My Rey

My Rey
Gozali Sadar


__ADS_3

Duncan mengambil MacBook nya dan duduk bersama dengan Joshua yang sedang sibuk menghack semua informasi tentang Dark Eagle.


Edward yang mengetahui peristiwa tertembaknya Gozali pun langsung menghubungi semua kolega dan koneksinya di dunia hitam seluruh Amerika Serikat dan Eropa bahkan dia menghubungi Damien Xavier di Moskow untuk mencari info.


"Anak angkatnya Abimanyu tertembak oleh ketua klan Dark Eagle?" tanya Damien di seberang.


"Iya Dam. Aku juga sedang mencari info siapa ini klan baru netes" jawab Edward.


"Aku sih sama denganmu Ed, sudah lama tidak berkecimpung di dunia seperti itu semenjak kasus penculikan Dara ( novel Menikahi Suami Sahabatku ) apalagi sekarang aku lebih menikmati hidup menjadi kakek" gelaknya.


Maya Xavier, putri Damien sudah menikah dengan seorang pengusaha Rusia dan dikaruniai sepasang anak laki-laki dan perempuan berusia sepuluh tahun dan delapan tahun.


"Aku malah baru mau dapat cucu. Rhea, menantuku anaknya Abi dan Dara, sedang hamil anak pertama."


"Syukurlah! Maaf aku tidak bisa datang pada saat Duncan dan Rhea menikah. Dasar nggak ingat umur, main ski. Kecelakaan deh" kekeh Damien.


"Hahaha, sama saja sama adiknya Yuna." Edward berdehem. "Tolong kasih kabar ya Dam."


"Akan aku usahakan. Salam buat Abimanyu dan Dara."


"Akan ku sampaikan."


***


"Shua!" sahut Abian di seberang.


"Yo!" jawab Joshua.


"Aku dan Dad sudah menemukan siapa itu ketua klan Dark Eagle."


"Siapa?" tanya Duncan penasaran.


"Glenn McCloud."


Duncan dan Edward saling memandang. Sejak kapan McCloud menyebrang sampai Indonesia?


"Bian, apa kamu yakin? Karena klan McCloud tidak pernah keluar dari Inggris Raya."


"Ketua nya memang Glenn McCloud tapi itu yang selalu muncul di permukaan, ketua aslinya masih tersembunyi dan aku belum bisa menemukan jati diri sebenarnya."


"Aku yakin pasti ketua aslinya masih ada darah Indonesia" ucap Joshua. "Sebab mana mungkin dia bisa nekad datang ke Jakarta dan membunuh seorang politisi serta mencelakakan Gozali beserta anak buahnya."


"Apa kamu yakin Josh?" tanya Hiro.


"Coba Dad tanya ke mantan mafia ini atau ke appa Yudhi. Mereka para mafia punya kode etik tersendiri untuk tidak nyebrang wilayah yang bukan daerah kekuasaannya karena kalau aku menjadi ketua klan, yang akan aku ambil dan rebut daerah kekuasaan yang masih satu wilayah bukan beda wilayah apalagi beda negara."


"That's right. Satu wilayah dulu aku kuasai baru pindah wilayah dan bukan negara. Kalau sudah pindah negara berarti kamu cari mati" sambung Edward.


"Masuk akal apa yang diutarakan Joshua. Aku setuju dengan mu Josh, orang ini pasti punya darah Indonesia hingga berani menancapkan namanya di Jakarta. Dad, apakah ada kenalan di Jakarta?" tanya Duncan.

__ADS_1


"Aku coba hubungi oom mu Stephen karena Jakarta bukan area yang Dad kuasai."


Suara ponsel Abi berbunyi dan pria berusia 58 tahun itu mengangkatnya.


"Halo Diana. Bagaimana Gozali?" Abi lalu meloud speaker ponselnya.


"Gozali sudah membaik dan ingin berbicara dengan kalian."


"Assalamualaikum pak" sapa Gozali.


"Wa'alaikum salam" sapa semuanya. "Alhamdulillah."


"Maaf membuat bapak, ibu semuanya cemas."


"Kamu tahu? Adikmu sampai pingsan mendengar kamu celaka! Nanti kamu telpon Rhea ya. Bumil satu itu shock berat!" omel Abi meskipun hatinya lega luar biasa putra kebanggaannya sudah membaik.


