My Rey

My Rey
Kyoto


__ADS_3

Seperti janji Eiji, Maira dan Ayame benar-benar diajak jalan-jalan oleh pria tampan itu sedangkan Joshua, Duncan dan Rhea memilih berada di mansion Al Jordan menemani dosen tampan itu mengasuh si kembar.


Duncan dan Rhea merasa tidak enak jika harus meninggalkan Joshua dengan anak-anak sedangkan mereka jalan-jalan meskipun Joshua mengatakan tidak apa-apa.


"No J, aku dan Rey santai saja. Kita bisa jalan-jalan kapan kita mau. Ya kan Rey?" Duncan menatap istrinya yang sedang mendongeng dari iPad ke para keponakannya.


"Iya, bang. Rhea santai saja kok." Entah kenapa duo JM bisa langsung menempel dengan Tante Rheanya.


"Bagaimana Miki?" tanya Duncan.


"Masih sedih tapi untung ada mbak Ajeng dan mbak Sabina jadi nggak sendirian. Mom Shanum juga harus menghibur Dad Hiro yang benar-benar remuk redam ditinggal Opa Akira. Kamu tahu D, Dad dan Opa itu nggak pernah akur mungkin macam kau dan Oom Abi tapi mereka saling menyayangi" Joshua menyesap hot choconya.


"Kamu tahu sendiri kan kalau papa Abi sudah julid sama aku dari jaman aku batita" kekeh Duncan.


"Hahahaha tapi aku bisa melihat kalau sebenarnya Oom Abi juga sayang padamu dengan caranya sendiri."


"Ohya Miki cerita kalau Valora sekarang asyik chatting dengan Raymond Ruiz, partnernya Ghani."


"Really? Semenjak acara nikah aku? Mereka kenalan disana?"


Joshua mengangguk. "Semoga Raymond bisa mendidik Lora supaya nggak bar-bar."


"Aku kasihan dengan Ghani, dia harus memilih antara karier dan cinta dan dia memilih karier." Duncan memikirkan kakak iparnya.


"Kalau memang Alexandra Cabbot jodoh Ghani, pasti mereka akan bersatu meskipun harus melewati rintangan, D."


"Terkadang apa yang kita harapkan tidak selalu kita peroleh. Aku dan kamu termasuk beruntung mendapatkan cinta kita masing-masing, Ghani belum saatnya" ucap Duncan.


"Ghani anak baik pasti dia akan mendapatkan yang terbaik" sahut Joshua.


"Semoga."


***


Dua hari kemudian Hiro, Shanum, Miki, Kenzo, Keanu, Ajeng dan Sabrina kembali ke Tokyo. Masayuki kembali ke MIT sedangkan Mamoru terbang ke Belanda untuk bekerja disana sekalian mengurus ijin pernikahan dengan Ingrid yang akan dilaksanakan empat bulan lagi.


Hiro berterimakasih kepada Rhea yang berhasil membuat cucu bar-barnya anteng meskipun setelah kedatangan opa cakep, duo JM brutal lagi.


Duncan dan Rhea pun melanjutkan acara bulan madu mereka yang sempat tertunda ke Kyoto meninggalkan Maira yang akan tinggal di mansion Al Jordan bersama Miki dan Valora.


***


Rhea sangat takjub dengan pemandangan kota Kyoto yang indah. Ini adalah kali pertamanya dia berada di Kyoto karena dia jarang liburan ketika masih kuliah di Julliard apalagi ketatnya kuliah disana membuat gadis itu lebih memilih menyelesaikan tugas-tugasnya.



"Waaahhh indahnya!" Rhea ta henti-hentinya mengambil gambar keindahan kota Kyoto. Apalagi sekarang Duncan mengajak nya ke Fushimi Inari Shrine yang terkenal di film Memoirs of a Geisha yang dibuat berdasarkan novel dari Arthur Golden.

__ADS_1



Duncan sudah memesan hotel di Kyoto selama seminggu untuk berbulan madu jadi sekarang dia ingin membuat istri cantiknya menikmati kota Kyoto.


"Abang, aku jadi ingat filmnya Zhang Ziyi yang jadi Geisha kalau disini" ucap Rhea.


"Masa kamu mau dandan menjadi Geisha?" goda Duncan.


"Memang boleh?" tanya Rhea.


"Jelas tidak!" ucap Duncan judes yang membuat Rhea tertawa.


Keduanya pun berjalan-jalan lagi sembari bergandengan tangan, sesekali Duncan mencium tangan istrinya yang membuat orang-orang yang melihat mereka tersenyum karena keuwuan keduanya.


