My Rey

My Rey
Aku Sudah Melamarmu - Season 2


__ADS_3

Rhett dan Kaia sekarang berada di ruang kerja gadis itu, ruangan minimalis bernuansa putih sesuai dengan warna favorit Kaia.



"Silahkan duduk Mr O'Grady" ucap Kaia sopan.


"Benar-benar seleramu Z" ucap Rhett sembari melihat sekeliling ruangan Kaia yang tidak terlalu luas tapi tampak cozy.


"Ruanganku ya seleraku lah!" ucap Kaia judes.


Rhett tersenyum. "Pedasnya tuh bibir!"


"Kenapa?" Mata biru Kaia mendelik ke Rhett yang sekarang duduk di seberang sofa.


"Kamu hutang penjelasan padaku!" Rhett menatap Kaia dalam.


"Hutang penjelasan yang mana?" tanya Kaia dengan wajah polos.


"Kenapa kamu pulang tanpa memberitahu aku?"


Kaia terbahak. "Memangnya kamu siapa Rhett? Kamu bukan papiku, kamu bukan kakakku, kamu bukan saudaraku. Kamu hanya rekan bisnis papiku."


Rhett berdiri dan duduk di sebelah Kaia yang langsung siaga satu.


"Aku pria yang akan menjadi pendamping hidupmu."


Kaia melongo. Astaghfirullah! Ada ya orang pedenya kayak gini!


"Seriously Mr Butler. I don't love you!"


"Yet!" sanggah Rhett dengan pedenya.


"Maaf Mr Rhett O'Grady, pernyataan anda saya tolak." Kaia pun berdiri. Rasanya kepalanya langsung pusing mendengar pernyataan Rhett yang pede abis. Aku butuh kopi espresso yang paling kuat!


"Tinggalkan Arjuna! Menikah lah denganku, Z." Rhett pun ikut berdiri menyusul Kaia yang hendak keluar ruangannya.


Kaia berbalik. Apa? Tinggalkan Arjuna? Kaia rasanya ingin tertawa guling-guling.


"Kalaupun aku meninggalkan Arjuna, belum tentu juga aku mau menikah dengan mu Mr O'Grady."


Rhett tersenyum licik. "Aku sudah melamar mu ke Mr Blair."


Kaia terbelalak. "AAAPPAA?!"


Rhett semakin lebar senyumnya melihat wajah marah Kaia. "Serius Z, aku sudah melamar mu!"


Kaia berbalik dan membuka pintu ruangannya hendak menemui Duncan. Ketika berjalan menuju laboratorium, tangan kiri Kaia ditarik oleh Rhett dan Kaia pun berbalik lalu meninju wajah tampan Rhett. Pria itu mundur beberapa langkah tidak siap menerima tinju dari seorang gadis cantik berambut pirang itu.

__ADS_1


"Dengar baik-baik Mr O'Grady. Aku tidak akan menikah denganmu!" mata biru Kaia berkilat marah.


"Kaia? Apa yang terjadi?" Duncan mendengar suara ribut-ribut lalu keluar bersama Levi.


Sepupu tampan Kaia itu hanya tersenyum smirk melihat Rhett mengusap-usap rahangnya.


"Kena bogem Rhett?" ledek Levi. Rhett hanya tersenyum tipis.


Duncan menepok jidatnya. "Astaghfirullah! Kaia! Minta maaf sama Rhett!"


"Papi! Apa benar pria itu sudah melamar Kaia ke papi?" tanya Kaia marah dan mengejutkan Levi.


Duncan mengangguk. "Baru tadi Rhett meminta kamu menjadi istrinya."


"Dan papi menerimanya?" Mata biru Kaia memincing ke arah Duncan.


"Papi sih menerima tapi kan kamu yang menjalani" jawab Duncan enteng.


"Papi, read my lips. Kaia menolak menikah sama pria itu!" Kaia lalu berjalan menuju lift diikuti oleh Levi meninggalkan Duncan dan Rhett.


Setelah putri dan keponakannya masuk lift, Duncan menatap Rhett.


"Bagaimana Rhett? Enak di bogem putriku?" kekeh Duncan. "Setidaknya kamu tidak sampai dibanting. Setelah merasakan bogem dari putriku, apakah kamu masih mau mengejarnya Rhett?"


Rhett tertawa kecil. "Pukulan putri anda kuat sekali ternyata."


James datang dengan membawakan kompres untuk tuannya. Wajahnya mulai sedikit membengkak.


"Sejujurnya Sir, saya sudah jatuh cinta dengan putri anda sejak pertama kali bertemu. Hanya saja dia sudah punya kekasih tapi saya akan menjalankan misi merebut Kaia dari kekasihnya" ucap Rhett tegas.


