NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 35. Mani Merah Direbut


__ADS_3

Baba terpukul setelah ia mengetahui siapa pelaku yang sebenarnya yang telah membunuh seluruh anak cucu keturunannya. Bukanlah Nagini, melainkan Nagadhini sendirilah yang telah membunuh seluruh anak cucu keturunannya sampai tidak bersisa satu pun. Saat, itu Nagadhini keluar dari gua tempat ia menyekap Archa Sevadha.


Setelah, ia menghabisi Kala Abang seekor siluman Kalajengking yang gagal melaksanakan perintah darinya. Nagadhini menjalankan rencana selanjutnya. Ia kembali menyamar sebagai Archa Sevadha untuk memata-matai Nagini beserta Ankara yang saat itu sedang berada di taman keputren istana.


Akan tetapi, ketika ia sampai disana Nagini dan Ankara sudah tidak ada lagi disana. Mereka sudah kembali ke Dunia Manusia. Nagadhini pergi menyusul mereka berdua pergi ke alam manusia dimana manusia tinggal. Ia menyelidiki Nagini dan Ankara sekaligus ia juga menyelidiki anak cucu keturunan Baba serta menyusun rencana untuk menghancurkan Nagini melalui anak cucu keturunan Baba.


FLASHBACK


"Aku harus segera menjalankan rencanaku...sebab aku ingin sekali segera mendapatkan Intisari Kehidupan tersebut...dan aku ingin semua rencanaku berhasil...


Ucap Nagadhini lagi.


"Tidak ada yang akan selamat kali ini, semuanya harus mati...lalu Baba akan membalas dendam kepada Dewi Ular dan membawa benda sakti tersebut kepadaku...hahaha...rencana yang sempurna Nagadhini...kau memang cerdas...


Ucapnya sambil tertawa bahagia. Lalu, ia pun segera menjalankan rencana gilanya tersebut. Di tengah malam ia mendatangi rumah keluarga Lovita. Pertama-tama ia mendobrak pintu rumah tersebut dengan menggunakan ekornya. Hanya sekali kibas saja pintu rumah tersebut pun jebol.


"Wutt...


"Krakkk...


Nagadhini tersenyum senang saat ia berhasil melakukannya. Sedangkan, seluruh penghuni rumah tersebut termasuk Lovita sangat terkejut ketika mendengar suara berisik tersebut. Terburu-buru, mereka segera keluar dari peraduan mereka masing-masing dan melihat sesungguhnya apa yang sedang terjadi disana.


Dan, alangkah terkejutnya mereka ketika mereka melihat pintu rumah mereka rusak parah. Akan tetapi, mereka lebih terkejut lagi ketika mereka melihat sesuatu yang tidak biasa di hadapan mereka. Seekor siluman ular, dengan bentuk separuh manusia dan separuh lagi berbadan ular.


"Ha..ap...apa itu?"


Ucap Lovita berbarengan dengan yang lain.


"Si...siluman u...ular?"


Ucap mereka lagi.


"Benar sekali, siluman ular...ular apa...ular belang yang sangat beracun...


Ucapnya sambil tersenyum.


"A...apa...


Ucap Lovita dengan mulut masih ternganga.


"Calon pengantin...ya...kau...kau calon pengantin yang akan menikah dengan lelaki yang kusukai, Zham...


"Apa! Tidak mungkin! Kau menyukai calon suamiku?"


Ucap Lovita terkejut.


"Ya...tentu saja...akan tetapi...ternyata dia lebih menyukai adikku...Na...gi...ni...


Ucap Nagadhini tersenyum.


"Apa, Nagini...siapa dia? Aku hanya mengenal Naghi...bukan Nagini...


Ucap Lovita.


"Hahaha...ternyata benar...pandangan mata manusia dapat ditipu dengan mudah...

__ADS_1


Ucap Nagadhini tertawa nyaring, sementara seluruh keluarga Lovita satu dengan yang lain saling berdekatan. Sebab, suara tertawa Nagadhini dinilai tidak biasa. Sura tertawa Nagadhini menyebarkan aroma kematian.


"Apa maksudmu?"


Tanya Lovita.


"Wanita yang kau panggil Naghi itu, sebenarnya itu bukanlah nama aslinya...nama aslinya adalah Nagini alias Dewi Ular...


Balas Nagadhini.


"Apa! Dewi Ular?"


Ucap Lovita dengan dahi berkerut.


"Ya, Dewi Ular pemimpin tertinggi para Ratu Ular...memiliki kharisma yang luar biasa...wajahnya luar biasa cantik...dan kesaktiannya sangat tinggi sekali...diberikan anugerah oleh sang pencipta berupa Intisari Kehidupan...yang selalu kuidam-idamkan benda sakti tersebut...harus ada dalam genggamanku!"


Ucap Nagadhini mengepalkan tinjunya yang membuat seluruh keluarga Lovita semakin ketakutan. Sedangkan, Lovita ia terdiam sejenak.


Apa! Itu tidak mungkin, Naghi seekor siluman juga sama dengan wanita ini...bahkan dia memiliki posisi lebih tinggi dari para Ratu Ular? Tidak! Itu tidak mungkin! Naghi bukanlah siluman ular...tidak...teta******pi****** kata-kata wanita ini...


Ucap Lovita dalam hati. Nagadhini yang melihat Lovita hanya diam saja. Ia pun segera bertindak. Nagadhini segera melilit tubuh Lovita dan membawanya ke hadapannya. Melihat semua itu membuat seluruh keluarga Lovita berteriak histeris.


