
Rhea masih berusaha melancarkan jari jemarinya dengan memainkan beberapa lagu-lagu favoritnya dan sesekali Dara memberitahu mana yang salah.
Hari ini mansion Giandra sepi karena Eiji sudah terbang ke Tokyo bersama Ayame karena papa Alex sudah ngeroweng.
"Rhea, ngobrol bentar yuk" ajak Dara.
Rhea pun menurut dan keduanya duduk di ruang tengah.
"Apa mom?" tanya Rhea.
"Mommy dan Daddy berpikir soal pernikahan kamu dan Duncan."
Rhea menatap wajahnya antusias.
"Mommy menyetujui kalian menikah simpel hanya Keluarga dekat saja yang hadir."
Rhea memeluk Dara dengan erat. "Terimakasih mom. Rhea nggak mau pernikahan yang mewah, Rhea maunya pernikahan sederhana hanya Keluarga. Yang penting sah secara agama dan hukum negara."
"Sebulan lagi acaranya, kita belum pesan kebaya lho. Kalau catering, bisa minta Oom Ryu. WO mommy sudah ada orang juga."
"Mas Ghani bisa pulang kan mom?" tanya Rhea.
"Mas Ghani usahain pulang kok. Nanti mommy juga undang Pakdhe Andra dan budhe Marissa."
Andra Prasetya Haryono adalah kakak kandung Dara dan Marissa adalah istrinya. Keduanya sama-sama berprofesi sebagai dokter dan tidak dikaruniai anak karena ada masalah dengan kandungan Marissa. Meskipun sudah berobat hingga keluar negeri, namun tetap saja keduanya tidak bisa memiliki anak. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikmati hidup berdua apalagi setelah Andra berkenalan dengan Nabila Pratomo Cahill pada saat ada seminar di Boston. Andra dan Marissa merasa mendapatkan teman yang sama nasibnya dan berterima kasih mendapatkan support dari sepasang suami istri Cahill itu.
"Pakdhe Andra sekarang kerja dimana mom?" tanya Rhea.
"Pakdhemu sekarang kerja di Aussie jadi mommy sudah jauh-jauh hari bilang agar bisa mengambil cuti dengan budhe mu."
"Mommy, terimakasih." Rhea memeluk Dara kembali. "Rhea sayang mommy."
"Mommy juga sayang Rhea."
***
Duncan dan Abi sedang berada di ruang kerja pria paruh baya itu. Keduanya membahas rencana pernikahan Rhea dan Duncan.
"Jadi Oom Abi dan Tante Dara memenuhi permintaan Rey untuk mengadakan acara pernikahan hanya mengundang keluarga saja?" tanya Duncan.
"Yup. Oom rasa Rhea lebih nyaman jika yang datang adalah keluarga saja. Apalagi keluarga besarmu kan satu RW jumlahnya."
Duncan tertawa. Keluarga besarnya memang banyak!
__ADS_1
"Tante Adaramu saja tinggal dia dan kakaknya mas Andra. Kedua mertua Oom sudah meninggal semua. Orang tua Oom bahkan sudah meninggal saat Oom sekolah. Keluarga dekat hanya Oom Antasena. Kamu sendiri gabungan keluarga terkenal semua. Kebayang kan ramainya seperti apa?"
"Iya sih Oom. Kami itu dari keluarga Pratomo, Blair, McGregor, Al Jordan dan Reeves. Itu yang terkenal, belum Lee dan Arata. Keluarga kami memang aduhai" kekeh Duncan.
"Astaga, keluarga kalian yaaaa" seru Abi.
"Ya maaf Oom kalau Keluarga kami beken-beken" cengir Duncan.
"Iya!"
"Oom, boleh Duncan bicara soal bisnis?"
Abi menatap Duncan. "Soal apa?"
"Begini, perusahaan Oom kan Ghani belum mau pegang, sedangkan dari pihak Oom Anta hanya punya Maira. Bagaimana kalau perusahaan Oom merger dengan perusahaan aku? MB Enterprise kan aku sudah pegang sebagian besar sahamnya. Maksud aku, suatu saat Ghani mau ambil, silahkan aku tidak masalah lepas saham di perusahaan Oom untuk Ghani." Dunca menatap Abi.
"Rhea gimana?"
