
Rhett O'Grady membaca berkas yang diberikan oleh asistennya tentang Kaia Blair. Tanpa disadari dirinya tersenyum membaca daftar kenakalan gadis cantik itu.
Menendang kaki anak laki-laki sewaktu SD karena berani menyentuh dadanya.
Membanting tiga orang anak laki-laki sewaktu junior high school karena berani mengintip kamar mandi perempuan.
Membanting dan mematahkan tangan senior karena berani menggerayangi pantatnya ketika berlatih cheerleader di high school.
Membanting seorang anak dosen killer karena hendak melecehkannya di depan publik dan menghajarnya hingga babak belur.
"Ya ampun Miss Blair" gelaknya. "Benar-benar bar-bar."
Rhett kemudian mencari akun sosial gadis itu yang ternyata hanya Instagram yang dia miliki dan itu pun diprivate.
Iseng Rhett mencoba menjadi follower gadis cantik bar-bar itu. Diterima sukur, nggak ya sudah.
"Apa jadwal gadis bar-bar itu besok?" tanya Rhett kepada James asistennya.
"Ke kampus untuk mengurus sidang S2 nya, Sir."
Selain bar-bar ternyata kamu cerdas juga. Menarik!
***
Kaia berangkat ke kampus NYU dengan diantar oleh sopir papinya karena ketahuan mau mengambil kunci mini Cooper sang mami. Akibatnya dia kena jewer sang mami yang memang galak.
"Duh mamiiii ! Kuping Kai bisa putus iniii !!!" protes putrinya sambil mengusap-usap telinganya.
"Makanya manut jadi anak! Sudah kamu berangkat sama Trevor. Nggak boleh bantah!" pendelik Rhea.
Kaia pun manyun dan mengajak Trevor jalan dengan Mercedes milik sang papi. Sepanjang jalan dia hanya cemberut membuat Trevor senyum-senyum melihat nonanya dihukum oleh nyonya Rhea.
"Kamu nggak usah senyum-senyum nggak jelas, Trey! Minta aku tembak apel di kepalamu?" hardik Kaia judes.
"Nggak berani nona." Trevor langsung kicep.
Suara notifikasi ponsel Kaia berbunyi dan alisnya mengerenyit. Rhett O'Grady minta pertemanan di Instagram ku?
Kaia sendiri hampir sama dengan sepupu-sepupunya, memiliki akun sosial hanya Instagram dan cuma internal keluarganya saja isinya. Masuknya Rhett O'Grady ke followers nya mungkin akan seru.
Iyain ajah deh! Confirm. Kaia tidak tertarik untuk memfollow Rhett karena menurutnya bukan suatu hal yang penting.
Kamu nggak niat following aku, Miss Blair?
DM dari Rhett masuk ke dalam message Instagram Kaia.
Haruskah?
Sewajarnya begitu.
Kenapa harus sepenting itu?
Rhett hampir menjatuhkan ponselnya. Ya ampun gadis ini!
Karena aku sudah follow dirimu, sepatutnya ada timbal balik.
__ADS_1
Kaia mendengus kesal. Kalau bukan rekan bisnis papi... Kaia pun akhirnya mengklik ikon follow di akun Rhett.
Nah gitu dong! Baru cantik.
Oh jadi selama ini aku nggak cantik?
Nggak karena kamu tadinya nggak mau follow aku.
Kaia berteriak "HAAAAHHHH!" yang membuat Trevor terkejut. "Ada ya cowok alaynya begini? Oh ya ampun! Muka cool tapi alaynya naudzubillah!"
"Anda nggak papa nona?" tanya Trevor takut-takut.
"Aku kesal! Haaaahhhh! Kalau aku nggak ada janji ketemu sama dosen bakalan aku hampiri pria alay ini!" Wajah Kaia semakin cemberut.
Trevor memilih diam saja daripada salah dan mendapatkan hukuman tidak enak dari nonanya.
***
Sesampainya di depan kampus, Kaia meminta Trevor untuk langsung pulang karena dia tidak tahu sampai jam berapa.
"Nona, kalau membutuhkan jemputan, telpon saya ya" ucap Trevor.
"Gampang lah!" Kaia pun ngeloyor masuk kampusnya meninggalkan Trevor yang terbengong nonanya seperti mau makan orang.
