My Rey

My Rey
Rahasia Rhett - Season 2


__ADS_3

Rhett menyusul Kaia yang sedang berbicara dengan Arjuna. Gadis itu tampak gelisah dan menarik tangan Arjuna untuk pergi. Aidan dan Arya sendiri sudah pergi terlebih dahulu karena harus menyelesaikan syuting.


"Kamu mau kemana Z?" tanya Rhett.


"Kami mau ke tempat opa Edward. Mau ikut?" ajak Arjuna yang mendapatkan tatapan judes dari Kaia.


"Boleh deh!" Rhett pun mengikuti kedua saudara sepupu itu. Ketiganya lalu masuk ke dalam Range Rover Arjuna. Mobil hitam itu berjalan keluar mansion diikuti dengan sebuah mobil Range Rover abu-abu yang berisikan pengawal Arjuna.


Rhett menatap ke luar jendela. Aku ingin sekali merengkuhmu Z. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan tapi apakah kamu mau mendengarkan.


Arjuna melirik Kaia yang sedang melamun. Pria itu tahu sepupunya masih dalam keadaan terkejut mendengar dirinya dan Rhett sudah dijodohkan sejak kecil.


"Kai" panggil Arjuna.


"Hhmm" sahut gadis itu. Arjuna memegang tangan Kaia dan tentu saja hal itu tidak lepas dari perhatian Rhett.


"Tumben nggak cerewet seperti biasanya" ucap Arjuna.


"Lagi banyak pikiran."


"Kamu mau kembali ke New York?" tanya Arjuna.


"Besok aku akan kembali ke New York. Toh urusannya Arya sudah selesai hari ini kan."


Rhett terkejut mendengar gadis itu ingin segera pulang ke New York.


"Aku akan ikut denganmu pulang ke New York, Kaia" sahut Rhett.


Kaia menoleh ke arah Rhett yang duduk di kursi belakang.


"Ikut? Memangnya kamu kesini nggak naik pesawat pribadimu?" Rhett menggeleng.


"Karena tahu kamu ke London dengan pesawat Oom Duncan, makanya aku kesini dengan pesawat komersil."


Arjuna memandang Rhett melalui spion. "Apakah kamu benar-benar mau menemani Kaia?" Rhett menatap mata Arjuna yang saling bertemu di spion.


"Of course. Dia kan calon istriku" jawab Rhett lugas.


Kaia langsung menatap Rhett tajam.


***


Kaia memasuki ruangan tempat penyimpanan senjata milik Opa Edward dan Oma Yuna. Wajah gadis cantik itu memandang semua koleksi yang selalu membuatnya terharu karena terbayang bagaimana serunya Oma Yuna dan Opa Edward latihan disini. Mengingat Oma cantiknya selalu membuat opanya blingsatan kalau sudah menatap dingin.


Sebuah pelukan dari belakang, membuat Kaia terkejut namun pria itu membisikkan sesuatu di sisi telinga gadis itu.


"Jangan membantingku Z, aku hanya ingin seperti ini sebentar saja" bisik Rhett sambil meletakkan dagunya di ceruk leher Kaia.


"Jangan macam-macam, Rhett" desis Kaia yang meskipun awalnya merasa tidak nyaman namun menghirup harum parfum Rhett yang lembut tapi maskulin, membuatnya nyaman. Ini aku kenapa sih? Apa gara-gara tahu aku dijodohkan jadi sok nyaman gitu? Kaia pusing sendiri dengan perasaan dan pikirannya.

__ADS_1


"Koleksi Opa Edward wow juga ya" ucap Rhett yang melepaskan pelukannya ke Kaia untuk melihat-lihat senjata disana.


Tanpa sadar Kaia memegang dadanya yang berdebar-debar. Ya ampun! Ini jantung! Kenapa jadi deg-degan begini sih?


Arjuna masuk ke dalam vault dan melihat wajah bingung sepupunya sambil memegang dadanya hanya tersenyum simpul. Tadi dia sempat melihat Rhett memeluk Kaia dari belakang.


"Kai, jadi itu lembaran hasil menembak Opa buyut sama Oma Yuna dibawa? Aku sudah bawakan plastik dan tabung untuk menyimpannya."


Kaia mengangguk.


"Hasil menembak apa Jun?" tanya Rhett.


Arjuna mengedikkan kepalanya memberi kode untuk ikut dengannya. Rhett berjalan mengikuti Arjuna sambil merangkul Kaia untuk ikut.


"Ini hasil menembak milik Opa buyut dan Oma Yuna." Arjuna menunjukkan kertas usang itu.


