
Duncan memindai Thomas dan Louisa O'Grady yang tampak tidak senang mendengar kabar Rhett akan menikah dengan Kaia.
"Look Mr O'Grady. Saya hanya meneruskan permintaan paman Patrick yang saya anggap sebagai wasiat jadi saya tidak ada masalah jika Rhett menikah dengan Kaia. Dia laki-laki tidak perlu wali untuk menikah kan? Apalagi kakek Patrick sudah meninggal." Duncan berucap dengan tenang meskipun dalam hati dia ingin mengeluarkan SIG dari belakang tubuhnya.
"Apa anda yakin menerima anak haram ini?" ucap Louisa sinis.
"Justru dari anak haram ini saya mendapatkan info pabrik beer dan whisky anda sedang dalam kesulitan finansial. Sebagai bagian dari keluarga, Rhett sangat memperhatikan keadaan keluarganya."
Duncan mendudukkan tubuhnya di kursi depan meja kerja Thomas.
"Jadi, anda mau mendapatkan dana segar atau tidak?" Duncan menatap dingin ke kedua orang yang seumuran dengan dirinya tapi lebih minus akhlak.
"Eh iya maaf Mr Blair. Hanya saja saya risih dengan kehadiran anak atau cucu haram kakek" ucap Louisa dramatis. Gozali dan Arya hanya terdiam melihat kelakuan ular beludak berujud nenek-nenek.
Masih mending Maleficent bangets daripada nih nenek-nenek. Gue dukung Kai bakar abis nih nenek! - batin Arya.
"Neil. Siapkan perjanjiannya." Duncan menatap ke sepupunya yang sedari tadi memasang wajah datar meskipun dalam hatinya ingin mencincang dua orang itu.
Rhett membisikkan sesuatu ke Duncan dan mengiyakan lalu pria bermata biru itu memberikan kode kepada Arya untuk mengikuti dirinya. Arya pun ikut Rhett keluar ruangan. Gozali yang berlagak melihat-lihat ruang kantor Thomas, diam-diam menempelkan kamera di lemari folder.
Neil memberikan berkas perjanjian antara MB Enterprise dan O'Grady Beer Co serta O'Grady Whiskey Co. Dana yang dicairkan Duncan tidak main-main nominalnya. MB Enterprise adalah perusahaan yang stabil keuangannya karena Duncan dan Aidan mampu mengelola dengan baik.
Ditambah merger perusahaan otomotif milik mertuanya yang sekarang dikelola oleh Kaia dari balik layar, semakin memperkuat finansial mereka. Kemenangan Giandra Otomotif Co di tender Boeing semakin menambah nama dan kepercayaan publik dengan perusahaan yang dibangun sejak ayah Duncan McGregor.
"Apa ini maksudnya Mr Blair?" teriak Louisa sambil menunjukkan beberapa poin di surat perjanjian penambahan modal.
"Saya akan membantu perusahaan anda Mrs O'Grady dengan syarat tertulis disana. Dua perusahaan minuman ini saya beli semua sahamnya bahkan saya beli dua kali lipat tapi semuanya harus dibalik nama Putri saya yang akan menikah dengan Rhett."
"Anda Gila!"
Duncan tertawa sinis. "Anda yang gila menolak nominal uang sebanyak yang saya tawarkan. Anda tidak akan menemukan investor yang berani memberikan dana sebanyak saya. Taruhan dengan saya!"
Thomas dan Louisa saling berpandangan. Benar juga kapan lagi bisa mendapatkan uang yang nominalnya ditawarkan oleh Duncan Blair.
"Bagaimana?" Duncan memberikan kode kepada Neil untuk berdiri. "Saya berikan kesempatan kepada anda berdua untuk berunding. Penawaran saya hanya berlaku hari ini. Begitu saya keluar dari ruangan ini, penawaran batal."
__ADS_1
Thomas dan Louisa menatap tidak percaya mendengar ucapan Duncan. Uang segitu tidak sedikit!
***
Rhett berjalan dengan Arya mengelilingi pabrik beer hitam yang menjadi kebanggaan keluarga O'Grady dan bangsa Irlandia selama ini. Leluhurnya selalu menjaga kwalitas beer hitam itu hingga ke kakeknya namun setelah dipegang oleh Louisa, semua amburadul. Akhirnya beer O'Grady menjadi beer yang kwalitas nya tidak dijual di banyak bar dan club.
"Are you okay Rhett?" tanya Arya yang sedari tadi kesal ingin menampol nenek-nenek itu pakai bootnya.
