My Rey

My Rey
Ayame Agasa


__ADS_3

"Maira sayang? Nemu nggak handuk kakak disitu?" teriak Eiji sembari masuk ke dalam ruang gym.


Maira yang masih bengong mode langsung mendelik ketika Eiji dengan santainya masih pakai handuk di bawah pinggang meskipun sudah pakai kaos dan harum lavender menyeruak dari tubuhnya pertanda dia sudah mandi.


"Apaan sih kak? Teriak-teriak dari tadi!" Maira pun memulai acara drama Korea abal-abalnya dengan keluar dari ruang gym seolah tidak melihat tatapan tajam dari Gozali.


Eiji dan Maira nyaris bertabrakan di pintu masuk dan keduanya tertawa atas kejadian yang seolah tidak disengaja.


"Itu handuk masih di pinggang juga!" omel Maira.


"Eh? Lho kok bisa disini? Dasar kakak emang pelupa sih Mai. Ya udah lepas sekalian saja disini." Eiji hendak melepaskan handuknya ketika sebuah tangan masih berbalut gym gloves langsung menutup mata Maira dari belakang.


"Kalau mau lepas handuk jangan disini." Gozali menatap tajam Eiji.


Eiji hanya menatap polos. "Lho aku pakai celana kok!" Eiji melepaskan handuknya dan tampak dia memakai celana pendek sebatas lutut namun tangan Gozali semakin erat menutup mata Maira.


"Bang Goz, apa-apaan sih main tutup mata Maira?" bentak gadis itu sambil menyingkirkan tangan Gozali dari wajahnya.


Eiji tertawa. "Lu kira gue cuma pakai boxer? Nggak lah! Tahu Maira masih pera**wan juga!"


Gozali semakin judes menatap Eiji yang tidak ada filter sama sekali sedangkan Maira langsung memerah wajahnya.


"Jangan macam-macam dengan Maira!" ancam Gozali sambil keluar ruang gym. Rasanya dia butuh diguyur air dingin.


Eiji dan Maira menunggu sampai Gozali masuk ke dalam rumah lalu keduanya cekikikan.


"Mai, kakak juga nggak segila itu kalee bikin kamu nggak nyaman. Bisa-bisa nanti kakak diseret pulang sama papa plus black card ditahan sampai batas waktu tidak ditentukan!" kekeh Eiji.


"Bang Gozali kok mpe segitunya?" tanya Maira antara senang tapi masih ragu-ragu.


"Itu masih fase awal, pembukaan, appetizer. Belum main course nya. Udah sana katanya mau treadmill, hampir jam delapan nanti ditinggal brunch lho!" Eiji tersenyum pada Maira yang mengangguk dan segera masuk ke dalam ruang gym.


Eiji pun kembali masuk ke dalam rumah sambil bersiul-siul.


***


Di hari Minggu seperti ini, kebiasaan di rumah adalah sarapan bubur ayam dan ambil sendiri kecuali Abi yang selalu diladeni Dara. Kedua orang tua itu memilih sarapan di ruang kerja Abi sembari melakukan video call dengan Ghani.


Duncan dan Rhea sendiri setelah sarapan memilih menikmati pemandangan di teras rumah sembari ngemil pastel tutup dan kopi untuk Duncan serta teh wasgitel buat Rhea.


"Kita kayak orang yang dah nikah puluhan tahun menikmati duduk di teras begini" komentar Rhea.


"Lho kan memang sudah, Rey. Kamu seumur hidup kan sama Abang" kekeh Duncan.


"Iya sih, yang sudah klaim Rhea dari belum brojol" senyum Rhea.

__ADS_1


Duncan mengambil tangan kiri Rhea karena posisinya berada di sebelah kiri gadis itu lalu mencium jarinya yang sudah terpasang cincin pertunangan mereka saat di Claudy's Kitchen.


"Love you my Rey" ucap Duncan sambil menatap Rhea mesra.


"Love you too my Bang D." Rhea membalas ucapan tunangannya. Duncan pun memajukan wajahnya hendak mencium gadisnya ketika pak Joko penjaga rumah menghampiri mereka.


"Maaf den Duncan, non Rhea" ucapnya nggak enak mengganggu kemesraan dua majikannya. Duncan sedikit mengumpat karena gagal mencium bibir peach itu.


"Ada apa pak Joko?" tanya Rhea ramah sedangkan Duncan memandang ke arah lain untuk menetralisir emosinya.


"Ada perempuan cantik cari mas Eiji" cicit pak Joko takut-takut.


