
Duncan dan Rhea terbang ke Boston untuk membahas keberangkatan mereka ke Dublin. Kini mereka berada di mansion Abian bersama dengan yang lain kecuali Rhett dan James yang harus masuk kerja.
Abian menyambut kedua pasutri itu dengan bahagia. Sudah lama mereka tidak bertemu, terakhir adalah waktu lebaran tahun lalu dimana Duncan mengadakan open house seluruh keturunan Pratomo.
"D! Rhea! Selamat datang in my humble house" ucap Abian dramatis.
"Gayamu bro" kekeh Duncan sambil memeluk sepupu angkatnya karena ayah Abian, Bryan Smith adalah saudara angkat Edward Blair dan Mike McGregor. Putra Abian memang diberi nama sama dengan kakeknya.
"Halo kak Bian" sapa Rhea sambil memeluk pria berkacamata itu.
"Rhea" balas Abian.
"Aunty Rheaaaa" seru Bryan sambil memeluk Rhea.
"Wah Bry, hampir enam bulan nggak ketemu kok kamu tambah tinggi?" kekeh Rhea.
"Tujuanku kan memang mau mengalahkan kak Levi, kak Aidan, kak Arjuna dan kak Arya" cengir bocah 15 tahun itu.
"Belum ketemu Kak Kris dan Kak Fuji yaaa" senyum Rhea.
"Mamiiii!" panggil Kaia yang langsung mencium dan memeluk sang mami lalu memeluk sang papi.
"Princess, habis dari mana?" tanya Duncan sambil memeluk Putrinya.
"Para pria manja di rumah ini minta dibuatkan nasi goreng kimchi" kekeh Kaia.
Rhea yang masuk bersama Bryan hanya tersenyum melihat kedua ponakannya dengan santainya sarapan Shirtless. Pantas Kaia zonk soal hubungan lawan jenis, setiap bertemu sepupunya seperti ini.
Pelayan yang melayani hanya tersenyum melihat nyonya Blair menatap pria-pria tampan minus etiks itu dengan wajah tidak suka.
"Levi Anthony Reeves! Arya Putra Ramadhan! Bisa nggak sarapan pakai baju dulu?" omel Rhea.
"Nggak bisa Tan, tanggung! Laper nih!" ucap Arya sambil mengunyah nasi goreng kimchi nya.
"Pakai bajumu atau Tante telpon mama kalian?" ancam Rhea sambil mengambil ponselnya. Levi dan Arya bergegas masuk kamar masing-masing untuk memakai kaos.
Pelayan yang sudah lama ikut Abian tertawa. "Mereka benar-benar butuh sosok seorang ibu, nyonya" ucap Maria pelayan berdarah Hispanik bertubuh agak gemuk itu.
"Maria, terima kasih sudah menjaga kak Abian dan Bryan." Rhea memeluk wanita itu hangat.
"Sama-sama nyonya Blair."
"Nah kan! Kalau ada mami aja mau pakai baju, sama aku pada ndableg!" omel Kaia yang masuk ke dalam ruang makan.
__ADS_1
"Kamu soalnya terlalu manjain Kai" senyum Rhea.
"Iya, salahku juga sih" cengir Kaia.
***
Abian, Gozali, Duncan, Rhett, James, Levi, Arya dan Bryan sekarang berada di halaman belakang untuk membahas langkah selanjutnya. Rhea dan Kaia lebih memilih memasak buat para pria yang selalu merasakan kelaparan
"Jadi kamu mau ke Dublin Minggu ini untuk menemui mereka?" tanya Gozali ke iparnya.
"Rencananya begitu tapi tanpa Rey. Kamu bersamaku Goz. Bagaimana?" ucap Duncan.
"Ayo ajah. Kamu bawa pengawal berapa?" tanya Gozali.
"Aku hanya membawa empat termasuk salah satu asistenku, Greg. Di perusahaan sudah ada Hendery dan Ashley. Mereka juga hacker dan sudah siap jika kita disana."
"Kita ke London dulu, ambil pengawal dari perusahaanku baru ke Dublin. Semua harus memakai penyadap. Bagaimana?" usul Gozali.
"Done. Mereka pasti mengira kita yang memakai penyadap, tapi earpiece para pengawal kita kamuflase dengan penyadap juga." Duncan menatap Gozali.
