My Rey

My Rey
London - Season 2


__ADS_3

Arya dan Kaia sampai di bandara Heathrow dan langsung dijemput oleh Aidan yang senang melihat kakak perempuan bar-barnya.


"Arya! Makin ganteng lu!" ucap Aidan sambil memeluk sepupunya.


"Kok gue merinding ya lu bilang begitu? Masih normal kan Ai?" ledek Arya.


"Astaghfirullah Al adzim! Gue masih normal kupret! Masih doyan cewek!" cebik Aidan jengkel. Arya dan Kaia tertawa.


"Sudah! Langsung pulang saja ke mansion opa." Kaia kemudian merangkul kedua Cogan dan berjalan menuju parkiran mobil sedangkan pengawal Aidan membawakan koper Arya dan Kaia.


***


Kaia masuk ke kamar adiknya sambil membawakan hot choco kesukaan adiknya. Aidan memang bukan pecinta kopi in the morning tapi lebih suka hot choco in the morning.



"Hai. Kamu hari ini jadi pemotretan sama Arya?" tanya Kaia kepada adiknya yang masih malas-malasan.


"Jadi. Mbak jadi pergi sama Arjuna?" tanya pria berusia 21 tahun itu.


"Jadilah soalnya udah penasaran mbak" ucap Kaia.


"Terus, si bule Irlandia apa kabarnya?" cengir Aidan sambil menyesap hot choco buatan kakaknya.


"Di New York lah sama papi. Tahu tuh urus apaan, aku nggak kepo" sahut Kaia cuek.


"Jare simbok timbang golek pokemon, luwih becik golek jodo, simbok pengen gendong putu, dudu gendong pikachu" goda Aidan yang membuat Kaia melongo.


"Astagaaaaa Aidan! Bule jowo ya kamu ini dik!" gelak Kaia. Aidan tertawa.


"Seriously mbak, aku salut lho sama Rhett berani datang ke papi. Langka pria seperti itu" ucap Aidan. "Cobalah mengenalnya."


"Kamu kok sama ma Levi dan Arya sih?" cebik Kaia.


"Aku laki-laki mbak, belum tentu aku seberani itu apalagi tahu sendiri kan papi gimana sejarahnya?" Aidan menghabiskan hot choconya. "Hanya orang yang mentalnya kuat yang bisa menghadapi papi apalagi meminta anak gadisnya."


"Tapi mbak nggak jatuh cinta sama Rhett dik."


"Apa mbak sudah ada pria lain?" selidik Aidan.


"Belum sih karena mbak lebih fokus dengan proyek mbak dengan Boeing."


"Kita lihat saja, kalau dia mengejar mbak sampai London. Salut aku!" kekeh Aidan.


"Nggak mungkin lah! Dia kan masih ada proyek sama papi."


Aidan tersenyum smirk. "Taruhan?"


***


Kaia sudah sampai di kastil milik klan McCloud dan disambut oleh Tante Rain dan segerombolan pasukan berbulu yang langsung menubruk Kaia hingga terjatuh.


"Ya Allah Kai, kamu nggak papa?" tanya Rain membantu keponakannya bangun.


"Ya ampun gemeeessss!" seru Kaia sambil bermain dengan lima Huskies dan satu Samoyed yang manjanya minta ampun.

__ADS_1


"Kaia" sapa Oom Jeremy. Kaia lalu memeluk Oomnya.


"Sehat Oom?" tanya Kaia.


"Alhamdulillah. Udah ketemu adik-adiknya Arjuna?" kerling Elang usil.


"Iya adik kaki empat berbulu! Papa nih ngadi-ngadi!" omel Arjuna yang sudah siap pergi dengan Kaia.



"Sarapan dulu lah" ajak Rain.


"Bawain saja ma, soalnya aku sama Kaia agak keluar kota" pinta Arjuna sambil mencium pipi mama Rain.


"Jangan sampai hilang lagi kotak Tupperware nya!" omel Rain.


"Ada Kaia pasti aman lah! Dengar Kai, jangan sampai kotak Tupperware mama yang berharga hilang" ucap Arjuna sambil mengedipkan sebelah matanya ke Kaia.


Elang dan Rain tertawa. "Hati-hati kalian berdua."


