
Kaia maju sidang tesis hari ini ditemani oleh mami Rhea dan Levi Reeves. Sebenarnya mereka tidak harus menemani hanya saja mami Rhea ingin meneruskan tradisi sama seperti necan Dara dulu menemani Rhea sidang skripsi di Julliard. Kaia dan Aidan sama-sama bisa memainkan alat musik piano tapi tidak terlalu antusias menjadikan pekerjaan, melainkan sebagai hobi. Aidan malah bisa bermain gitar, terkadang memainkan di restauran nya saat weekend.
Levi sendiri menemani Tante Rhea demi traktiran makan enak apalagi Oom Duncan bersedia mentraktir sepuasnya jika Kaia lulus.
Setelah menunggu hampir dua jam, Kaia pun keluar dari ruang sidang dengan waja sumringah. Rhea yang melihatnya langsung berdiri dengan wajah harap-harap cemas.
"Gimana sayang?" tanya Rhea.
"Alhamdulillah lulus" jerit tertahan gadis cantik itu yang langsung mendapat pelukan dari sang mami.
"Alhamdulillah! Langsung ambil perusahaan Ogan Abi dong?" senyum Rhea.
"Sabarlah mami, wisuda dulu lah!" kerling Kaia.
"Yuk, udah ditunggu Oom Duncan di Le Bernardin" ucap Levi.
"Wuuiihhhh langsung kesitu saja papi" komentar Kaia. "Bahagia lu Vi."
"Iyalah selama aku nggak keluar duit dan black card ku aman" cengir Levi.
"Duasar!"
***
Rhea, Kaia dan Levi sudah tiba di restauran yang termasuk daftar Michelin dan termahal di Manhattan. Para pelayan yang hapal dengan Rhea dan Kaia mempersilahkan istri dan putri Duncan Blair itu masuk.
Sesampainya disana, Kaia dan Levi tertegun karena Duncan tidak sendirian melainkan bersama Rhett O'Grady sedang asyik membicarakan bisnis.
"Ngapain si Butler itu ikutan kesini?" bisik Kaia ke Levi.
"Meneketehe" balas Levi.
"Kalian ngapain bisik-bisik?" tanya Rhea kepada kedua orang di belakangnya.
"Ada yang ngincar Kaia, Tan" cengir Levi.
"Hah? Siapa? Dimana?" Rhea langsung galak mode on.
Levi hanya menganggukkan kepalanya menunjuk ke pria yang memakai suit abu-abu.
"Dia?" bisik Rhea.
"Iyess Tante." Levi melirik kearah Kaia yang cemberut.
"Sayang!" panggil Duncan ketika melihat istri, putri dan keponakannya malah lama datang ke meja mereka. Rhea pun menghampiri suaminya yang langsung memeluk Duncan dan mencium bibirnya sekilas.
"Kenalkan ini Rhett O'Grady, salah satu kolega Bisnisku. Rhett, ini istriku Rhea Giandra Blair."
Rhett pun berdiri dan mengulurkan tangan yang disambut oleh Rhea ramah.
"Senang bertemu dengan anda Mrs Blair."
__ADS_1
Rhea tersenyum. "Irish huh?"
Rhett tertawa. "Anda sangat mirip dengan Kaia ketika pertama kali bertemu dengan saya."
"Pertama kali ber... Jangan bilang pada saat Kaia main masuk ke ruanganmu itu ya bang?" tanya Rhea ke Duncan.
"Begitulah" jawab Duncan.
Rhea menatap judes ke putrinya yang beringsut menempel pada sepupunya.
"It's okay Mrs Blair, kalau tidak begitu kan saya tidak bisa berkenalan dengan putri anda" senyum Rhett manis.
Duncan menghampiri putrinya. "Lulus?"
Kaia mengangguk sambil tersenyum lebar. Duncan langsung memeluk dan mencium kepala putrinya.
"That's my daughter!" Kaia bergelayut manja di lengan sang papi. "Levi, kamu akhir bulan kan sidangnya?"
"Iya Oom" jawab Levi sambil mengangguk.
"Semoga lulus ya" goda Duncan yang tahu Levi sering tidak serius.
"Insyaallah lulus lah" cengirnya.
"Ayo duduk semua." Setelah semua duduk, pelayan datang ke meja mereka dan menuliskan pesanan mereka.
"Rhett, hari ini Kaia sidang tesis dan sudah selesai" ucap Duncan bangga.
"Lulus?" tanya Rhett ke Kaia.
"Alhamdulillah tapi sayang cuma magna cumlaude nggak summa cumlaude."