"Bang Duncan, aku ijin telpon Rhea ya nanti" ucap Gozali.


"Iya telpon Rey sana gak papa."


"Kamu nggak screening klien mu dulu Goz?" tanya Edward.


"Sudah tapi aku kecolongan karena kami berubah rencana dari jadwal acara pesta malah meminta ke gudang kosong di daerah Bantar gebang. Aku sudah feeling nggak enak itu, makanya sebelum turun, semuanya memakai rompi anti peluru yang memang selalu kami bawa."


"Lalu?" tanya Joshua.


"Aku merasa tolol sekali karena hasil screening dia salah satu pejabat terkenal di negeri ini dan tidak ada hubungan dengan mafia. Ternyata aku salah. Kami semua kena jebak disana, dan terjadi baku tembak akibat si ketua marah. Dia membunuh klienku di depan mataku tepat di tengah-tengah pelipisnya."


"Tembakan eksekusi" gumam Duncan.


"Aku reflek hendak menembak ketua mafia itu tapi anak buahnya sudah menembak bahuku dan pria itu menahan dengan bahasa Welsh. Sayangnya, anak buahku sudah terlanjur melepaskan tembakan dan sempat terjadi tembak menembak, dan aku terkena peluru di kaki."


"Bagaimana kau tahu Goz?" tanya Edward.


"peidiwch â saethu'r gwarchodwyr corff. ni wyddant ddim. Itu yang ketua klannya ucapkan. Aku pernah di Oxford Oom, jadi aku belajar banyak bahasa Celtics dan Welsh."


"Jangan tembak bodyguard nya, mereka tidak tahu apa-apa" ucap Duncan. "Itu artinya."


"Setelah itu?"


"Mereka menghentikan tembakan dan melemparkan bom asap. Semuanya langsung menghilang."


"Apa kamu tahu wajah ketua klannya?" tanya Abi.


"Nggak pak. Dia memakai topeng berbentuk elang."


"Apa kamu tahu kira-kira dia orang mana?" tanya Joshua.


"Sepertinya sama dengan bang Duncan dan Oom Edward. Orang Inggris."

__ADS_1


Duncan dan Edward melongo.


***


Rhea terbangun dari pingsannya dan tampak wajah mommy dan Ingrid disana.


"Alhamdulillah anak mommy sudah bangun" ucap Dara bersyukur.


"Bang Goz...gimana mom?" tanya Rhea lemah.


"Bang Gozali sudah sadar, operasinya berjalan lancar dan sudah telpon Daddy dan suamimu. Katanya nanti mau telpon kamu sendiri."


"Alhamdulillah. Mas Ghani nggak tahu kan mom?" tanya Rhea lagi.


"Nggak, mommy tidak akan memberitahu ke mas Ghani, nanti malah kepikiran."


"Infusnya tetap terpasang sampai habis ya Rhea. Kamu benar-benar shock ini" ucap Ingrid.


"Iya mbak. Dulu mas Ghani kena tembak, Rhea nggak terlalu panik karena tahu resiko pekerjaan tapi bang Gozali hanya mengawal bukan polisi kok bisa kena tembak."


Ingrid mengelus tangan Rhea yang tidak ada infusnya. "Yang penting bang Gozali sudah membaik jadi bumil, jangan kepikiran ya." Rhea mengangguk.


"Minum teh panas dulu Rhea" ucap Miki yang baru datang membawakan teh mint.


"Terimakasih mbak Miki."


"Siapa kira-kira yang berani membunuh orang sekejam itu?" bisik Dara. Untuk kali ini dia akan turun tangan meminta Gozali lebih berhati-hati untuk menerima klien. Masih mending urus artis daripada politikus!


"Aku nggak tahu Tante. Itu Daddy, Abang dan semuanya masih ngobrol dengan Gozali" ucap Miki.


"Maira gimana mom? Pasti shock berat dia!" seru Rhea teringat adik sepupunya yang memang tidak ikut ke Jepang karena sudah bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan di luar lingkaran keluarga besar Rhea.


"Tadi mommy sih baru memberitahukan Tante Naina dan mungkin akan menemani Maira ke rumah sakit."


"Semoga segera diketahui siapa biang pelakunya" ucap Ingrid.


"Aamiin."


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Kalau mood, nanti lanjut lagi


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2