
Kaia dan Arjuna masih membahas soal keluarga ketika melihat Levi keluar dengan wajah ditekuk. Kedua sepupunya hanya memandang geli melihat wajah tampan Levi berantakan dengan rambut acak-acakan.
"Wah ga lulus tuh bocah! Bikin malu keluarga saja!" kekeh Arjuna.
"Gimana Vi?" tanya Kaia kepada sepupunya yang langsung ikut duduk bareng mereka.
"Sial! Oom Joshua sejak kapan sih bisa fisika?" Levi cemberut.
Kaia dan Arjuna tertawa terbahak-bahak. "Gak lulus ya lu?" ledek Arjuna.
"Aib keluarga lu Vi sampai gak lulus!" timpal Kaia.
"Enak Ajah bilang gue aib! Lulus chuy!" cengir Levi. "Summa cumlaude bro!"
"Wah, selamat! Ga jadi tumbal laut selatan lu!" goda Arjuna.
"Astaghfirullah! Mentang-mentang gue cakep begini mau dikasih ke ratu pantai Selatan?" Levi langsung beristighfar. "Nasib-nasib sepupu kok ya begini amat nistain saudaranya sendiri."
"Soalnya sampai kamu ga lulus, keterlaluan!" kekeh Kaia.
"Aidan masih berkutat di Cullinary?" tanya Arjuna. "Udah lulus kan?"
"Aidan udah lah. Kan dia paling selesai duluan kuliahnya. Eh iya kemarin renovasi restauran punya opa buyut Duncan McGregor, Nemu beberapa foto dan sudah disimpan sama Aidan."
"Baguslah. Itu root nya kita" ucap Arjuna.
"Kalian disini rupanya" suara Joshua membuat ketiganya menoleh.
"Halo Oom" sapa Kaia dan Arjuna sambil mencium punggung tangan Joshua.
"Kai, selamat ya sudah lulus S2 nya. Jadi pindah Jakarta atau masih mau di New York?" tanya Joshua.
"Masih urus divisi teknologi yang sama papi dimerger dengan perusahaan Ogan Abi, Oom. Kaia baru ajah lolos tender sama Boeing."
"Wuuiihhhh, hebat lu Kai!" puji Arjuna.
"Alhamdulillah."
Joshua lalu duduk bersama keponakannya sambil memakan bento yang dibawa Kaia. Sengaja gadis itu membawa banyak kotak makanan untuk kedua sepupu dan Oom Joshuanya.
"Sore ini Oom mau ke New York ketemu Duncan dan Rhea. Kamu ikut pulang nggak, Kai? Kan Levi udah lulus nih jadi tugasmu sudah selesai" tawar Joshua.
"Ikut Oom saja deh! Lumayan pakai pesawat Al Jordan" cengirnya.
"Jun? Ikut ke New York?" tanya Joshua kepada keponakan tampannya.
"Vi, ikut ke New York ga?" Arjuna malah balik tanya ke Levi.
"Berangkat saja lah. Lagian aku kan nggak ada revisi" ucap Levi dengan wajah sombong.
"Belagu dia!" cebik Kaia.
__ADS_1
"Kalau gitu mirip Oom Eiji" sambung Arjuna.
"Iyalah, secara gue anaknya" kekeh Levi.
"Ya udah, nanti ketemu di bandara ya anak-anak. Oom mau ketemu dekan dulu." Joshua pun berdiri dan melambaikan tangan pada ketiga keponakannya.
"Wokeh Oom."
"Gue nginep di mansionmu ya Kai. Males di apartemen." Levi dan Arjuna menatap wajah Kaia.
"Bilang saja cari makan gratis" manyun Kaia.
"Tante Rhea kan gak bakalan keberatan." Levi memasang wajah melas dan puppy eyes.
Kaia yang sedang membereskan kotak makan hanya mengangguk. "Iya dah, nanti aku bilang mami."
Arjuna pun berdiri lalu mencium pipi Kaia. "Jangan menengok. Si O'Grady ada di arah jam lima mu. Sengaja aku panas-panasin" bisiknya sambil nyengir.
"Kukira elu ga tahu" bisik Kaia sambil tersenyum manis.
"Kalian sengaja ya ada yang melotot di sebelah sana" kekeh Levi sambil seolah-olah melihat arah lain.
"Wah, kukira elu ga lihat Vi." Arjuna sok kaget.
