My Rey

My Rey
Tokyo


__ADS_3

Duncan dan Rhea tiba di bandara Narita dengan selamat dan langsung menuju mansion Al Jordan. Kabar Rhea hamil membuat keluarga besar bahagia bahkan Abi dan Dara diminta oleh Hiro menginap di mansionnya.


Tujuannya agar Rhea ada teman sharing dengan Miki yang lebih berpengalaman selama di Tokyo sedangkan Shanum ingin lebih dekat dengan Dara.


Sesampainya di mansion Al Jordan, rupanya Abi dan Dara sudah sampai terlebih dahulu. Melihat putrinya sekarang sedang mengandung, membuat Abi menjadi melow dan tidak mau melepaskan pelukannya pada Rhea.


"Ya Allah mas! Rhea bisa engap itu kamu peluk begitu!" tegur Dara sambil tersenyum.


"Aku merasa jadi tua ini. Kemarin rasanya Rhea masih belajar main piano, sekarang belajar jadi ibu" ucap Abi asal yang terkena keplakan Dara.


Hiro dan Shanum yang melihat interaksi mereka hanya tertawa. "Itu juga yang aku rasakan bro!" ucap Hiro kepada Abi. "Waktu Miki hamil, rasanya aku yang heboh dibandingkan Joshua."


"Tapi bagi kita, Daddynya, tetap saja mereka our princess ya bro" balas Abi yang dijawab anggukan Hiro.


"Udah, udah. Bumil istirahat dulu ya. Kamarnya masih yang kemarin" kata Miki.


"Makasih mbak Miki. Semuanya kami permisi dulu" pamit Rhea.


"Sebentar ya pa, ma, Oom dan Tante. D antar Rey dulu. Thanks M" Duncan memeluk Miki sayang.


"You're welcome D."


***


Di dalam kamar, Rhea mulai membongkar tas nya namun baru beberapa saat, perutnya memberontak dan dia langsung memuntahkan isinya di kamar mandi.


"Rey!" Duncan bergegas ke kamar mandi terkejut melihat Rhea muntah-muntah. Pria itu dengan telaten mengelus punggung Rhea.


Setelah selesai berkumur, Rhea digendong oleh Duncan untuk tiduran di tempat tidur.


"Boy, jangan bikin mamimu begini dong. Kasian mami" bisik Duncan ke perut Rhea.


Rhea tertawa pelan. "Abang tuh. Memang siklusnya begini."


"Kamu minta apa? Abang ambilin?"


"Tolong tanya mommy punya minyak kayu putih nggak? Punya Rhea ketinggalan di rumah."


"Oke sayang" Duncan mencium bibir Rhea sekilas lalu keluar kamar.


Rhea kemudian membuka ponselnya dan iseng melihat akun Instagram milik Duncan yang sengaja di private dan dia hanya mengikuti semua keluarganya. Rhea tersenyum melihat foto Duncan waktu masih kuliah.



"Imutnya jodohnya Rhea." Bumil cantik itu cekikikan.


"Siapa yang imut, sayang?" tanya Dara yang masuk ke dalam kamar putrinya.

__ADS_1


"Ini jodohnya Rhea waktu masih kuliah" ucap Rhea sambil menunjukkan foto Duncan.


"Bukannya foto itu yang selalu kamu pasang di ponselmu?" tanya Dara. "Katanya kamu butuh minyak kayu putih."


"Iya, Rhea habis muntah tadi mom." Rhea membuka blusnya dan menunjukkan perutnya yang membuat Dara teringat Rhea kecil dulu.


Dara membuka tutup botol minyak kayu putih itu lalu memberikan minyak di perut putrinya.


"Mommy kalau begini ingat kamu masih kecil. Kalau perutnya nggak enak, selalu minta digosok sama mommy pakai minyak kayu putih." Mata Dara sedikit berembun. "Sekarang di perut ini ada cucu mommy."


