
"Ngapain lihat My Rey?" tanya Duncan sambil memincingkan matanya.
"Jiiaaahhh, lihat ajah kagak boleh lu D" kekeh Eiji. "Halo Oom Abi, perkenalkan saya Eiji Reeves, putra dari Alex Reeves dan Midori. Pekerjaan pianis, composer, tukang gangguin sepupu-sepupu durjana macam Duncan dan Javier. Status masih jomblo. Kalau ditanya kenapa nggak ambil perusahaan papa, jawabannya malas" cengir Eiji.
Abi melongo. "Astagaaaaa, tambah satu lagi gen Gesrek Pratomo" kekehnya.
"Kalau Gesrek, kami memang nggak ada duanya tapi hanya di kalangan keluarga. Kalau di pekerjaan, kami selalu profesional" ucap Eiji.
Abi pun mengakui setelah bertemu dengan beberapa anggota keluarga Pratomo yang memang sangat profesional jika menyangkut pekerjaan dan bisnis.
"Aku senang kalau rumah ramai begini." Dara menghampiri para pria-pria tampan disana.
"Wah, harusnya kalian semua difoto trus Rhea pamerin di Instagram. Pasti Rhea dibully" kekeh gadis itu sambil mengambil foto tunangannya dan para sepupunya.
"Astaga Rheaaaa" protes Abi.
***
Duncan dan Javier hanya menggeleng-gelengkan kepala ketika Oom Alex sukses memarahi Eiji yang seenaknya memakai pesawat pribadi nya terbang ke Jakarta. Setelah sang papa, giliran sang manajernya yang habis-habisan memarahi artisnya.
"Kamu itu yaaaaahhhhhh!" bentak suara merdu disana. Meskipun nadanya marah, tapi suaranya tetap enak didengar.
"Kenapa Aya? Kan yang penting aku sampai di Jakarta dengan selamat" kekeh Eiji tanpa beban.
"Eiji Adipramana Reeves! Nggak gitu jugaaa!" teriak gadis yang dipanggil Aya itu kesal.
"Ayame Agasa ku tersayang, kamu kan manajer aku yang bisa membereskan semuanya. Jadi kuserahkan semua urusanku padamu. Love you!" Eiji langsung mematikan panggilannya sebelum gadis bernama Aya itu berteriak lagi.
"Pacarmu Ji?" tanya Javier.
"Masih proses tapi galaknya minta ampun!" kekeh Eiji cuek.
Rhea dan Duncan tertawa. "Tapi memang kamu itu harus dapat cewek galak supaya nggak sembarangan kayak gini!" komentar Duncan.
"Kak Aya cantik nggak kak Eiji?" tanya Rhea.
"Beeeuuu cantik banget Rey!" ucap Eiji.
"Woi! Yang boleh manggil Rhea Rey itu cuma gue!" hardik Duncan sebal.
"Iisshhhh, nyebelin lu D! Pelit amat jadi laki!" ledek Eiji sambil memanyunkan bibirnya.
"Biarin! Rey cuma punya gue!"
"Iya daaaahhhh. Ambil Sono!" Eiji lalu mencari foto Ayame. "Nah ini yang namanya Ayame."
"Wuuiihhhh cantik bro!" puji Javier.
"Cantik kaaaannnn! Rencananya habis resital di Jakarta aku mau melamarnya. Emang D doang yang boleh nikah? Gue juga pengen keles!"
"Kejar terus kak! Rhea dukung!" Rhea memberikan gaya hwaiting ala Korea.
Eiji kemudian memegang tangan Rhea "Terimakasih Rey, kamu itu bener-bener cewek pengertian."
__ADS_1
"EIJI!" teriak Duncan.
"Iyes, Duncan? Wonten nopo?" Eiji memandang Duncan dengan tatapan polos.
"Haaaiissshhhh!" umpat Duncan.
Rhea dan Javier terbahak.
***
Gozali terkejut melihat Eiji berada di mansion keluarganya.
"Lho Mr Reeves? Kok anda sudah berada disini?" tanya Gozali bingung karena pasalnya dia harus mengurus penyambutan dan pengawalan Eiji.
"Eh maksudnya gimana Goz?" tanya Eiji bingung.
"Manajer Anda..."
"Nggak usah formal Goz, kupingku geli!" potong Eiji.
"Manajermu Ayame Agasa mengatakan kalau kamu datang sekitar tiga hari lagi" lanjut Gozali.
"Aku kabur!" gelak Eiji tanpa salah.
