
Thomas O'Grady merasa mendapatkan angin segar ketika Duncan Blair menelponnya dan hendak bertemu untuk membicarakan bisnis. Jujur Thomas sangat membutuhkan dana segar untuk menyelamatkan perusahaannya yang sedang kesulitan. Dia sangat ingin kembali hidup high class seperti dulu namun sayangnya pabrik baja di Boston tidak bisa diambil alih oleh dirinya karena milik sang kakak dan sekarang dipegang oleh entah cucu atau anak haram ayahnya.
Mendengar Duncan ingin memberikan investasi ke perusahaan beer dan whisky nya membuat Thomas bahagia karena dua perusahaan itu yang paling banyak memberikan pemasukan. Namun gaya hidup dirinya dan Louisa, membuatnya selalu merasa kekurangan uang.
Thomas lalu menelpon istrinya Louisa.
"Sayang, kamu tahu nggak?"
"Apa?" ucap Louisa dingin. Dirinya sedang menikmati surga dunia dengan gigo*lonya namun suaminya malah menelponnya.
"Duncan Blair ingin menanamkan modal di perusahaan beer dan whisky kita!" ucap Thomas bahagia.
Louisa langsung terduduk sedangkan pria bayarannya manyun karena pekerjaannya terpotong.
"Benarkah? Menurut mu dia tidak tahu kasus empat tahun lalu?" tanya Louisa.
"Tampaknya dia tidak tahu kalau kejadian empat tahun lalu disengaja" kekeh Thomas.
"Berarti dia bodoh!" Louisa tertawa terbahak-bahak yang terdengar mengerikan.
"Kita sedot semua uang milik MB Enterprise agar kita bisa hidup seperti dulu darling." Thomas membayangkan kehidupan jet set khas billionaire akan dia nikmati lagi.
"Aku suka gaya pemikiran mu, Thomas" senyum licik Louisa.
***
Duncan hanya tersenyum mendengar bagaimana antusiasme Thomas O'Grady ketika dirinya hendak menanamkan uangnya di perusahaan beer dan whisky milik klan O'Grady.
Meskipun Duncan tidak ingin bisnis di minuman keras namun dia tetap melakukan agar rencana mereka semua berjalan lancar. Untuk kali ini, Duncan tidak akan menyeret Ghani ikut campur. Duncan tidak mau iparnya berbuat nekad namun suami Rhea itu akan meminta bantuan Ghani jika memang harus dilakukan.
***
Ditemani Levi, Arya dan Gozali, Rhett O'Grady menjadi seorang mualaf di mesjid Islamic society of Boston. Meskipun dirinya sebelumnya berbeda, namun Rhett sudah melakukan sunat waktu kecil karena ayahnya John mengikuti tradisi di Penang Malaysia untuk berkhitan. John O'Grady adalah seorang pria yang gemar belajar apapun termasuk semua agama.
Ketika dia berada di Penang Malaysia, John mengetahui bahwa berkhitan itu baik untuk kesehatan, dia pun melakukan dan juga menyertakan putranya Rhett yang waktu itu berusia dua tahun.
"Jadi sebenarnya elu tuh dah sunat tapi berbeda?" ucap Arya.
"Aku sunat kan karena tinggal di Penang yang notabene mayoritas muslim. Dad adalah orang yang supel jadi ketika mendengar khitan itu bagus langsung deh ikutan dan aku juga sekalian."
"Jadi pada dasarnya John melihat dari sisi medisnya bukan dari sisi agamanya" ucap Gozali.
"Kamu serius pindah?" tanya Levi.
__ADS_1
"Iya karena itulah aku selalu belajar sejak pertama kali bertemu dengan Kaia. Kalian tahu kan alasannya." Rhett menatap ketiganya.
"Semoga istiqamah ya Rhett" ucap Gozali sambil menepuk bahu Rhett.
"Insyaallah."
***
Kaia melongo ketika melihat Rhett berada di deretan para pria yang hendak melakukan sholat Maghrib berjamaah di rumah Abian.
"Kamu..." Kaia tidak bisa melanjutkan kalimatnya saking terkejutnya.
Rhett hanya tersenyum simpul. "Kejutan."
Kaia hanya mengangguk. Alhamdulillah.
"Yuk sholat Maghrib berjamaah" ajak Gozali.
Kaia tersenyum manis yang membuat Rhett semakin berdebar melihat calon istrinya itu.
