
Ih Abang, jarinya kan ga bisa sentuh.
Janji jari kelingking virtual ya bang?
Ini anting buat Rhea? Abang, Rhea cantik lho pakai anting dari Abang.
Nanti kalau ketemu, Rhea suapin sushinya buat Abang.
Rhea suka bang Duncan soalnya lucu kalau marah.
I will marry you bang...
"Bang Duncaaaannn!" teriak Rhea yang membuat Duncan terkejut dan langsung menghampiri Rhea.
"Kenapa Sayang?" tanya Duncan sambil memeluk gadisnya.
Semenjak Rhea tertidur tadi, Duncan memang tidak keluar kamar, hanya duduk di sofa bewarna broken pink sambil melihat foto-foto dan barang-barang milik Rhea yang tetap masih di tempatnya meskipun ditinggal ke New York sejak enam tahun lalu.
"Abang, apa kita pernah janji kelingking virtual?" tanya Rhea.
"Iya sayang."
"Abang kasih Rhea anting ini? Tiap tahun Abang kasih hadiah buat Rhea kan? Abang ngelamar Rhea di Claudy's Kitchen kan?"
Duncan melongo. "Apa ingatanmu sudah kembali Rey?" tanyanya dengan dada berbebar-debar.
"Baru sebagian..." bisik Rhea.
"Alhamdulillah..." bisik Duncan yang tanpa sadar menangis bersyukur.
"Maafin Rhea bang, baru ingat dikit."
"Nggak papa, sayang. Abang bahagia Rey ingat yang penting-penting" kekeh Duncan sambil mengusap air matanya.
Rhea pun mendongak melihat tunangannya menangis.
"Abang nggak nangis kejer kayak waktu umur tiga tahun?" goda Rhea.
"Ya Allah, aib itu!" manyun Duncan.
Rhea terbahak.
***
Kembalinya ingatan Rhea sebagian tentang Duncan, membuat Abi dan Dara bersyukur tidak terjadi perang Baratayudha tapi tidak dengan Gozali. Dirinya merasa kecewa karena sampai sekarang Rhea tidak ingat apapun dengan dirinya.
Edward dan Yuna yang dikabari oleh Dara pun tak hentinya mengucap syukur, begitu pun dengan Ghani.
"Alhamdulillah ingatan Rhea mulai kembali ya Dad" ucap Ghani yang akhirnya tahu kalau saudara angkatnya ternyata menaruh perasaan kepada adiknya.
Abi sengaja menghubungi Ghani pada pagi hari di ruang kerjanya mengepaskan waktunya di jam putranya sudah pulang ke apartemen.
"Dad sendiri merasa kasihan dengan Gozali karena Rhea tidak ingat tentangnya" ucap Abi sendu.
"Dad, wajar kalau Rhea nggak ingat soalnya dari kecil dia kan dah dimodusin bang D jadi di bawah sadar isinya cuman kita dan bang D yang diingatnya meskipun agak ngebug sih" kekeh Ghani.
"Astaga G! Kamu kira adikmu apaan dibilang ngebug!" senyum Abi sambil memandang wajah tampan anaknya.
"Haaaiissshhhh!" umpat G kesal melihat ponselnya.
"Kenapa G? Kasus lagi?" tanya Abi.
__ADS_1
"Iya dad. Homicide. Aarrgghhh aku kangen dokter Robbins!" keluh Ghani.
"Lho memang dokter Alex kenapa?"
"Kebanyakan makan Jalapeno!"
Abi terbahak.
***
"Rhea ingat tiduran di taman rumput sana sambil video call sama Abang waktu Abang kirim anting bunga ini. Malah nggak pernah Rhea lepas mpe sekarang."
Duncan hanya mendengarkan sambil tak henti-hentinya bersyukur ingatan gadisnya kembali dengan cepat.
"Kayaknya cincin dari Abang hilang deh waktu kecelakaan" keluh Rhea sambil melihat jari manisnya yang kosong.
"Nggak hilang, tapi disimpan sama G waktu Rey mau masuk kamar operasi. Udah di Abang kok" jawab Duncan sambil mengusap kepala Rhea sayang.
"Alhamdulillah nggak hilang" ucap Rhea.
"Memang kenapa kalau hilang? Kan Abang bisa pesan lagi?"
"Nggak mau. Rhea mau semua yang pertama. Kalau dibikin lagi momennya kurang syahdu."
Duncan terbahak.
"Alhamdulillah Rey-ku sudah kembali" bisik Duncan sambil mencium pelipis Rhea.
"Aku juga gak mau Abang diambil sama dokter Santi" manyun Rhea.
"Ya Allah, Rey, dokter Santi itu seumuran mommy sayang."
