My Rey

My Rey
Rhett Butler and Scarlett O'Hara - Season 2


__ADS_3

Kaia dan Levi datang ke sebuah restauran western di area Manhattan. Restauran itu memang favorit Kaia dan para sepupunya jika pada mampir ke New York.


Kini keduanya duduk berhadapan dan restauran itu memiliki policy memberikan satu meja paling tidak untuk keluarga konglomerat itu kapan saja.


Levi seperti biasanya memesan tenderloin steak sedangkan Kaia memilih short ribs.



"Selalu pesan itu" komentar Kaia.



"Kamu pun sama" balas Levi.


Keduanya lalu tertawa bersama.


"Si kembar K katanya dihukum lagi ya?" ucap Levi mengenai adik sepupu kembarnya Kris dan Kristal.


"Salahkan Tante Valora memberikan gen bar-bar" sahut Kaia sambil minum ginger ale.


"Kamu tuh juga bar-bar lho, Kai" balas Levi.


"Lho aku bar-bar kan ada pasalnya. Kalau nggak aku kan jadi anak manis. Tanya papi!" cebik Kai sambil manyun.


"Serius kamu mau kerja di divisi teknologi Oom Duncan?" tanya Levi.


Kaia mengangguk. "Aku sudah buat prototype buat mesin jet terbaru untuk pesawat dan Boeing sudah tertarik. Bulan lalu kan Boeing mengadakan tender untuk rancangan dan prototype untuk mesin menggunakan less avtur tapi solar panel paling banyak."


"Tapi bukannya sudah ada Kai?"


"Yang ada masih 50-50, penelitian ku sudah bisa menekan di angka 30 avtur 70 solar panel. Memang masih prototipe tapi bisa kan dikembangkan dengan teknologi Boeing?"


"Jadi kamu maju tender membawa bendera MB Enterprise?" tanya Levi.


"Nggak, bawa perusahaan Ogan Abi, Giandra Otomotif Co karena MB Enterprise sudah keseringan ikut tender" cengir Kaia.


"Oom Duncan tahu?"


"Tahulah! Oom Ghani juga tahu. Kamu kan paham kenapa anaknya Oom Ghani nggak tertarik di perusahaan Ogan Abi, makanya aku sudah bilang sama papi dan Oom Ghani, biar aku yang ambil alih. Bukankah perusahaan Ogan Abi bagian dari divisi teknologi?"


Levi tersenyum bangga dengan sepupu ceweknya satu ini. Otaknya nggak kaleng-kaleng. Di usia sepuluh tahun, Kaia bisa merakit pistol glock tanpa melihat. Usia 12 tahun, Kaia bisa membenarkan mobil papinya. Kaia memang tomboy meskipun fisiknya bikin kaum pria ngiler.


"Kamu sih keseringan kumpul sama Oom Joshua jadinya milih matematika lagi" kekeh Levi.


"Ngaca ya Levi! Siapa yang suka ngitung jarak apel jatuh dibandingkan piano?" sindir Kaia kepada Levi yang mengambil jurusan fisika.


"Hukum Newton itu menyenangkan" kekeh Levi.


"Lebih suka Al Khwarizmi, bapaknya Aljabar". Kaia menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Iya dah yang pecinta aljabar."


Keduanya masih asyik mengobrol ketika seseorang mendatangi mereka.


"Ketemu lagi, Miss Blair" sapanya.


Kaia dan Levi mendongakkan kepalanya dan tampak Rhett O'Grady berdiri di sebelah meja mereka.


"Siapa orang ini Kai?" tanya Levi ke Kaia.


"Rekan bisnis papi. Penting di papi tapi nggak penting di aku!" sahut Kaia cuek sambil memasukkan daging yang bersaus merah itu ke dalam mulutnya.


Levi terbahak. Duasar! Bener-bener Daddy's little girl.


Rhett melongo melihat sikap Kaia seolah dirinya bukan orang yang kasat mata. Astaga gadis satu ini! Awas ya! Akan kubuat kau jatuh cinta padaku!


"Maaf Mr O'Grady, Kaia memang seperti itu. Anda bukan satu-satunya orang yang terkena mulut pedasnya. Silahkan duduk di sebelah saya." Levi mempersilahkan Rhett duduk di sebelahnya dan pria itu masih saja menatap tajam Kaia yang masih asyik makan.


