My Rey

My Rey
Langkah Keempat - Season 2


__ADS_3

Kaia mulai membuka matanya ketika bau minyak kayu putih tercium di hidungnya. Sang mami, Rhea sampai bingung melihat anaknya pingsan dan digendong oleh Rhett.


Putri bulenya adalah gadis yang jarang pingsan dan kalau sampai terjadi pasti ada hal yang membuatnya shock berat.


"Ma...mi" bisik Kaia begitu melihat wajah cantik maminya.


"Kenapa sayang? Kok kamu bisa pingsan? Diapain sama Rhett?" tanya Rhea sambil menggosok-gosok tangan Kaia dengan minyak kayu putih favorit putrinya. Biarpun bule, Kaia paling suka bau minyak itu.


"Mami, apa besok beneran Kaia menikah?" tanyanya lemas.


"Lho iya Thow sayangku. Kan kamu sudah tidur bareng Rhett, terus apa iya mami nggak minta pertanggungjawaban bocah itu? Enak saja! Sudah tidur bareng kok nggak mau menikahi kamu?" senyum Rhea.


"Ya ampun mamiiii! Aku tuh cuma tidur, nggak ngapa-ngapain! Aku kira besok cuma bohongan! Biar..."


"Kamu sudah sadar Z?" tanya Rhett yang masuk dengan membawa sebuah sup krim ayam dan secangkir teh herbal. Tadi dia membuatnya karena merasa bersalah tidak jujur dengan Kaia.


"Wah pintarnya anak mantu masak" goda Rhea.


"Terimakasih Tante" jawab Rhett.


"Hari ini terakhir ya manggil Tante besok sudah mami lho!" senyum Rhea yang membuat Kaia melotot. Iisshhhh berarti papi dan mami bersekongkol!


Rhett hanya mengangguk kikuk. "Sayang, mami tinggal dulu ya mau lihat persiapan besok. Rhett, tolong jagain Kaia ya."


"Baik Tante." Rhea pun keluar kamar Kaia dan menutup pintunya pelan.


Kaia menatap tajam ke arah Rhett yang dengan santai meletakkan teh herbalnya di nakas samping tempat tidur gadis itu lalu dia mengaduk-aduk sup krimnya.


"Ayo makan dulu. Aku suapi" bujuk Rhett.


"Siapa yang masak? Aidan?"


Rhett menggeleng. "Aku yang membuatnya." Kaia melongo. Rhett lalu menyuapkan satu sendok sup dan Kaia menerimanya.


"Gimana?" tanya Rhett.


"Enak!" ucap Kaia jujur. Rhett dengan telaten menyuapi sup krimnya hingga habis.


"Kenapa Z? Kamu kaget besok kita nikah beneran?" goda Rhett. Kaia mengangguk yang membuat Rhett tertawa geli. "Ya ampun, kok bisa aku jatuh cinta dengan gadis polos seperti ini."



"Aku kira besok kita hanya membuat mereka tertangkap. Baru setelahnya, kita pikirkan lagi" ucap Kaia polos.


"Kan kamu sendiri yang bilang, kalau ini sudah selesai baru kita menikah kan? Jadi mau besok atau nanti, toh sama saja kita tetap menikah!" kekeh Rhett.


"Ya Tuhan... Bakalan seperti apa rumah tanggaku nanti" keluh Kaia yang tidak terbayang harus menikah secepat ini.


"Yang jelas rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah" senyum Rhett manis.

__ADS_1


"Aamiin." Bukankah doa baik harus diaminkan? Kaia benar-benar tidak terbayang hidup satu atap dengan pria menyebalkan seperti Rhett.


"Pekerjaanku!" seru Kaia tiba-tiba.


"Ada apa dengan pekerjaanmu?" tanya Rhett bingung.


"Aku masih harus menghubungi New York mengurus mesinku dengan Boeing!" Kaia langsung membongkar laptop nya dan mulai memeriksa pekerjaannya yang membuat Rhett terbengong. Astagaaaaa Z!


***


Entah sudah berapa cangkir kopi yang mereka minum sampai Bryan tertidur di sleeping bag karena lelah. Levi dan Abian masih berkutat dengan data yang banyaknya naudzubillah. Beruntung para sepupu Levi membantu mereka.


"I found It Vi!" teriak Kristal.



"Mana Kristal?" tanya Levi yang langsung melek. Aidan pun ikut nimbrung menggantikan Bryan.