"Pokoknya nggak boleh! Abang punya Rhea, Rhea punya Abang!"
"Sejak Abang bilang Rhea punya Abang waktu masih dalam perut mommy."
Duncan semakin mengetatkan pelukannya dan membiarkan gadisnya menyandarkan kepalanya di bahunya yang kekar.
"So, kita menikah secepatnya?" tanya Duncan.
"Nanti lah bang."
"Kenapa?"
"Tunggu rambut Rhea panjang dulu!"
"Haaaahhhh? Abang tunggu lagi nih?" keluh Duncan.
"Paling tiga bulan lagi juga udah panjang, lagipula bahu Rhea kan belum sepenuhnya pulih."
"Ohya, Abang lupa."
Rhea menatap wajah keras itu lalu mencium rahangnya yang membuat Duncan menegang.
"Abang akan kembali ke New York kah setelah Rhea ingat sekarang?"
Duncan menoleh ke arah gadis cantik itu. "Abang disini dulu sampai kamu benar-benar pulih, lagipula kan Oom Abi cuti sementara demi Rey. Jadi nanti setelah tiga bulan, kamu sehat, Abang akan kembalikan jabatan Oom Abi dan kita menikah, Abang akan bawa Rey ke New York."
Rhea mengangguk.
"Tapi Abang setuju kok nunggu tiga bulan."
__ADS_1
Rhea menyipitkan matanya yang indah ke Duncan. "Rhea curiga deh!"
"Hahahaha, soalnya Abang kayak mau nikah sama anak ABG kalau rambutnya Rey begini!" gelak Duncan.
"Abaaaannnggg!" manyun Rhea yang mendapatkan ciuman di pucuk hidungnya yang mancung.
"Love you my Rey" bisik Duncan.
"Love you too Abang."
***
Gozali melihat sepasang kekasih yang duduk di halaman belakang itu merasa sakit di hatinya. Usahanya untuk merebut Rhea seperti harus berakhir dengan kembalinya ingatan Rhea sedikit demi sedikit.
"Gozali" panggil Abi.
"Ya Pak."
"Yuk ngobrol sama bapak di ruang kerja." Abi pun berjalan menuju ruang kerjanya yang diikuti oleh putra angkatnya.
"Tutup pintunya" pinta Abi ketika mereka berdua di dalam.
"Sini, duduk di sebelah bapak." Abi menunjukkan sisi sofa yang kosong dan Gozali pun menurut.
"Kamu sekarang usia berapa? 26 tahun ya Goz?"
"Iya pak."
"Sudah punya pacar?" tanya Abi dengan wajah menggoda.
"Belum pak" jawab Gozali sambil menggeleng.
"Kamu patah hati sama Rhea?"
Gozali menatap ayah angkatnya yang sudah dianggapnya ayah sendiri karena Abi tidak pernah pilih kasih antara dirinya, Ghani dan Rhea, dengan perasaan terkejut.
"Bapak tahu?" bisiknya.
"Bapak lihat pertengkaran kalian, kamu dan Duncan malam itu."
Gozali menghela nafas panjang. "Tampaknya kans saya untuk mendekati dik Rhea sudah tertutup."
"Goz, asal kamu tahu, dulu bapak pernah kecetus bahwa kalau punya calon menantu, bapak akan memilih kamu tapi namanya jodoh kita tidak ada yang tahu. Rhea dan Duncan memang sudah berjodoh sejak Rhea masih di perut dan meskipun terjadi kecelakaan pun yang diingat Rhea akhirnya juga Duncan meskipun berliku."
Abi memeluk putranya yang juga sama tampannya dengan Ghani.
"Jangan sampai terjadi keributan di keluarga, Goz karena kamu dan Duncan sama-sama anak bapak. Kalau kamu memang mencintai Rhea, lepaskan karena Allah sudah memberikan jodoh yang pas buat kamu. Jadi bersabarlah karena semua orang sudah mendapatkan pasangannya masing-masing."
Gozali menangis di pelukan ayahnya. Hatinya terasa remuk akibat patah hati.
"Menangislah. Memaafkan. Belajar. Move on. Biarkan air matamu menyirami benih-benih kebahagiaan masa depanmu." Abi mengusap kepala Gozali seperti ketika dia masih SD. "Bapak tahu rasanya patah hati tapi kamu harus yakin bahwa akan ada kebahagiaan setelah kesedihan. Bapak dan ibu selalu mendoakan kalian semua."
Gozali mengetatkan pelukannya ke Abi. "Terimakasih, pak. Bapak dan ibu adalah kekuatan Gozali."
"Itu baru anak bapak!"
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Thank you for reading
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️