My Rey

My Rey
Arjuna Samudera - Season 2


__ADS_3

Rhett meletakkan Kaia di kursi sofa pesawat pribadinya yang mirip-mirip dengan pesawat milik sang papi. Wajah gadis itu benar-benar ditekuk judes. Mata birunya menatap tajam Rhett seolah ingin membumihanguskan pria itu.



"Kalau kamu Supergirl, mungkin aku sudah gosong dengan sinar laser dari mata birumu yang indah. Beruntung kamu Kaia bukan Kara si Supergirl jadi aku masih aman." Rhett menatap Kaia dengan wajah menggoda.


Tak lama pesawat pun tinggal landas. Kaia hanya bersidekap dengan wajah cemberut bahkan tidak memperdulikan tas Hermès Birkin nya yang sudah diletakkan di sebelahnya oleh Rhett.


Rhett sendiri duduk di sofa tunggal dekat jendela sembari membuka laptopnya. Sesekali dia melihat gadis cantik yang menggemaskan dengan wajah cemberut seperti itu.


"Jangan ditekuk begitu mukanya, kita masih satu jam perjalanan. Nanti kerutanmu bertambah lho!" goda Rhett.


Kaia tetap mengacuhkan Rhett sampai suara ponselnya membuatnya bereaksi dan membuka tas nya. Wajahnya langsung sumringah melihat siapa yang mengirimkan pesan.


"Siapa yang mengirimkan pesan padamu?" tanya Rhett penasaran melihat perubahan wajah Kaia.


"Bukan urusanmu Butler!" sahut Kaia judes.


"Tentu saja menjadi urusanku karena kamu di dalam pesawat ku!"


"Yang kamu paksakan masuk ke dalam pesawat mu!"


"Ngomong-ngomong dadamu lumayan juga untuk ukuran gadis sekurus kamu. Apakah itu asli?" Rhett menaik turunkan alisnya.


Kaia melongo. Astaga ini orang! Benar-benar pelecahan!


"Tentu saja tidak! Aku pakai silikon!" jawab Kaia asal.


"Sayang sekali karena tampaknya dadamu asli."


Whoah! Orang ini! Kok bisa papi kasih ijin sama orang mesum seperti ini? Awas papi yaaa!


Kaia memindai pesawat Rhett dan mengkalkulasi pengawal dan asistennya yang menyebalkan 11-12 dengan tuannya.


"Apa kamu kagum dengan interior pesawat ku Z?"


Kaia menoleh. "Z? Zombie?" Fix, aku kebanyakan nonton film zombie sama mami dan Necan Dara jadinya begini deh! Kaia teringat dulu Necan Dara mengajaknya nonton the world of Z gara-gara Brad Pitt yang main.


Rhett terbahak. "Kalau kamu zombie, berarti zombie tercantik yang ada. No, Kaia aku lebih suka memanggil nama tengah mu. Zanitha bukan?"


"So?"


"Zanitha itu artinya lembut tapi dirimu berbeda 180°. Kok bisa Mrs Blair yang lembut mempunyai putri bar-bar seperti dirimu?"


"Buktinya bisa! Meskipun aku bar-bar bukan berarti aku membabi buta melakukan kebar-baran ku." Kaia menghitung jarak antara lorong pesawat dengan pintu keluar. Apa aku lakukan diluar ya? Spacenya lebih luas.

__ADS_1


"Aku lebih suka memanggilmu Zanitha agar kamu tahu bahwa ada unsur lembut di dirimu."



"Look pal, aku bukan lelembut!"


"Lembut Z, lembut! Bukan lelembut! Sebenarnya apa sih lelembut?" Rhett mengernyitkan alisnya.



"Cari saja sendiri artinya! Kan ada laptop di depanmu!" sahut Kaia cuek.


Astaga gadis ini! Rhett mencari arti kata 'lelembut' dan tertawa ketika mengetahuinya.


"Astaga Z! Kamu itu peri bukan lelembut!"


"Anggap saja begitu." Kaia lalu mengetik sesuatu di layar ponselnya lalu tak lama suara notifikasi pun masuk dan senyum cantiknya semakin lebar.


