
Baby Kaia sekarang berusia dua bulan dan semakin membuat kedua orangtuanya gemas pada bayi cantik itu. Duncan dan Rhea sendiri mempersiapkan baby Kaia untuk dibawa ke Jakarta karena Minggu depan adalah hari pernikahan Gozali dan Maira. Setelah mengalami berbagai peristiwa dan drama, akhirnya keduanya akan melangsungkan pernikahan.
Gozali sendiri sekarang lebih berhati-hati dalam melakukan pengawalan kepada kliennya dan dia lebih ketat untuk melakukan screening. Meskipun dia sudah memaafkan Elang karena menembak dirinya, tapi tetap saja jika ketemu langsung, Gozali ingin menghajarnya.
"Sayaaanggg, ini bawa apa lagi?" tanya Duncan sambil memasukkan semua perlengkapan putrinya.
"Nggak usah banyak-banyak, bang. Kata mommy sudah disiapkan disana."
"Haaaahhhh, kebayang besok di acaranya Gozilla pasti rusuh!" komentar Duncan.
"Tapi kan nggak semua keluarga Abang datang. Setahuku hanya kak Eiji dan kak Ayame, Ryoma dan Javier."
"Kamu tahu dari mana?" tanya Duncan.
"Kak Ayame yang cerita. Bang Joshua tidak bisa datang karena ujian semester, mbak Miki mulai mengurus AJ Corp di Tokyo karena Oom Hiro mulai mau pensiun."
Duncan terkejut mendengar sepupunya mau mengambil alih AJ Corp. "Mungkin Miki tahu Yuki mulai sibuk dengan perusahaan IT milik Joshua jadi dia memilih mengambil alih."
"Rhea tidak paham bisnis bang, jadi kalau ditanya soal perusahaan Daddy, Rhea menyerah."
Duncan memeluk istrinya. "Kamu cukup jadi CEO di mansion Blair saja, mengurus Abang dan Kaia plus adiknya Kaia nanti."
"Kaia baru dua bulan, bang" cebik Rhea.
"Iya, Iyaaa nunggu dua tahun. Abang paham, sayangku."
Suara tangisan Kaia membuat keduanya menoleh ke box bayi.
"Anak cantik bangun" senyum Rhea.
"Sudah, aku yang membereskan. Kamu urus Kaia saja Rey."
Rhea pun mengangguk lalu menuju box bayi. "Uluh uluh cantiknya mami" goda Rhea sambil menggendong bayi cantiknya.
Baby Kaia pun berhenti menangisnya ketika melihat mami cantiknya.
***
Pesawat pribadi Duncan dan Rhea mendarat dengan sempurna di bandara Halim Perdanakusuma. Keduanya turun dengan Rhea menggendong baby Kaia. Kedua orang tua Rhea datang menjemput keduanya atau lebih tepatnya cucu perempuannya.
"Dan mulai lagi, sayang. Papa langsung mendominasi Kaia" bisik Duncan kepada Rhea ketika mereka di dalam mobil. Duncan dan Rhea berada di mobil Mercedes Abi sedangkan Abi dan Dara di Range Rover nya dengan baby Kaia.
"Tahu nggak bang, tadi pas kita datang, Daddy langsung nyari Kaia, bukan kita yang dilihat." Rhea tertawa mengingat sang ayah yang makin rumpi.
"Bener-bener deh papa Abi tuh. Dulu julidnya minta ampun sama aku, eh sekarang hasil produksi aku sama anaknya malah dikompeni."
Rhea terkekeh. "Biasanya gitu bang, opa lebih sayang sama cucu daripada sama anaknya sendiri."
"Haaaddeeh, nggak Daddy nggak papa sama saja!"
Rhea mengusap bahu suaminya. "Sabar pak Duncan, nanti six pack nya hilang lho!"
Duncan mendelik. "Kamu manggil aku apa Rey?"
"Pak Duncan" cengir Rhea.
__ADS_1
Duncan Melu*mat bibir istrinya tanpa perduli sopir dan pengawal Abi di depan. "Hukumanmu bakalan banyak lho Bu Duncan" bisik Duncan.
"Tenang saja pak Duncan, kan sudah selesai masa nifas" bisik Rhea jahil.
Duncan melotot. "Kenapa baru bilang sekarang?"
"Sengaja biar nggak gangguin Kaia" jawab Rhea santai.
"Kapan sebenarnya selesai?" Duncan merasa bodoh sekali tidak menghitung masa nifas Rhea karena dia sibuk perusahaannya yang mulai bekerja sama dengan perusahaan IT milik Yuki dan Abian.
"Sebenarnya sih dah seminggu lalu tapi lihat Abang sibuk dengan kak Yuki dan kak Abian, aku juga lupa kasih tahu Abang."
Duncan memeluk pinggang Rhea dengan posesif. "Pokoknya nanti malam unboxing! Biar Kaia sama papa dan mama."
Rhea tertawa.
***
Pesta pernikahan Gozali dan Maira berlangsung meriah. Para keluarga datang minus Ghani yang masih berada di Quantico dan tidak dapat ijin untuk pulang setelah kasus Rain kemarin.
