My Rey

My Rey
Fase Julid


__ADS_3

Kaia manyun melihat makanan yang dibuat maminya kebanyakan sayur termasuk daun katuk. Bukan Kaia tidak suka sayur tapi setiap hari mendapatkan sayur seperti itu setiap hari membuatnya mual.


"Mami tuh dapat daun katuk dari mana? Jangan bilang mami import dari Tante Savitri" tatap Kaia judes.


Rhea tertawa. "Kamu tuh ya! Kalau Necan Dara dan Oma Yuna masih ada, jauh lebih parah kamunya diblebekin sayuran aneh-aneh."


Kaia semakin maju bibirnya. Rhett yang baru saja keluar dari kamar geli melihat istrinya ribut dengan maminya. Hari Sabtu pagi ini memang Kaia dan Rhett datang ke mansion seperti biasa weekend mereka menginap disana.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Rhett sambil duduk di sebelah Kaia yang masih manyun melihat maminya.


"Lihat ini!" ucap bumil cantik itu.


Rhett melihat sayur yang diberi wortel dan jagung manis itu. "Kan enak ini Z."



"Kalau jarang-jarang nggak papa tapi ini seminggu tiga kali makan ini kan yang mblenger" keluhnya.


"Demi si boy, sayang" ucap Rhett sambil mencium pipi Kaia yang semakin berisi.


"Kok boy?" protes Rhea.


"Kan memang boy, sayang" sahut Duncan yang ikut bergabung di meja makan.


"Ish, aku sih maunya baby girl yang pertama" ucap Rhea.


"Mau boy mau girl, yang penting keponakan Levi!" sambung pria tampan itu.


"Ini kenapa pada ribut soal kelamin baby Kai sih? Kan baru empat bulan" ucap Kaia bingung.


"Apapun jenis kelaminnya, yang penting Kaia dan baby sehat semua pas lahiran" ucap Bara yang tiba-tiba masuk.


"Bah! Si cumi kayak jelangkung!" umpat Levi.



"Assalamualaikum semua" sapa Bara sambil nyengir.


"Wa'alaikum salam" sapa semuanya.


"Lho kamu kok malah kesini Ra?" tanya Rhea.


"Rumah kosong. Papa ada kasus dan mama bagian autopsi. Minggat lah aku kesini" ucap Bara cuek.



"Danisha sekarang masih di Solo ya?" tanya Kaia. Danisha adalah adik Bara yang lebih muda dua tahun.


"Iya dan sekarang ketularan Tante Savitri. Hobinya naik moge" kekeh Bara soal adik perempuannya.

__ADS_1


"Danish mah salah gaul!" omel Levi. "Lagian juga milih ke Solo, bubar deh. Mana disana ada Tante Sabrina juga kan?" Sabrina adalah adik Joshua Akandra.


"Sudah kalau sudah sama dua Tante tomboynya itu" kekeh Bara.


"Papamu tahu Danisha naik moge?" tanya Duncan.


"Tahu lah Oom. Wong dia main beli moge dulu baru laporan ke papa" gelak Bara. "Papa sih nggak bisa komentar soalnya mama juga kasih ijin kok. Mama kasih karena Danish bisa menjaga diri."


"Danisha kuliah dimana Ra?" tanya Rhett yang baru tahu keluarga Ghani.


"Danish sudah selesai kuliahnya di bisnis Oxford sekarang di Solo malah bantu AJ Corp. Koplak tuh anak, bukannya urus perusahaan Ogan Abi malah urus perusahaannya Keia. Malah cucunya Oom Hiro yang masuk ke PRC group. Benar-benar kacau deh nih generasinya kita" kekeh Bara.


"Kamu juga kacau, Ra. Bukannya ambil alih perusahaan Ogan malah ngelayap fotografi keliling dunia" kekeh Duncan.


"Kalau aku memang dari awal nggak tertarik. Makanya aku salut Kaia dan Levi mau mengambil alih perusahaan Ogan." Bara menatap Kaia sambil tersenyum.


***


Rhett menatap layar MacBook nya yang menampilkan laporan dari Kieran tentang penjualan beer dan whisky mereka. Aidan sendiri puas dengan komentar para pelanggannya membuatnya menjadi memesan banyak minuman dari kakak iparnya.