Rhea pun mengikuti Duncan menuju Toji Temple dan Tofukuji Temple. Gadis itu membelalakan matanya ketika Duncan meminta mampir ke Fushimi Sake District.


"Abang mau mabok minum sake?" bisik Rhea.


"Hhhmmm" ucap Duncan dengan wajah jahil.


"Nggak ah! No alcohol!" Rhea pun menarik tangan Duncan yang tertawa melihat wajah jutek istrinya.


Oom Hiro sudah mempersiapkan sopir dan mobil selama keduanya berbulan madu di Kyoto dan mereka berdua sangat terbantu.


Keduanya masih berjalan-jalan lagi hingga waktunya makan malam dan Duncan mengajak makan di premium pound Gion yang terkenal dengan Wagyu nya.



Usai makan malam, Duncan dan Rhea pun menuju The Junei hotel Kyoto the Imperial Palace West. Duncan sengaja memesan kamar yang langsung melihat pemandangan kota Kyoto di malam hari.



"Waaahhh kamarnya bagus!" seru Rhea setelah mereka check in dan masuk kamar hotel.


"Suka?" tanya Duncan sambil menyimpan koper besar mereka. Sengaja kali ini Duncan dan Rhea hanya membawa satu koper besar dan satu duffle bag, sedangkan bawaan yang lain ditinggal di mansion Al Jordan. Toh, nantinya mereka juga akan kembali ke Tokyo dan berangkat ke London via Narita.


"Suka banget bang!" ucap Rhea.


Duncan melepaskan bajunya dan hanya meninggalkan celana panjang hitamnya lalu dia menuju kamar mandi.


"Abang mandi dulu Rey, habis itu gantian ya" ucap Duncan kepada istrinya yang masih takjub melihat pemandangan dari jendela.


"Iya" jawab Rhea.


Sepuluh menit kemudian Duncan sudah selesai mandi dan bersandar di sofa mengenakan celana kargo hitam tanpa mengenakan baju.


"Kamu nggak mandi?" tanya Duncan dan Rhea pun menoleh.

__ADS_1



"Astaghfirullah Abang! Pakai baju kenapa?" seru Rhea melihat pose menantang suaminya yang hanya dijawab cengiran Duncan.


"Mandi dulu sana" pinta Duncan. Rhea pun mengangguk dan langsung masuk ke kamar mandi.


Lima belas menit kemudian Rhea keluar dari kamar mandi dan menghampiri Duncan yang sudah setengah tertidur.


"Abang" bisiknya.


"Hhhmmm" gumam Duncan.


Rhea pun menggoyangkan paha suaminya.


"Apa?" Mata Duncan membola ketika melihat istrinya mengenakan Coat berbulu dengan senyuman di wajahnya. Harum lavender menyeruak di hidung Duncan.



"Rhea kedinginan ini makanya pakai Coat" bisik istrinya.


"Jadi?" goda Duncan.


"Butuh Abang" bisiknya sen**sual. Duncan terpana mendengar ucapan seksih istrinya. Pelan-pelan Rhea membuka coatnya dan Duncan melongo. Istrinya tamoak polos dibalik Coat yang dipakainya dan pelan Rhea kemudian duduk diatas perut six pack suaminya.


"Ya ampun Rey... Abang terkejut" bisik Duncan.


Rhea memajukan tubuhnya dan kini gundukan kenyal miliknya menempel di dada liat bidang suaminya. Jangan ditanya bagaimana perasaan Duncan yang sedang dirayu oleh istri imutnya.


"Terkejut bang?" bisik Rhea yang menjilat bibir Duncan dengan lidahnya yang membuat pria itu membeku tidak percaya sensasi yang diberikan sangat dahsyat.


"Shii**** Rey!" umpat Duncan ketika bibir dan lidah istrinya mulai berjalan menurun dari leher ke dadanya hingga semua roti sobek di perutnya dicium satu persatu oleh Rhea. Duncan mati-matian menahan has*ratnya.


"Damn it! Rey! Abang nggak tahan!" Duncan lalu menggendong istrinya dan segera membawanya ke tempat tidur. Rhea tertawa kecil mendengar Geraman suaminya yang tidak tahan menahan naf**sunya.


Malam itu keduanya saling berpagut, berpacu memberikan kenikmatan, saling memuaskan satu sama lain hingga pagi menjelang.


Semoga akan segera tumbuh di dalam perutmu buah cinta kita sayang - doa Duncan sambil mengusap perut istrinya ketika mereka usai berc**ta dan Rhea tertidur karena kelelahan.


***


Yuhuuu Up Sore Yaaaa


Maaf hari ini slow down coz masih ada urusan di dunia nyata


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2