
Kaia berjalan bersama adik dan sepupunya yang hari itu memakai jas bewarna gelap. Aidan merasakan bagaimana kakaknya memindai semua orang dan mencari-cari si ular beludak.
"Nggak usah macem-macem ya mbak! Ular beludak nya itu tuh yang pakai baju hijau gonjreng rambut beruban depan sendiri" desis Aidan lewat earpiece ke telinga Kaia.
"Kok tahu?" balas Kaia karena mereka berjalan seperti menuju altar tapi lebih tepatnya ke meja depan penghulu.
"Kamu kira kita nggak tahu apa ada PPK di pahamu dan Zippo di karangan bunga mu?" desis Arjuna sambil berbisik.
"Ini mami nggak denger kan?" Mata biru Kaia mulai panik. Rhea paling anti anaknya membawa pistol padahal mereka selalu bawa kemanapun.
"Ya ampun Si Rhett segitunya lihatin elu Kai" senyum Arjuna yang geli melihat wajah bucin Rhett ke Kaia.
"Ingat mbak, kamu nikah beneran ya ini! Bukan kamuflase" cengir Aidan ketika mereka sampai di meja penghulu.
Kaia mati-matian untuk tidak mengambil PPK nya dari balik gaunnya untuk menembak Louisa O'Grady. Gadis itu duduk manis di sebelah Rhett yang sedari tadi tidak lepas-lepas matanya memandang Kaia.
Imam Yahya Al Hussein memberikan wejangan bagi kedua calon pengantin dengan serius namun Kaia tampak tidak fokus karena otaknya memikirkan cara membalas dendam untuk opa dan omanya.
"Baik Mr Blair, bisa dimulai acara ijab Kabul nya" imam Yahya memberikan tempat bagi Duncan untuk memulai acaranya.
"Terimakasih imam Yahya. Baik, Rhett siap?" goda Duncan kearah Rhett yang tergagap karena kepergok melihat Kaia terus.
"Si...siap Mr Blair" senyum Rhett. Duncan memegang tangan Rhett.
"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Rhett James O'Grady bin John O'Grady dengan anak saya yang bernama Kaia Zanitha Giandra Blair dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, dua buah pabrik O'Grady dan seperangkat perhiasan, Tunai.”
Suara bisik-bisik terdengar karena baru kali ini mereka tahu Rhett putra John O'Grady. Selama ini mereka selalu mengira dia putra atau cucu haram Patrick O'Grady.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Kaia Zanitha Giandra Blair binti Duncan Sherlock Blair dengan maskawinnya yang tersebut, tunai" ucap Rhett tegas.
"Bagaimana?"
"SAH!" teriak Aidan, Arjuna, Levi, Arya dan Bryan keras yang membuat semua orang disana menoleh ke arah pria-pria tampan itu.
Rhett hanya tersenyum mendengar ipar-iparnya heboh.
"Anda boleh melakukan tukar cincin Mr O'Grady" ucap imam Yahya.
__ADS_1
Rhett memasukkan cincin ke jari manis Kaia. "I'm not perfect but I'm so glad to have a perfect wife like you. Love you Z" ucapnya sambil mencium tangan Kaia.
Kaia memasukkan cincin kawin ke jari manis Rhett sambil tersenyum manis tanpa berkata apa-apa. Usai memasangkan cincin kawinnya, Rhett langsung merengkuh tubuh Kaia dan ******* bibir gadis itu.
"Oh astaga!" bisik Rhea dan Rain bersamaan sedangkan Aidan dan Arjuna malah asyik bersuit kencang.
Kaia sedikit limbung ketika Rhett melepaskan ciumannya namun pria itu tetap memeluknya erat. Wow! What was that?
"Enak ya ciuman sama anak papi" sindir Duncan kepada menantunya yang tidak tahu malu. Rhett hanya tersenyum penuh kemenangan.
Setelahnya Rhett menatap ke semua anggota keluarga O'Grady yang penasaran kenapa Duncan Blair menyebutkan bahwa dia adalah anak John O'Grady. Pria itu menggenggam tangan erat Kaia seolah mencari kekuatan dan gadis itu membalasnya. Aidan segera duduk di sebelah sang mami untuk berjaga-jaga sedangkan Rain dan Elang sudah memegang sesuatu baik di tas tangannya maupun saku jas.
"Selamat pagi. Bagi kalian yang belum tahu siapa saya sebenarnya, saya akan menceritakan. Saya adalah Rhett James O'Grady putra tunggal John O'Grady dan Laura O'Grady. Saya lahir 30 tahun lalu di Penang Malaysia dan alasan kenapa kedua orangtua saya tidak mengakui bahwa saya anak mereka, karena dua orang ini!" Rhett menunjuk ke arah Thomas dan Louisa O'Grady yang melongo.
"Saya akan beberkan semua bukti kejahatan kedua orang ini yang membuat klan kita mengalami banyak kerugian akibat buruknya manajemen mereka!"