"Astagaaaaa!" Gozali memegang pelipisnya.
"Selamat pusing mengurus sepupuku yang selengekan begini Goz!" Duncan menepuk bahu Gozali.
"Bang, kok bisa sih punya sepupu kayak gini?" protes Gozali.
"Abang juga nggak ngerti dulu Oom Alex waktu bikin sama Tante Midori doa apaan" jawab Duncan asal.
"Eh apa Oom? Ada yang salah?" tanya Duncan sambil nyengir.
"Duasar anaknya Edward!" umpat Abi.
Dara, Rhea, Eiji dan Javier tertawa terbahak-bahak sedangkan Duncan dan Gozali hanya nyengir.
***
Setelah drama di ruang tengah, semua keluarga disana melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Eiji dengan pedenya maju menjadi imam.
"Belajar sebelum jadi imamnya ibunya anak-anak" alasannya yang membuat Javier dan Duncan jengah.
Dara dan Abi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar alasan absurd pria tampan itu tapi kedua orangtua itu kagum dengan suara Eiji yang bagus saat membaca Al Fatihah dan surat-surat pendek, begitu jernih dan menyejukkan hati.
Setidaknya ada plus nya disamping otaknya yang Gesrek.
Usai melaksanakan sholat, mereka semua menuju ruang makan yang sudah disiapkan Dara dan pak Hasan.
"Tante nggak tahu kalian sukanya apa jadi Tante masak yang sukaannya Oom Abi, Rhea, Duncan dan Gozali."
"It's Okay tan. Kami mah omnivora sejati asal bukan batu atau kayu, kami makan kok!" ucap Eiji.
"Woi! Ji, kalau bikin ulah di meja makan, kutelpon Oom Alex buat nyeret kamu pulang!" Duncan memelototi sepupunya.
"Assalamualaikum" sapa suara merdu dari ruang tengah.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam. Masuk Mai" panggil Dara.
"Halo Oom, Tante... Astaghfirullah! Kenapa jadi banyak cogan disini?" teriak Maira heboh yang membuat Gozali berdesir.
"Wah ada cewek cantik nyasar. Cari siapa neng?" tanya Eiji usil yang langsung dikeplak oleh Javier.
"Kak Eiji jangan gitu. Itu adik sepupunya Rhea" kekeh Rhea sambil menggandeng Maira yang masih terbengong-bengong.
"Mai, duduk sebelah kak Eiji ya." Rhea mengarahkan Maira di sebelah Eiji dan berhadapan dengan Gozali.
"Halo adik sepupunya Rey eh Rhea. Perkenalkan aku Eiji Reeves, sesama pianis macam Rey eh...Rhea. Kalau itu sepupuku eh sepupu kami juga, aku dan Duncan namanya Javier." Eiji kemudian berbisik. "Tapi dia judes!" yang sukses membuat Maira mengikik.
"Aku Humaira Harsaya. Biasa dipanggil Maira atau Mai" ucap Maira sambil menyambut uluran tangan Eiji.
"Ternyata ponakannya Oom Abi ada yang cantik begini kok diumpetin?" protes Eiji ke Abi.
"Astaga! Beneran aku telpon Oom Alex!" umpat Duncan.
"Jangan D, nanti black cardku diblokir ma papa" rengek Eiji yang sukses membuat Rhea, Dara dan Maira terbahak.
"Kartu lain kan masih ada Ji" komentar Javier.
"Kamu tuh kayak nggak tahu papa. Setelah black card ku di blokir, nanti merembet ke platinum sama gold. Tar tinggal silver kan nangis aku." Eiji memasang wajah melas.
Javier hanya bisa memijit pelipisnya.
Abi dan Dara menikmati drama di meja makan yang sudah lama tidak ada setelah anak-anak dewasa ditambah Ghani tinggal di New York dan Gozali sudah punya apartemen sendiri.
"Bang, apa kalau kalian kumpul keluarga, ribut begini?" bisik Rhea di sebelah Duncan.
"Lebih parah! Ini belum seberapa!"
"Astaga! Apa nggak rusuh bang?"
Duncan menatap Rhea dengan wajah jahil. "Kamu akan tahu kalau kita menikah besok. Pasti akan ada drama disana mengalahkan drama Korea yang sering kamu tonton."
Tiba-tiba Rhea cemas akan pesta pernikahannya.
Duncan Blair
***
Yuhuuu Up Siang menjelang Sore Yaaaa
Thank you for your support
Thank you for reading
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️