untuk kumpul di mansion Al Jordan.
Si kembar sudah tidur, akhirnya para klan berkumpul di ruang tengah. Joshua tampak lelah setelah berjibaku membuat si kembar bobok, Untung Rhea pintar mendongeng dan membuat kedua batita itu terpesona melihat aunty cantiknya bercerita.
"Thanks Rhea, sudah membuat si kembar tidur" ucap Joshua.
"Kalau Ghani pasti Sherlock Holmes" tebak Eiji.
"Kok tahu?"
"Buktinya dia jadi detektif sekarang" kekeh Eiji.
"Jadi kakakmu ke FBI, Rhea?" tanya Joshua.
"Katanya jadi ambil pendidikan setahun disana lalu masuk ke biro analisis perilaku setahun. Jadi dua tahun deh di FBI" jawab Rhea.
"Pacarnya mas Ghani siapa mbak?" tanya Maira.
"Alexandra" jawab Rhea lagi.
"Cantik kah?" tanya Ayame.
"Kayaknya aku ada fotonya" ucap Duncan sembari membuka galeri ponselnya. "Nah ini."
"Wuuiihhhh, premium ini mah!" celetuk Eiji yang langsung kena pelotot Ayame. "Buat Ghani sayang, kalau buat kakangmas, cuma Diajeng seorang di hati."
Duncan dan Joshua langsung memutar mata mereka malas mendengar ucapan absurd sepupunya itu.
"Kakangmas!" gelak Maira. "Kak, aku tuh bingung. Tampang campur aduk gitu malah membahasakan diri kakangmas."
__ADS_1
"Lho biarpun bentukan aku tidak jelas karena nggak kelihatan jawanya tapi Kulo rumongso tiyang Jawa" cengir Eiji.
"Nggak pantas!" komentar semua disana kompak.
"Idiiihhh, kok pada seneng sih nistain daku?" cebik Eiji.
"Kok Abang bisa punya fotonya Alexandra?" tanya Rhea.
"Soalnya Ghani terlalu gengsi ambil fotonya, itupun Abang ambil diam-diam waktu Alexandra menjadi saksi kasusmu itu."
"Terus sekarang Ghani dan Alex gimana?" tanya Joshua.
"Bubar sebelum jadian" ucap Duncan. "Ghani nggak mau maksa karena dia sekarang lebih fokus dengan kariernya."
"Kalau memang jodoh nggak bakalan lari kemana tapi kalau nggak jodoh ya bakalan lepas" ucap Eiji.
"Udah yuk istirahat. Maira, kamu tidur sama Ayame ya. Duncan ma Rhea." Joshua pun berdiri.
"Lha aku?" tanya Eiji.
"Kamu pulang saja! Bikin rusuh kamu disini!" usir Joshua cuek.
"Ya ampun J, jaharanya dirimu! Aya-aya, boboks sama mas saja ya!" cengir Eiji.
"NGGAK BOLEH!" seru mereka semua.
"Astaghfirullah. Ya udah, aku tidur di kamar Yuki saja."
***
Duncan dan Rhea sudah berada diatas tempat tidur sambil berpelukan.
"Maaf ya Rey, Abang nggak tahu kalau keluarga Oom Hiro lagi berduka" bisik Duncan sambil mengusap-usap lengan Rhea.
"Namanya juga takdir bang. Kita nggak ada yang tahu kalau bakalan ada kejadian begini" jawab Rhea.
"Mau unboxing sekarang atau di Kyoto?" goda Duncan.
"Eh?" Rhea membelalakan matanya. "Kedap suara nggak ini kamarnya?" bisiknya.
Duncan terbahak. "Abang nggak tahu. Lebih baik dicoba ajah dulu."
"Abaaaannnggg!"
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1