
Arya dan Rhett saling memandang luar jendela pesawat. Semua keluarga tahu kalau Edward dan Yuna Blair sedang bepergian dengan John dan Laura O'Grady karena pasangan Irlandia itu hendak memamerkan galeri barang seni kepada Yuna. Laura adalah seorang kolektor barang seni dan Yuna ditunjuk sebagai kuratornya.
Mereka berempat berangkat dengan dua orang pilot dan dua pengawal menggunakan pesawat Gulfstream G600 terbaru, berangkat dari New York menuju Dublin Irlandia.
Ketika pesawat berada diatas bandara Dublin, tiba-tiba terjadi kebakaran pada mesin pesawat dan membuatnya harus melakukan pendaratan darurat. Namun nahas, pada saat pendaratan darurat roda tidak bisa keluar dan terjadi pergesrekan badan pesawat yang mengakibatkan kebakaran.
Para petugas penyelamat berusaha menolong para korban. Edward dan Yuna berhasil dikeluarkan dengan kondisi lemah, sedangkan John dan Laura bersama dengan pengawal mengalami keracunan Co2 serta mengalami luka bakar serius.
Semua korban bisa dievakuasi namun Edward mengalami serangan jantung setelah dua hari dirawat di rumah sakit yang mengakibatkan Opa kesayangan Kaia itu meninggal. Yuna sendiri masih bertahan hingga sepuluh hari namun akhirnya menyusul Edward karena mengalami luka bakar cukup parah.
John dan Laura O'Grady meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit setelah berhasil dievakuasi karena mengalami luka bakar hingga 60% dan menghirup banyak karbondioksida.
Duncan dan Rhea sangat terpukul atas musibah yang menimpa kedua orangtuanya. Apalagi Kaia dan Aidan yang juga setahun sebelumnya harus kehilangan Ogan Abi dan Oma Dara. Rhea bahkan sampai pingsan beberapa kali. Dalam dua tahun kehilangan empat orang tua yang sangat disayangi dan dicintai membuat Rhea dan Kaia shock berat.
Rhett sendiri hanya hadir saat pemakaman kedua orangtuanya di makam keluarga O'Grady di kota Cork. Setelahnya dia mengirimkan karangan bunga kepada Duncan Blair karena dia masih harus mengurus penyelidikan kecelakaan itu ditambah dia belum ditunjuk sebagai pengganti ayahnya yang meninggal.
Beberapa anggota keluarga O'Grady datang ke pemakaman Edward dan Yuna Blair di Edinburgh bersebelahan dengan makam Duncan McGregor, Mike Cahill dan Nabila Pratomo.
Kini sudah empat tahun tragedi kecelakaan itu, Rhett masih belum bisa menemukan penyebab rusaknya pesawat yang baru dibeli ayahnya dua Minggu sebelum kecelakaan.
Pihak The Air Accident Investigation Branch ( KNKT Inggris ) menemukan black box dan hanya mengatakan ada malfungsi di pesawat baru itu. Pihak Gulfstream sendiri menolak adanya malfungsi karena semua komponen baru dan sudah lolos uji kelayakan terbang.
Bagi Rhett dan beberapa anggota keluarga klannya, selama penyelidikan empat tahun ini tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan hingga Rhett melakukan penyelidikan independen dibantu oleh agen dari Gulfstream yang juga penasaran. Rhett tidak melibatkan anggota keluarganya karena dia sendiri tidak percaya dengan mereka.
"Apa kamu sudah mendapatkan petunjuk, Rhett?" tanya Arya.
"Mulai ada titik terang Ya. Aku hanya mengkhawatirkan kalian akan diincar juga karena ini adalah misi balas dendam yang sudah tersimpan lama."
"Apa kasus yang dulu sempat membuat Opa Edward dan Oma Yuna turun tangan?"
__ADS_1
"Kasus penembakan Oom Ghani? Bukan Ya."
Arya tidak mengerti. Bukankah itu kasus paling besar yang terjadi di New York?
"Ini diluar keluarga kalian tapi lebih menjurus dendam kepada keluarga ku. Sayangnya, Opa Edward dan Oma Yuna menjadi korban salah sasaran."