"Biar aku kerjakan dari sini dengan Bryan. Kalian semua hati-hati. Untuk sementara mereka tidak akan berbuat apa-apa karena masih membutuhkan uang dari Duncan" sambung Abian.
"Aku merasa bahwa bibi Louisa hendak membuat Oom Duncan bangkrut dengan melakukan investasi yang nggak masuk akal jumlahnya" ucap Rhett.
"Tenang saja Rhett, aku sudah menyiapkan Neil Blair untuk legalitas. Dia akan menyusul ke London lusa."
***
"Kalian tuh yaaaa! Kok malah makan lesehan gini sih!" protes Duncan yang paling nggak suka makan lesehan.
"Kursi makannya nggak cukup bang. Kalau Abang merasa nggak nyaman, duduk di sofa nggak papa" jawab Rhea cuek.
Bryan, Levi dan Arya langsung sumringah ketika melihat lauknya. "Ayam goreng kremes dan sambal!" seru ketiganya.
"Tahu lah! Kalian kan memang penggemar ayam goreng kremes!" kekeh Rhea.
Abian yang melihat putranya berseri-seri merasa senang dan sedih sekaligus. Anak itu memang membutuhkan sosok seorang ibu. Untung Rhea datang bersama Duncan dan memasakkan makanan kesukaannya.
Kaia melongo melihat Rhett, James dan Gary tidak bisa makan dengan tangan.
"Seriously kalian? Masa nggak bisa makan pakai tangan?" gelak Kaia yang membuat Rhett manyun. "Gini lho caranya." Kaia menunjukkan bagaimana makan dengan tangan.
"Suapin" ucap Rhett pede dan tanpa malu di depan keluarga Kaia.
__ADS_1
"Hah?" Kaia melongo namun Rhett sudah membuka mulutnya. Kaia melirik ke kedua orangtuanya yang tampak cuek, sedangkan sepupunya tertawa melihat polah calon iparnya.
"Makan sendiri! Tuhan memberikan tangan itu untuk digunakan!" sahut Kaia cuek lalu memakan ayam gorengnya.
Rhett tergelak.
"Ya ampun Kai! Kamu tuh memang nggak romantis banget!" gelak Levi.
***
Rhea menikmati duduk bersama putrinya yang hendak menikah dalam waktu dekat. Keduanya berada di halaman belakang sedangkan para pria berada di ruang tengah.
"Kaia, apa benar kamu sudah tidur dengan Rhett?" tanya Rhea kepada Kaia yang sedang bersandar ke bahunya.
"Tidur dalam arti harafiah mami. Kai waktu itu sedang memeriksa semua data dan lama-lama mata Kai pedas banget kebanyakan di depan layar jadi langsung masuk kamar. Bahkan Kai sampai tidak sempat ganti baju tidur."
Rhea menunggu ucapan Kaia selanjutnya.
"Kai langsung tidur, mami karena kamar Kai memang sudah terpasang lampu kecil jadi tanpa berpikir apapun Kai bobok deh" ucap putrinya sambil memeluk sang mami.
Rhea lalu teringat ketika dulu masih kuliah di New York dan Ogan Abi serta Necan Dara memergoki dirinya dan Duncan tidur saling berpelukan di sofa melalui panggilan video.
"Selanjutnya apa yang terjadi?" tanya Rhea lembut.
"Pagi Kai merasa ada yang memeluk dan tanpa menoleh pun Kai tahu siapa karena hapal bau parfumnya" senyum Kaia dengan wajah memerah.
"Kenapa bau parfumnya?" Rhea tersenyum sendiri karena dia juga sangat suka bau harum parfum Duncan.
"Wanginya cowok musk gimana gitu Mi, tapi membuat Kai nyaman dan pengen mencium lagi dan lagi." Kaia menundukkan wajahnya yang panas.
Rhea nyaris tertawa. Ya ampun, putrinya lebih baik dikasih busur atau Glock untuk dibongkar pasang daripada soal hubungan lawan jenis.
"Apa kamu menghajar Rhett?" tanya Rhea yang tahu putrinya sama kacaunya dengan ibu mertuanya kalau soal bar-bar.
"Iyalah Mi, enak saja peluk-peluk Kaia. Langsung Kai sikut saja ulu hatinya biarpun Kai nyaman sih dipeluk Rhett."
Rhea tertawa. "Ya ampun putriku. Kenapa kamu mirip dengan Omamu Thow sayang."
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Masih belum ke Dublin sodara-sodara
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️