My Rey

My Rey
Akhirnya Aku Mendengarnya...


__ADS_3

Usai acara di MB Enterprise, Rhett meminta ijin untuk membawa Kaia jalan-jalan ke Manhattan untuk mengajaknya makan malam. Duncan dan Levi hanya tertawa mendengar ucapan Rhett.


"Papi, aku minta ijin membawa Z jalan-jalan ya" ucap Rhett serius.


"Rhett! Kaia itu istri kamu! Ngapain minta ijin cumiiii!" ucap Levi gemas.


"Eh? Tapi kan Z tinggal dengan papi jadi wajar kan aku minta ijin?" jawab Rhett nyengir.


"Sudah, kamu bawa saja Kaia. Lagipula acaranya sudah selesai dan besok weekend. Semua pada libur sehari agar semua istirahat. Kamu juga lelah kan Vi?" sahut Duncan.


"Banget Oom! Besok Vi bangun siang ya Oom" ucap Levi sambil menguap.


"Subuhan dulu, bis itu tidur lagi terserah!"


Levi pun mengangguk.


***


Rhett masuk ke dalam ruang kerja Kaia namun tidak menemukan istrinya disana.


"Z? Baby?" panggil Rhett bingung kemana istrinya namun dia mendengar suara di kamar mandi. Rhett segera membuka pintu kamar mandi dan melihat Kaia terduduk di dekat wastafel.


"Sayang? Kamu kenapa?" bisik Rhett bingung melihat istrinya tidak seperti biasanya yang tangguh dan dia mendudukkan dirinya di hadapan gadis itu. Kaia tidak mengatakan apapun namun dia memeluk Rhett erat. Pria itu pun membalas pelukan istrinya apalagi ini kali pertama Kaia melakukan pelukan kepadanya.


Agak lama keduanya berpelukan dan Rhett melerai pelukannya meskipun dirinya masih belum rela lepas. Tangannya menangkup wajah cantik Kaia yang tampak rapuh hari ini.


"Sayang? Kamu kenapa?" bisik Rhett.


"Aku ... aku terlalu bahagia sampai tidak bisa mengekspresikan" ucap Kaia dengan wajah yang tidak bisa dijabarkan.


"Apa yang membuatmu bahagia?"


"Proyekku disetujui dan kami akan bekerjasama resmi dengan Boeing" wajah Kaia berbinar lalu berubah sendu. "Kamu datang melihat ku mempresentasikan proyekku..."


Suara Kaia menghilang ketika bibir Rhett melu*mat bibirnya yang bewarna peach. Kaia yang terkejut hanya bisa memegang kerah jas mahal Rhett dan ketika Rhett semakin dalam mengeksplorasi mulut Kaia, pria itu merasakan tubuh istrinya gemetar.


Rhett melepaskan ciumannya dan menempelkan dahinya ke dahi Kaia. "Darling, pulanglah bersamaku. Please?" bisiknya.


Kaia hanya bisa mengangguk karena otaknya benar-benar macet parah akibat ciuman dari suaminya.


Rhett membantu Kaia berdiri lalu mengambil blazer dan tasnya. Keduanya bergandengan tangan keluar ruangan Kaia menuju lift. Rhett mati-matian untuk tidak mencium istrinya lagi di dalam lift akibat melihat Kaia hanya mengenakan gaun warna hitam bertali yang menunjukkan bahunya yang mulus.


Keluar lift, Rhett segera membukakan pintu Aston Martin nya untuk Kaia dan dia segera masuk ke dalam mobilnya. Blazer dan tas mahal Kaia, ia lemparkan ke kursi belakang. Segera Rhett menstater mobilnya dan keluar dari gedung perusahaan Duncan.


***

__ADS_1


Rhett memarkirkan mobil Aston Martin nya lalu membuka pintunya dan bergegas untuk membukakan pintu Kaia namun gadis itu sudah membukanya sendiri.


"Aku akan mengambilkan tas mu." Rhett membungkuk ke arah belakang mobil dan mengambil tas serta blazer Kaia. Setelahnya dia menutup pintu mobilnya dan menguncinya. Rhett menggandeng Kaia menuju lift yang langsung ke penthouse nya.


Kaia diam saja mengikuti kemana suaminya membawa dia pergi. Otaknya benar-benar Lola, loading lama setelah Rhett menciumnya seperti itu.


Keduanya masuk lift dan tiba-tiba Rhett mendorong tubuh istrinya dan menguncinya di dinding lift lalu mulai mencium bibir Kaia.



"Damn it Z!" umpatnya disela-sela lu*matannya.


Suara lift terbuka dan Rhett melepaskan ciumannya lalu menempelkan sidik jarinya di passcode dan memasukkan nomor kode.


Kaia melihat penthouse milik Rhett yang tampak rapi dan mewah. Wajah gadis itu terkesima melihat pemandangan disana.



"Wow!" ucapnya.


"Suka?" tanya Rhett sambil memeluk Kaia dari belakang. Gadis itu mengangguk.


