My Rey

My Rey
Pesan Tetua - Season 2


__ADS_3

Rhett masuk ke dalam ruang makan itu dengan sikap seolah-olah tidak mendengar percakapan Kaia dengan adik dan kedua sepupunya. Pria itu dengan santainya duduk di sebelah Kaia yang sedang menikmati hot choconya.


"Selamat pagi semua" sapa Rhett ramah.


"Selamat pagi. Hari ini sarapannya bubur topping suka-suka ya" ucap Aidan. "Resep Oma Dara."


Rhett pun mengangguk. "Kehormatan buatku mencoba masakan resep dari omamu Ai. Apakah dia jago memasak?"


Aidan mengangguk. "Sejak kecil aku sudah masuk ke dapur dengan mbak Kaia, mami dan Oma. Kami sering masak bersama sampai aku usia 15 tahun ketika Oma Dara harus dirawat karena stroke."


"Oma Dara terserang stroke karena terkejut Opa Abi meninggal dalam tidur. Opa waktu itu usianya 76 tahun, Oma Dara 71 tahun. Nggak lama setelah opa meninggal, Oma Dara menyusul. Keduanya benar-benar saling mencintai satu sama lainnya." Aidan mengusap sudut matanya dengan jarinya yang mendapat usapan di punggung oleh Arya.


Para cucu memang sangat mencintai opa dan Oma mereka. Kaia menatap sendu ke bubur yang berada di depannya. Rhett melihat ada air mata di sudut mata biru gadis itu, dengan lembut Rhett mengusap air mata Kaia.


"Maaf jika pertanyaanku membuat kalian bersedih. Kita sangat menyayangi opa dan Oma kita kan?" ucap Rhett sembari mengusap punggung Kaia.


"We are" ucap Arya.


"Kalian tahu, papa itu dulu dibenci Opa Ryu karena mama hampir kehilangan nyawanya gara-gara diculik oleh sepupu papa yang ingin menguasai harta McCloud" ucap Arjuna.


Keempat orang disana mendengarkan cerita Arjuna sambil memakan bubur buatan Aidan.


"Kok bisa Tante Rain hampir kehilangan nyawanya?" tanya Kaia.


"Mamaku diculik oleh adik papa dan sempat terjadi adu tembak dan mama tertembak. Untung langsung dibawa ke rumah sakit dengan Oom Mamoru dan Oom Javier. Gara-gara itu, Opa Ryu bencinya setengah mati sama papa" kekeh Arjuna.


"Tapi aku lihat Opa Ryu sayang tuh sama Oom Jeremy" komentar Kaia sambil memakan buburnya.


"Melunak setelah aku brojol" gelak Arjuna. "Memang kok cucu itu pemersatu mertua dan menantu."


Arya dan Aidan tertawa sedangkan Kaia dan Rhett hanya tersenyum.


"Rhett, bagaimana dengan mu?" tanya Aidan.


"Well, apakah kalian tahu kalau klan O'Grady berteman baik dengan klan McGregor-Blair?"


Aidan dan Kaia melotot.


***


"Seriously Rhett?" seru Kaia.


Rhett mengangguk. "Kakekku, Patrick O'Grady adalah sahabat opa buyut kalian, Duncan McGregor. Beliau selalu bercerita bahwa dari semua klan dia paling respek dengan Duncan McGregor dan Edward Blair, bahkan sebenarnya penguasa klan MB adalah Oma kalian, Yuna Pratomo Blair."


Aidan melongo. "Opa kalah sama Oma?"

__ADS_1


Rhett tertawa. "Tapi itu kenyataannya. Semua klan tidak ada yang berani melawan Oma kalian termasuk Edward Blair."


"Aku tahu Oma Yuna memang auranya dingin tapi kalau sampai menjadi yang ditakuti para klan, itu aku baru tahu." Aidan menatap Kaia dengan tatapan tidak percaya. Oma memang bar-bar tapi tak kukira sampai sejauh itu.


"Apa papi tahu kamu siapa Rhett?" tanya Kaia.


"Tahu. Makanya papimu tenang-tenang saja ketika aku Melamarmu karena kakek Patrick sudah meminta untuk menjodohkan ku dengan dirimu ke Oma Yuna dan Papimu."


Kaia melongo.


***


Kaia dan Rhett sekarang berada di halaman belakang mansion sembari menikmati roti buatan Aidan beserta teh wasgitel yang dikirimkan Rhea setiap bulan karena Aidan dan Kaia penggemar berat teh itu seperti omanya.


