NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 11. Cintamani Manikmaya


__ADS_3

Ketika, Zham melihat Ankara akan keluar dari kamar Nagini. Zham cepat-cepat pergi dari sana. Dan, setelah ia melihatnya keluar. Zham pun memanggil Ankara.


"Ankara!"


Panggil Zham.


"Ya, kak? Ada, apa?"


Ucap Ankara.


"Ikut aku! Aku ingin berbicara denganmu!"


Ucap Zham.


"Baiklah, kak?"


Ucap Ankara.


Ankara mengikuti langkah kaki kakaknya. Tidak lama mereka sampai di halaman belakang rumah itu. Zham berbicara hal penting dengan Ankara.


"Kakak! Sebenarnya, ada hal penting apa yg ingin kakak bicarakan denganku."


Ucap Ankara penasaran.


"Jangan, terlalu dekat dengan Naghi! Ingat! Kau sudah akan bertunangan dengan Ratu Cintamani Manikmaya...jangan, membuat masalah! Naghi adalah bangsa manusia...jangan, sampai ia menjadi korban Ratu Cintamani...kau mengerti!"


Ucap Zham panjang lebar memberi penjelasan.


Hmph! Korban? Kurasa tidak, jika Naghi sama denganku! Apalagi, bila ia memiliki kekuatan yang melebihi Ratu Cintamani...Kakak? Kau salah mengenai Naghi...dia bukan manusia...aku mencium bau amis di tubuhnya...aku akan membuktikannya kepadamu."


Ucap hati Ankara.


"Ankara! Apa, kau tidak mendengar apa yg kukatakan?"


Ucap Zham.


"Aku mendengarnya dan aku mengerti, kakak?"


Balas Ankara.


"Baguslah, beberapa hari lagi Cintamani akan datang ke rumah kita...tentu, akan membicarakan tentang pertunanganmu dengannya...Jjangan, membuat masalah!"


Ucap Zham.


"Baiklah, kakak?"


Ucap Ankara.


Zham segera pergi dari sana. Sedangkan, Ankara masih berdiri disana. Dengan hati dongkol.

__ADS_1


Enak saja, mau menjauhkanku dari Naghi! Kakak, kau ini sengaja memperingatkanku tentang Cintamani...karena kau sebenarnya menginginkan Naghi juga...sudah memiliki tunangan...tetapi masih menginginkan milikku...tidak akan aku biarkan!


Ucap Ankara lagi dalam hati.


Sementara, itu Naghi masih berbaring di dalam kamarnya. Zham masuk ke dalam kamar Nagini. Ia ingin menanyakan bagaimana kondisi kesehatan Nagini.


"Naghi! Bagaimana, kondisi kesehatanmu!


Tanya Zham.


Nagini memberengut. Dia sama sekali, tidak mau menjawab kata-kata Zham.


Ck, dia lagi...untuk apa dia bertanya begitu kepadaku? Membuatku muak saja.


Ucap hati Nagini. Zham menarik nafas lelah.


"Naghi? Ayolah, kenapa kau marah padaku tanpa sebab?"


Ucap Zham. Nagini diam. Ia lalu bangkit dari tempat tidurnya. Dan, ia ingin keluar dari kamar itu. Tetapi, Zham menahan langkahnya dan menarik tangannya hingga Nagini jatuh dalam pelukan Zham. Zham terkejut!


Apalagi, Nagini ia lebih kaget lagi. Tatapan mata mereka bertemu. Dan, mereka saling pandang. Zham tertarik akan kecantikan Nagini dan tatapan lembut mata sang Dewi Ular itu. Hingga, ia hampir saja mencium bibir Nagini.


Karena, aksinya itu dilihat oleh Ankara. Zham tidak jadi mencium Nagini. Ia jadi kaget namanya dipanggil oleh Ankara.


"Kakak! Apa yg hendak kau lakukan, kakak?"


Ucap Ankara menegur Zham.


Ucap Zham cengengesan. Zham melirik Nagini.


Zham : "Bukankah begitu, Naghi."


Ucap Zham. Sedang, Nagini ia tampak bingung mendengar kata-kata Zham barusan. Ankara yg memperhatikan tingkah mereka serta kecanggungan Nagini ia jadi kesal sendiri.


"Terserahlah!"


Ucapnya kemudian pergi meninggalkan rumahnya. Ia berjalan kaki dan sampai di tempat sepi. Ia merubah wujudnya menjadi seekor ular jantan. Yg berwarna emas Ia menyusuri tempat sepi tersebut sambil mendesis kemudian masuk ke dalam hutan yg sepi.


"Sssshhhh"


Ankara sedang kesal. Rasa kesalnya sudah mencapai ubun-ubun. Jika, sudah begitu ia akan menenangkan dirinya di hutan dan berkumpul bersama teman-temannya sesama Siluman Ular. Ia menemui teman-temannya di sebuah gua yg sangat besar dan indah.


