My Rey

My Rey
Bau Bayi - Season 2


__ADS_3

Rhett menggendong Kaia masuk ke dalam kamarnya, bukan kamar pengantin karena tidak dibuat seba tujuan awalnya memang menangkap Louisa dan Thomas O'Grady, setelahnya mereka akan kembali ke London. Arjuna dan Levi pun berlari mengikuti Rhett karena mencemaskan sepupu bar-bar mereka.


Dengan lembut, Rhett meletakkan tubuh istrinya dengan baju pengantin yang kotor dan terkena percikan darah Thomas O'Grady yang ditembak oleh Kaia.


Benar-benar pesta pernikahan yang anti mainstream.


Rhett mengelus wajah mulus Kaia yang tampak lelah dan pria itu tidak menyangka bahwa istrinya memiliki rencana yang diluar nalar. PPK di pahamu? Apa lagi yang kamu sembunyikan Z? Stun gun?


"Rhett!" panggil Levi yang datang membawa minyak kayu putih. Pria tinggi tampan itu tahu kalau sepupu bar-barnya paling suka minyak gosok itu.


Arjuna masuk membawa secangkir teh panas yang dia minta dari seorang pelayan catering Aidan dan sebuah duffle bag Louis Vuitton milik Kaia.


"Kamu kan suaminya sekarang, gosokkan ini ke tangan Kai agar segera sadar. Rekor benar dua hari berturut-turut pingsan nih bocah!" Levi mengelus kepala Kaia dengan sayang.


"Oh gantikan bajunya ya. Ini tasnya Kaia, ada baju-bajunya di dalam." Arjuna mencium kening Kaia. "Sudah ya, jangan berbuat seperti itu lagi. Sudah puas kan balas dendam nya?" bisik pria tampan itu.


Levi dan Arjuna menatap Rhett yang masih menggosokkan minyak kayu putih itu ke tangan Kaia.


"Kamar ini jadi bau bayi ya?" gelak Arjuna.


"Sebentar lagi juga ada bayi" timpal Levi cuek.


Rhett melongo mendengar ucapan asal sepupu Kaia itu. Dasar usil!


"Kami tinggal dulu ya! Tolong jaga Kaia" ucap Arjuna sambil berjalan keluar diikuti oleh Levi yang menutup pintunya meninggalkan Rhett berduaan dengan Kaia.


Rhett masih menggosokkan tangannya ke tangan Kaia dan pria itu hanya bingung kenapa istrinya yang fisiknya bule suka sekali bau minyak seperti ini? Meskipun sang mami orang Indonesia, tapi Kaia tidak kelihatan Jawanya secara fisik, tapi secara kesukaan, Jawa banget.


Usai menggosok, Rhett membuka jas dan melepaskan tuxedo nya. Kemeja putih nya kini sudah terbuka dua kancing atasnya, lalu lengannya pun sudah tergulung. Pria itu kemudian membongkar tas milik Kaia dan mengambil sebuah sweater dan celana jeans.


Membawa baju Kaia, Rhett hanya bisa menghela nafas panjang, menelan salivanya susah payah dan merutuki Li*bidonya yang datang seperti jelangkung, tangannya bergetar membuka baju pengantin Kaia yang memang simpel tinggal membuka resleting samping sudah terbuka.


Ketika hendak menurunkan dan menunjukkan kedua bukit kembarnya yang terbalut b*Ra tanpa tali bewarna putih, wajah Rhett benar-benar merah padam. Shiiittt! Benar-benar 36 cup D! Fokus RHETT! Ganti baju istrimu yang kotor bukan bikin pikiran kotor!


Sebuah tangan mungil mencengkeram tangan Rhett. Tampak Kaia menatap judes ke pria yang sekarang menjadi suaminya. Suami benerannya!

__ADS_1


"Kamu mau ngapain?" meskipun suara Kaia pelan tapi terdengar dingin.


"Gantiin baju kamu, Z. Lihat kotor dan kena darah." Rhett menunjukkan bawah gaunnya yang sudah seperti lukisan abstrak Picasso.


Kaia pun bangun yang dibantu oleh Rhett namun sejurus kemudian wajah Kaia menjadi merah padam karena bagian atas gaunnya melorot dan menunjukkan kedua squishy nya.


"Ternyata beneran 36 cup D dan asli ya Z" cengir Rhett tanpa dosa.


Brugh!


