
Duncan dan Abi kembali ke Jakarta usai semua urusan di New York selesai termasuk menunggu Ghani benar-benar sehat, mengecek perusahaan disana, mengurus tuntutan penyerangan terhadap Ghani dan dokter Alexandra serta membawa beberapa barang dari apartemen Rhea.
Dara dan Rhea menyambut keduanya dengan bahagia karena sampai di rumah dengan selamat terutama kasus Sam Denver selesai dengan hasil memuaskan. Joseph Miller dipecat dari walikota New York dan harus membayar semua tunjangan yang dituntut Stephen dan Neil. Sekarang dia harus menghadapi tuntutan pidana penyerangan terhadap dokter Alexandra dan mencederai anggota NYPD, Ghani Giandra.
"Mas Ghani gimana Dad?" tanya Rhea ketika keempatnya berada di meja makan.
"Mas mu tuh payah!" komentar Abi.
"Mas, anak sendiri kok dibilang payah sih?" tegur Dara sambil tersenyum.
"Gimana nggak payah, ada cewek cantik sampai-sampai dilindungi kayak gitu, eh malah diajak berantem lagi!" keluh Abi. "Bisa gagal dapat calon mantu cantik nanti."
Dara dan Rhea melongo sedangkan Duncan terbahak.
"Calon menantu?" tanya Dara.
"Hu um. Dokter Alexandra Cabbot tuh lebih cantik aslinya daripada di foto. Dia sama dengan Ghani, nggak ada takut-takutnya bahkan di kursi saksi dengan gamblangnya dia bilang ke Joseph Miller kalau anaknya memang pecandu dan alkoholik."
"Wah keren! Rhea mau dia jadi kakak ipar." Rhea langsung kagum meskipun belum pernah bertemu secara live.
"Cuma kalau caranya G saban ketemu berantem melulu, aku nggak yakin Alexandra mau sama G" komentar Duncan.
"Kalau Dad yakin itu pasti jodohnya Ghani." Abi tersenyum yakin.
"Kok sekarang mas jadi kayak mas Edward, main yakin jodoh Ghani?" kekeh Dara.
Rhea dan Duncan tertawa sedangkan Abi manyun.
"Brengsek itu Edward! Nular-nularin!" umpat Abi.
***
Duncan dan Rhea memilih nonton berita di CNN yang memberitakan kasus yang menimpa Joseph Miller dan ada berita anonymous yang membongkar aib mantan walikota New York itu diantaranya korupsi, melakukan penyuapan agar putri bungsunya bisa masuk Pennsylvania State University serta affair dengan banyak psk high class.
"Siapa yang bisa mendapatkan info itu bang? Gila, data-datanya akurat semua" ucap Rhea yang sedang tiduran di paha Duncan.
"Sepupu Abang, namanya Joshua Akandra."
Rhea menatap Duncan. "Sepupu Abang hacker?"
"Bisa dibilang begitu tapi sekarang pekerjaannya dosen matematika" kekeh Duncan.
"Wah keren dong. Itu suaminya siapa bang?"
Duncan pun bercerita tentang keluarga dari pihak mommynya. Siapa istri Joshua, semua sepupunya yang menjadi orang sukses semua.
"Kamu tahu nggak sayang, Joshua itu anak angkat Oom Rudy Akandra." Rhea melongo.
"Siapa yang anak angkat D?" tanya Abi yang datang bersama Dara setelah tadi menelpon Ghani untuk menanyakan kondisinya.
__ADS_1
"Joshua Oom."
"Oh yang wajahnya kayak orang Korea itu?" Abi dan Dara duduk di sofa seberang Rhea dan Duncan.
"Iya, dia suaminya Miki Al Jordan, putri Hiroshi Al Jordan dan Shanum Pratomo. Asal Oom dan Aunty tahu, Joshua sama gilanya dengan aku. Dia jatuh cinta dengan Miki sejak usia sepuluh tahun dan 15 tahun kemudian dia melamar Miki" kekeh Duncan. "Padahal Miki saat itu baru saja patah hati dengan Brad McGregor anak Oom Mario kakak Oom Mike."
"Lho bukannya Miki dan Brad saudara sepupu?" tanya Dara.
"Tapi nggak ada hubungan darah, sepupu karena pernikahan."
"Tadi kamu bilang Joshua anak angkat. Apa sudah ketemu dengan orang tua kandungnya?" Abi pun penasaran dengan cerita tentang Joshua Akandra.
