
Eiji dan Maira tampak asyik ngobrol di halaman belakang. Entah kenapa kedua orang itu tiba-tiba langsung akrab dan itu membuat Gozali tidak nyaman.
"Mai, kamu ada rasa sama Gozali ya?" tembak Eiji langsung.
"Hah? Kok kak Eiji ngomong gitu?" tanya Maira dengan wajah memerah.
"Kelihatan tahu!" kekeh Eiji. "Cuma Gozalinya masih ragu-ragu soalnya dia ada rasa sama Rhea juga."
Maira terperangah. "Bang Gozali suka sama mbak Rhea?"
Eiji tertawa. "Kelihatan juga itu! Gini deh, kakak itu sudah biasa ketemu orang banyak jadi bahasa tubuh seseorang kakak bisa membaca. Mai, kamu beneran suka sama Gozali?"
Maira mengangguk. "Tapi dengar bang Gozali suka sama mbak Rhea, bikin aku sedih."
Eiji menatap Maira yang menunduk. "Jangan khawatir. Rhea nggak ada perasaan ke Gozali, hati Rhea sudah buat Duncan. Mai, dengarkan kakak. Mau nggak kita bikin drama Korea?"
"Maksudnya gimana kak?" tanya Maira polos.
"Abang tuh juga lagi suka sama cewek, cantik, pintar tapi galaknya naudzubillah. Kakak gak tahu perasaan dia ke kakak gimana, suka apa benci soalnya tiap hari kakak dimarahi melulu." Eiji memasang wajah melas yang membuat Maira tertawa.
"Cantik kak?" tanya Maira.
"Beeeuuu cantik luar biyasah kalau menurut kakak tapi nggak buat Duncan sama Oom Abi soalnya buat mereka paling cantik ya pasangannya sendiri sih" kekeh Eiji lalu memperlihatkan foto Ayame Agasa.
Maira terpesona melihat wajah cantik di ponsel Eiji. "Cantiknya kak!"
"Bener kaaaannnn" senyum sombong Eiji keluar.
"Ini siapanya kakak?"
"Manajernya kakak itu, udah dua tahun ini. Dan selama dua tahun ini, kakak kena marah melulu."
Maira tertawa. "Kakak nakal sih!"
"Kalau kakak nggak nakal, nggak seru Mai. Kapan lagi bisa menggoda cewek cantik kayak Aya."
Eiji kemudian terdiam lalu membisikkan sesuatu ke Maira.
"Mai, kita kerjain para incaran kita gimana?" bisik Eiji.
"Maksudnya gimana kak?"
"Kita mencoba mengajuk hati mereka. Kita pura-pura jadi pasangan terus kita test perasaan mereka gimana. Oke nggak usul kakak?" cengir Eiji.
"Pura-pura kan? Aku takut kalau kakak malah dihajar bang Gozali."
"Justru itu yang bagus! Artinya Gozali ada rasa sama kamu Mai. Aku juga pengen tahu perasaan Aya gimana ke aku."
Maira berpikir lagi. Kapan lagi bisa memastikan hati bang Gozali. Bener kata mbak Rhea, nggak usah malu kalau suka bilang saja. Masalah hasil akhir belakangan yang penting nggak nyesel udah bilang.
"Kak Eiji, Mai mau acara drama Korea abal-abal begini. Soalnya kapan lagi Mai bisa tahu perasaan bang Gozali ke Mai gimana."
Eiji tersenyum lebar. "Bagus Mai! Jangan kaget ya kalau kakak bersikap layaknya kayak ke pacar pas sama kamu tapi asal tahu pura-pura demi mencapai cita-cita mengetahui perasaan incaran kita."
__ADS_1
Maira tersenyum. "Iyes kak!" Keduanya saling bertos ria.
"Acara Drakor dimulai!" bisik Eiji.
***
"Kenapa kamu Goz?" tanya Duncan melihat Gozali yang sedari tadi memandang halaman belakang terus.
"Nggak papa bang." Duncan pun melihat ke arah halaman dan tampak sepupunya asyik bercengkrama dengan Maira. Bahkan keduanya tampak tertawa bersama.
"Gercep ih si Eiji!" komentar Duncan memanas-manasi Gozali.
Tadi usai makan malam, Rhea mengajak ngobrol Duncan dan Javier.