"Mau pesan apa? Oh perkenalkan saya Levi Reeves" ucap Levi sambil mengulurkan tangannya yang disambut Rhett.


"Reeves? Levi Reeves? Kalian saudara sepupu?" pelotot Rhett.


"Busted! Iya kami saudara sepupu rasa kekasih kalau diperlukan" cengir Levi.


Ya ampun Rhett! Dia kan sepupunya banyak! Bodoh kamu Rhett!


"Ada perlu apa Mr O'Grady kemari?" tanya Levi sambil makan. Seorang pelayan datang dan menanyakan kepada Rhett untuk memesan apa dan pria Irlandia itu memesan sama dengan Kaia.


Levi mengangguk. "Bukannya anda mengikuti kami dengan Range Rover abu-abu sejak di kampus NYU?" Levi memincingkan matanya.


Rhett melongo.


"Don't worry Rhett. Kamu akan sulit mendapatkan sepupu cantikku ini karena baginya, the most perfect man is her father."


Rhett hanya tersenyum smirk. "Akan aku rubah mindsetnya."


"Good luck for that." Levi menghabiskan makannya.


"Apa kamu yakin bisa merubah mindset ku, Rhett Butler?" goda Kaia.


"Aku yakin akan hal itu Scarlett O'Hara meskipun rambutmu tidak hitam." Rhett menarik sudut bibirnya ke atas sambil menatap Kaia tajam.


"Whoah! Kalian kalau mau main drama Gone with the wind jangan disini. Ke Broadway sana!" ejek Levi.


"We'll see about that Butler!"


"Absolutely, O'Hara!"


Levi mengangkat tangannya. "Pelayan, aku minta kopi espresso paling kuat!"

__ADS_1


***


Di dalam mobil setelah drama saling sindir antara Kaia dan Rhett, Levi menatap sepupunya.


"Tampaknya kamu bakalan dapat lawan seru nih Kai" gelak Levi.


"Aku blok dia dari akun Instagram ku!" Kaia membuka ponselnya.


"Eh jangan! Biarkan saja. Kita lihat apakah dia berani berkomentar di kolom komentar mu jika kamu memposting sesuatu. Jika dia berani, berarti dia siap di gojlok oleh kita-kita" cengir Levi.


Kaia menatap sepupunya yang tampan itu. "Levi Reeves! Kenapa kamu cerdas sekali? Nggak sia-sia apel menimpa kepalamu!" Kaia langsung mencium pipi sepupunya.


"Woi Kai, sepertinya ada yang cemburu" tunjuk Levi ke arah mobil Range Rover abu-abu yang terparkir di sebelah mobil Kaia dan melihat adegan ciuman pipinya.


"Emang dia siapa?" sahut Kaia cuek.


"Siapa tahu calon jodohmu Kai?" kerling Levi.


"Amit-amit!" Kaia mengetok dashboard mobilnya tiga kali. Levi terbahak.


***


Rhett melamun di dalam mobilnya setelah mobil Kaia pergi meninggalkan parkiran restauran. Wajah judes, sinis, menggoda Kaia memenuhi pikiran dan matanya.


*Benar-benar gadis yang menarik. Rupanya dia serius mau mengambil alih perusahaan opanya yang pusatnya di Jakarta.


Kamu mau pergi ke Jakarta pun akan aku kejar Kai*. Rhett tersenyum smirk yang membuat James bergidik.


"Boss, besok tampaknya Miss Kaia tidak ada acara tapi anda ada pertemuan dengan pengusaha dari Jepang."


"Baiklah. Paling gadis itu juga ke kantor papinya jadi aman dia dari gangguanku. Sudah lama aku tidak merasakan adrenalin seperti ini."


James hanya menghela nafas panjang. Boss, boss, sudah berumur 30 tahun malah seperti anak kecil menguntit gadis Mr Blair. Apa boss nggak sadar gadis itu jago bela diri dan menembak?


"Kita kembali ke perusahaan James. Acara main-main ku sudah selesai."


"Baik boss."


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Nama Levi anaknya Eiji itu mengingatkan Eike dengan Levi Ackerman dari attack on the Titans yang wajahnya mirip Sehun kalau dijejerin makanya visualnya Eike kasih Sehun EXO.


Eniwaiii visualnya cocok nggak? Soalnya terkadang visual Eike berbanding terbalik ma visual Readersku terchayank.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2