Arya menatap Kaia yang masih terlelap. "Aku tidak tahu bagaimana hancurnya hati Kaia jika tahu kamu adalah anak John dan Laura karena selama ini aku mengira kamu anaknya Paman Thomas dan Bibi Louisa."
"Kamu pernah bertemu dengan Uncle Thomas?" Rhett tidak menyangka Arya mengenal keluarganya.
"Paman Thomas pernah ke Jakarta dan meminta pengawalnya dari perusahaan keamanan papa jadi aku pernah bertemu. Dan waktu itu Bibi Louisa bilang punya seorang anak laki-laki jadi selama ini kamu yang kukira anak mereka."
"Uncle Thomas tidak bercerita siapa namanya?" tanya Rhett.
"Tidak makanya aku mengira anaknya adalah dirimu."
Rhett melihat Kaia yang masih terlelap. "Nama anak itu adalah Richard dan dia adalah salah satu yang masuk ke dalam daftar tersangka kasus kecelakaan kedua orangtuaku dan Opa Oma Kaia."
"Beruntung kakek Patrick O'Grady memberikan wasiat yang menunjuk bahwa aku yang akan menjadi pemegang semua perusahaan O'Grady jika daddyku meninggal. Jadi semua power keluarga, aku yang pegang tapi aku juga harus selalu waspada karena mereka juga akan mengincar ku."
Arya menatap Rhett dalam-dalam. "Jika kamu terancam, bagaimana dengan Kaia? Apa kamu bisa melindunginya?"
"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Kaia termasuk keluarga ku sendiri!" Rhett menatap Arya dengan tegas.
"Kaia memang belum mencintaimu Rhett tapi jika dia sudah jatuh cinta, dia akan mencintai orang itu dalam. Jadi Rhett, mumpung Kaia belum jatuh cinta padamu, tinggalkan dia karena kamu membahayakan nyawanya!"
Rhett melongo.
***
Kaia sendiri sudah terbangun ketika Rhett bercerita tentang kecelakaan kedua orangtuanya dengan opa Edward dan Oma Yuna. Air matanya pun mengalir mengingat bagaimana dia harus terbang dari New York bersama papi maminya yang sudah benar-benar drop.
__ADS_1
Kaia melihat sendiri bagaimana kondisi kedua opa dan omanya. Sekali lagi Kaia menjadi saksi bagaimana kedua orang saling mencintai harus berpulang hampir bersamaan waktunya karena rasa patah hati yang dalam ditinggal pasangannya.
Ya, Kaia iri dengan rasa cinta dalam antara Ogan Abi - Oma Dara dan Opa Edward - Oma Yuna. Disaat banyak orang bilang bahwa wanita masih bisa kuat jika ditinggal pasangannya, ternyata tidak berlaku di Oma Dara dan Oma Yuna. Keduanya menyusul suami masing-masing setelah mendengar pasangannya telah tiada.
Rhett mendengar isakan Kaia langsung menuju tempat gadis itu.
"Maaf, Z, maaf" ucapnya sambil memeluk Kaia.
"Kenapa kamu tidak bilang ... kalau orangtuamu yang berada satu pesawat dengan Opa dan Omaku?" isaknya.
"Aku ... takut Z. Takut kamu akan membenciku, takut akan meninggalkan ku Z padahal aku jatuh cinta setengah mati padamu."
"Kai" panggil Arya di sisi sebelah Kaia. "Apa kamu mendengar semuanya? Benar dugaan aku dan Aidan bahwa pesawat baru dan sudah uji layak terbang, bisa malfungsi. Nggak masuk akal."
Kaia mengusap air matanya dengan tangannya. "Aku dan papi juga merasakan begitu hanya saja mami tidak mau membuka luka hati. Kamu tahu kan bagaimana mami sampai drop ditinggal Opa Edward dan Oma Yuna? Jadi papi memilih menganggap itu semua takdir."
"Betul itu takdir tapi takdir yang dengan ikut campur tangan manusia berarti keluarga kalian dibunuh!" ucap Arya geram.
Kaia dan Rhett saling berpandangan. "Apa yang harus kita lakukan? Sampai dimana penyelidikan mu?" tanya Kaia.
"Lebih baik kita berunding dengan Oom Duncan dan Levi setibanya kita di New York" sahut Arya.
***
Yuhuuu Up di jam Brunch Yaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1