Pria Irlandia itu sendiri sedang berada di halaman belakang bersama Kaia yang ingin menikmati halaman mansion kedua orangtuanya.


Diam-diam Rhett mengambil foto Kaia yang sedang mengelus perutnya yang mulai membuncit.



"Cantik" ucapnya.



"Z ku cantik" ucap Rhett.


Kaia tersenyum lalu mencium pipi suaminya. "Aku kan memang cantik. Kalau nggak, kamu kan nggak tertarik denganku" kerlingnya.


"Seriously Z... Kok benar?" goda Rhett yang mendapat pelototan Kaia.


"Kamu nyebeliiiinnn!" umpat Kaia yang hendak bangun namun ditahan Rhett yang membuat istrinya terjatuh di pelukannya lalu membaringkan bumil itu.


"Kamu tahu nggak. Aku bersyukur lho kakek Patrick memaksa aku untuk menunggumu dan ternyata itu sangat worth it!" bisik Rhett sembari menatap mesra ke gadis cantik itu.


"Ini buktinya" lanjut Rhett sambil mengelus perut Kaia dan perlahan tangannya masuk ke dalam dan mulai naik ke arah dua squishy milik Kaia yang sekarang makin membesar.


"Z... Kok tambah besar ya?" tanya Rhett tanpa malu.


Kaia mendelik. "Ya iyalah tambah besar kan aku lagi hamil!"


"Kamu... Kita ke kamar yuk!" Rhett langsung bangun dan menggendong tubuh Kaia lalu membawanya ke kamar.


Kaia memegang leher Rhett karena takut jatuh namun tampaknya tidak mungkin karena suaminya memeluk erat dirinya.

__ADS_1


"Ngapain ke kamar? Bukannya tadi mau kerja sambil nikmatin halaman rumah papi ya?" tanya Kaia bingung.


"Nggak jadi! Aku mau menikmati squishy mu yang makin besar alami tanpa silikon!" jawab Rhett asal yang membuat Kaia memukul dada suaminya kesal.


"Enak aja aku pakai silikon! Asli tahu!" umpat Kaia sebal.


"Aku tahu. Kan udah aku pijat tiap malam" ucap Rhett dengan wajah usil.


"Astaga suamiku makin mesum!" bisik Kaia.


"Lho itu mau dibawa kemana Kaia, Rhett?" tanya Duncan.


"Ngamar pa!" sahut Rhett cuek dan masuk kamar mereka di lantai dua Terdengar suara pintu dikunci.


Duncan dan Rhea melongo lalu tertawa terbahak-bahak. "Astaga menantuku!"


***


Usai acara tengok baby yang membuat Kaia dan Rhett lemas, keduanya pun tiduran sembari berpelukan dengan tubuh polos.


Rhett memandang takjub perut istrinya yang membuncit apalagi tahu darah dagingnya sedang tumbuh di dalam sana.


"Kamu tahu. Kieran pernah bilang kalau perempuan hamil itu makin seksih. Awalnya aku tidak percaya tapi sekarang aku baru tahu bahwa kamu hamil malah membuatmu tambah menggairahkan" goda Rhett sambil mengelus perut Kaia.


"Bukannya aku makin besar ya?" tanya Kaia yang merasa insecure.


"Besar squishynya itu lho yang bikin aku pusing selalu ingin menyicipi sebelum nanti saingan sama si boy."


Kaia mendelik. Bisa-bisanya anak dijadikan saingan.


"Kok kamu gitu sih?" protes Kaia.


"Iyalah! Mana aku harus puasa 40 hari setelah kamu lahiran dan setelahnya kamu pasti lebih mementingkan anak kita" gumam Rhett sambil manyun.


Kaia menatap tidak percaya. "Astaga suamiku" kekehnya. "Kenapa kamu seperti ini sih?"


"Sindrom takut diduakan anak?" Rhett menangkup wajah Kaia. "Love you so much Z. Sangat!"


"Terimakasih Mr O'Grady. Mau menerima aku yang penuh kekurangan ini" senyum Kaia.


"You're the one and only Z. Dan aku bersyukur bisa bertemu dengan mu, menikah denganmu dan sekarang berproses menjadi orang tua buat anak kita yang masih dalam perut" Rhett melu*mat bibir Kaia. "Ingat, aku tetap nomor satu, anak nomor dua!"


Kaia melongo. "Fase julid masih berjalan pak?"


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2