"Sudah Oom dan dia sama dengan saya, ada keturunan mafia Korea Selatan tapi ibunya orang Jogja dan meninggal setelah melahirkan Joshua. Oleh pembantunya Joshua dititipkan di panti asuhan lalu diadopsi Tante Fyneen. Ketika Tante Fyneen menikah dengan Oom Rudy, Joshua diadopsi resmi."
"Jadi papanya mafia?" tanya Dara.
"Mantan mafia aunty tapi sudah jadi WNI berganti nama Yudhi dari nama aslinya Kim Hyun-ji. Sekarang Joshua punya dua ayah dan keluarga mereka Alhamdulillah tetap baik dan akur" ucap Duncan sambil mengusap kepala Rhea.
"Itu yang penting. Kalau ego bisa disingkirkan, semuanya akan enak. Oom salut sama keluarga kalian D, tetap akur meskipun pasti ada drama."
Duncan tertawa. "Keluarga kami pun banyak drama namun kami tetap saling menyayangi dan membantu jika ada yang kesusahan."
"D, nanti tolong gendong Rhea ya. Dah ketiduran saja tuh anak" bisik Abi yang melihat putrinya tertidur seperti didongengi.
Dara terkikik. "Kebiasaan Rhea kalau ada orang cerita pasti ketiduran."
"Iya Oom. Nanti D gendong ke kamar."
Duncan menggendong Rhea ala bridal style ke dalam kamarnya yang berada di lantai dua. Rambutnya sudah mulai memanjang mengingat sudah sebulan setelah kejadian kecelakaan itu.
"Ya ampun, Rey nya Abang tuh dari bayi mpe sekarang kalau tidur suka nggak lihat-lihat tempat" gumam Duncan sambil tersenyum.
Dengan pelan, Duncan meletakkan tubuh langsing itu diatas tempat tidur bernuansa peach dan putih. Rhea tidak terusik ketika Duncan melepaskan sandal rumahnya dan mengusap kakinya.
"Good night my Rey" bisik Duncan sembari mencium kening Rhea. "Love you."
"Love you too" gumam Rhea dengan terpejam. Duncan tersenyum. Rey ku ngelindur.
Pelan Duncan mencium bibir Rhea sekilas yang baru saja mengucapkan kata cinta padanya.
"Night." Duncan mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur lalu keluar kamar Rhea.
***
Pagi ini rumah keluarga Giandra dihebohkan dengan kedatang Humaira yang panik karena papanya tidak mengijinkan ikut acara dies natalies kampusnya kalau pergi sendirian apalagi ada acara malam harinya.
Antasena memang agak protektif kepada putri semata wayangnya itu.
__ADS_1
"Ya mbak yaaaa, aku pinjam bang Duncan semalam aja buat nemenin aku di kampus" rengek Maira.
"Eh jangan lah! Nanti banyak yang naksir Abang!" tolak Rhea yang risih diikuti adik sepupunya kayak bebek.
"Duh papa nggak kasih ijin dong!"
"Kalian ribut apa sih?" tanya Duncan yang sedang senderan di pojokan dekat taman belakang.
"Ya Allah indahnya ciptaan Mu tapi punyanya mbak Rhea" celetuk Maira yang langsung mendapat pelototan Rhea.
"Abang ngapain disitu?" tanya Rhea yang disambut pelukan di pinggang oleh Duncan.
"Cari angin mumpung Sabtu" jawab Duncan sambil mencium kening Rhea.
"Kalian itu kalau mau uwu-uwu jangan di depan jones doooonnggg!" teriak Maira sambil merengut.
"Kamu kenapa Mai, kok ngikutin mbakmu terus?" tanya Duncan.
Maira pun menceritakan tidak dapat ijin papanya kalau pergi sendirian malam Minggu apalagi acaranya sampai malam.
"Lha kalau bawa Abang, kamu yang repot nanti mengusir laron" gelak Duncan.
"Biasanya siapa yang nemenin dik?" tanya Rhea.
"Biasanya ada pegawainya papa cuma sama papa lagi disuruh dinas ke Surabaya." Maira memanyunkan bibirnya.
Duncan dan Rhea pun saling memandang sampai...
"Assalamualaikum." Tampak Gozali datang dengan mengenakan sweater hijau sambil membawa paper bag berisi makanan.
"Wa'alaikum salam" balas mereka bertiga.
"Nah! Pas! Kamu ajak bang Gozali saja!" seru Rhea.
"Hah? Ajak kemana?" tanya Gozali bingung.
Wajah Maira semakin memerah.
***
Yuhuuu Up pagi Yaaaa
Thank you for reading and support
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️