My Rey

My Rey
Duh!


__ADS_3

Gomen kalau kagak H.O.T daripada kagak lolos review.


Duncan turun dari tempat tidur dan perlahan membuka pintu kamarnya. Entah Joshua sengaja atau tidak, tapi mereka berdua diberikan kamar yang memang posisinya memojok dan agak terpisah dari kamar tamu lainnya.


Mansion Al Jordan memiliki delapan kamar tidur. Empat diatas, empat dibawah termasuk master bedroom milik Hiro dan Shanum yang lebih memilih di lantai satu. Empat kamar di lantai dua ditinggali oleh Joshua dan Miki, Masayuki dan Mamoru. Satu kamar kosong kini dipakai oleh Ayame dan Maira, sedangkan Eiji memilih di kamar Yuki untuk tidur.



Lantai satu selain kamar milik Hiro, ada dua kamar yang berada di sayap kiri mansion dan salah satunya dipakai oleh Duncan dan Rhea yang memang posisinya agak jauh dari tangga menuju lantai dua.


Duncan menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


"Kayaknya Joshua tahu kita butuh privacy" ucap Duncan.


"Maksudnya gimana bang?"


"Buktinya kita malah ditempatkan di wing kiri dari mansion" kekeh Duncan.


"Oh" ucap Rhea dengan wajah memerah.


Duncan kemudian melepas kaosnya dan menunjukkan sixpack perutnya dan Rhea pun menahan nafas. Ya Allah Gusti, betapa indah ciptaan Mu.


"Rhea Greesa Giandra, do you willingly be my truly wife?" bisik Duncan sambil menatap Rhea, gadis yang sudah dicintainya sejak masih di dalam perut Dara.


Rhea menatap pria yang selalu ada bersamanya selama ini. "Yes, i will" bisik Rhea dengan nada gemetar.


Duncan kemudian melum**at bibir peach Rhea dengan lembut namun kemudian menjadi saling memagut penuh gairah. Duncan mengusap seluruh tubuh Rhea seperti sedang menghapal bentuknya.


Bibir Duncan mulai menurun menuju dada Rhea yang tubuhnya bergetar merasakan sensasi yang baru pertama kali dia rasakan. Duncan menarik gaun tidur Rhea dan tersenyum melihat istrinya tampak polos hanya ada segitiga yang menutupi intinya.


"Sudah siap ternyata Mrs Duncan Blair" senyum Duncan dengan wajah penuh gairah melihat pemandangan indah di hadapannya.


"Apaan sih Abang" bisik Rhea sambil menutup dadanya dengan tangannya.


"Jangan ditutup. Indah banget itu" Duncan menyingkirkan tangan Rhea lalu membenamkan wajahnya di dada Rhea yang harum mawar. Secara bergantian Duncan mencicipi gundukan kenyal itu dan membuat istrinya semakin membusungkan dadanya apalagi suara Rhea yang lolos akibat gair**ahnya membuat pria itu semakin bersemangat.


Duncan kemudian melepaskan penutup terakhir milik Rhea dan dia juga melepaskan boxernya. Rhea sempat terbelalak melihat milik suaminya.


"Bang" bisiknya ketika Duncan mencium leher istrinya.


"Apa sayang?"


"Itu cukup ga masuk ke punyanya Rhea?" bisiknya.


Duncan membeku dan nyaris tertawa mendengar ucapan istri cantiknya.

__ADS_1


"Cukup kalau foreplay nya bikin kamu berga**irah. Kepala bayi saja cukup masa punya Abang nggak cukup" goda Duncan yang membuat Rhea mendelik.


"Abang ih!" Namun bibir Rhea sudah dilu**mat oleh suaminya yang lidahnya mengeksplorasi dalam mulutnya sementara jari Duncan berkelana di inti istrinya.


"Bang... Rhea ga tahan" bisik istrinya.


"Abang masukin pelan ya. Maaf kalau sakit pertamanya. Kamu boleh cakar Abang atau apapun lah" ucap Duncan yang bersiap memasukkan miliknya.


Rhea menggigit bibir bawahnya ketika milik Duncan mulai masuk ke dalam intinya yang rapat dan sempit.


"Ya ampun Rey... sempitnya" desah Duncan. Setelah dua kali mencoba akhirnya harta yang dijaga Rhea berhasil dijebol oleh suaminya. Duncan mencium air mata yang mengalir dari mata istrinya. "Maaf membuatmu sakit tapi nanti akan berbeda rasanya."