POV Duncan
"Bang, Maira itu suka sama bang Gozali beneran lho" bisik Rhea.
"Terus mau kamu gimana?" tanya Duncan.
"Pengennya sih dibikin pedekate gitu cuma Rhea nggak tahu perasaan bang Gozali gimana ke Mai."
"Aku akan bilang sama Eiji" timbrung Javier.
"Kalian mau rencanakan apa?" tanya Rhea.
"Maira kan suka sama Gozali, Eiji suka sama Ayame tapi Gozali kan tidak tahu soal Ayame." Javier tersenyum licik. "Biar aku buat skenario"
Rhea hanya mengikuti apa yang direncanakan tunangan dan sepupunya.
POV END
"Eiji kan artis terkenal jadi wajar lah Mai langsung cocok. Mana ganteng juga" ucap Duncan sambil memakan bakwan buatan Rhea.
"Maksudnya apa bang?" tanya Gozali berusaha datar namun terselip nada tidak suka.
"Maira kan suka cowok model Eiji. Jadi wajar lah langsung dekat. Aku sih nggak kaget kalau Maira dan Eiji bisa jadian dalam waktu dekat. Lagian Eiji sudah bilang sama Oom Abi dan Tante Dara mau tinggal di Jakarta sampai aku menikah dengan Rey."
AAAPPAA?
"Hah?" Gozali menatap Duncan tajam.
"Tadi Rhea sudah minta tolong sama Eiji membantu untuk melatih lagi main pianonya dan Eiji menyanggupi karena habis acara sama Yamaha, dia tidak ada jadwal lagi dan langsung minta dikosongkan sampai dua bulan ke depan."
Gozali kembali mengarahkan pandangannya ke dua orang yang masih heboh melihat ponsel Eiji.
Sialaaann!
"Oh ya. Selama di Jakarta, Eiji nginap disini" sahut Duncan cuek sambil menyesap kopinya.
Double Sialaaann!!!
***
__ADS_1
Pagi ini mansion Giandra dikejutkan dengan teriakan Maira yang menginap di rumah Abi dan Dara.
"Pakai baju dulu KENAPAAAA!" teriak Maira yang melihat Eiji keluar dari ruang gym cuma pakai handuk putih.
"Lha kamu ngapain kesini Mai? Ngintip kita-kita ya?" goda Eiji tanpa bersalah lalu mengusap kepala Maira terus jalan ke dalam rumah dengan santainya.
"Astaghfirullah! Ditutup mata Eman, buka mata surga dunia" celoteh Maira yang memang hendak ke ruang gym buat treadmill.
"Kenapa kamu Mai?" tanya Duncan yang juga baru keluar ruang gym.
"Astaghfirullah! Abaaaannnggg!" teriak Maira yang membuat Rhea dan Dara tergopoh-gopoh ke halaman belakang.
"Apa sih Mai? Kok teriak-teriak dari tadi?" tanya Dara.
"Lihat Tante! Pada sok pamer bodi. Kan jadi pahala buat mata Mai. Eh...?" Maira menutup mulutnya yang membuat Rhea dan Dara tertawa terbahak-bahak.
"Rejeki ya Mai?" goda Duncan.
"Abang tuh iseng banget!" kekeh Rhea sembari memeluk lengan kekar tunangannya lalu keduanya masuk ke dalam rumah.
"Astaghfirullah! Astaghfirullah!" Maira mengelus dadanya berulang kali.
"Mai, kita tinggal dulu ya. Jangan teriak-teriak lagi." Dara menyusul Rhea dan Duncan.
Maira pun masuk ke dalam ruang gym yang memang dibangun Abi buat dirinya, Dara, anak-anak dan sahabat-sahabatnya kalau menginap di mansion.
Pelan dia masuk dan melihat pemandangan Gozali sedang melakukan selfie di kaca gym memamerkan lengannya yang berotot.
Astaghfirullah Al adzim. Ngimpi apa Mai semalam kok dapat rejeki mata pagi-pagi.
Ketika Maira hendak menuju tempat treadmill, suara Eiji membuat kedua orang di ruang gym itu menoleh.
"Maira sayang, handuk kakak ada disitu kah?"
Sayang?
***
Yuhuuu Up Malam yaaaa
Entah apa yang aku pikirkan asal posting... wkwkwkwkwk
Thank you for reading and support
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu
__ADS_1