Gua itu merupakan gua keramat tempat para Siluman Ular berkumpul dan tinggal menetap. Saat, Ankara sampai disana. Ia disambut oleh teman-temannya. Mereka melihat raut wajah Ankara yg sedang kesal. Mereka semua mencoba bertanya tapi, semua pertanyaan mereka tak dijawab oleh Ankara. Ankara diam membisu.


Begitulah, Ankara jika ia sedang cemburu atau pun sedang kesal. Maka, hutanlah yg menjadi sasarannya. Dan, jika sudah begitu maka berhari-hari ia tidak pulang ke rumahnya. Zham sudah maklum karena Zham sudah tahu kemana Ankara pergi jika ia sudah marah.


Ibunya juga diam saja dan kelihatan tidak panik sekali jika Ankara pergi selama berhari-hari dan tidak pulang. Ankara memiliki sifat yang berbeda dengan Zham. Ankara dan Zham adalah bangsa siluman ular yang pindah dari dunia ular dan menetap di dunia manusia. Karena, sesuatu hal menyebabkan mereka berdua menyeberang ke dunia manusia.


"Ankara! Kau hanya datang kesini disaat kau sedang marah saja."

__ADS_1


Ucap salah seorang teman Ankara yang saat itu melihat Ankara sedang duduk melamun dengan wajah marah.


"Jangan, ganggu aku! Aku tidak ingin membaginya denganmu."


Ucap Ankara ketus. Dan, sang teman Ankara tersebut tidak peduli dengan kata-kata Ankara. Ia malahan duduk di sisi Ankara.


"Oh, jadi sekarang kau tidak ingin membaginya ya? Kau pelit sekali."


Ucap temannya itu.


"Mau aku pelit atau tidak...itu bukan urusanmu...pergi! Berbicara saja kau dengan ular lain...jangan denganku."


Ucap Ankara mengusir temannya itu.


"Ya, sudah...dasar pelit."


Ucap temannya sambil beringsut dan pergi meninggalkan Ankara disana seorang diri.


"Ck, menyebalkan sekali...sudah tahu aku sedang kesal...dia seenaknya saja mendekatiku dan berbicara denganku."


Ucap Ankara.


Sesungguhnya memori kakak itu...benar-benar hilang atau ia masih mengingatnya...terkadang aku merasa kalau kakakku dan Naghi saling tertarik satu sama lain...apa mungkin Naghi itu adalah Nagini?


Ucap Zham dalam hati.


Aku akan segera menyelidiki hal ini...aku tidak tenang...aku penasaran sekali dengan Naghi...tetapi, rasa cemburuku ini benar-benar tidak dapat kusembunyikan.


Ucap Ankara dalam hati lagi sambil ia mengepalkan tinjunya. Seakan ia ingin menghancurkan siapa saja yang membuatnya terluka. Tetapi, apa daya yang ternyata yang membuatnya tidak dapat melakukannya adalah sebab Zham adalah kakak kandungnya.


Dan, Naghi adalah wanita pujaannya. Bagaimana, ia dapat menyakiti keduanya demi hanya melampiaskan rasa cemburunya terhadap keduanya. Sedangkan, Zham ia merasa bersalah terhadap Ankara. Akan tetapi, apa yang terjadi tadi bukanlah atas keinginannya. Dan, ia pun tidak mengerti mengapa ia hampir saja mencium bibir Naghi.


Dan, untung saja Ankara melihatnya. Sehingga, hal itu tidak terjadi. Sebab, kalau saja hal itu terjadi. Sudah pasti ia akan mengkhianati cinta Lovita. Dan, bermain di belakang Lovita. Ia akan disebut pecundang besar yang suka mempermainkan perasaan wanita. Dan, Zham tidak ingin mendapatkan predikat tersebut.


"Ah, tadi itu hampir saja...untung saja, Ankara melihatnya...jika, tidak hal itu akan menjadi masalah besar."


Ucap Zham yang saat itu sedang berada di dalam kamarnya.


"Aku tidak ingin disebut pengkhianat oleh siapa pun...karena aku mencium Naghi...dihadapan Ankara...meskipun tidak sengaja."


Ucap Zham.


"Akh, sudahlah...semakin dipikirkan...kepalaku malah semakin pusing."


Ucap Zham lagi sambil merebahkan tububnya di pembaringan empuk tersebut. Ia merasa frustasi karena pesona Naghi yang hampir saja menyeretnya dalam asmara dua wanita dan menyebabkan adanya cinta segitiga diantara ia, Lovita dan Naghi.


Bersambung....


-NAGINI, DEWI ULAR-

__ADS_1


Foto Visual Nagini



__ADS_2