My Rey

My Rey
Second Phase of Drama Korea


__ADS_3

Eiji sibuk berlatih di Balai resital Kertanegara dengan didampingi oleh para murid dari Yamaha Music School. Rencananya Eiji akan membawakan sepuluh lagu hits nya dan akan mengajak Maira menjadi pasangannya.


Ayame masih memeriksa semua persiapan sebelum konser besok Rabu sedangkan Gozali bersama para anak buahnya memeriksa parameter untuk keamanan jalannya resital. Gozali baru mengetahui banyaknya fans Eiji apalagi para gadis-gadis ABG. Gozali mengakui memiliki fisik tampan dan mirip model tapi jago bermain piano, adalah daya tarik tersendiri.


"Ayaaaa!" panggil Eiji di tengah-tengah panggung.


Ayame datang dengan membawa iPad dan memo lalu menghampiri Eiji yang duduk di kursi depan grand pianonya.


"Apa Eiji?" tanyanya malas. Paling minta diambilkan minum.


"Maira belum datang?" tanyanya.


Maira lagi!


"Belum! Dia ujian skripsi!" jawab Ayame ketus.


"Ah aku lupa! Moga-moga lulus ya tuh anak! Biar bisa ikut ke Jepang" ucap Eiji dengan mata menerawang.


AAAPPAA? Maira akan ke Jepang? Ngapain?


"Ngapain Maira ke Jepang?" akhirnya Ayame menanyakan hal itu ke Eiji.


"Liburan lah! Nanti habis Duncan dan Rhea menikah, rencana bulan madu mau ke Kyoto sekalian kenalan para saudara disana. Aku sudah bilang sama Oom Antasena, papanya Maira, mau ajak ke Jepang juga sekalian dan dikasih ijin." Eiji nyengir dengan wajah tanpa dosa.


Ayame nyaris meremas memo yang dipegangnya mendengar ucapan Eiji itu.


"Ohya Aya, kamu sudah mengosongkan jadwalku satu setengah bulan ini kan? Aku mau di Jakarta membantu Rhea melatih lagi bermain piano. Jadi kalau kamu nggak ada jadwal di aku, mending kamu balik aja ke Tokyo daripada disini kelamaan nungguin aku." Eiji berbicara panjang lebar tanpa beban.


Ayame menatap Eiji dengan sendu. "Aku mau tinggal di Jakarta sampai acara pernikahan Rhea. Lagipula aku butuh refreshing dan kemarin Rhea menawarkan tinggal di apartemen miliknya selama disini."


"Ya sudah. Terserah kamu!" Eiji kemudian memulai latihan lagi tanpa melihat Ayame yang sudah tampak ingin menangis.


Aya, Aya ... Kenapa kamu jadi cengeng sih sekarang? Kemana Aya yang kuat? Jatuh cinta itu menyebalkan! - batin Ayame.


"Kamu jangan panggil-panggil aku dulu! Masih banyak kerjaan di balik panggung!" Ayame kemudian berbalik menuruni panggung tempat Eiji berlatih.


Maaf Aya membuat kamu sedih tapi aku harus bisa meyakinkan kamu kalau kamu memang suka padaku seperti aku sudah jatuh cinta padamu ketika aku sakit dulu dan kamu dengan telaten merawatku. Sikapmu yang membingungkan, harus aku yakinkan meskipun caranya menyakitkan. Eiji memandang kepergian Ayame dengan sendu.


***


Duncan dan Javier sibuk membicarakan soal kerjasama yang mereka sepakati bersama ketika sepupu mereka, Miki Al Jordan menelpon via video call bersama dengan Joshua.



"Lho kamu nggak ngajar J?" tanya Duncan.

__ADS_1


"Aku off hari ini jadi bisa menelpon kalian. Hai, Javi" sapa Joshua.


"Halo bang. Duo JM gimana?" tanya Javier.


"Ampun deh, kayaknya ikut mommy semua bar-barnya" kekeh Miki.


"Lha pada kemana si kembar?" tanya Duncan.


"Diculik mom dan dad ke Disneyland Tokyo. Ya sudah, kita berduaan deh. Ohya, Ayame gimana?" tanya Miki.


Joshua dan Miki sudah diberitahukan oleh Duncan dan Javier sebelumnya, keduanya hanya berharap sepupu selengekannya bisa mendapatkan Ayame.


"Kenapa sih nggak langsung main todong aja. Will you marry me? Seperti aku dan Duncan?" omel Joshua.