"Aku sudah ngobrol dengan Rey dan dia nggak papa kalau Ghani mengambil alih perusahaan Oom suatu saat nanti. Lagipula Rey adalah tanggungjawab ku dan aku pasti memberikan saham perusahaanku untuk Rey pegang. Dan Oom tidak usah khawatir, Rey tidak akan kekurangan materi."
Abi mencoba berpikir. "Rhea bukan tipe perempuan materialis D."
"Justru karena itu yang membuat aku jatuh cinta setiap hari pada Rey, dia wanita yang simpel."
"Biarpun dad Casanova, mantannya banyak tapi aku lebih mirip mom. Karena kalau gen mommy, sekali jatuh cinta yang mendalam maka akan selalu mencintainya."
Abi terbahak. "Tapi kalau soal ngeyel, kamu sama dengan Daddymu."
"Kalau soal ngeyel, aku tidak bisa membantah karena itu gen Daddy" cengir Duncan.
"Soal merger, Oom pikirkan dulu dengan membahas dengan Tante Adara dulu. Karena ini juga demi Ghani dan Rhea apalagi perusahaan ini warisan dari almarhum ayah Oom."
"Justru karena ini perusahaan keluarga, D mau ambil karena D kan akan menjadi suami Rey dan D ingin melindungi perusahaan Rey dan Ghani. D tidak milik perusahaan Oom hanya memegang sementara waktu sampai Ghani bersedia ambil alih."
Abi hanya mengangguk.
***
Abi dan Dara sekarang sudah berada di kamar untuk beristirahat. Pria paruh baya yang masih tampan itu menceritakan pembicaraan dirinya dengan Duncan.
"Jadi D mau merger perusahaan mas dengan perusahaannya?"
"Sementara sampai Ghani nanti bersedia ambil alih."
__ADS_1
"Istilahnya D mengelola sementara?"
"Semacam itu. Perusahaan mas kan juga sudah kerjasama dengan perusahaan Javier dan tahu sendiri Javier bagian keluarga Neville-Pratomo. Jadi circle nya ya keluarga itu-itu saja" kekeh Abi.
"Bagaimana kita bicarakan setelah Duncan selesai acara pernikahan dengan Rhea? Kan Ghani besok pulang dan kita bicarakan see secara kekeluargaan. Kita kan juga harus tahu pendapat Ghani mas."
Abi pun berpikir. Dibanding dengan perusahaan gabungan milik PRC group-AJ Corp-MB enterprise, perusahaannya tidak ada bandingannya. Merger dengan perusahaan raksasa itu memang membuat perusahannya menjadi naik pamornya.
"Aku melupakan Ghani, Adara" ucap Abi jujur.
"Kita kan tidak tahu isi hati Ghani gimana. Kecuali kalau memang Ghani masih ingin di NYPD dan menyerahkan pada keputusan mas dan dik Anta soal perusahaan, itu beda cerita. Tapi kalau Ghani memutuskan hendak mengambil alih perusahaan mas, ya diterima saja." Dara mengusap lengan suaminya.
"Terimakasih Adara" bisik Abi.
"Terimakasih untuk apa mas?"
"Terimakasih sudah mau menjadi istriku, menjadi teman sharing, teman tidur ... Aadduuhhh!" Abi mendelik ketika Dara mencubit lengannya.
"Itu sudah menjadi tugas ku sebagai istri meskipun mas dulu nggak mau tidur bareng sama aku satu kamar" cebik Dara.
"Itu kan dulu tapi setelah aku bisa menghilangkan rasa traumaku karena hasil konseling denganmu, ternyata enak tidur berdua denganmu" kekeh Abi.
"Aku tidak menyangka kita bisa melewati pernikahan hingga selama ini. Alhamdulillah."
"Semoga anak-anak mendapatkan jodoh yang baik. Rhea Alhamdulillah sudah sama Duncan. Semoga Ghani cocok dengan Alexandra." Abi tersenyum.
"Mas, lama-lama kok kamu kayak mas Edward memaksakan kehendak?" kekeh Dara.
"Hah? Aduh si Edward tuh memang yaaa!" umpat Abi.
"Gitu-gitu calon besan lho" goda Dara.
"Calon besan maksa pakai ngeyel!"
Dara tertawa.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️