***
Rhea yang dikabari Duncan langsung berucap "Alhamdulillah."
Duncan sekarang harus bersiap menyusun semua rencananya dengan matang karena dia tidak mau kesalahan sedikit saja dan meremehkan musuhnya yang mampu berbuat apa saja demi kepuasan duniawi.
***
Kaia mempelajari blue print mansion O'Grady yang sekarang dikuasai oleh Thomas dan Louisa. Rhett memberitahukan bahwa blue print ini dibuat dua tahun lalu untuk keperluan renovasi.
"Jadi ketika mereka berada di Jakarta, aku sedang berada di London diminta untuk ke Dublin mengawasi renovasi mansion kakek. Meskipun aku ditunjuk sebagai penguasa klan O'Grady, bibi Louisa selalu bisa membuat drama di pertemuan klan jadi tidak semua percaya akan kemampuan ku. Pada saat aku melakukan pembersihan, tidak semua mau ditambah mereka selalu sinis aku mencoba menyelidiki kematian kedua orangtuaku."
Rhett menghebuskan asap rokoknya.
"Aku memiliki kekuatan absolute klan O'Grady tapi selalu tidak dianggap oleh mereka. Setelah 3,5 tahun berusaha mencari tahu, aku memutuskan untuk menghentikan penyelidikan di hadapan mereka dan memilih pindah ke Boston."
"Dan sekarang mendengar perusahaan yang dibangun dengan susah payah oleh para leluhur hampir bangkrut, ada rasa sayang namun aku tidak berhak disana karena daddyku sudah menyerahkan pada adiknya."
"Dari anggota klan O'Grady, berapa yang percaya padamu Rhett?" tanya Levi.
"Hanya 10% yang percaya bahwa aku pantas menjadi pemimpin."
__ADS_1
Abian dan Gozali saling berpandangan. Devide etc Impera? Lalu kedua pria paruh baya tertawa licik. Rhett yang melihat Abian dan Gozali tampak bisa meraba maksud keduanya.
"Tenang saja Oom, nanti aku berikan daftar siapa-siapa yang mendukung aku, siapa-siapa yang kemakan drama, siapa-siapa yang bisa kalian pengaruhi" cengir Rhett licik.
Abian dan Gozali terbahak. "Welcome to our family, Rhett!"
***
Kaia menatap langit Boston yang malam ini penuh bintang. Banyak hal yang dia pikirkan, Rhett mualaf, pernikahan sebagai syarat, dan cara menghukum Louisa agar sama dengan Omanya. Otak Kaia sedang mengolah bagaimana dia bisa membuat Louisa menderita namun dia juga tidak boleh gegabah.
Menghadapi orang-orang tamak seperti mereka haruslah bermain cantik seperti bermain catur. Ada saatnya kamu menyerang, ada saatnya kamu mundur. Habiskan dulu pion dengan cara hukum bubur panas, melipir baru ratunya dihabisi.
Oma Yuna, apa aku salah jika aku membalas dendam? Necan Dara, maaf aku nggak bisa selembut Necan. Ogan Abi, Opa Edward... Kaia kangen kalian.
Airmata Kaia tanpa sadar mengalir dan semakin deras. Suara isakan gadis itu terdengar oleh Rhett yang memang mencari Kaia.
Pasti teringat Opa dan Omanya.
Rhett teringat ucapan semua sepupu Kaia. Gadis itu jarang menangis tapi jika dia teringat Ogan Abi, Necan Dara, apalagi Oma Yuna dan Opa Edward, dia menjadi pribadi yang rapuh.
"Z..." panggil Rhett.
Kaia menoleh dan mengusap air matanya kasar.
"Maaf. Sekali lagi maaf" ucap Rhett.
Kaia menggeleng. "Sekali lagi bukan salahmu, Butler."
Rhett tersenyum. "Jangan menangis lagi Z. Mereka akan sedih jika cucu kesayangannya menangis." Pria itu duduk di sebelah Kaia dan dengan lembut tangan kekar pria itu menghela kepala Kaia agar bersandar di bahunya.
"Love you so much Z" bisiknya sambil mencium pucuk kepala Kaia.
"Teach me how to love you" bisik Kaia. "I'm so zonk in romance." Rhett tertawa kecil.
"I'll teach you." Rhett mencium bibir Kaia lembut.
***
Yuhuuu Up Malam Bangets Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️