"Dia maunya membaur sama banyak orang tapi meremehkan kemampuan kita."
"Hai Levi! Selamat yaaa!" sapa para mahasiswi yang sedang melewati ketiga saudara sepupu itu.
"Makasih" senyum Levi dan para gadis-gadis itu langsung menjerit heboh.
"Yuk pulang. Siap-siap ke bandara kita" ajak Arjuna sambil menggandeng Kaia mesra. Levi pun memeluk bahu sepupunya.
"Alamat gue dijulidin netizen ini, jalan bareng cogan" gelak Kaia.
"Yang julid yang Ono tuh pakai mantel hitam" kekeh Arjuna sambil mencium pelipis Kaia sembari melirik ke arah Rhett berdiri.
"Panas bro!" gelak Levi.
Ketiganya tertawa dan masuk ke dalam mobil Audi A3 sedan milik Levi.
***
Rhett kembali ke mobil Land Rover nya setelah ketiga orang itu pergi dengan wajah ditekuk. James yang setia menunggu tuannya tidak berani berucap satu kata pun.
"Kembali ke perusahaan James!" ucapnya dengan nada kesal.
Rhett memiliki pabrik baja di Boston yang merupakan milik keluarganya turun menurun. Sekarang dia yang memegang kendali perusahaan baja itu selain bisnis manufacturing alat-alat kesehatan.
Bisnis baja Rhett itulah yang dibuat kerjasama oleh Duncan Blair untuk perusahaan Kaia nantinya yang bergerak di bidang mesin dan teknologi.
__ADS_1
James menstater mobilnya dan menuju ke pabrik baja bossnya. Si boss juga sih! Masa nggak berani datangi nona Kaia? Biarin ajah ada pacarnya, kan belum nikah juga! Nikung pacar orang itu nggak dosa kayaknya deh! James bermonolog sendiri gemas dengan bossnya yang mirip ABG.
Mobil hitam itu pun keluar dari halaman kampus MIT.
***
Rhea hanya mengelus dada mendengar kedua keponakannya pada menginap di mansion sampai batas waktu yang belum diketahui.
Duncan yang diberitahu oleh istrinya hanya tertawa. "Kan lumayan Rey, kamu nggak sepi di rumah kalau dua durjana itu di rumah. Lagian kan bisa kamu suruh-suruh bersihin gudang misalnya."
"Astaga Abang, masak ganteng-ganteng gitu disuruh bersihin gudang" kekeh Rhea.
"Heeiii! Yang ganteng cuma boleh aku, Rey!" protes Duncan.
"Ya Allah bang, itu keponakan kita lagi! Kan wajar memuji anak sendiri!" Rhea hanya menggelengkan kepalanya. Hingga umur kepala 5 pun Duncan masih tidak suka jika Rhea memuji pria lain. "Ohya bang Joshua mau mampir mungkin menginap sebelum besok pulang ke Tokyo. Jadi Abang jangan pulang malam-malam."
"Anak-anak sama Joshua pulang jam berapa dari Boston?" tanya Duncan.
"Sekitar jam lima sore dari sana."
"Oke, Abang akan pulang cepat."
***
Arjuna, Levi dan Kaia sudah sampai di bandara bersamaan dengan Joshua. Keempatnya lalu masuk ke dalam pesawat milik keluarga Al Jordan.
Di dalamnya Kaia membuat status di Instagram nya dengan memposting foto dalam private jet milik Oomnya.
Going home with Jet of Al Jordan's.
Tentu saja postingan Kaia langsung dibaca oleh keluarganya. Levi dan Arjuna tertawa terbahak-bahak mengetahui rencana licik sepupunya karena tahu Rhett O'Grady follow akun Instagram Kaia.
Kaia hanya tersenyum licik ke arah kedua sepupunya sedangkan Joshua hanya melongo kenapa ketiga keponakannya tertawa terbahak-bahak. Ketika Levi menceritakan apa yang terjadi, pria berdarah Korea Indonesia itu hanya menepok jidatnya.
"Astaga Kaia! Kamu kok usil banget!" kekehnya.
"Biarin Oom. Biar rame!" cengir Kaia.
***
Rhett membuka ponselnya karena ada notifikasi dari Instagram Kaia. Wajahnya langsung mengeras menahan marah.
"Damn it Kaiaaaa!!!"
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️