"Hah?" Rhea kemudian menatap Duncan. "Jangan-jangan kak Ayame bang."


Duncan langsung sumringah. "It's show time, Rey. Suruh masuk saja pak Joko."


"Baik den."


Tak lama sebuah mobil berwarna merah masuk ke halaman rumah dan dari kursi belakang turunlah seorang gadis cantik dengan jaket dan celana jeans dipadukan kaos putih, tas selempang kecil dan membawa koper. Wajahnya hanya mengenakan make up tipis.



Mobil yang mengantarkan pun segera pergi meninggalkan mansion Giandra. Gadis itu lalu menghampiri Rhea dan Duncan.


"Selamat pagi. Maaf saya datang tanpa perjanjian tapi saya bingung mencari artis saya yang menghilang ke rumah tuan Abimanyu Giandra." Suara merdu itu membuat Rhea dan Duncan terpana.


Rhea menerima uluran tangan Ayame. "Senang berkenalan dengan Kak Ayame. Saya Rhea Giandra dan ini tunangan saya, Duncan Blair, sepupu Kak Eiji."


Duncan menerima uluran tangan Ayame dan menjabat pelan. "Sepupu saya ada di dalam."


Rhea menggamit tangan Ayame. "Ayo kak, masuk. Tadi sih kak Eiji nge gym sama Maira." Rhea lalu memanggil pak Joko untuk membawakan koper milik Ayame.


Ayame sedikit tersentak mendengar nama gadis lain. "Maira?"


Rhea melirik ke Duncan yang berusaha menahan senyumnya.


"Iya, Maira sepupuku. Semalam dia menginap disini, kak Eiji juga" jawab Rhea dengan wajah polos.


Gadisku memang pintar berakting! Tak heran dia di Broadway lama jadi bisa akting meyakinkan. Duh rasanya pengen aku cium saking gemasnya.


Wajah Ayame tampak sedikit pias mendengar Eiji dan Maira menginap di rumah yang sama.


"Assalamualaikum" suara Rhea membuat semua orang disana menoleh.


"Wa'alaikum salam."

__ADS_1


Eiji tidak tampak terkejut melihat Ayame bisa datang ke mansion Giandra.


"Wah wah wah, nona manajerku yang sedang mode jutek. Akhirnya sampai juga disini Bu?" goda Eiji.


"Shut up Eiji! Kamu itu sukanya bikin orang susah!" umpat Ayame kesal.


"Lho tugasnya artis kan bikin susah manajernya" cengir Eiji tanpa beban.


Ayame hanya bisa menghela nafas panjang.


"Nona Ayame, perkenalkan saya Gozali yang bertugas untuk mengawal Eiji besok Rabu." Gozali mengulurkan tangannya dan disambut oleh Ayame dengan senyum profesional nya.


"Senang bertemu dengan anda, Mr Gozali. Akhirnya bisa bertemu langsung jadi nanti kita bisa langsung bekerja sama" ucap Ayame.


"Kak Aya, ayo brunch dulu. Baru datang dari bandara kan?" Rhea menghela Ayame ke meja makan.


"Eh tapi?" Ayame bingung dengan keramahan Rhea.


"It's Okay Aya. Makan ajah! Kamu nanti pingsan, siapa yang urus aku?" kompor Eiji yang mendapatkan tatapan tajam Gozali.


Tadi Maira digoda, sekarang Ayame. Duasar Eiji!


Ayame lalu disuruh duduk di kursi dan bertemu dengan Javier yang sedang sarapan.


"Halo? Aku Javier, sepupu Eiji dan Duncan. Senang bertemu dengan mu" sapa Javier ramah.


"Ayame Agasa, manajernya Eiji" senyum Ayame.


"Kakak! Itu handuk kok ya main taruh sembarangan sih! Bikin basah karpetnya tahu nggak!" suara gadis membuat Ayame menoleh dan tampak seorang gadis cantik mengenakan kaus tanpa lengan warna putih, celana training dan sepatu sneaker putih membawa handuk dan memberikan ke Eiji.



"Kan sekalian kamu bawain ke kantong baju kotor dong Maira sayang. Mamaciihh ya" senyum Eiji dibuat semanis mungkin sambil menatap mesra ke arah gadis yang sedang cemberut.


Duncan, Rhea dan Javier hanya menahan nafas melihat dua orang lainnya menatap tajam pasangan yang sedang ribut itu.


Benar-benar Drama Korea Abal-abal


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Insyaallah hari ini bisa lebih dua chapter coz ada urusan di dunia nyata.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2