Tanpa Kaia sadari, Rhett O'Grady berada di dalam mobil mengawasi gadis itu. Wajahnya tersenyum puas melihat gadis itu tampak kesal.
"Ternyata kamu kalau marah tambah menggemaskan" kekeh nya.
James yang duduk di balik setir hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Boss nemu mainan baru nih sepertinya.
"Sampai Kaia keluar baru aku hampiri."
James hanya mengangguk. Bakalan lama nih!
***
Kaia sudah selesai menghadap dosennya dan jadwal sidang pun sudah ditetapkan Minggu depan pada hari Selasa.
Kaia merasa senang karena sidangnya lebih cepat dari yang dia kira membuatnya semakin dekat untuk bisa bekerja di kantor sang papi. Kaia bertekad untuk bisa menggantikan papi Duncan karena Aidan lebih memilih usaha restauran keluarga sedangkan usaha properti dan automotif masih dipegang Duncan.
Apalagi Oom Ghani hingga sekarang masih menikmati menjadi polisi sebagai kapten meskipun sebentar lagi pensiun. Entah mau ambil perusahaan Ogan Abi atau nggak, hingga sekarang Kaia belum tahu.
Ponsel Kaia berbunyi dan terdapat nama Levi Reeves.
Wajah Kaia sumringah. Sepupu kesayangannya menelpon dirinya.
"Assalamualaikum Levi" sapanya.
"Wa'alaikum salam cewek cantik. Kamu dimana?" Meskipun Levi berusia 21 tahun, tetap saja dia cuek dengan Kaia menganggap seumuran.
"Kampus. Jemput dong!" pinta Kaia manja.
"Oke! Pinjam Range Rovernya ya cantik" ucap Levi.
__ADS_1
"Pakai saja selama bukan aku yang nyetir, kayaknya aman dari papi."
Levi tertawa. "Pasti bikin ulah lagi nih anak!"
"Udah! Nggak usah cerewet! Jemput cewek cantik ini!" hardik Kaia sebal.
"Sendiko dawuh mbakyu" kekeh Levi yang sama gesreknya dengan sang Daddy, Eiji Reeves.
***
Rhett melihat Kaia menunggu di depan kampus sambil mengobrol dengan beberapa teman-temannya dan sesekali tampak tertawa.
Rhett bersiap membuka pintu mobilnya ketika melihat sebuah Range Rover biru tua datang dan parkir di dekat kampus. Dari dalam turun lah seorang pria Asia yang tampak percaya diri berjalan ke arah Kaia yang sedang mengobrol.
Betapa terkejutnya Rhett ketika melihat pria itu memeluk dan mencium pipi Kaia. Gadis itu tampak bahagia dan dia memperkenalkan pria itu kepada teman-temannya.
Levi Reeves
Dengan santainya, Kaia memeluk lengan pria itu sambil terus mengobrol dengan teman-temannya hingga akhirnya mereka berpisah. Kaia dan pria itu pun berjalan menuju mobil biru tua itu sambil bergandengan.
"Brengseeeekkkk! Dia sudah punya kekasih!" umpat Rhett kesal sambil memukul kursi penumpang yang berada di depannya. "James ikuti mobil itu!"
James pun tanpa banyak bicara segera menstater Range Rover abu-abu milik Rhett mengikuti mobil Kaia.
***
"Jadi sidangnya Minggu depan Kai?" tanya Levi.
"Hu um. Doakan lulus ya Vi" ucap Kaia.
"Pasti lulus lah! Secara lu kan pinter Kai. Kalau lulus jangan lupa traktiran yaa" cengir Levi.
"Otakmu memang nggak jauh-jauh dari makanan" kekeh Kaia.
"Tanpa makanan kita mati, cantik!"
"Iyain ajah dah! Kamu sendiri kapan sidang skripsi?" tanya Kaia ke Levi yang mengambil kuliah di MIT.
"Akhir bulan. Beruntung Oom Joshua nggak jadi dosen tamu di MIT, bisa mampus aku kalau tiba-tiba dia jadi dosen penguji."
"Seru kayaknya kamu dibantai sama Oom Joshua" gelak Kaia.
Levi cemberut. "Sepupu durjana lu!"
Kaia terbahak.
***
Yuhuuu Up pas sepertiga malam
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️