
Rhett terbangun ketika sayup-sayup mendengar seseorang bersenandung plus harum kopi memenuhi penthouse nya apalagi pintu kamarnya tidak tertutup. Semalam, Rhett dan Kaia benar-benar saling mengeksplorasi tubuh masing-masing apalagi ucapan cinta dari istrinya membuat Rhett semakin jatuh cinta dengan wanita berambut pirang itu.
Rhett sembarangan mengambil kemejanya yang dia lempar dan memakainya asal dan melihat pemandangan disana yang membuat otaknya traveling lagi seperti semalam.
Dengan santainya, pria itu tiduran di sofa sambil memperhatikan istrinya sibuk di dapur. Suaranya terdengar asyik bersenandung dan Rhett bisa melihat istrinya memakai airpods di kedua telinganya sedang asyik memasak mengenakan kemeja milik Rhett.
Take me to your place
Where our hearts belong together
I will follow you
You're the reason that I breathe
I'll come running to you
Fill me with your love forever
I'll promise you one thing
That I would never let you go
'Cause you are my everything
Rhett tidak tahu siapa yang menyanyikan lagu itu tapi dia sangat suka liriknya. Kaia pun berbalik dan nyaris menjatuhkan cangkir kopinya ketika melihat Rhett berada di sofa ruang tengah.
"Astaghfirullah Al Adzim! Rhett Butler! Kamu mengejutkan aku!" teriaknya.
"Morning beautiful" ucapnya sambil bangkit dari sofa dan menghampiri istrinya.
"Kopi?" Kaia memberikan secangkir kopi ke Rhett.
"Thank you baby" ucapnya sambil mencium pipi Kaia.
"Kulkasmu kosong!" omel Kaia. "Jadi aku buat sarapan ala kadarnya."
Rhett melihat dua piring yang berisikan roti bakar, sosis, telur mata sapi dan toasted tomato.
"Maaf hanya bisa buat ini karena aku ambil yang ada di kulkas" ucap Kaia dengan wajah sedih.
Rhett mencium kening istrinya. "Ini pun sudah bahagia." Pria itu kemudian duduk di kursi makan namun menarik Kaia untuk duduk di pangkuannya.
"Aku mandi dulu" elak Kaia.
"Nanti saja. Bajumu kan belum datang tapi menurut ku kamu lebih seksih pakai kemejaku" bisik Rhett sensu*al yang membuat wajah Kaia memerah.
"Ayo sarapan tapi aku tidak mau dipangku" Kaia berusaha bangun dari pangkuan Rhett.
"Z... Jangan gerak-gerak terus" bisik Rhett yang membuat mata biru Kaia membola.
"Astaga! Kamu itu mesum!" teriaknya ketika merasakan sesuatu yang mengeras di bawah pant*atnya yang membuat Rhett nyengir lebar.
__ADS_1
"Habis kamu menggemaskan dan membuat aku kecanduan" ucap Rhett apa adanya. "Suapin aku, Z."
"Oh come on Rhett..." namun suara Kaia menghilang ketika bibir Rhett mencium bibirnya.
"Suapin atau aku makan kamu?" mata biru Rhett tampak sayu menatap Kaia.
Kaia segera mengambil piring sarapan Rhett lalu mulai menyuapi bayi besarnya.
"Ngomong-ngomong, tadi kamu nyanyi lagu apa?" tanya Rhett sambil menatap intens Kaia.
"Oh lagu lama dari penyanyi Indonesia tapi sudah meninggal" ucap Kaia.
"Lagunya bagus, kata-katanya pas. Judulnya apa sayang?" tanya Rhett sambil mengelus paha Kaia.
"Penyanyinya Glenn Fredly, judul lagunya My Everything" jawab Kaia.
"Sekarang kamu yang sarapan." Dengan telaten Rhett menyuapi istri cantiknya.
Usai sarapan, keduanya lalu membereskan piring bekas makan. Suara bel penthouse berbunyi dan Rhett membuka pintunya. Tampak penjaga mengantarkan beberapa paper bag pesanan Rhett.
Setelah menutup pintunya, Rhett menyerahkan paper bag itu kepada Kaia. "Baju gantimu, sayang."
"Terimakasih." Kaia menerima paper bag itu dan masuk ke kamar mandi.
***
Kaia dan Rhett sekarang berada di mobil Aston Martin milik pria itu menuju mansion Blair. Sang mami, Rhea, mengajak keduanya makan siang bersama dan Rhett mengiyakan.
Sesampainya di mansion, Rhett masuk bersama Kaia saling bergandengan tangan yang membuat Levi yang baru bangun mendelik.
Kaia langsung manyun. "Nyebelin kamu Vi! Mandi sana!"
Levi tertawa. "Udah mandi tadi terus tidur lagi habis sarapan. Masih wangi kok! Lagian aku kan bukan cowok bau!"