"Soal anak haram atau cucu haram? Aku sudah biasa Ya." Rhett tersenyum pahit. "Justru mungkin itulah yang masih menyelamatkan nyawaku."
"Aku tadi terkejut ketika Oom Duncan mengganti nama kepemilikan pabrik ini menjadi Kaia, bukannya tadinya akan menjadi atas namamu?"
Rhett memandang lokasi penyulingan gandum sebagai bahan dasar beer hitamnya.
"Oom Duncan memang merubahnya menjadi milik Z sebab jika atas namaku, mereka pasti akan membunuhku instan. Kalau atas nama Z, mereka tidak akan berani macam-macam pada gadisku."
Arya terkekeh. "Berani mati kalau melawan Oom Duncan. Belum Aidan maju. Asal kamu tahu, Aidan lebih sadis dari Oom Duncan."
"Yuk kita jalan lagi melihat-lihat pabrik peninggalan kakekku" senyum Rhett. Meskipun mereka tampaknya hanya berjalan-jalan, tapi Rhett dan Arya memasang berbagai kamera mikro di beberapa titik.
***
"Beruntung keponakan ku nggak ikut D. Sudah pasti ular beludak itu disiram bensin dan disulut Zippo" kekeh Neil yang tahu bagaimana Kaia kalau membalas dendam.
"Nggak Kaia saja tapi aku ingin menembak hancur kepalanya dengan SIG ku" bisik Duncan yang mendapat senyuman Gozali.
"Be patient gentlemen" bisik suami Naina itu.
"Mr Blair" suara Louisa dimerdu merdukan yang membuat pria mantan Cogan tapi jadi hot Daddy itu rasanya ingin muntah, menoleh.
"Bagaimana?" tanya Duncan dingin.
"Kami setuju dengan penawaran anda." senyum lebar Louisa terkembang di wajahnya. Dengan cepat kedua pasutri serakah itu menandatangani surat perjanjian dengan Gozali sebagai dokumenter melalui ponselnya yang langsung disambungkan ke Boston dan London.
"Apakah Anda juga sudah membaca point nomor tujuh?" tanya Neil Blair yang sama dinginnya dengan Duncan. Gozali yang berada di dekat keduanya sampai merinding. *Keturunan Blair itu Yaaa.
__ADS_1
"Memutuskan menjadikan mansion O'Grady sebagai tempat melangsungkan pernikahan antara Rhett O'Grady dan Kaia Blair*". Mata hijau Louisa membelalak dengan sempurna. "AAAPPAA?!"
"Bukankah Rhett O'Grady adalah penguasa klan O'Grady sekarang Mrs O'Grady?" tanya Duncan santai. "Sudah sewajarnya bukan kalau dia berhak melaksanakan pernikahannya di mansion leluhurnya."
"Anda kan sudah menandatangani surat perjanjian itu" Neil membereskan semua berkas. "Dan dana yang kami tawarkan untuk anda pun sudah masuk ke rekening anda sekarang."
Suara notifikasi pun terdengar di laptop Louisa O'Grady yang menunjukkan dana pembelian dua pabrik O'Grady sudah masuk ke rekening nya.
Wajah wanita licik itu langsung sumringah melihat nominal yang masuk sesuai dengan perjanjian Duncan.
"Baiklah, karena anda menepati janji anda, saya ijinkan memakai mansion O'Grady sebagai tempat pernikahan putri anda dengan anak haram itu!" ucap Louisa dengan nada melecehkan.
"Dengar Mrs O'Grady. Yang anda panggil anak haram itu adalah calon menantu saya. Jika anda mengatakan Rhett sebagai anak haram lagi, saya akan tarik dana yang sudah masuk ke rekening anda sekarang juga. Anda tidak akan mendapatkan apapun karena tanda tangan anda berdua sudah tercantum disini." Duncan menunjuk ke berkas-berkas yang sudah disimpan oleh Neil.
"Kamu tidak berhak melakukannya!" jerit Louisa.
"Anda mau menuntut secara hukum silahkan! Anda pasti kalah Mrs O'Grady. Siapa yang lebih dipercaya? Saya yang memegang bukti tertulis atau ucapan anda?"
Louisa menutup mulutnya. Aku tidak boleh kehilangan uang itu dan juga akan aku rebut surat perjanjian itu! Enak saja semuanya akan dimiliki oleh anak haram itu!
"Kapan rencananya pernikahan putri anda dengan a...Rhett?" tanya Thomas dengan nada melunak.
"Sabtu besok!"
"AAAPPAA??!!!" seru Thomas dan Louisa O'Grady bersamaan.
***
Yuhuuu Up Sore Yaaakkk
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1