My Rey

My Rey
Ojo Dumeh - Season 2


__ADS_3

Kaia dan Levi pulang ke mansion dengan wajah ditekuk, sebenarnya Kaia yang jutek, Levi nggak. Mami Rhea yang melihat putrinya seperti hendak menghajar orang hanya memberikan senyum manis.


"Kenapa sayang?" tanya Rhea melihat putrinya langsung duduk di sofa dengan kasar.


"Papi itu lhoooo! Bisa-bisanya Nerima lamarannya si Rhett Butler!" keluh Kaia kesal.


"Rhett Butler? Bukannya dia pergi ninggalin Scarlett O'Hara?" goda Rhea kepada putrinya yang disambut cekikikan Levi.


"Mammmiii!" Wajah Kaia benar-benar kesal karena maminya malah menggoda dirinya.


"Lho memang Rhett kenapa sayang? Bagus dong melamar kamu langsung ke papi. Itu namanya gentle. Mau anaknya tapi minta ijin sama pawangnya dulu" kekeh Rhea.


"Mami, si Butler itu pede nya amit-amit!"


"Sayangku Kaia, Ojo dumeh lho. Itu nasehat yang diberikan oleh Oma buyut Rani kepada Oma Yuna waktu dikejar-kejar opa Edward. Jangan terlalu benci nanti malah jatuh cinta beneran, gimana?" Rhea mengelus rambut Kaia yang masih setengah basah setelah tadi mandi di tempat gym.


"Tuh! Dengerin Kai. Benar kata Oma buyut. Ojo dumeh!" timpal Levi seolah nemu hobi baru godain sepupunya.


Kaia langsung melirik judes lalu menatap maminya. "Rhett agamanya berbeda mami."


"Kita lihat saja. Oh, kalian mau dengar cerita bagaimana opa Edward rela berbuat apa saja demi Oma Yuna?"


Rhea lalu menceritakan bagaimana Edward belajar agama Yuna demi mengejar cinta Yuna bahkan Levi tertawa terbahak-bahak mendengar cerita proses khitan Edward yang penuh drama.


"Oma Yuna cerita ini ke mami?" tanya Kaia yang selalu mendapatkan kejutan cerita dari para Oma dan opanya.


"Hu um. Jadi Kaia, jika memang Rhett itu benar-benar mencintaimu, dia akan melakukan apa saja seperti opa Edward." Rhea tersenyum kepada Levi. "Semoga kamu juga mendapatkan pasangan yang benar-benar mencintaimu juga Vi."


"Aamiin Tan tapi aku masih ingin melajang dulu, lagian aku baru 21 tahun. Beda dengan si cantik ini yang memang sudah masuk usia dilamar orang" cengir Levi.


Kaia memukul bahu Levi dengan sebal. "Nyebelin lu Vi!"


Rhea tersenyum melihat keduanya.


***


Rhett mendengar penjelasan James tentang aturan di keluarga besar Blair-Reeves-Neville-Arata-Al Jordan-Pratomo.


"Jadi aku harus mualaf?" tanya Rhett.


"Yes sir seperti almarhum tuan Edward sebelum menikah dengan nona Yuna Pratomo."


Rhett menghela nafas panjang. Dirinya bukanlah orang yang religius bahkan dibilang beribadah pada hari Minggu pun kalau ingat. Namun demi mengejar putri Duncan Blair dengan syarat harus seiman, membuat Rhett harus meyakinkan dirinya agar mampu menjadi suami yang pantas buat Kaia.


"Apa tidak ada jalan lain, James?" tanya Rhett.


"No Sir. Itu mutlak!"

__ADS_1


Rhett menangkupkan kedua tangannya di meja kerjanya yang terbuat dari kayu jati.



"Oke James. Tugasmu mencarikan aku guru agama yang terbaik untuk aku belajar agamanya Kaia."


"Yes Sir."


***


Pagi ini Duncan memberitahukan bahwa Arya Ramadhan, putra dari Gozali Ramadhan dan Humaira Harsaya akan datang ke New York besok.


Levi langsung semangat mendengar sepupu angkatnya mau datang sebab sudah lama sekali mereka tidak bertemu.


"Si Arya ngapain Oom ke NY?" tanya Levi.


"Katanya mau liburan dua Minggu sebelum masuk kerja di perusahaan Oom Gozali. Tuh anak kan bis wisuda di UI terus butuh refreshing" jawab Duncan.


"Dia ambil bisnis ya kalau nggak salah" ucap Kaia.


"Kalau kesini, kamu ajak saja ke kantor sambil lihat-lihat."


"Oke papi."


"Baik Oom."


***


"Kai, keluarga kita tuh ternyata parah ancurnya" komentar Levi.


"Memang kenapa?" tanya Kaia sambil menyesap kopinya.


"Semalam kan aku chatting sama Fuji. Katanya dia Nemu video jaman Opa Hiro dan Oma Shanum menikah kedua kalinya. Rusuh Kai" kekeh Levi.


"Bukannya Papi bilang keluarga kita memang gen gesreknya parah?" sahut Kaia santai.


"Biarpun gitu, tetap saja aku cinta keluargaku" cengir Levi.


"Kalau memang cinta ma keluarga mu, pulang Sono ke Tokyo, baikan sama Oom Eiji" ledek Kaia.


"Bah! Kalau itu nanti dulu Kai. Selama Daddy masih ngeyel, mending aku minggat ke NY."



Kaia tertawa melihat sepupunya bergidik.


"Tumben si Arya main ke NY. Pasti ada sesuatu!" Levi sok menganalisis segala sesuatu.

__ADS_1


"Bosan di Indo kali" jawab Kaia.


"Bisa jadi." Kedua sepupu itu seolah tidak menyadari banyak pasang mata yang terkagum-kagum melihat mereka. Apalagi nama Kaia Blair terkadang masuk berita sebagai putri Duncan Blair yang digadang-gadang akan mengambil alih MB Enterprise.


Sebuah pengumuman pesawat asal Jakarta sudah mendarat membuat keduanya tersenyum. Tidak lama lagi sepupu mereka akan muncul dari pintu kedatangan.


Setelah menunggu beberapa saat, munculah seorang pemuda Asia dengan wajah sumringah melihat kedua orang yang sudah menunggunya.



"Haloooo!" serunya ramah sambil merangkul keduanya hangat.


"Welcome to City of concrete" cengir Levi.


"Apa kabar Ya?" tanya Kaia sambil merangkul pemuda itu.


"Alhamdulillah baik. Oom Duncan dan Tante Rhea sehat-sehat kan?" tanya Arya.


"Alhamdulillah. Kita juga baik, thank you very much" sahut Levi sarkasme.


Arya terbahak.


"Yuk pulang. Sudah ditunggu mami."


Ketiganya berjalan dengan Kaia di tengah diapit dua pria tampan yang tingginya diatas Kaia semua.


***


Rhett yang mendapatkan foto-foto Kaia berpelukan dengan pria asing itu menatap James dengan perasaan kesal.


"Ini siapa lagi?" tanyanya sambil menunjuk gambar Arya.


"Tenang boss, itu Arya Ramadhan, sepupu angkat nona Kaia."


"Sepupu angkat? Berarti nggak ada hubungan darah?"


"Masih ada karena ibu dari Arya adalah keponakan Abimanyu Giandra, opa nona Kaia."


Syukurlah. Tapi kenapa sepupunya pada keren-keren semua sih?


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Edisi iseng sebelum tidur


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2