"Abang, beda lah! Ini soalnya ada dua orang lagi yang masih ragu-ragu dengan perasaannya. Jangan disama ratain dong!" protes Miki.


"Tapi kamu langsung mau meskipun masih belum yakin juga" sahut Joshua.


"Lha kalau aku tolak nanti Abang manyun" cengir Miki yang disambut tawa oleh Javier dan Duncan.


"Kalian malah berantem" kekeh Javier.


"Jadi, Eiji mau tinggal di Jakarta sekalian melatih Rhea?" tanya Miki kembali ke topik.


"Iya, Eiji akan membantu Rey melancarkan lagi jari-jarinya yang kaku bermain piano sampai kami menikah dan Ayame kemarin bilang padaku dan Rey akan tinggal di Jakarta menunggu Eiji pulang ke Tokyo bersama kami" ucap Duncan.


"Rencananya akan ke Kyoto sebelum kami ke London lalu ke New York."


"Ayame akan tinggal dimana?" tanya Miki.


"Apartemen milik Rey."


***


Gozali sedang mengisap rokoknya ketika melihat sebuah mobil mini Cooper bewarna biru parkir di tempat parkiran bersebelahan dengan Rubicon hitamnya. Gozali sangat hapal dengan mobil milik Maira karena ada khas tersendiri sebuah bendera Inggris terdapat di spionnya.


Seorang gadis mengenakan kemeja putih dan rok putih turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk balai resital tempat Eiji beelatih.



Gozali menatap Maira, gadis yang baru datang itu dengan tatapan tidak berkedip bahkan rokok di tangannya pun tidak dihiraukan.


"Halo bang Goz. Kak Eiji di dalam kah? Aku sudah dikasih pass VVIP card dari kak Aya" sapa Maira sambil menunjukkan card id nya.


"Iya. Eiji di dalam." Gozali masih menatap wajah yang membuatnya amburadul otaknya beberapa hari belakangan ini.

__ADS_1


"Ya udah, aku ke dalam dulu ya." Maira pun berjalan masuk melewati Gozali namun lengannya ditahan pria itu.


"Kamu katanya sidang skripsi. Gimana hasilnya?" tanya Gozali lembut.


Maira menatap Gozali "Lulus lah bang! Maira gitu lho!"


"Kok kamu nggak pakai rok hitam? Kalau sidang kan bajunya putih hitam?"


Maira tersenyum manis. "Nanti dikira Maira anak magang jadinya Maira ganti rok dulu di kampus." Gadis itu lalu melihat lengannya yang masih dipegang Gozali. "Bang, tangannya."


Gozali terhenyak ta sadar masih memegang lengan ramping itu. "Maaf" ucapnya pelan dan melepaskan pegangannya.



"Nggak papa bang. Mai masuk dulu, mau bilang sama kak Eiji kalau sudah selesai sidang skripsi. Jadi bisa ke Jepang bareng mbak Rhea dan bang Duncan nanti habis menikah." Gadis itu pun masuk ke dalam ruangan.


Ke Jepang? Bersama Eiji? Nggak bisa dibiarkan!


Maira berjalan menuju panggung Eiji dengan dada berdebar-debar. Mamaaaa, jantung Mai nggak kuat! Dipegang sama bang Gozali tadi bikin jantung Mai deg-degan.


Eiji melihat Maira lalu tersenyum lebar.


"Maira sayaaanggg! Gimana ujian skripsinya?" tanya Eiji sengaja dibuat keras suaranya agar Ayame dan Gozali mendengar.


"Alhamdulillah lulus kak!" Maira langsung mendapat pelukan dari pria tampan itu dan membuat orang-orang disekitarnya iri.


"Bagus!" ucapnya sembari melerai pelukannya ke gadis itu. "Itu namanya adik kakak yang pintar!" bisiknya ke sisi telinga Maira agar tidak terdengar oleh Gozali dan Ayame yang melihat keduanya.


Namun posisi Eiji dan Maira yang berdiri dan pria itu berbisik di sisi kiri telingan Maira membuat tampak dirinya dicium oleh Eiji.


Gozali dan Ayame yang melihatnya adegan itu menatap dengan perasaan sesak.


Tidak bisa dibiarkan Eiji melangkah lebih jauh! - Gozali.


Aku harus bisa merebutnya dari Maira. - Ayame.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Maaf kalau slow respon atau nggak crazy up hari ini. Eike bener-bener flu berat, hidung meler, kepala puyeng.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2