
Duncan melongo ketika Levi laporan bahwa putrinya 'tidur bareng' dengan Rhett O'Grady.
"Apa maksudmu Kaia tidur bersama Rhett?" tanya Duncan.
"Tidur bersama, dalam satu kamar, Oom" jawab Levi.
"Apa mereka sudah 'melakukannya' Vi?" Jujur Duncan cemas luar biasa mendengar putrinya yang bar-bar tapi zonk soal asmara. Ada rasa takut Rhett memanfaatkan kepolosan Kaia soal asmara.
"Well kalau melihat Rhett hanya memakai boxer, orang sekilas akan mengira mereka sudah melakukannya tapi Kaia biasa saja dan Rhett mengatakan mereka hanya tidur, literally, mereka belum melakukannya" papar Levi. "Oh Kaia sudah menyikut perut Rhett. Apa membantu?"
Duncan bernafas lega apalagi mendengar Kaia menyikut perut Rhett berarti putrinya masih menjaga dirinya.
"Tapi mereka nggak bisa dibiarkan Vi. Tenang, Oom sudah punya rencana." Duncan membeberkan rencananya kepada Levi.
"Bagus Oom. Sekali injak, dua kutu mokat" kekeh Levi.
"Astaga Vi. Istilah mu kok ya aneh-aneh."
***
Abian dan Bryan masih mencoba masuk ke dalam HPC milik klan O'Grady di Dublin namun firewall nya sangat sulit. Satu-satunya jalan adalah masuk ke ruangannya langsung.
"Apakah ada rencana ke Dublin dalam waktu dekat ini?" tanya Abian ke Rhett
"Aku masih belum ada acara ke London ataupun ke Dublin dalam waktu dekat ini apalagi jika mengetahui Louisa seperti itu, aku lebih baik menghindari karena sooner or later, dia akan tahu aku anak siapa" ucap Rhett.
"Apa selama ini mereka tidak tahu kamu anak siapa Rhett?" tanya Arya.
"Semua berkas legalku seperti akta kelahiran dan bukti-bukti lainnya disimpan oleh kakek Patrick dan hanya aku yang memegang kunci safe deposit box yang diberikan oleh kakek sebelum meninggal."
"Ayahmu berapa bersaudara?" tanya Levi.
"Tiga, adiknya yang paling kecil perempuan, Aunty Sarah tapi dia sudah pindah ke Australia mengikuti suaminya yang orang sana. Lagipula suaminya tidak mau aunty Sarah ikut campur keluarga McCloud."
"Aunty mu beruntung lolos dari psikopat Louisa" gumam Kaia.
"Mbak Kaia, Oom Duncan mau ngobrol" panggil Bryan.
"Hah?" Kaia pun berdiri menuju ruang komputer Bryan.
"Hello princess. Mana Rhett?" Kaia melihat mata biru papinya tampak marah, membuatnya merinding.
***
__ADS_1
Kaia dan Rhett sekarang sudah berada di dalam ruang komputer berdua tanpa ada keluarga lain dan tatapan judes Duncan Blair.
"Katakan pada Papi, apa benar kalian sudah tidur bersama?" selidik Duncan.
"Benar pi" jawab Kaia. "Pasti Levi yang cerita ke papi."
"Benar Mr Blair. Saya dan Kaia tidur bersama tapi kami benar-benar tidur, tidak melakukan apapun bahkan Kaia menyikut perut saya" adu Rhett.
Duncan tersenyum smirk. "Rasanya bagaimana Rhett tidur dengan putriku?"
"Nyaman luar biasa" cengir Rhett yang mendapat pelototan Kaia. "Tapi itu sebelum ulu hati saya kena sikut" lanjut Rhett dengan wajah serius.
"Rhett, aku dengar pelakunya diduga adalah bibimu?"
"Benar Mr Blair. Diduga pelakunya adalah bibi saya, Louisa."
"Perusahaan yang diserahkan oleh ayahmu ke adiknya sekarang dalam kondisi nyaris bangkrut?"
Rhett mengangguk. "Benar."
"Bagaimana kalau kalian berdua berpartisipasi untuk menangkap Louisa dan pamanmu sebagai pelaku kejahatan, baik pidana maupun white collar. Adik sepupuku, Neil Blair sedang menyelidiki semua penipuan pajak, manipulasi keuangan di perusahaan-perusahaan yang diserahkan oleh ayahmu."
