My Rey

My Rey
Duo Grandpa


__ADS_3

Hari ini tepat seminggu baby K sudah berada di rumah dan selama itu juga dua Grandpa ( yang satu ngeyel Opa yang satu ngeyel Opa Ganteng ) masih saja heboh memandangi cucu cantiknya.


Duncan sampai-sampai harus masuk kantor karena kedua Daddy dan papanya malas mengecek perusahaan.


Rhea yang baru saja selesai sarapan setelah memandikan baby K dibantu mama dan mommynya serta menyusui putrinya, sampai gemas dengan ulah papa dan Daddynya.


Hot mama itu sampai harus menarik kedua pria paruh baya itu keluar kamar putrinya karena dua grandpa sepertinya tidak ada puas-puasnya memandang baby K.


"Kalian berdua itu ya!" desis Rhea takut membangunkan putrinya. "Kai baru saja bobok!" Rhea menutup kamar bayinya sebelumnya mengaktifkan monitor Kai jadi bisa tahu kalau putrinya menangis.


"Habis gemas Rhea, seperti Duncan bayi tapi lebih cantik" kekeh Edward.


"Lagian kamu bikin kok bule bangets sih princess? Nggak ada jawa-jawanya" gerutu Abi.


"Salahkan kecebongnya bang Duncan!" ucap Rhea asal yang membuat kedua hot Grandpa shock mendengarnya.


"Astaghfirullah! Rhea!" Abi menepok jidatnya sedangkan Edward tertawa tertahan takut membangunkan cucu cantiknya.


"Sudah, nanti kalau Kai bangun, boleh main sepuasnya!" Rhea membalikkan tubuhnya menuju dapur.


"Makanya kamu segera bikin lagi! Apalagi kalau bayinya bagus gitu bibitnya!" kekeh Abi.


Rhea pun berbalik. "Daaaaaddd!" Lalu turun tangga dan menuju tempat kedua mama dan mommynya.


"Berarti kamu mengakui bibitnya Duncan bagus dong Bi" senyum Edward.


"Hah? Bibitnya Rhea juga bagus! Kalau nggak, nggak bakalan jadi kayak gitu!" sanggah Abi.


"Tapi lebih dominan bibit Duncan. Buktinya sampai matanya pun biru!"


"Kalian itu memang bibit egois!" Abi lalu berjalan meninggalkan Edward menuju lantai satu.


"Jangan remehkan klan Blair, Abi" gelaknya.


***


"Jadi Jeremy dijatuhkan hukuman tahanan rumah?" tanya Duncan kepada John.


"Iya D. Separuh lebih kekayaannya harus hilang untuk membayar kompensasi kejahatan Glenn."


"Berarti Ghani dan Joshua salah 'Elang' karena Glenn sendiri memiliki nama tengah Hawk yang sekilas hampir sama artinya dengan Eagle."


"Eagle burung Rajawali D, Hawk baru Elang. Kalian tersilap" kekeh John.


"Saking semangatnya."


John tertawa. "Kabarnya Javier mau ikut hell week lagi. Dia masih penasaran karena harus menyerah di hari keenam."


"Biar saja dia ikut. Aku sudah nggak mau ikut lagi. Memikirkan kedua kakek di rumah saja sudah membuatku pusing!" omel Duncan.


"Mereka masih berebut Kaia?"


Duncan mengangguk. "Lama-lama aku suruh pulang tuh dua kakek reseh!"


John terbahak. "Anakmu memang menggemaskan D."

__ADS_1


"Rey marah padaku karena semuanya mirip aku kecuali jenis kelaminnya" kekeh Duncan.


"Semoga lebih nurun Nyonya Dara daripada nyonya Yuna. Nyonya Dara kan lebih lembut daripada mommymu D."


"Semoga tapi aku rasa itu mustahil karena gen aku lebih kuat."


"Selamat berjuang D dengan kebar-baran anakmu nantinya."


Duncan tersenyum kecut.


***


Rhea baru saja menidurkan Kaia setelah tadi agak rewel karena duo grandpanya heboh mengajak main. Meskipun Dara dan Yuna sudah memarahi para suami mereka, tapi Abi dan Edward sama-sama ngeyel.


"Mom, kalian suruh para suami kalian pulang ke London dan Jakarta gih! Pusing aku melihat kerusuhan keduanya di rumah!" gerutu Duncan.


"Eh anak durjana! Beraninya nyuruh dad pulang?" omel Edward yang dibalas tatapan malas Duncan.


