
Eiji datang kembali ke mansion Giandra dengan wajah bahagia. Bagaimana tidak, setelah drama kena jewer papanya dan mendapatkan pelototan papa Ayame, akhirnya restu pun di tangan. Eiji berencana menikahi Ayame dua bulan setelah Duncan dan Rhea menikah.
Rhea yang menyambut kedatangan Eiji di depan pintu rumahnya, tersenyum manis melihat wajah sumringah teman latihan pianonya.
"Assalamualaikum semua!" sapanya kepada orang-orang yang berada di ruang makan sedang menikmati sarapan.
"Wa'alaikum salam."
"Astagaaaaa, biang kerok datang lagi kemari?" omel Duncan.
"Bukankah elu kangen ma gue D?" sahut Eiji sembari memeluk sepupunya dan mencium keningnya yang sedang duduk di kursi.
"Astaganagaaa! Eiji! Jijay banget chuy!" umpat Duncan sambil mengelap keningnya. "Lu pulang dari Tokyo kenapa jadi belok sih?"
"Dan keributan pun kembali terjadi" keluh Abi yang membuat Dara dan Rhea tertawa.
***
Abi dan Duncan berangkat kantor bersama dan tinggal Dara, Rhea dan Eiji di rumah. Ketiganya masih menikmati camilan di meja makan.
"Ayame nggak ikut ke Jakarta, Ji?" tanya Dara.
"Aya-aya masih membereskan pekerjaan disana Tan. Kan aku mau cuti lama sampai Rey menikah setelah itu aku persiapan nikah juga. Masa D boleh merit aku kagak" ucap Eiji santai.
"Terus kak Ayame tetap menjadi manajer kakak?" tanya Rhea.
"Manajer segala bidang nantinya, hati, rumah, pekerjaan. Kayaknya kakak mau coba belajar perusahaan PRC group yang sekarang dipegang Keanu. Bukan apa-apa, kakak nggak mau Aya-aya terlantar nantinya karena kakak tidak bisa menghidupinya dari musik."
"Ji, kayaknya Ayame bukan tipe cewek matre deh!" komentar Dara.
"Dia memang bukan tipe begitu tapi..."
"Eiji, dengarkan Tante. Kamu menyukai musik, kamu mendapatkan rejeki dari bermusik. Jangan pernah berpikir bahwa Ayame tidak pernah menghargai pekerjaan kamu. Pertama kali Ayame mengenlmu sebagai apa?"
"Pianis selengekan" jawab Eiji.
"Apakah selama dua tahun mengurus dirimu, Ayame pernah bertanya tentang keluarga mu?" Eiji menggeleng.
"Ayame tidak pernah bertanya meskipun akhirnya papa dan mama mengenal Ayame dan meminta agar dia menjagaku" Eiji menatap Dara.
"Kamu sudah bertemu dengan gadis yang melihatmu sebagai Eiji bukan Eiji putra Alex Reeves, salah satu pewaris PRC group."
"Apa pekerjaan orangtua kak Aya?" tanya Rhea.
"Oom Takeshi Agasa adalah seorang guru, mama Nadya adalah seorang penerjemah bahasa Jepang Indonesia."
__ADS_1
"Keluarga terpelajar, tidak heran Ayame juga baik attitude nya" komentar Dara.
"Benar kan Tan? Eiji nggak salah pilih" cengir pria tampan itu.
"Iya nggak salah pilih tapi salah bikin drama."
"Lho kalau itu salahkan Javier" kekeh Eiji.
***
Kehidupan keluarga Giandra pun berjalan lancar, dengan kerusuhan di dalamnya karena keributan yang terjadi antara Duncan, Gozali dan Eiji membuat ketiga kekasih mereka pun pusing.
Antasena dan Naina memberikan restu kepada Gozali untuk berpacaran dengan Maira karena mereka tahu bagaimana kepribadian pria itu. Antasena merasa lebih tenang karena putri semata wayangnya memilih pria yang tidak jauh-jauh dari keluarga mereka.
Duncan dan Rhea pun semakin dekat untuk acara pernikahan mereka yang rencananya akan dilaksanakan di mansion Giandra karena hanya keluarga yang hadir. Pihak McGregor, Mike dan Nabila menyatakan diri datang, sedangkan Mario diwakili oleh Brad McGregor yang sudah menikah dengan gadis asal Turki bernama Hannah.
Pihak Al Jordan, Hiro dan Shanum akan datang lengkap termasuk Mamoru yang sudah bertunangan dengan seorang dokter bedah asal Belanda bernama Ingrid, Miki datang bersama Joshua dan si kembar Josephine serta Marissa. Masayuki akan datang bersama Abian dari Boston karena Yuki mengambil S2 di MIT.