"Papi? Maksudnya apa dengan partisipasi kami berdua?" Kaia memincingkan matanya.
"Papi berencana untuk menjadi investor perusahaan milik Louisa dengan syarat, semuanya harus menjadi milik Rhett yang akan menikah denganmu" ucap Duncan tenang.
"Papi akan mengambil alih semua perusahaan Rhett yang dikuasai oleh Louisa, membantu semua kesulitan keuangannya dengan syarat, Rhett menikah denganmu dan perusahaan itu akan dialihkan menjadi milik Rhett. Thomas dan Louisa O'Grady hanya akan diberikan saham dari perusahaan itu tapi kecil dan papi akan memberikan kompensasi keuangan mereka setiap bulan."
Mata biru Kaia membulat sempurna. "AAAPPAA???"
***
Semua anggota keluarga yang berada di rumah Abian tertawa terbahak-bahak mendengar syarat yang diajukan Duncan Blair untuk bisa menangkap Louisa membuat Kaia manyun seharian.
"Semua ini gara-gara kamu Vi!" bentak Kaia ke Levi yang tertawa terbahak-bahak.
"Eh tapi mbak, ada blessing in disguise lho!" ucap Bryan.
"Apa tuh bocil?" tanya Arya sambil mengusap air matanya akibat banyak tertawa.
"Mbak Kaia menikah saja di Dublin. Jadi pada saat kalian melakukan akad nikah disana, aku sama papa masuk ke HPC O'Grady disana. Kan orang tidak akan memperhatikan. Bagaimana?" wajah Bryan tampak begitu bersemangat.
__ADS_1
"Eh bocil, kok lu pinter sih?" tanya Levi.
"Kalian saja yang otaknya kurang diasah" jawab Bryan asal yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari Arya.
"Tapi bener juga kata Bryan. Mengingat Rhett belum ada alasan ke Dublin, Pasti bibi psychomu langsung hijau kupingnya mendengar nama papiku mau membantu secara finansial perusahaan mu yang nyaris dibangkrutkan oleh orang-orang itu." Kaia tampak berpikir keras.
"Berarti kamu setuju kan kalau kita menikah, Z?" tanya Rhett dengan wajah menggoda.
"Terpaksa setuju. Kan demi menangkap baji*Ngan itu ditambah aku juga sudah tidur bareng kamu kok" jawab Kaia tanpa sadar karena otaknya penuh dengan rencana-rencana.
"AAAPPAA??!!" teriak semua orang disana heboh dan Bryan menutup telinganya karena tahu ini urusan orang dewasa.
Kaia menatap bingung ke semua orang kecuali Levi dan Rhett yang tersenyum simpul.
"Eh kenapa? Aku cuma tidur kok" jawab Kaia polos.
"Astagaaaaa!" Abian menepuk jidatnya sedangkan Gozali memijit pelipisnya.
"Duh Rhea, anakmu payah tenan!" umpat Gozali.
***
Rhea melongo ketika Duncan menceritakan kalau putrinya sudah tidur bersama dengan Rhett O'Grady.
"Bang! Aduh! Anak kita sudah ternoda bang!" teriak Rhea panik. Bayangan Kaia hamil diluar nikah atau apapun lah yang membuatnya merasa gagal menjadi orang tua menari-nari di otaknya.
"Eh tenang dulu, sayang. Benar Kaia tidur bareng sama Rhett tapi anak kita cuma tidur dan Rhett pun sudah disikut oleh Kaia tepat di ulu hati." Duncan geli melihat istrinya panik.
"Benar Kaia nggak diapa-apain sama Rhett?" Rhea memincingkan matanya ke wajah Duncan.
"Nggak sayang, bahkan Rhett bersedia bertanggung jawab untuk menikahi Kaia" senyum Duncan. Pria tinggi besar itu memutuskan untuk tidak menceritakan rencananya kepada Rhea karena takut membuat istrinya sedih. Lebih baik melihat Rhea marah-marah daripada sedih berkepanjangan.
"Kapan dia mau menikahi Kaia?" tanya Rhea.
"Apa kamu ingin secepatnya?" Duncan tersenyum. Lebih cepat lebih baik lagi menghajar mereka.
"Tentu saja! Dia sudah tidur bareng dengan putriku!" ucap Rhea judes.
***
Yuhuuu Up Siang menjelang Sore Yaaakkk
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️