
Aisha dan Ankara segera kembali ke istana Dewi Ular. Untuk mengobati luka dalam yang dirasakan oleh Ankara setelah bertarung dengan sosok siluman yang telah mencuri dokumen istana.
Di dalam istana sudah menunggu Richard. Richard terkejut ketika Aisha datang bersama dengan Ankara yang terluka parah.
"Ankara! Ada apa denganmu...Aisha? Apa yang terjadi!"
Ucap Richard.
"Dia terluka dalam kena pukulan siluman tersebut."
Ucap Aisha menjelaskan.
"Kurang ajar!"
Ucap Richard.
"Lalu, pergi ke arah mana siluman tersebut."
Tanya Richard.
"Aku tidak tahu, Richard...tadi aku ingin mengejarnya...akan tetapi, Ankara mencegahku."
Balas Aisha.
"Siluman itu pasti membawa pergi domumen istana, Aisha."
Ucap Richard.
"Ya, aku tahu...dan, aku juga ingin tahu...bagaimana, mereka bisa mempelajari segel rumit yang terdapat di dalam dokumen tersebut."
Ucap Aisha.
"Aku menjadi heran, siapa yang menjadi dalang dari kejadian ini."
Ucap Richard.
"Apa mungkin, Nagadhini?"
Ucap Ankara.
"Tidak mungkin dia."
Ucap Aisha.
"Apanya yang tidak mungkin! Dia adalah satu-satunya alasan mengapa dia menjadi musuh kita."
Ucap Richard.
"Dia terluka ketika ia bertarung denganku di dekat rumah ibuku."
Ucap Aisha.
"Jika, bukan dia jadi siapa lagi?"
Ucap Ankara.
"Itulah yang harus kita selidiki...aku akan memanggil Cintamani dan Joko Asmoro untuk menyelidiki hal ini."
__ADS_1
Ucap Aisha.
"Ankara! Sekarang, sebaiknya kau beristirahat...kau masih dalam keadaan terluka parah."
Ucap Aisha.
"Baiklah!"
Ucap Ankara.
"Nanti aku akan datang memberimu beberapa ramuan obat untuk kau minum...dan, cobalah untuk bermeditasi setelah kau meminum ramuannya."
Ucap Aisha.
"Ya, baiklah...terima kasih, Aisha!"
Ucap Ankara.
"Ya, sama-sama."
Ucap Aisha tersenyum. Richard menangkap ada sesuatu yang aneh dalam senyuman Aisha terhadap Ankara. Dan, ia merasa cemburu ketika Aisha memberi perhatian kepada Ankara.
Senyum itu mengisyaratkan sesuatu di antara mereka berdua...apa hubungan mereka selama ini...disaat aku menderita selama ribuan tahun...serta perjuanganku dalam merebut kembali cintaku...apakah semua sia-sia?
Ucap Richard dalam hati. Aisha menangkap benih kecemburuan dalam sorot mata dan sikap Richard terhadap dirinya dan Ankara.
Tidak ada sesuatu yang istimewa diantara aku dan dia...aku hanya menganggapnya sebagai seorang teman.
Ucap Aisha kepada Richard melalui kata-kata bathin. Dan, Richard pun akhirnya mengerti. Memang terkadang yang namanya api cemburu selalu saja menghiasi setiap hubungan dua insan yang berbeda lawan jenis.
Lalu, Ankara yang tidak ingin menjadi duri dalam daging dalam hubungan Aisha dan Richard. Ia pun segera pergi ke kamar pribadinya yang terletak di dalam istana tersebut.
Namun, pada akhirnya yang menang dan bertahta di hati Aisha hanyalah Richard bukan dirinya. Dan, itu cukup memberinya isyarat bahwa memang hubungannya dengan Aisha tak lebih hanya teman biasa.
Sedangkan, Aisha ia harus tetap pada pendiriannya bahwa hanya satu orang yang bertahta di dalam hatinya. Dan, ia tidak ingin memberikan harapan palsu kepada Ankara mengenai perasaannya.
Ditambah lagi, masalah yang tidak kunjung selesai karena sekelompok ulah makhluk siluman lain yang ingin membuka segel rumit yang dipasang oleh Aisha di sebuah Peta Alam Semesta.
Yang selama ini, Peta tersebut berada di tangan Nagadhini. Akan tetapi, sekarang Peta tersebut sudah berpindah tangan. Seseorang ahli dari bangsa siluman lain telah mencurinya. Tepat di saat Nagadhini sedang lengah.
Disaat Nagadhini hanya memfokuskan diri kepada Deviandra. Disaat itu musuh yang paling nyata pun bertindak dan mencuri Peta tersebut. Namun, setelah berhasil mencuri Peta. Peta tersebut sama sekali tidak dapat dibuka oleh mereka dengan mudah.