Rhett bersiul. "Wow! Ini Oma Yuna hanya Miss satu lho! Gila!" Lalu pria itu menatap Kaia. "Hendak kamu pigura kah?"


"Hu um. Akan aku pasang di ruang kerjaku."


***


Pagi ini Arya, Kaia dan Rhett berangkat menuju Heathrow diantar oleh Aidan dan Arjuna. Pesawat milik keluarga Blair sudah siap disana.


Aidan memeluk sang kakak lama. "Ingat mbak, Rhett tidak seburuk yang mbak sangka dan dia benar-benar jatuh cinta denganmu. Mami sama Oma Yuna kan pernah bilang, lebih bahagia kita dicintai seseorang yang menerima kita apa adanya daripada kita mengejar cinta orang yang belum tentu mencintai dnegan tulus."


"Tapi mbak kan nggak cinta Rhett."


"Belum. Kemarin pas dipeluk Rhett, mbak nggak aniaya dia kan?" cengir Aidan.


"Arjuna yang cerita?" Mata biru Kaia memincing ke wajah tampan adiknya.


Aidan mengangguk. "Gimana rasanya? Nyaman?" Aidan terkadang gemas dengan kakaknya satu ini yang benar-benar payah soal cinta-cintaan.


"Nyaman sih" gumam Kaia.


"Tandanya mbak ada rasa dikit tuh!" kekeh Aidan. "Mbak, kamu tuh cerdas, pintar tapi urusan percintaan zonk!"


Kaia memajukan bibirnya tanpa disadari ada sepasang mata biru yang merasa gemas melihatnya.


"Udah, pulang sana. Bilang sama mami anaknya pulang lebaran" cengir Aidan.


"Ish ngusir!" cebik Kaia.


"Soalnya ada yang bete lihat mbak ga kelar-kelar ngobrol sama aku." Kaia melihat ke arah tiga pria disana dan tatapan Rhett paling dia tidak bisa jabarkan.


***


Di dalam pesawat, Kaia duduk di sofa panjang sedikit beringsut sedangkan Arya memilih duduk di kursi penumpang dekat jendela. Rhett sendiri memilih di sofa agak jauh dari Kaia.

__ADS_1


"Syutingnya gimana Ya?" tanya Rhett.


"Jujur, satu-satunya alat di rumah yang jadi musuhku adalah kompor. Kemarin aku hampir membuat gosong masakannya Aidan gara-gara aku lupa mengecilkan apinya." Arya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Parah kamu Ya" kekeh Rhett.


"Banget!" cengir pria tampan itu. "Sampai-sampai mama memintaku agar jauh-jauh dari kompor daripada terjadi kebakaran."


"Bagaimana kalau kamu pengen buat ramen?"


"Minta dibuatkan bibik. Makanya kamarku banyak camilan disana biar aku kalau tengah malam kelaparan nggak usah ke dapur."


Rhett hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Parah parah" ucap Rhett lalu melirik ke arah Kaia yang tidak ikut dalam percakapan. Ternyata gadis itu tertidur dengan posisi tidak nyaman.


Rhett pun berdiri dan membenarkan posisi tidur Kaia dengan membuatnya tidur nyaman di sofa serta memberikan bantal di bawah kepala Kaia. Rhett mengusap rambut pirang Kaia lalu mencium kening gadis itu.


"Sleep tight, baby."


Arya yang melihat bagaimana Rhett memperlakukan Kaia begitu lembut hanya tersenyum.


"Kamu beneran jatuh cinta sama sepupuku ya Rhett? Atau hanya karena kalian dijodohkan dari kecil?" tanya Arya.


"Sejujurnya, aku jatuh cinta pada sepupumu sejak pertama bertemu dengannya di ruangan Oom Duncan."


"Apakah kedua orang tuamu tahu kalau kamu mengejar anak Duncan Blair?" tanya Arya lagi.


Rhett yang kini duduk berhadapan dengan Arya hanya menatap luar jendela pesawat yang menunjukkan awan biru yang indah.


"Kedua orangtuaku meninggal bersamaan dengan Opa dan Oma Kaia."


Arya terkejut. "Maksudmu kedua orangtuamu meninggal di kecelakaan pesawat bersama Opa Edward dan Oma Yuna?"


Rhett mengangguk. "Dan aku merasa kecelakaan mereka bukan kecelakaan biasa karena pesawat yang digunakan oleh Daddyku adalah pesawat baru."


"Oh my God! Kamu itu ternyata anaknya John dan Laura O'Grady?" seru Arya.


Rhett mengangguk. Arya menghela nafas panjang. "Now everything make sense."


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2