Rhea hanya mengangguk dan Duncan pun mulai bergerak diatas tubuh istrinya. Rhea mulai bisa menikmati percinta**annya dan merasakan sensasinya yang pertama. Melihat istrinya sudah mendapatkannya, Duncan tersenyum.


Duncan semakin menikmati permainan mereka dan akhirnya dia mendapatkan sensasinya bersamaan dengan Rhea. Tubuh keduanya basah dengan keringat meskipun AC di kamar sangat dingin.


"Terimakasih sayang" bisik Duncan dengan nafas masih memb**uru dan mencium kening Rhea.


"Wow Abang... Ternyata rasanya wow!" wajah Rhea memerah.


"Jangan pasang muka kayak gitu" ucap Duncan yang masih berada diatas tubuh istrinya.


"Kenapa?" tanya Rhea polos.


"Bikin Abang pengen lagi" cengir Duncan.


***


Sepasang suami-istri itu saling berpelukan setelah melakukannya kali kedua. Duncan mengusap-usap punggung Rhea yang memeluk tubuh polos suaminya.


"Ini roti sobek yang bikin Rhea pengen pegang tapi belum halal. Sekarang sudah halal jadi mau pegang terus" kekeh Rhea sembari meraba perut Duncan.


"Nggak sia-sia Abang menunggu lama dan rewardnya ... Wow!" ucap Duncan. "Terimakasih sudah menjaganya buat Abang."


"Abang juga. Terimakasih sudah menjaga punya Abang."


Duncan menatap wajah istrinya. "Abang sudah komitmen. Kamu menjaga milikmu untuk Abang dan Abang juga harus menjaga milik Abang untukmu. Karena bagi Abang, tidak ada yang lebih berharga memberikannya kepada orang yang benar-benar dicintai."


Sebuah kecupan mendarat di kening Rhea. "Yuk bobok, udah jam dua pagi. Ohya, besok jangan pakai baju terbuka ya."


"Kenapa?"


Duncan menunjukkan tanda merah yang dibuatnya di bahu Rhea. "Leher nggak kok sayang."


Rhea melotot. "Abaaaannnggg!"

__ADS_1


Duncan tertawa terbahak-bahak.


***


Duncan dan Rhea sudah berada di ruang tengah pukul delapan pagi sedangkan para penghuni yang lain masih belum pada keluar dari kamar. Kedua pasutri itu ingin menikmati udara segar di pagi hari jadi jam tujuh sudah jalan-jalan di sekitar mansion.


"Masih sakit nggak?" tanya Duncan. Rhea menggeleng.


"Lho kalian kok sudah bangun?" tanya Joshua yang baru saja turun.


"Pengen jalan-jalan pagi saja J. Biasa sindrom tempat baru" jawab Duncan.


"Udah pada sarapan belum?" Joshua menuju ruang makan yang sudah tersedia berbagai macam roti, wafel dan pancake disana.


"Tadi sudah makan sandwich sih J sama kopi dan teh."


"Miki sudah sampai Dubai" ucap Joshua membaca pesan yang dikirim oleh istrinya.


"Sampaikan rasa belasungkawa ku ke Oom Hiro dan Tante Shanum."


"Udah kok D." Suara rengekan si kembar terdengar di monitor bayi. "Aku ke atas dulu lihat si kembar."


"Perlu aku bantu?" tawar Rhea.


"Nggak usah Rhea, kamu barusan di unboxing Duncan kan?" goda Joshua sambil mengedipkan matanya.


"What the..." Duncan menatap sepupunya dengan tidak percaya.


"Kelihatan kok di sisi leher Rhea ada bekas merah disana" kekeh Joshua. "Saranku, segera ditutup sebelum kalian diledek oleh Eiji. Tahu sendiri kan bagaimana durjananya dia."


"Haaaiissshhhh! Padahal aku sudah berusaha nggak disana lho!" umpat Duncan.


Joshua terbahak. "Bro, kalau sudah begitu, mana kepikiran."


Duncan hanya mengusap wajahnya kasar sedangkan Rhea bergegas menuju kamarnya untuk memakai foundation di lehernya.


Unboxing yang merepotkan kalau ada Eiji!


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Udah unboxing yeeee


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2