Rhea ikut berkaca-kaca melihat mommynya menjadi melow. "Mom, jangan menangis, nanti Rhea ikut mewek."


Dara tertawa kecil. "Kamu yang hamil, malah mommy yang melow ya. Kayaknya hormon ibu hamil menular."


"Astaga mom! Jangan bilang mom progam adik buat Rhea!" gelaknya yang mendapat cubitan Dara.


"Yang benar saja sayang!" kekeh Dara.


Kedua ibu dan anak asyik bercanda di dalam kamar, seolah saling melepaskan rindu setelah sekian bulan tidak bertemu. Duncan membiarkan ibu mertuanya bersama istrinya.


***


Duncan menghampiri Hiro dan Abi yang sedang mengobrol di halaman belakang mansion.


"Lho, kamu nggak nemanin Rhea?" tanya Abi.


"Rey lagi sama mama, pa. Duncan kasih kesempatan mereka ngobrol kan dah lama nggak ketemu."


"Kalau pindah kayaknya nggak deh bro, tapi stay disana beberapa bulan mungkin akan aku pikirkan bersama Adara."


"Rhea nggak hamil kembar kan D?" tanya Hiro.


"Nggak Oom. Kami diberikan satu baby. Alhamdulillah sih selama perjalanan kemari, Rey nggak masalah."


"Kata Moru, dokter obgynnya temannya dia ya."


"Iya Oom. Dokternya orang Padang, Indonesia namanya dokter Savitri. So far kami cocok sih sama dia."


"Kira-kira cucumu cowok atau cewek Bi?" goda Hiro.


"Aku sih nggak terlalu memusingkan jenis kelamin, asal nggak ada drama model D kecil dulu saja" gelak Abi yang membuat Duncan cemberut.


"Oh yang Duncan nangis kejer gegara tahu Dara hamil Ghani?" sahut Hiro.


"Astaga! Aib aku dibicarakan lagi?" gerutu Duncan sebal.


"Siapa sangka batita tukang nangis kejer itu sekarang calon papa" gelak Abi.

__ADS_1


"Haaaddeeh!" Duncan mendengus kesal.


***


Rhea terbangun merasakan perutnya agak tidak enak dan buru-buru mengambil minyak kayu putih untuk menggosok perutnya. Entah kenapa setelah mencium minyak itu mualnya agak berkurang.


"Mual lagi Rey?" tanya Duncan yang duduk di sofa seberang tempat tidur sedang berkutat dengan laptop. Pria tampan itu memakai kacamata anti radiasinya. Dia hanya memakai kemeja biru tanpa dikancing dan celana pendek.



Rhea hanya mengangguk. Duncan melepaskan kacamatanya dan berjalan menuju tempat tidur.


"Ayo tidur lagi" ajak Duncan.


Tadi usai makan malam dengan keluarga Al Jordan, Rhea berpamitan untuk istirahat di kamar. Rasa ngantuk mulai datang setelah makan dan benar saja setelah bersih-bersih, Rhea langsung terlelap.


"Nggak bisa boboks" bisiknya.


"Kenapa? Tadi bisa boboks langsung" ucap Duncan sambil mengusap-usap lengannya.


"Nggak tahu bang." Rhea menggigit bibir bawahnya.


"Kamu jangan gitu lah! Bikin Abang pengen tahu!" bisik Duncan parau.


"Abang pengen?" goda Rhea.


"Wajar lah Abang pengen, wong kamu seksi gitu pakai tank top sama celana pendek" gerutu Duncan.


Rhea beringsut mendekati suaminya.


"Rhea juga pengen" bisiknya dengan wajah memerah.


Duncan melotot. "Are you sure?" Rhea mengangguk.


"Tapi pelan-pelan ya."


Duncan merengkuh tubuh istrinya dan memberikan banyak ciuman disana.


"Aku suka hormon bumil."


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


lanjut besok yeeee


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2