Sebab, Aisha telah memasang segel tingkat tinggi di gulungan Peta tersebut. Agar, tidak dapat dibuka oleh siapa pun termasuk pencuri yang telah mencuri gulungan Peta tersebut dari istana Nagadhini.
"Peta ini tidak bisa dibuka...ini sudah disegel...dan, segel ini sangat kuat!"
Ucap pencuri tersebut.
"Aku tidak peduli! Bagaimanapun, aku harus melakukannya...aku harus membangkitkan, Tuan! Dia sudah cukup lama tertidur."
Ucap pencuri.
"Untuk itu aku harus menuju ke akar masalah dari Peta ini."
Ucap pencuri sambil melesat terbang menuju sebuah tempat dimana ia akan mencuri dokumen yang berisi cara membuka segel di istana Dewi Ular.
"Istana Dewi Ular! Aura disini begitu menekan dan sama persis dengan segel yang terpasang di Peta ini."
__ADS_1
Ucapnya.
"Aku harus mencuri dokumen yang dapat mematahkan segel Dewi Ular...ini berbahaya, tetapi harus aku lakukan...demi Tuan."
Ucapnya lagi. Lalu, makhluk siluman yang berupa seekor kelelawar itu pun masuk ke dalam istana Dewi Ular melalui lubang angin yang terdapat di sisi utara bagian istana.
Setelah sampai di bagian dalam istana ia pun terbang dengan tubuh kecilnya tersebut. Menyusuri lorong istana sambil mencari dokumen yang berisi cara membuka segel. Lalu, ia pun melihat sebuah pintu yang terlihat tidak biasa disana dan memasukinya.
Tepat saat itu, Ankara merasakan firasat buruk yang akan terjadi di istana. Ia pun memperketat penjagaan istana. Dan, ia menyusuri setiap sudut istana dengan mata ularnya. Ia merasa aneh sebab suasana di dalam istana tampak sunyi mencekam.
Lalu, pandangan matanya tertuju kepada salah satu pintu aneh dan tidak biasa. Dimana, Dewi Ular menyimpan berbagai dokumen rahasia kerajaan bersamaan dengan dokumen penting lainnya. Ia melihat pintu tersebut terbuka yang menandakan bahwa ada penyusup yang menyusup masuk ke dalam istana.
Sedangkan, di dalam ruangan penyimpanan dokumen. Siluman kelelawar tersebut mulai mencari dokumen yang dapat mematahkan segel Dewi Ular yang terpasang pada Peta. Ia mengobrak abrik seisi ruangan penyimpanan dan menemukan sesuatu yang ia inginkan.
"Ya, akhirnya...ini dia...Peta yang kuinginkan! Tuan, bersabarlah seebntar lagi anda akan bangun."
Ucap pencuri siluman kelelawar. Saat yang bersamaan Ankara pun melihat siluman tersebut sedang berada disana dan sedang memegang dokumen penting.
"Hei! Siapa kamu!"
Hardik Ankara memergokinya.
"Aku? Maaf, aku tidak berniat untuk memberitahumu!"
Ucap pencuri siluman kelelawar sambil melepaskan satu pukulan jarak jauh yang menghantam tubuh Ankara.
"Dhuakk."
"Akh."
Tubuh Ankara menabrak pintu yang ada di belakangnya.
"Brakk."
Melihat Ankara kesakitan dan lengah. Pencuri tersebut pun segera menghilang dari pandangan mata. Ankara mengejarnya dengan mengandalkan pandangan mata ularnya untuk mengejar pencuri tersebut.
"Hei, jangan lari!"
Ucap Ankara. Dan, para prajurit pun menoleh ke arah suara Ankara yang sedang berteriak.
"Gusti pangeran! Ada apa!"
Ucap prajurit datang tergopoh-gopoh.
"Istana kemasukan pencuri! Aku akan mengejarnya, kalian perketat penjagaan!"
Perintah Ankara.
"Baik, gusti!"
Ucap prajurit tersebut. Dan, Ankara pun melesat terbang menyusul pencuri yang berlari ke arah barat. Ankara mengejarnya dan akhirnya berhasil menemukannya. Ia melepaskan satu pukulan dan telak mengenai tubuh pencuri tersebut yang berupa siluman kelelawar.
Sosok siluman tersebut jatuh tersungkur di tanah. Ankara pun segera turun ke bawah. Tatapan mata ularnya tajam menatap sosok siluman tersebut. Dan, tidak lama kemudian pertarungan pun terjadi. Sampai akhirnya, Aisha datang menyelamatkan Ankara yang terluka parah akibat pukulan tenaga dalam siluman pencuri tersebut.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
__ADS_1