"You're smart!" puji Rhett tulus.
"Terimakasih" jawab Kaia.
Pesanan mereka datang dan kelimanya makan dengan tenang. Rhett sesekali melirik ke arah gadis cantik yang mengenakan baju hitam itu. Perbuatan Rhett tidak luput dari perhatian Rhea yang penasaran dengan pria Irlandia itu.
Nanti aku harus bertanya dengan Abang siapa pria itu.
Kaia sendiri mengacuhkan Rhett dan lebih suka berbisik dengan Levi dengan bahasa Jepang yang membuat Levi tersenyum.
"Kaia, Levi. Kalian tidak sedang berada di Tokyo. Pergunakan bahasa Inggris jika di New York" tegur Duncan yang sebenarnya tahu keduanya membicarakan Rhett O'Grady.
"Baik Papi."
"Njih Oom."
Rhett mendekati Kaia dan berbisik. "Watashi wa anata ga watashinokoto o hanashite iru no o shitte imasu." ( aku tahu kalian membicarakan tentangku )
Kaia menoleh kearah Rhett dan melotot tidak percaya. Wajah cantiknya pelan-pelan memerah.
Rhett sendiri dengan elegannya meminum air putihnya sambil mengedipkan sebelah matanya ke Kaia.
Sial! Dia bisa bahasa Jepang!
***
Kaia setelah mengurus semua administrasi untuk persiapan wisuda, lebih disibukkan kerja di divisi teknologi milik MB Enterprise dan Giandra Otomotif Co.
__ADS_1
Para pegawai disana pun sudah terbiasa dengan kehadiran Kaia yang selalu memiliki ide dan teknologi yang mampu menjadi pesaing untuk perusahaan lain.
Levi sendiri sudah kembali ke MIT dan langsung lemas ketika mengetahui Oom Joshuanya akan menjadi dosen tamu untuk sidang skripsinya.
Kaia sedang menikmati makan siang ketika Levi menelponnya dengan dramatis bahwa Oom Joshua akan datang ke MIT.
"Serius Oom Joshua datang? Meskipun dia dosen matematika?" gelak Kaia seolah menambah penderitaan Levi.
"Serius Kaia sayang! Mentang-mentang Oom Joshua alumni kebanggaan jadinya pada seenaknya sendiri. Bagaimana ini Kaaaaiiii?" rengek Levi.
"Akan aku temani deh saat kamu sidang. Nanti aku minta ijin papi agar ke Boston."
"Tolong ya Kaia, hanya kamu yang ada di Amerika. Lainnya kan di Tokyo, Jakarta dan Amsterdam."
Kaia bisa membayangkan wajah tampan Levi sekarang pasti sedang kusut. Anak Ghani lebih memilih tinggal di Jakarta daripada ikut orangtuanya di New York.
"Iya nanti aku berangkat ke MIT."
"Thanks cantik."
***
Usai makan siang di ruangannya, Kaia berjalan menuju lift menuju lantai 15 tempat dimana ruangan Duncan berada.
Kaia hari ini memakai outfit blazer bewarna krem, kemeja hitam dan celana panjang senada dengan blazer nya. Kaia paling malas memakai rok jika bekerja apalagi pekerjaan nya lebih banyak di ruang penelitian yang sengaja dibangun Duncan seperti hall besar yang terletak di lantai lima dan enam.
Sesampainya di ruang kerja papinya, Kaia mengetuk pintunya terlebih dahulu. Kaia tidak mau kejadian dengan Rhett terulang lagi.
"Masuk!" terdengar suara bariton papinya.
Kaia pun membuka pintu ruangan Duncan dan tampak papinya sedang sibuk dengan laporan di mejanya.
"Papi" panggil Kaia.
"Apa princess?" tanya Duncan mengalihkan dari laporan di hadapannya.
"Papi sudah makan?"
"Sudah, dibawain mamimu. Kamu mau ke MIT?" tembak Duncan.
"Kok papi tahu?" cengir Kaia.
"Tahulah! Joshua sudah bilang mau datang ke MIT dan akan menjadi dosen tamu ujian skripsi Levi." Duncan terbahak. "Kasihan anak itu."
"Makanya aku mau ke Boston kasih semangat."
"Boleh kok!" Kaia menjerit senang dan langsung memeluk Duncan lalu mencium pipi pria paruh baya itu.
"Thanks papi!" Namun senyumnya menghilang ketika melihat Rhett O'Grady berada di depan pintu, berdiri sambil tersenyum.
Pria menyebalkan datang lagi!
***
Yuhuuu Up Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️