Panji, putra Reza Pratomo, akan datang bersama Raras istrinya dan Arga putra mereka. Alex dan Midori serta Alexa dan Jeffry Lee pun akan hadir bersama Kenzo dan Keanu serta istri-istri mereka.
Javier dan Valora akan datang mewakili kedua orangtuanya, Jammie dan Vivienne yang tidak bisa hadir karena kondisi Vivienne pasca kecelakaan ski yang harus beristirahat lama.
"Alhamdulillah Tante Vivienne gak datang" ucap Eiji yang langsung kena keplak oleh Duncan.
"Bro, kalau Tante Vivi datang, bisa gegeran nanti, kan kacau acara nikah kau" kekeh Eiji.
"Berarti pas lu merit nanti sama Ayame, Tante Vivi sudah sembuh. Silahkan merusuhi bareng Valora" kekeh Duncan.
"Oh No! Aaaarrggghhh kenapa karma datangnya instan siiihhh!" keluh Eiji yang disambut tawa oleh Gozali, Duncan, Rhea, Ayame dan Maira.
"Ghani pulang dik?" tanya Gozali ke Rhea.
"Katanya mas Ghani sih bisa pulang" jawab Rhea.
"Lama banget aku nggak ketemu mas Ghani" sahut Maira.
"Ghani dengan Alexandra gimana kabar?" tanya Duncan ke Rhea.
"Kata Daddy masih nggak jelas. Mas Ghani kan kalau telpon Rhea nggak pernah cerita soal kehidupan pribadinya, paling cerita kasus bareng kak Raymond."
"Alexandra apanya Ghani?" tanya Ayame.
"Alexandra adalah seorang dokter forensik tapi selalu musuhan sama G. Waktu aku di New York, melihat sendiri keduanya nggak bisa akur."
"Macam Diajeng ku padaku" kerling Eiji ke arah Ayame yang sudah melotot.
__ADS_1
"Bro, serius kamu panggil Ayame Diajeng?" kekeh Gozali.
"Serius lah! Biarpun gue bule kecipratan Asia gini, tapi gue lebih suka budaya Jawa. Asal tahu ya, kadang papa manggil mama 'diajeng' lho. Menurut aku sih itu panggilan mesra dan berbeda dari yang lain. Ya nggak Diajeng?" goda Eiji ke Ayame yang langsung memerah wajahnya.
"Astagaaaaa! Kukira Duncan yang sudah sedeng, ternyata sepupunya lebih edan" gelak Gozali.
Suara keenam pria dan wanita dengan fisik paripurna itu terdengar ramai di halaman belakang. Dara dan Abi yang sedang menonton TV hanya bisa saling tersenyum melihat akurnya anak-anak disana.
Duncan dan Rhea duduk saling berpelukan, Eiji dan Ayame duduk berjauhan karena sedang ribut, Gozali dan Maira saling menempel satu sama lain.
"Ya ampun mas, anak-anak ternyata sudah pada dewasa dan kita semakin tua" kekeh Dara.
"Mas bersyukur anak-anak semuanya rukun dan bisa bersikap dewasa jika menghadapi permasalahan. Kita semua keluarga dan mas tidak mau ada gegeran lah." Abi memeluk Dara sembari mengusap-usap bahu istrinya.
"Rhea nanti pergi ikut dengan Duncan meskipun dulu sudah pergi ke New York sendiri tapi sekarang berbeda statusnya. Gozali juga akan punya keluarga sendiri dengan Maira, tinggal Ghani yang belum jelas kehidupan asmaranya."
"Tinggal kita berdua deh Adara" senyum Abi. "Kembali seperti awal kita menikah dulu."
"Kadang aku nggak rela anak-anak cepat sekali besar dan dewasa. Inginku seperti mereka waktu kecil yang selalu merepotkan aku" senyum Dara yang mulai mengembun matanya.
"Namanya siklus kehidupan, Adara. Kita sebagai orangtua, bersyukur anak-anak hidup sesuai dengan keinginannya, jatuh bangun menghadapi hidup dengan dukungan kita sampai bisa berdiri sendiri."
"Iya sih mas. Kita akhirnya berdua lagi."
"Kita bikin adiknya Rhea?" goda Abi.
"Astaghfirullah mas! Eling umur sama encok!" gelak Dara.
"Nek itu nggak bisa dicolong sayang" kekeh Abi sambil mencium pipi istrinya.
"Moooommm! Mau dimasakin apa sama Rhea, Mai dan kak Aya?" tanya Rhea yang sedang berjalan menuju dapur diikuti oleh dua gadis di belakangnya.
"Terserah! Yang enak ya" jawab Dara.
"Gantian kita yang dimanjakan" bisik Abi. Dara tersenyum bangga melihat putrinya sudah dewasa.
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1