Rain sendiri sudah tampak jauh lebih sehat meskipun Rhea bisa melihat bahwa semangat gadis itu meredup setelah mengetahui semua keluarga besarnya menentang hubungannya dengan Elang. Pria itu pun sekarang sedang menjalani hukuman di London.
Papa Ryu memang memutuskan semua akses dan berita tentang Elang di London dari Rain hingga gadis itu tidak dapat berkomunikasi.
Eiji dan Ayame sengaja menunda memiliki momongan karena jadwal Eiji yang ketat untuk melakukan konser keliling dunia. Papa Alex pun tidak keberatan karena tahu putra slengean satu itu memang lebih memilih menikmati berdua dulu bersama dengan Ayame.
Mamoru sudah menikah dengan Ingrid dan mereka lebih memilih menikah secara sederhana di Amsterdam dan para keluarga datang kesana.
Kini giliran Gozali yang menikah dengan Maira. Mama Naina langsung heboh melihat baby Kaia yang sangat sangat bule membuat gemas siapa pun yang melihatnya.
"Woi, cucuku jangan dijawil-jawil!" protes Abi kepada Naina.
"Suruh Gozali sama Maira jangan menunda punya anak agar kalian nggak ngerubutin Kai."
"Mas, kamu kira bikin anak kayak bikin Indomie? Langsung jadi?" pendelik Naina.
"Lho siapa tahu? Rhea tiga bulan nikah langsung isi" sahut Abi cuek. Naina melirik judes ke arah Antasena.
"Mas, urus mas Abi dah! Aku pusing!" Naina langsung pergi meninggalkan Abi yang masih asyik mengasuh Kaia di bany stroller nya.
"Mas Abi, mas Abi. Beneran deh! Hobinya ngajak gelut banyak orang kalau soal Kaia. Padahal itu anaknya Rhea lho!" kekeh Antasena.
"Kamu akan merasakannya kalau nanti Maira hamil. Lebih heboh rasanya dibanding saat istri kita hamil dulu."
Antasena hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Kakaknya yang dulu dinginnya minta ampun sekarang berubah jadi Gaban eh berubah jadi pria yang manja, hangat, dan cenderung gesrek.
Dan Antasena bersyukur bahwa kehidupan kakaknya dan dirinya menjadi lebih berwarna setelah bertemu dengan Adara dan Naina.
***
Duncan, Rhea, Eiji dan Ayame duduk bersama di sebuah meja yang disediakan. Keempatnya teringat ketika membuat drama Korea abal-abal demi mengetahui perasaan masing-masing.
"Apa kamu nggak ingat Diajeng Aya-aya, lihat aku mesra sama Maira mpe mewek di kamar mandi?" goda Eiji kepada Ayame yang memerah wajahnya.
"Nggak usah diingatkan kenapa sih?" gerutu Ayame.
Duncan dan Rhea tertawa.
__ADS_1
"Kalian serius menunda anak?" tanya Duncan.
"Setahun saja, bro. Soalnya jadwal konserku padat setahun ke depan, kasihan Diajeng Aya-aya kalau hamil. Siapa yang ngopeni aku?" wajah Eiji dibuat memelas membuat Duncan melengos sebal.
Rhea hanya tersenyum melihat kedua pria tampan itu selalu heboh.
Mata Rhea melihat ke arah Rain yang tampak melamun meskipun Valora dan Maira asyik mengobrol karena tema yang diambil Gozali dan Maira adalah garden party.
"D" sapa Gozali.
"Hai, pengantin pria. Alhamdulillah akhirnya ya bro." Duncan memeluk dan menyalami Gozali. Rhea pun memeluk kakak angkatnya.
"Alhamdulillah. Terimakasih D, dik Rhea atas semuanya."
"Bang Gozali kayak sama siapa saja." Rhea tersenyum.
"Abang bersyukur diangkat anak oleh bapak sama ibu, memiliki dua adik yang hebat, mendapatkan ipar yang menyebalkan..."
"Heeiii!" protes Duncan.
"Mendapatkan keluarga yang heboh dan hangat" lanjut Gozali mengacuhkan protes Duncan.
"Sudah jalannya bang" ucap Rhea sambil mengelus bahu Gozali.
Gozali, Duncan, Rhea, Eiji dan Ayame masih mengobrol. Sampai Gozali harus bertemu dengan para koleganya.
"Terimakasih Rey." Duncan mencium pipi istrinya.
"Terimakasih apa?"
"Menerima Abang dan keluarga rusuh Abang" cengir Duncan.
"Hahahaha, Rhea suka kerusuhan yang haqiqi."
Duncan lalu mencium bibir Rhea.
"Love you My Rey."
"Love you too my Abang D."
*** END ***
Yuhuuu Rhea dan Duncan tamat yaaaaahhhhhh
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Masih ada novel author lainnya
- Elang Untuk Rain
- The Detective and The Doctor
Cekidot yaaa.
__ADS_1
Biarpun Rhea ma Duncan tamat disini, tapi masih muncul kok di dua novel on going.
Mamaciihh