Rhett hanya tersenyum melihat Kaia dan Levi sepupunya yang paling dekat.
"Sudah sampai, sayang?" tanya Rhea.
"Barusan mami" jawab Kaia sambil mencium punggung tangan Rhea.
"Nanti malam bobok sini saja, biar ramai" pinta Rhea.
Kaia menatap Rhett. "No problemo kalau aku sih, Z."
Diam-diam Rhea tersenyum melihat interaksi Kaia dan suaminya. Setidaknya Kaia sudah mulai tahu posisinya sebagai istri meminta ijin dulu ke Rhett.
"Iya mami. Kita bobok sini nanti" senyum Kaia. "Papi dimana?"
"Di ruang kerja. Oh ya Rhett, kamu ke ruang kerja papi sana. Ditunggu. Mami sampai lupa kasih tahu."
Rhett mencium punggung tangan Rhea. "Baik mami."
***
Duncan dan Rhett sekarang berada di ruang kerja putra Edward Blair itu.
__ADS_1
"Bagaimana semalam?" tanya Duncan tanpa basa basi.
Rhett tersenyum penuh arti.
"Sudah unboxing kamu Rhett?" kekeh Duncan yang dijawab anggukan Rhett.
"Sudah papi" senyumnya. "Dan saya semakin jatuh cinta dengan putri anda."
"Jangan pernah sakiti dia Rhett. Kamu tahu sendiri kan bagaimana dia kalau sudah dendam? Jika kamu sudah tidak bisa dengan Kaia, kembalikan dia pada kami Rhett. Kamu meminta langsung pada papi dan ... insyaallah tidak terjadi ... "
"Saya akan menjaga Z hingga seumur hidup saya Papi. Mendapatkan Z saja sulit minta ampun dan sekarang saya sudah mendapatkan, tentu saja saya tidak akan menyia-nyiakan putri papi" potong Rhett.
"Terimakasih Rhett. Papi harap kamu jangan sampai cemburu buta Rhett, sepupu Kaia kebanyakan pria jadi mereka biasa dekat seperti itu. Kaia adalah anak perempuan tertua ketiga di generasi ini. Kedua anak Oom Kenzo semuanya laki-laki dan sekarang tinggal di Tokyo. Anak Oom Keanu juga laki-laki cuma satu tinggal di Seoul. Sebelumnya memang Josephine dan Marissa, anak Joshua yang selalu menjadi kakak perempuan paling besar tapi setelah menikah, semuanya pada menempel ke Kaia."
Rhett tertawa mengingat dirinya cemburu dengan Arjuna. "Seperti Kaia dengan Arjuna?"
"Salah satunya itu" kekeh Duncan. "Untuk area Amerika dan Eropa, semuanya lebih dekat ke Kaia."
Rhett mengangguk.
"Bagaimana perkembangan pabrikmu, Rhett?"
"Saya benar-benar membongkar semua manajemen yang amburadul. Saat ini sepupu saya, Kieran yang menjabat sebagai kepala divisi kualitas. Sebelumnya memang dia yang disana tapi setelah Paman Thomas yang memimpin, Kieran dibuang padahal Kieran lah otak di balik kwalitas minuman kami."
Duncan mengangguk. "Pamanmu terlalu bodoh! Sudah diberikan kesempatan oleh ayahmu malah serakah hingga tega berbuat itu!"
"Klan kami sangat bersyukur mereka menghilang dari klan karena banyak yang membenci mereka berdua tetapi tidak berani melawan. Mereka benar-benar jahat, Pi."
"Jadi wajar saja kan jika putriku membuat bibimu gosong!" kekeh Duncan. "Richard O'Grady bagaimana reaksinya mengetahui istrimu yang membunuh ibunya?"
"Dia sangat berterimakasih kepada Z sudah menghabisi ibunya karena sebenarnya dia benci setengah mati kepada orangtuanya."
"Kenapa?"
"Saya baru tahu kalau Richard dijadikan pela*cur oleh ibunya sendiri demi mendapatkan informasi tentang data pribadi teman-teman sosialitanya hingga bisa diambil untuk kepentingan Louisa."
Duncan terhenyak. "Astaghfirullah Al adzim. Memang pantas Louisa nasibnya dihajar Kaia seperti itu."
"Iya papi. Saya awalnya tidak percaya omongan Rich tapi akhirnya saya meminta bantuan Oom Abian dan Arjuna, akhirnya saya mendapatkan bukti itu."
"Sekarang Richard kemana?"
"Pindah ke New Zealand. Dia mau meninggalkan semua kenangan di Dublin dan London tapi saya tetap memberikan hak sahamnya dia."
"Bagus lah dia bisa menata dirinya. Semoga tidak ada keributan lagi ya Rhett."
"Aamiin, papi."
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1