Kaia tadi meminta berbicara berdua dengan Rhett. Dirinya sangat penasaran dengan ucapan pria itu.


"Rhett, apa maksudmu dengan perjodohan kakekmu dan Omaku?" tanya Kaia penasaran.


"Well, sebenarnya Kakekku yang meminta untuk menjodohkan aku denganmu kepada papimu. Hanya saja ketika meminta pada Oma Yuna, Omamu hanya mengatakan kalau memang berjodoh pasti akan menemukan jalannya" ucap Rhett.


"Dan memang benar, jalan kita sudah ditemukan. Pertama kali aku melihatmu dengan sikapmu kepada Oom Duncan, aku sudah tertarik. Kamu bukan tipe wanita yang langsung tertarik padaku bahkan kamu sengaja mengerjaiku" kekeh Rhett.


"Sudah berapa banyak mantanmu, Rhett?" Kaia menatap Rhett dalam.


Benar-benar pertanyaan diluar ekspektasi gadis ini.


"Hei, aku hanya ingin tahu."


"Apakah kamu percaya jika aku menjaga hatiku hanya untuk seorang gadis yang hendak dijodohkan oleh kakekku?"


Kaia menggeleng.


"Aku bukan tipe pria yang suka tebar pesona sana sini Z. Ketika tahu aku sudah dijodohkan dengan anak perempuan Duncan Blair, aku harus berhati-hati dan menjaga diri bahkan aku baru berani menemui papimu pada saat aku sudah berhenti menjalankan warisan kakek menjadi mafia. Aku mau datang ke tempat papimu pada saat aku sudah bersih dan berbisnis legal." Rhett menatap Kaia. "Ternyata pertemuan pertama benar-benar mengesankan."


Kaia masih menunggu penjelasan Rhett.


"Kalau ditanya soal mantan, apakah mantan jaman aku sekolah juga dihitung?" kerling Rhett.


"Iyalah!"


"Mantan sekolah ada dua orang, kuliah satu orang."


"Berapa orang yang sudah kamu tiduri?" tanya Kaia dengan wajah datar.


"Kalau aku bilang belum ada wanita yang aku tiduri, kamu percaya nggak?" Rhett menatap Kaia.

__ADS_1


"Nggak! Mustahil pria seperti mu belum pernah tidur dengan wanita" kekeh Kaia.


"Well, sejujurnya aku hampir melakukan sewaktu kuliah tetapi mengingat omongan kakek soal perjodohan ku denganmu, aku menahan diri. Aku mencari tahu tentang kalian dan track record kehidupan keluarga kalian."


Rhett meminum teh wasgitel nya. "Hhmmm, ini enak. Teh apa ini Z?"


"Namanya teh wasgitel. Favorit Oma Dara yang kami beli di kota Solo Jawa Tengah. Setiap bulan, Tante Savitri, sepupu mami, mengirimkan ke kami."


"Keluarga kalian adalah keluarga yang menjunjung kehidupan harmonis dalam berumahtangga hampir sama dengan keluargaku. Dan aku sendiri jika memang ingin menjalankan amanat kakek, aku juga harus membuktikan bahwa aku pantas untukmu."


Entah mengapa Kaia merasa malu sudah berbuat usil kepada Rhett padahal dia tidak tahu apa-apa tentang pria ini.


"Maafkan aku, Rhett."


Rhett menoleh ke Kaia. "Maafkan apa?"


"Sudah berbuat usil kepadamu."


Rhett tertawa. "Kamu memang cewek yang berbeda. Cerdas, licik, usil, menggemaskan, bodi aduhai..."


Kaia langsung berdiri meninggalkan Rhett yang tangannya langsung menarik Kaia dan jatuh ke pangkuannya.


"Body shaming Rhett dan sekarang lepaskan pelukanmu!" Kaia berusaha melepaskan diri pelukan Rhett.


"Jangan bergerak-gerak Z! Kamu membuat juniorku berdiri!"


Wajah Kaia memerah. "Astaghfirullah! Mr Rhett Butler!" Gadis itu langsung mendorong Rhett dan berdiri menatap Rhett marah.


"Kamu itu mesum!" desisnya.


Rhett hanya tersenyum. "Aku mesum hanya pada dirimu, sayang!"


"Hmmpphh!" Kaia pun berjalan masuk ke dalam mansion.


Rhett hanya termenung di kursi taman.


Just be with me Z.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Maaf telat.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2