Kristal memberikan data yang dicari selama ini. Abian, Aidan dan Levi merinding mendengarkan percakapan pilot pesawat John O'Grady yang tidak bisa dikendalikan. Kris akhirnya menemukan program pengambil alih kontrol pesawat.


"Oom Abian, ini ada semua data, program, IP address meskipun dibuat berputar-putar tapi aku bisa melacak pusatnya" ucap Kris.


"Dimana?"


"Tempat kalian."


***


"Gila! Ini gila!" ucapnya berulang-ulang.


Superintendent Richard Hammond pun terkejut melihat panjangnya daftar kejahatan Louisa O'Grady.


"Bisa jadi Thomas menjadi begini karena pengaruh Louisa" ucap Richard.


"Kalau kamu tidak ada rasa serakah, pasti kamu bisa mendidik istri kamu yang berbuat salah. Jika tidak bisa, dididik, lepaskanlah!" balas Duncan. "Thomas juga ada andil disini!"


"Ini sudah cukup Mr Blair untuk menangkap keduanya dan para antek-anteknya" ucap Richard.


"Setidaknya dilakukan setelah putriku menikah dulu."


Richard Hammond mengangguk.


***


Rhea terkesima melihat putrinya tampak cantik dengan dandanan sederhana yang semakin membuatnya bersinar. Kaia bukan tipe perempuan yang suka ribet dandan tapi kali ini MUA yang dibawa Aidan membuat sang kakak tampak memesona.



"Wah anak mami. Jadi ingat jaman mami nikah sama papi" ucap Rhea sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


"Mami jangan menangis dong, Kai jadi bingung" komen Putrinya. Kai hari ini seperti orang loading lama.


"Mbak, nanti jangan lempar si nenek lampir pakai Zippo ya" kekeh Aidan. Otak Kaia langsung koneksi dengan cepat ketika teringat Louisa O'Grady.


"Sebaiknya aku singkirkan Zippo ku" gumam Arjuna yang pagi-pagi sudah datang bersama dengan Elang dan Rain.


Kaia memang di kamar bersama adik dan Arjuna untuk menjaga dirinya meskipun dia tidak perlu merasa harus dijaga. Tanpa sepengetahuan sang mami, Kaia menyelipkan sebuah PPK di pahanya.


"Mami ketemu sama Tante Rain dulu ya anak-anak" ucap Rhea sambil keluar dari kamar Kaia.


Setelah maminya keluar, Aidan menggoda kakaknya. "Jadi mbak pikir acara pernikahan hari ini sebagai kamuflase gitu?" gelak Aidan.


Kaia mengangguk yang membuat Aidan dan Arjuna terbahak.


"Ya ampun Kaiaaa!" gelak Arjuna gemas. "Apa kamu nggak tahu prinsip Oom Duncan? Rhett tidur dengan mu berarti dia harus menikah dengan mu!"


Suara ketukan membuat ketiganya menoleh dan tampak Duncan Blair membuka pintu.


"Ya ampun princess Papi" ucap Duncan yang matanya mulai berembun.


"Oh come on Papi. Aku mau menikah bukan mau melahirkan" ucap Kaia asal.


"Kamu hamil?" tanya Duncan. Kaia menepok jidatnya. Harus dikurangi ini ngomong asalnya!


"Nggak lah papi! Kaia kemarin nggak ngapa-ngapain!"


Duncan tertawa. "Yuk siap-siap. Boy, Jun, kawal Kaia ya."


Aidan dan Arjuna mengangguk.


***


Seorang imam bernama Yahya Al Hussein, imam mesjid di Dublin yang bertindak sebagai penghulu pun sudah hadir di meja yang disediakan.


Rhett sendiri sudah berada disana dan para anggota keluarga klan O'Grady pun hadir termasuk Thomas dan Louisa O'Grady. Tadi ketika keduanya datang, Louisa hendak menyelinap ke paviliun belakang namun dihadang oleh pengawal Gozali hingga dia tidak bisa melakukan apa-apa. Oleh Abian, sengaja hari ini semua sinyal di jam agar Louisa tidak bisa menghapus dari Ipad-nya.


Arya yang bertindak sebagai MC, kemudian menyampaikan bahwa calon pengantin wanita sudah hadir. Para anggota keluarga O'Grady terkesima dengan kecantikan Kaia tidak terkecuali Rhett O'Grady.



Gadis polosku.


****


Yuhuuu Up Siang Yaaaa


Insyaallah malam nanti bisa up lagi


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2