"Seriously Z, siapa yang mengirimkan pesan padamu?" Rhett benar-benar tidak suka ada seseorang yang membuat Kaia tersenyum seperti itu. Harusnya senyum mu itu untukku, Z.


"Privacy Rhett, privacy. Ingat amandemen ke empat."


Rhett mencondongkan tubuhnya ke arah Kaia. "Kamu memegang paspor Inggris, aku memegang paspor Irlandia. Kita bukan warga negara Amerika jadi tidak ada amandemen ke empat!"


"Tapi kita masih ada di udara Amerika jadi amandemen itu berlaku dan pesawat mu tidak ada hukum diplomatik, so masih berlaku amandemen itu, Mr O'Grady." Kaia menatap tajam Rhett.


Rhett terhuyung ke belakang memegang perutnya yang rasanya seperti semua organnya terpisah dari tempat nya.


"Uhuk! Gosh Z!" wajah Rhett memucat.


"Jangan macam-macam Mr Rhett O'Grady kalau anda tidak mau terkena aset Anda yang berharga" senyum smirk Kaia sambil meniup-niup kepalan tangannya.


Rhett berusaha untuk duduk kembali ke kursinya. James dan beberapa pengawal yang melihatnya ingin membantu bossnya memilih mundur setelah melihat kode dari tuannya. Dalam hati James tertawa bossnya kalah dengan gadis langsing itu.


Rhett terduduk di kursi seberang Kaia yang sekarang duduk santai sambil menyilangkan kaki jenjangnya. Ya ampun gadis ini benar-benar!


Kaia akhirnya mengambil novel di dalam tasnya dan memulai membaca karena setengah jam lagi mereka mendarat.


Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua hingga pesawat mendarat dengan sempurna di Edward Lawrence Logan International Airport Boston. Kaia mengambil koper Louis Vuitton dan berjalan melenggang meninggalkan Rhett yang masih mengambil koper Globe-Troternya.


Mata biru Rhett melihat Kaia berlari menuju ke seorang pria tampan yang mengenakan turtle neck hitam. Keduanya saling berpelukan bahkan pria itu mencium pipi Kaia hangat.



"Z!" teriak Rhett yang merasa kesal ditinggal oleh Kaia.

__ADS_1


Pria itu mengatakan sesuatu ke Kaia dan gadis itu hanya mengedikkan bahunya. Rhett lalu menghampiri keduanya.


Pria tampan ini tinggi bahkan lebih tinggi dari Rhett yang memiliki tinggi 185cm. Rhett mengira tingginya sekitar 188-189cm.


"Siapa ini Kai?" tanya pria itu sembari memeluk bahu Kaia dengan posesif.


"Taksi udara ku" jawab Kaia cuek.


"Hei! Enak saja kamu bilang pesawat ku taksi!" protes Rhett.


"Look man, Terimakasih sudah mengantarkan Kaia ku." Pria itu lalu menatap Kaia. "Yuk pulang."


Kaia mengangguk lalu menatap Rhett dengan senyum manis. "Terimakasih atas tumpangannya. Oh maaf atas perutmu. Semoga kita tidak bertemu lagi Mr O'Grady."


Pria yang di sebelah Kaia menaikkan sebelah alisnya. "O'Grady?"


Kaia mengangguk. "Rhett O'Grady, Arjuna Samudera."


Kedua pria itu saling berjabat tangan namun masing-masing saling menatap tajam.


"Kau benar Kai, sebaiknya untuk tidak bertemu dengan pria ini lagi" kekeh Arjuna dengan nada sinis.


"Tenang saja, aku sudah memberinya hadiah" cengir Kaia.


Arjuna tersenyum lalu mencium pelipis Kaia. "That's my girl."


Rahang Rhett mengeras melihat kemesraan keduanya.


"Bye Mr O'Grady. Sekali lagi. Terima kasih." Kaia dah Arjuna pun berjalan menuju pintu keluar sambil berpelukan meninggalkan Rhett yang masih melongo dengan kejadian yang tidak terduga.


Siaaalllaaaaannn !!!


"Boss? Are you okay?" tanya James takut-takut.


"NO! I'm NOT OKAY!" bentak Rhett yang langsung mengambil langkah lebar-lebar dengan wajah kesal.


Boss sih ngincer nya nona Kaia. Saingannya banyak boss!


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2