***


Kaia dan Arjuna menaiki Range Rover milik Arjuna karena tadi Kaia diantar oleh sopir keluarga Blair yang memang standby jika Aidan malas menyetir mobil.


Kini dua buah Range Rover berjalan beriringan menuju arah pinggiran kota London.


"Kok bisa pengawal mu menemukan lokasi itu, Jun?" tanya Kaia penasaran.


"Jadi, waktu itu mereka sedang mencari informasi tentang cecunguk yang aku cari terus tanpa sengaja melihat sebuah bangunan dengan pagar tinggi dan disana ada logo klan McGregor dan Blair. Pengawal ku langsung memberikan foto-foto pagar itu. Aku sendiri juga penasaran dan langsung mengabarimu."


Arjuna menatap Kaia. "Kamu bisa menghubungi Oom Abian jika kita sudah sampai disana."


"Apakah pagarnya terkunci?" tanya Kaia.


"Tenang saja, kita sudah persiapan kok Kai" senyum Arjuna.


Setelah setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai ke sebuah pagar bata yang mengelilingi sebuah bangunan. Terdapat sebuah tombol kunci yang sudah rusak namun pintu gerbang tetap tidak bisa terbuka.


"Gila nih klan McGregor! Masih terkunci pintunya dan pagarnya terdapat setrum!" umpat Arjuna.


"Berarti pembayaran listriknya tidak berhenti Jun."


Arjuna mengangguk dan bersama dua anak buahnya berusaha membetulkan tombol kunci yang berpassword.


Kaia pun menelpon Oom Abian yang berada di Boston.


"Selamat malam Kaia" sapa Abian ramah.


"Malam Oom. Aku menemukan sebuah bangunan di pinggiran kota London dan ada logo klan opa buyut sama opa Edward."


"Coba kamu share lokasinya, oom akan cek dengan inventarisasi properti milik McGregor dan Blair."


Kaia mengirimkan lokasi ke Abian. Tak lama, Abian menghubungi Kaia lagi.


"Kai, itu bangunan memang milik Tuan Duncan McGregor. Apakah kamu melihat ada tombol elektronik disana?" tanya Abian.

__ADS_1


"Agak rusak Oom, ini lagi dibenarkan oleh Arjuna."


"Kalau Arjuna bisa membetulkan, atau kamu bisa membetulkan, code pass nya adalah ulang tahun tuan Edward Blair."


Kaia memandang Arjuna dan kedua orang pengawal yang ahli elektronik sedang membetulkan passcode itu.


Semoga bisa dibetulkan.


***


"Jadi gue harus seolah-olah memasak sama lu, Ai?" tanya Arya dengan tatapan horor.



Aidan hanya tersenyum jahil.


"Gila lu Ndro! Gue masak air ajah gosong!" protes Arya.



"Parah lu masak air mpe gosong Ya!" kekeh Aidan.


"Sumpah! Gue kira cuma duduk manis kasih lihat masakan lu terus gue kasih tampang cakep gue! Kenapa gue jadi ikutan masak, bambaaaaannggg!" Arya nyaris histeris karena barang di rumah yang paling anti dia pegang adalah kompor.


"Kan ada gue, bambaaaaannggg! Udah! Lu tuh gayanya kayak anak perawan suruh rabi sama emaknya!" ucap Aidan asal.


"Astajim! Ai, lu tuh bule! Kenapa juga sok fasih bahasa Jawa?" kekeh Arya yang meskipun Maira sang mama orang jawa, tapi jarang menggunakan bahasa Jawa di rumah.


"Cerewet! Sudah ayo mulai syutingnya." Aidan meminta para kru yang dari tadi pusing melihat keributan dua pria tampan itu untuk bersiap-siap.


"Excuse me." Aidan, Arya dan para kru menoleh ke arah suara yang baru masuk ke dalam restauran Aidan. Mulai hari ini memang restauran Aiden yang pusat London tutup dua hari untuk keperluan syuting tapi yang lain tetap buka.


Seorang pria tampan dengan kacamata hitam dan setelan jas memasuki restauran itu.



"Dimana aku bisa bertemu dengan Kaia?" tanyanya.


Aidan menoleh kearah Arya. "Si bule Irlandia?"


Arya hanya mengangguk.


Damn! Mbak Kaia kok nggak bisa lihat cowok yang cocok buat dia sih!


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Full of visuals


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2