"Sekarang ceritakan padaku, kenapa kamu sembunyi di kamar mandi tadi?" Rhett membalikkan tubuh Kaia untuk menghadapnya.


Kaia tersenyum kikuk. "I'm not that tough you know." Rhett menghelanya untuk duduk di sofa. Keduanya kini duduk berhadapan.


Rhett mengelus wajah Kaia dengan punggung tangannya. Istrinya memang bar-bar namun dia memiliki kelemahan juga jika berhubungan dengan nama Opa dan Ogannya.


"Bukankah kamu sering ikut tender?" tanya Rhett.


"Iya tapi papi yang maju bukan aku sedangkan hari ini aku yang maju dan membawa nama Ogan Abi. Bebanku berat tapi sekarang tinggal leganya. Apalagi kamu datang, Rhett. Entah kenapa, aku lebih merasa tenang mengetahui kamu datang meskipun aku tidak terlalu yakin kamu bisa datang." Kaia menatap lembut ke wajah Rhett.


"Z...jangan menatapku seperti itu" bisik Rhett dengan suara parau.


"Kenapa?" tanya Kaia polos.


"Karena aku tidak yakin aku akan bisa menahan diri untuk tidak menyentuhmu" ucap Rhett yang merasa otaknya semakin kacau.


"Bukannya tadi kamu sudah menyentuhku?"


"Aku akan lebih dari itu Z jika kamu seperti ini" bisik Rhett sambil menempelkan bibirnya ke bibir Kaia yang seolah menjadi candu.


"Kamu boleh... meminta hak mu" bisik Kaia lembut. Rhett menatap wajah istrinya yang mulai memerah.


"Bolehkah?" tanya Rhett memastikan. Kaia mengangguk.

__ADS_1


Rhett segera menggendong Kaia ala bridal style yang membuatnya memekik kaget. "Jangan hajar aku Z!" kekeh Rhett sambil membawa istrinya masuk ke dalam kamar tidurnya.



Dengan lembut Rhett meletakkan tubuh langsing Kaia dan mulai mencium seluruh wajah istrinya tanpa terlewat.


Buru-buru dia melepaskan jasnya dan melemparnya sembarangan lalu membuka kemejanya. Mata biru Kaia membulat melihat tubuh suaminya. Meskipun sudah melihat beberapa kali tubuh Shirtless suaminya, tapi ini suasananya berbeda. Sekarang mereka sudah halal, status berbeda.


Rhett kemudian mencium bibir Kaia lalu bibirnya berjalan turun menuju ceruk lehernya yang harum parfum Chanel no 5. Tangannya mencari resleting gaun Kaia dan ketika menemukan, langsung membukanya dan menurunkan gaunnya.


Melihat pemandangan istrinya yang benar-benar seksih dengan br*a warna hitam tanpa tali senada dengan segitiga penutupnya yang warna hitam, membuat adrenalin Rhett makin memuncak.


"Benar kan Z? 36 cup D" kekeh Rhett ketika melepas penutup milik Kaia dan sempat melihat ukurannya di balik kain itu membuat Kaia melotot.


"Rhett Butler!" teriaknya sambil menutup dadanya.


Rhett tersenyum lalu membuka tangan Kaia untuk menikmati squishy milik istrinya. Kaia benar-benar terbuai dengan perlakuan suaminya hingga dia tidak menyadari bahwa mereka sudah polos.


"Kaia Zanitha Giandra Blair O'Grady, may I?" tanya Rhett parau. Kaia hanya bisa mengangguk pasrah.


Rhett pun memasukkan miliknya ke inti Kaia yang sempat menjerit pelan saat merasakan sesuatu mengoyak dalam dirinya.


"Maaf, maaf Z tapi aku tidak bisa berhenti" bisik Rhett di sisi telinga Kaia.


"Nggak...papa" jawab Kaia pelan.


Rhett memulai acara malam pertama yang tertunda hingga sebulan akibat harus mengurus pabriknya di Dublin demi menunjukkan kepada Aidan bahwa beer dan whisky nya akan sesuai dengan permintaan adik Kaia itu.


Keduanya saling berpacu melepaskan kerinduan sebulan tidak bertemu dan Kaia meskipun dia zonk soal asmara namun sebelumnya dia banyak bertanya kepada sang mami soal kehidupan rumah tangga. Bahkan dia meniru sang Oma yang belajar kama sutra karena Oma Yuna sama dengan dirinya, sama-sama kaku soal percintaan.


Entah berapa lama, akhirnya keduanya pun sama-sama mendapatkan kli*maksnya. Rhett menatap wajah Kaia yang ada di bawahnya.


"Love you Z" ucapnya sambil mencium kening Kaia.


"Love you too Rhett O'Grady" ucap Kaia tersenyum.


"Akhirnya aku mendengar nya juga, Z" bisik Rhett bahagia.


***


Yuhuuu Up Hareudang Malam Yaaaa


Lunas Yeeee... wkwkwkwkwk


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2