Abian lalu menyalakan sebuah big screen yang memang disiapkan. Satu persatu data korupsi Louisa dan Thomas dijabarkan, hingga program menghack pesawat John O'Grady yang mengakibatkan dua keluarga tewas.
Para klan tidak percaya ketika mendengar suara pilot pesawat yang mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengontrol Gulfstream itu hingga mereka terbang dengan diatur oleh orang lain yang mengakibatkan kecelakaan.
Yang membuat mereka membelalakkan matanya, mereka semua mendengar tawa Louisa yang mengerikan begitu berhasil menjatuhkan pesawat John O'Grady.
Thomas O'Grady tidak percaya mendengar suara istrinya mengucapkan akan hal itu.
"Kau... Kau!" Wajah Thomas O'Grady memucat memandang Louisa yang masih tetap bergeming mendengarkan.
"Jangan dipercaya! Ini hanyalah rekayasa mereka!" bantah Louisa.
Kaia menatap wanita itu penuh kebencian. Bagaimana bisa dia seperti itu! Dasar sosiopat!
Louisa pun berdiri lalu mengeluarkan pistol dari dalam tas nya lalu menarik seorang gadis kecil yang masih kerabatnya. "Berani mengikuti ku, akan aku bunuh!" ucapnya sambil menodongkan senjatanya ke pelipis anak itu.
Semua orang yang menodongkan senjata termasuk Kaia yang sudah gatal ingin menembak ular beludak itu. Rhett melongo melihat istrinya dengan cueknya mengangkat gaunnya dan mengambil pistol di pahanya. Aidan dan Duncan langsung melindungi Rhea.
Louisa berjalan sambil menarik gadis kecil itu yang menangis dan menuju mobilnya sedangkan Thomas sudah ditahan oleh Scotland Yard. Kaia berjalan mendekati Louisa yang masuk ke dalam mobil setelah mendorong gadis cilik itu yang kemudian diselamatkan oleh seorang polisi.
Louisa menstater mobilnya dan Kaia berteriak "Jangan ada yang menembak! Dia bagianku!" Semua orang bergegas menyingkir dibantu oleh para pengawal disana karena Gozali sudah tahu apa yang hendak dilakukan Kaia.
Ketika mobil itu berjalan mendekati gerbang, Kaia menembak tepat di tangki bensinnya dan mobil itu langsung terbakar dan meledak, membuat suasana pesta pernikahan itu langsung heboh.
__ADS_1
"Kaaaiiaaaa!!!" Rhett segera meraih tubuh Kaia agar menjauh dari mobil yang terbakar itu. Keduanya jatuh ke tanah dengan posisi Rhett melindungi istrinya.
Para polisi Scotland Yard dan pengawal berusaha memadamkan api di mobil Range Rover itu. Sudah dipastikan Louisa mati terbakar disana. Kaia pun bangkit dari tanah dan berdiri diikuti oleh Rhett yang khawatir istrinya masih revenge mode on.
Kaia menghampiri Thomas O'Grady yang tidak percaya istrinya mati akibat terbakar.
"Itulah yang ingin aku ingin lakukan ketika mengetahui siapa dalang kecelakaan kedua opa dan Omaku. Keduanya meninggal dengan luka bakar parah dan aku hanya membalasnya." Kaia menatap dingin ke arah Thomas O'Grady. "Dan kamu, ini yang akan aku berikan!" Kaia menembak paha Thomas dekat di aorta. "Salam buat istri mu di neraka!"
Thomas O'Grady menatap dengan wajah bodohnya yang semakin lama pandangan itu pun mengabur dan dirinya ambruk kehabisan darah.
Rhea tidak menyangka bahwa kedua mertuanya dibunuh hanya bisa terpaku melihat putrinya seperti membalaskan semua sakit hatinya dengan cara yang memang ingin dia lakukan namun dia tidak memiliki keberanian.
Rhett melihat Kaia masih menatap dingin tubuh Thomas O'Grady yang sedang ditolong oleh paramedis.
"Sayang, sudah. Sudah selesai. Kemarikan pistolmu" bujuk Rhett yang mengambil pelan PPK milik Kaia. Setelah mendapatkan pistol Kaia, Rhett menyerahkan kepada Richard Hammond.
Rhett memeluk Kaia. "Sayang?" bisiknya. Tiba-tiba tubuh gadis itu melemas dan jatuh pingsan yang dengan sigap ditahan oleh Rhett.
"Ya Allah Kaia!" teriak Rhea.
"Ma, mbak Kaia nggak papa, cuma kecapekan" jawab Aidan.
Rhett segera membopong tubuh Kaia masuk ke dalam kamarnya. Duncan memeriksa kondisi Thomas O'Grady yang ternyata masih bisa diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.
Setelah tenang, Duncan didampingi Richard Hammond dan Elang menghadapi semua pertanyaan keluarga O'Grady.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Lanjut besok
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1