My Rey

My Rey
Tunjukkan Padaku ! - Season 2


__ADS_3

Kaia, Rhett dan Arya sampai di JFK dan sudah dijemput oleh Levi dengan gaya khasnya. Pria tampan itu memeluk Kaia yang sedang digandeng oleh Arya.


"Hai cantik" ucap Levi sambil mencium pipi Kaia. "Kamu nggak papa?"


Kaia hanya tersenyum tipis. Levi menatap Rhett dan Arya dengan tatapan menuduh karena diantara kedua pria itu membuat Kaia tampak sedih.


"Kalian apain Kaia?" tanya Levi dengan tatapan tajam.



***


Duncan menatap Rhett O'Grady dengan tatapan tidak percaya bahwa pria di hadapannya adalah putra dari John dan Laura O'Grady yang mengundang kedua orangtuanya ke Dublin Irlandia.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu anak John dan Laura, Rhett? Aku hanya tahunya kamu yatim-piatu yang diasuh uncle Patrick."


"Kakek memang tidak pernah mengumumkan di publik siapa orang tuaku. Selalu bilang aku cucunya saja tapi tidak bilang dari anak yang mana."


Kaia yang sedari tadi diam saja di sebelah ayahnya hanya menatap kosong ke arah foto papi, Ogan Abi dan opa Edward ketika Kaia lahir.


"Saya minta maaf Oom jika saya tidak jujur dari awal karena saya merasa bersalah karena saya adalah anak dari John dan Laura yang mengajak Mr dan Mrs Blair ke Dublin."


Duncan menghela nafas panjang. "Sejujurnya pengakuan mu membuat luka hati kami muncul kembali apalagi Kaia dan Maminya meskipun kejadian tersebut sudah empat tahun berlalu tapi moment saat itu tetap membekas dalam ingatan kami."


"Saya benar-benar minta maaf Oom." Rhett menunduk.


"Apa benar menurut mu kecelakaan mereka disengaja?" tanya Kaia dingin tanpa menoleh ke Rhett.


"Benarkah itu Rhett?" tanya Duncan emosi.


"Oom, tahan. Ingat tensi." Levi mengelus bahu Duncan.


Rhett mengangguk. "Selama 3,5 tahun terakhir ini saya mencoba mencari tahu namun semua jawaban sama. Malfungsi mesin dan komputer. Padahal sebelumnya dipakai oleh mom dan dad tidak ada masalah. Akhirnya saya memilih untuk menutup penyelidikan di depan keluarga saya namun diam-diam saya memilih menyelediki sendiri bersama seorang pegawai Gulfstream. Saya memilih menyelediki bersama James dan Gary, pegawai Gulfstream itu dengan diam-diam."

__ADS_1


Rhett menghela nafas panjang. "Isi black box sudah diganti dan kami berhasil mendapatkan percakapan black box yang asli. Dan maaf Oom, saya tidak berani ungkapkan disini karena isinya masih rahasia."


"Maksudmu ada pihak-pihak yang menginginkan nyawa mereka?" Duncan benar-benar marah luar biasa. Bayangan sang Daddy yang mengalami luka bakar hingga meninggal akibat serangan jantung, wajah cantik mommynya yang mengalami luka bakar hingga ke lengan dan ketika sadar mengetahui belahan hatinya sudah tiada, membuat sang mommy mengalami patah hati terdalam.


Duncan lah yang berada disisi Yuna ketika berpulang. Yuna sempat meminta agar Duncan menjaga Rhea, Kaia dan Aidan karena dirinya sudah tidak bisa menjaga mereka karena Edward sudah menjemput.


Duncan lah yang melihat wajah ibunya tersenyum seperti melihat ayahnya datang setiap pulang kerja dan pelan-pelan mata cantik itu menutup selamanya.


Duncan ingat bagaimana Rhea dan Kaia histeris mendengar keduanya berpulang hampir bersamaan. Bagaimana dia harus kuat di hadapan Rhea padahal dirinya hancur sehancurnya ditinggal oleh kedua orangtuanya yang sangat dia cintai.


Dan kini, mengetahui mereka kecelakaan bukan karena kecelakaan biasa meskipun dirinya sudah merasa tidak beres, membuatnya marah luar biasa. Beraninya orang-orang itu membunuh kedua orangtuaku yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah internal mereka.


"Rhett, apa yang bisa Oom bantu?" Duncan menatap Rhett O'Grady.