"Lagian kalian itu kenapa sih nggak bisa akur sehari saja?" keluh Duncan.


"Lho kita akur kok D hanya saja dengan caranya tersendiri" kekeh Abi.


"Akur dari Monas" gumam Rhea.


"Rheaaaa" desis Abi tidak terima putrinya mulai ikutan suaminya.


Dara dan Yuna hanya tersenyum melihat kerusuhan di ruang tengah.


"Lusa kami pulang D. Rhea juga sudah bisa kok memandikan Kaia sendiri, sudah mom dan mama ajarin" ucap Yuna.


"Pulanglah Mr Edward. Kamu kira perusahaan tidak membutuhkan kamu?" Yuna melotot judes ke suaminya.


"Baiklah, darling."


"Mas juga pulang sekalian lusa barengan sama mas Edward" ucap Dara.


"Lho kok aku ikutan pulang juga?" protes Abi nggak terima.


"Kamu apa nggak kasihan sama Dik Sena dan Jun gara-gara kamu egois pergi ke New York kelamaan?" pendelik Dara.


Abi dan Edward saling memandang. "Sendiko dawuh Diajeng" ucap keduanya pasrah kalau ibu negera sudah bertitah.


Duncan dan Rhea terbahak.


***


Duncan tak henti-hentinya kagum melihat putrinya yang tidur dengan nyenyak. Putri yang kemungkinan besar bisa sama bar-barnya dengan sang Oma tapi bisa jadi ada kelembutan sang necan alias nenek cantik. Dara memang meminta dipanggil itu meskipun Abi tetap meminta dipanggil opa Ganteng.


"Bang" bisik Rhea.


"Aku sedang mengagumi hasil bibit kecebongku" kekeh Duncan yang terkena keplakan di bahunya yang kekar.


"Ternyata aku sama Abang satu server" senyum Rhea.


"Kenapa Rey?" tanya Duncan.

__ADS_1


"Karena tadi aku juga bilang bibit kecebong Abang memang bagus!"


"Berarti kamu mengakui kan kalau Abang punya bibit bagus?" cengir Duncan.


"Saking bagusnya, aku nggak dibagi sama sekali di Kaia." Rhea pun manyun meskipun dalam hatinya dia sangat takjub melihat bayi cantiknya.


"Kamu dibagi jenis kelaminnya kok sayang. Bukankah itu adil?"


"Tapi aku yang membawa Kaia di dalam perut sembilan bulan. Masa cuma kebagian jenis kelamin?"


Duncan menatap Rhea dengan wajah menggoda. "Setelah masa nifas selesai, kita bikin lagi gimana?"


"Baaanngg, tunggu sampai Kaia dua tahun lah! Aku mau nikmati masa-masa menjadi ibu."


Duncan pun manyun. "Aku harap anak kedua cowok."


"Kenapa?"


"Biar pas!"


"Semoga anak kedua cowok lebih kelihatan Asia-nya daripada bule."


Duncan tertawa pelan. "Kalau itu aku nggak yakin, mengingat bibit kecebong ku bagus."


Rhea tersenyum licik. "Kalau dua tahun lagi aku hamil, akan aku batin supaya mirip maminya."


"Kita lihat saja nanti, baby" kekeh Duncan.


***


Hari ini kedua Grandpa reseh bersiap-siap untuk pulang ke London dan Jakarta. Abi dan Dara akan memakai pesawat pribadi milik Duncan sedangkan Edward dan Yuna memakai pesawat pribadinya sendiri.


"Haaaahhhh sepi deh! Nggak ada si cantik Kai" keluh Abi dramatis.


"Mas Abi lebay" kekeh Dara. Jujur dirinya sendiri juga masih belum bisa berpisah dengan Kaia tapi mau sampai kapan mereka akan berada di New York?


"Sudah, nanti Kaia berusia dua bulan, kita bawa ke Jakarta bertepatan pernikahan bang Gozali dan Maira." Duncan meyakinkan kedua Grandpa itu.


"Sampai ketemu dua bulan lagi" ucap Edward.


Duncan dan Rhea saling memeluk dan mencium semua orang tuanya sebelum masuk mobil yang akan membawa mereka ke bandara.


"Hati-hati semuanya" ucap Rhea ketika kedua mobil Range Rover itu keluar dari halaman mansion.


Setelahnya, Duncan memeluk dan mencium kepala istrinya. "Akhirnya tenang juga." Rhea terkekeh.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Maaf Eike Radha not well coz begadang semalam demi Rain.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2