Kaia mendorong Rhett sekuat tenaga hingga jatuh dari tempat tidur lalu gadis itu bangun sambil mencekal gaun pengantinnya dan membawa baju ganti yang tadi disiapkan oleh Rhett, bergegas menuju kamar mandi. Kaia membanting pintunya keras meninggalkan Rhett yang masih terbengong-bengong didorong oleh istrinya.


Astaga! Benar-benar bar-bar kamu Z !


***


Kaia sudah berganti baju mengenakan sweater coklat dan celana jeans meskipun sepatunya nggak matching dengan outfitnya. Mata birunya terbelalak melihat pemandangan di depannya.



"Astaghfirullah Al adzim!" ucapnya.


"Perasaan yang sakit sikut, kenapa bajunya juga dilepas?" sahut Kaia cuek sambil memasukkan baju pengantinnya yang benar-benar sudah kacau bentuknya ke dalam kantung plastik bekas sepatunya.


Rhett pun menghampiri Kaia. "Sakitnya disini" tunjuknya ke lengan atas yang memang mulai membiru.


"Ooohhh. Aku ada obat gosok buat memar di tas duffle bag ku. Sebentar aku ambilkan" ucap Kaia lempeng yang membuat Rhett melongo.


"Astaga Kaia Zanitha Giandra Blair! Bisa nggak sih kamu paham dikit soal hubungan suami istri? Mesra dikit kenapa?" ucap Rhett sambil mengacak-acak rambutnya kasar.


"Lho ini kan juga wujud perhatianku kepada suamiku" sahut Kaia sambil mencari obat yang dimaksud. Setelah menemukannya, Kaia menyuruh Rhett duduk.


"Diam ya, aku oleskan ke tempat yang memar" ucap Kaia sambil membuka tutup salep itu dan dengan lembut mengoleskannya di tempat yang memar lalu meniupnya. Posisi gadis itu berlutut di samping tubuh Rhett.


Rhett hanya bisa menelan salivanya berulang. Melihat wajah polos istrinya dekat seperti itu dengan penuh perhatian mengobatinya, membuat jantungnya berdegup kencang.

__ADS_1


Sudah sah kan? Boleh dong traveling?


"Z..." panggilnya dengan suara parau.


Kaia mendongakkan kepalanya. "Apa Rhett Butler?" Rhett benar-benar ingin menggendong Kaia dan menguasainya. Gadis ini bikin aku gemas dan frustasi!


Suara ketukan di pintu membuat keduanya terkejut. Kaia lalu berdiri dan membuka pintunya. Tampak Duncan dan Rhea berdiri disana. Rhea langsung memeluk putrinya sedangkan Duncan masuk ke dalam kamar. Pria tinggi itu terkejut melihat menantunya Shirtless.


"Memangnya kamu sudah unboxing Rhett?" goda Duncan.


"Rhett tadi terbentur pinggir nakas jadi lengannya memar. Aku mengobatinya tadi" sahut Kaia apa adanya yang membuat dua pria disana hanya menepok jidatnya.


"Sabar ya Rhett. Kaia memang payah soal seperti ini, tapi berikan dia masalah perusahaan, pistol, matematika, mesin... Cepat tanggap dia" kekeh Duncan yang bingung nurunin siapa polosnya anak cantiknya ini soal lawan jenis. Beruntung Kaia bisa jaga diri dan memang lebih suka kumpul dengan sepupunya.


"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Rhea ke putrinya.


"Nggak papa mami. Lega sekali" senyum Kaia lalu menatap papinya. "Apa Kai akan dipenjara papi?"


Duncan lalu memeluk putrinya. "Nggak sayang, kamu nggak dipenjara. Papi yang akan menjamin kamu, begitu juga Rhett dan Oom Jeremy."


Kaia memeluk Duncan erat. "Maafin Kai, papi. Kai lepas kontrol! Di otak Kai hanya berisi membalaskan dendam kepada mereka yang membuat opa dan Oma meninggal." Gadis itu menangis dalam pelukan Duncan.


"Bukan salahmu Kaia sayang. Mereka yang membuat mu seperti itu. Papi pun akan melakukan hal yang sama jika diberikan kesempatan namun kamu yang lebih terluka disini jadi papi berterimakasih padamu membalasnya dengan berlipat-lipat." Duncan mencium pucuk kepala putrinya.


"Kaia, kok kamu bau bayi?" celetuk Duncan.


"Haaaahhhh?"


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Maaf episode kemarin agak brutal 😅😅😅


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2