"Saya butuh orang-orang yang bisa dipercaya membongkar kejahatan keluarga klan saya. Motif dari mereka adalah mengambil semua kekuasaan dari Patrick O'Grady yang diserahkan kepada saya secara absolut. Meskipun saya dianggap anak kecil saya punya beberapa aturan dan sebagian tidak suka dengan gaya kepemimpinan saya."


"Saya sekarang lebih memilih mengurus pabrik baja yang memang milik saya dan usaha quilt milik almarhum mommy. Sejak kedua orang tua saya meninggal, saya memutuskan semua hubungan klan O'Grady di dunia hitam. Namun sebagian keluarga masih melakukan secara diam-diam di belakang saya."


Duncan, Kaia, Arya dan Levi masih mendengarkan cerita Rhett.


Aku bersyukur lahir di keluarga yang saling menyayangi satu sama lain - Arya.


"Look Sir, saya tahu kalau saya dan Kaia dijodohkan oleh kakek saya meskipun Oom dan Mrs Blair tidak mengiyakan tapi juga tidak menolak. Saya baru berani menemui anda ketika saya yakin bahwa saya sudah berbisnis di bisnis normal dan halal bukan bisnis dengan dunia hitam."


Rhett menatap Kaia. "Dan ketika saya pertama kali melihat Kaia, saya langsung tertarik. Dalam hati saya Ini kah gadis yang dijodohkan oleh kakek? Ternyata sangat menarik. Jujur saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Kaia."


"Ketika saya melamar Kaia melalui Oom Duncan, itu tulus dari hati saya yang paling dalam karena saya mencintai anak Oom. Tetapi saya juga merasakan takut, takut jika kalian mengetahui kenyataan yang ada. Jadi sebelum kalian mendengar dari pihak lain, saya lebih baik memberitahukan pada kalian semua."


Rhett menghembuskan nafas panjang. "Sekarang saya terima keputusan anda Mr Duncan Blair. Kalau ditanya bagaimana perasaan saya kepada Kaia, tidak pernah berubah sampai kapanpun. Saya mencintai putri anda. Namun jika anda keberatan karena saya adalah putra dari pasangan John dan Laura yang membuat orang tua anda meninggal, saya bisa menerimanya."


Duncan menatap Rhett. "Kamu sudah membawa rasa bersalah mu begitu lama Rhett." Pria paruh baya itu mencondongkan tubuh besarnya ke pria tampan di hadapannya.


"Oom akan membantumu mencari tahu dalang pembunuhan kedua orang tuamu dan orang tua Oom. Meskipun kami sudah mengikhlaskan namun pembunuhan tetaplah pembunuhan."

__ADS_1


Wajah kusut Rhett langsung berubah menjadi semangat. "Benarkah itu Oom?"


"Sejujurnya Oom tidak akan ikut campur jika yang menjadi korban adalah orangtuamu saja, Rhett tapi kedua orangtuaku juga menjadi korban. Bagi keluarga besar kami, siapa yang menyenggol kami, akan kami kejar hingga ke lubang semut sekalipun."


Kaia menoleh ke arah papinya lalu ke Rhett.


"Dimana bangkai Gulfstream itu berada?" tanya Kaia.


"Aku simpan di gudang besar milikku di Boston."


"Bawa aku kesana besok!" Kaia menatap tajam ke Rhett.


"Princess..." Duncan memegang tangan putrinya.


"Levi, kamu bawa laptopmu. Kita akan mulai hitung-hitungan." Kaia menatap papinya. "Papi, aku ini insinyur matematika, Levi fisika, dan kami membuat mesin pesawat untuk Boeing. Jadi nggak ada masalah kan aku memeriksa mesin Gulfstream?"


Kaia menatap Rhett. "Jika aku mengetahui siapa dalang dibalik tragedi ini, aku harap kamu jangan menghalangi aku untuk mencincang orang itu!"


Rhett menatap Kaia dengan dalam. "Aku akan ijinkan kamu menyiksa seperti apa orang itu karena sejujurnya aku pun ingin melakukan hal yang sama hanya saja, kamu yang lebih terluka disini."


"Bagus!"


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Jujur aku lagi demen gendar eh genre cewek savage kagak ada takut-takutnya kecuali film horor.


Kalau nggak suka sama alurnya, so sorry. Pengen something different saja tapi nanti akan ada saatnya bikin plot cerita yang ringan-ringan saja.


Thank you for reading and support author.


Don't forget to like vote n gift.

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2