Duncan melongo. "Kekasih?" Tiba-tiba pria paruh baya itu teringat misi Kaia dan Arjuna. "Oh maksudmu Arjuna?" tanya Duncan sambil tersenyum simpul. Sumpah demi apapun, dia ingin tertawa terbahak-bahak tapi Duncan membiarkan Rhett salah sangka supaya dia tahu sendiri siapa itu Arjuna.


"Yes, Mr Blair."


"Semoga misimu berjalan dengan sukses, Rhett. Buktikan pada Kaia kalau kau memang pantas untuknya."


Rhett tersenyum. "Apakah anda benar-benar merestui saya dengan Kaia, Mr Blair?"


"Dengar, Rhett. Aku selalu respek dengan pria yang tanpa tendeng aling-aling langsung meminta anak gadis seseorang itu kepada ayahnya. Karena bagi seorang ayah, kehilangan anak perempuan untuk suaminya merupakan kesedihan tersendiri. Anak perempuan itu permata hati yang tidak ternilai dan aku ingin mendapatkan anakku suami yang terbaik, baik perilaku, benar-benar mencintai dan melindungi dirinya."


"Kaia kiblatnya untuk mencari suami adalah aku, papinya sendiri karena dia sering mendengar cerita bagaimana aku sudah mencintai maminya sejak dalam kandungan hingga kami menikah sekarang hampir 25 tahun. Kaia ingin mendapatkan suami yang benar-benar tulus mencintai dirinya karena dirinya sendiri bukan karena dia putri Duncan Blair, cucu dari Edward Blair dan Abimanyu Giandra."


"Jika kamu merasa sebagai kandidat terbaik untuk Kaia, buktikan pada putriku bahwa kamu adalah jodoh nya yang akan menjadi imam di kehidupan rumah tangga kalian."


Rhett menatap pria paruh baya yang masih tampan itu dengan tatapan menghormati.


"Ucapan anda akan selalu saya ingat Mr Blair. Saya mencintai putri anda dan perjuangan saya untuk mendapatkannya sangatlah sulit dan saya tidak akan membuatnya terluka atau pun menyakiti dirinya."

__ADS_1


Duncan menatap Rhett dalam mencari kebohongan di mata biru pria yang lebih muda darinya. Duncan tidak menemukan itu.


"Semoga misimu berjalan Rhett. Aku memang merestuimu tapi kembali lagi ke Kaia."


"Tenang Mr Blair. Saya akan membawa putri anda ke hadapan penghulu."


***


"Apa-apaan dia! Bisa-bisanya main lamar aku via papi?! Haaaahhhh!" Kaia terus memukul samsak di sebuah gym dekat perusahaan papinya.


Levi yang hanya duduk melihat sepupunya menyalurkan semua emosinya hanya tersenyum simpul.



"Tapi aku salut lho Kai, dia berani melamar mu lewat Oom Duncan. Kayaknya Oom Duncan lagi kena déja vu soalnya dulu beliau kan melamar Tante Rhea sejak mamimu masih dalam perut.


"Hah! Maksudmu, papi lagi kena karma gitu?" sahut Kaia sambil terus memukul samsak. Peluh mulai bercucuran di wajah, leher dan tangannya.


Kaia menghentikan acara pukul samsaknya. Gadis yang hanya mengenakan tank top putih lalu mengambil botol minum dekat Levi.



"Harusnya tadi aku nggak cuma bogem. Lupa aku banting saking emosinya!"


"Coba kamu pikir Kai. Tidak ada pria yang seberani Rhett. Dia pasti hanya ingin dirimu, bukan nama belakang mu, bukan kekayaanmu. Sekarang cari pria yang mengaku mencintaimu tapi berani menghadapi papimu itu langka lho Kai."


"Levi Anthony Reeves. Aku tidak mencintai Rhett!"


"Posisi Rhett sama dengan papimu saat mengejar mamimu."


"Mamiku juga jatuh cinta dari kecil dengan papiku!"


"Apa bedanya? Witing tresno jalaran Soko kulino. Ingat lah pepatah itu. Kamu kan belum mengenal Rhett lebih jauh. Coba saja kamu mencoba melihat bagaimana dia sebenarnya. Setelah itu terserah padamu, take it or leave it."


Kaia memikirkan ucapan Levi. Apa iya aku harus melihat dia seperti apa. Papi pasti sudah tahu Rhett bagaimana sebab kalau tidak, nggak mungkin papi iyain lamaran Rhett.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Maaf telat


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2