"Aarrrgggg....jangan...jangan Lovita...ia akan menjadi pengantin...


Ucap ibu dari Lovita diiringi teriakan anggota keluarga yang lain. Akan tetapi, Nagadhini tidak peduli. Ia tidak mendengarkan teriakan mereka semua.


"Calon pengantin...hmm...seharusnya akulah yang menjadi calon pengantin, Zham...bukan dirimu...manusia!"


Ucap Nagadhini semakin kuat melilit tubuh kecil Lovita. Lovita menjerit menahan rasa sakit ketika ekor Nagadhini semakin kuat melilit tubuhnya.


Ucap Lovita minta dilepaskan Nagadhini. Akan tetapi, Nagadhini tidak ingin melepasnya. Ia semakin beringas saja. Lalu, ia pun segera mematuk kening Lovita. Dan, seketika Lovita pun mati mengenaskan.


"Lepaskan? Tentu saja...setelah aku mengirimmu ke neraka!"


Ucap Nagadhini lalu secepat kilat ia mematuk Lovita dengan bisa yang sangat mematikan sehingga membuat Lovita cepat tiada dan tidak bergerak lagi. Seluruh anggota keluarga terkejut dan tidak menyangka bahwa Lovita akan pergi begitu cepat. Mereka berduka serta menangisi kematian Lovita.


Nagadhini yang melihat airmata seluruh anggota keluarga tersebut ia terlihat tidak peduli. Ia hanya tersenyum puas melihat jasad Lovita yang membiru karena gigitannya tadi. Lalu, setelah ia membunuh Lovita maka ia pun berubah menjadi seekor ular raksasa dan menghancurkan rumah tersebut.


Nagadhini mengamuk sejadi-jadinya. Ia menumpahkan seluruh kekesalannya dengan menghancurkan rumah keluarga Lovita. Sehingga rumah megah dan mewah tersebut hancur bersama dengan para penghuni rumah tersebut. Tidak ada satu pun yang selamat. Semuanya tiada. Semua karena ulah Nagadhini yang sampai saat ini belum mendapatkan apa yang menjadi keinginnannya.


FLASHBACK SELESAI


Demikianlah, Nagadhini menghancurkan serta membunuh seluruh anak cucu keturunan Baba. Dan, Nagadhini pun sudah mengatakan kepada Baba bahwa dialah yang sudah membunuh seluruh anak cucu keturunannya. Baba sungguh tidak menyangka Nagadhini tega melakukan hal serendah tersebut hanya demi mendapatkan satu saja keinginannya.


Mengapa kau tega, melakukan hal ini kepadaku nyai...aku sangat mencintai dirimu...akan tetapi kau menghalalkan segala cara...bahkan membunuh anak cucu keturunanku...kau tega merampas keluargaku...dan bahkan kau tidak menyisakan satu pun dari mereka untuk tetap hidup...kau sangat jahat nyai...


Ucap Baba dalam hati.


"Mengapa kau diam, Baba!"


Ucap Nagadhini yang tiba-tiba saja sudah ada di belakang Baba. Baba yang mendapati kehadiran Nagadhini di hadapannya seketika ia menjadi terkejut.


"Nyai...


Ucapnya pendek.

__ADS_1


"Baba, apakah darahmu tidak mendidih karenanya? Apakah, kau sama sekali tidak ingin membalaskan dendammu kepadaku? Apakah, kau tidak sanggup untuk menuntut balas?"


Ucap Nagadhini mengejek Baba.


"Nyai, kau keterlaluan! Mengapa, kau membunuh mereka, nyai...mereka tidak bersalah...akulah yang bersalah, nyai...mengapa kau tidak membunuhku saja, nyai...mengapa, harus mereka!"


Ucap Baba emosi. Mendengar kata-kata Baba sejenak membuat Nagadhini tertawa lebar.


"Hahaha...Baba kau ini sangat lucu...


Ucap Nagadhini.


"Apanya yang lucu, nyai...apakah menghabisi nyawa orang itu lucu...


Ucap Baba.


"Baba...Baba...aku sungguh tidak paham dengan jalan pikiranmu...seperti kau tidak pernah membunuh orang saja...bukankah kau pernah membunuh seseorang?"


Tanya Nagadhini.


"Ya, aku melakukannya...tetapi itu semua atas perintahmu! Aku menyakiti sepasang kekasih tersebut dan sebagai gantinya aku kehilangan seluruh keluargaku...aku sudah membayar semua kesalahanku, nyai...jadi untuk apa kau mengatakan semua hal tersebut, nyai...


Ucap Baba.


"Oh ya, akan tetapi kau tidak melalukan semua perintahku Baba...kau tidak menjalankan perintahku dengan benar...aku menginginkan Intisari Kehidupan, Baba...tetapi yang kau rebut bukanlah benda sakti tersebut...yang kau rebut adalah Mani merah milik Dewi Ular...mengapa kau melakukan kesalahan tersebut, Baba...


Ucap Nagadhini. Baba terdiam saja ketika Nagadhini menyebut semua kesalahan yang dilakukan oleh dirinya.


"Dan, sekarang kau harus membayar semua kesalahanmu Baba...berikan Mani merah milik Dewi Ular kepadaku...cepat!"


Ucap Nagadhini meminta Mani merah milik Dewi Ular. Baba sangat terkejut ketika Nagadhini memintanya. Akan tetapi, Baba menolaknya.


"Tidak, nyai..ini amanat Dewi Ular...dan aku harus menjaganya...


Ucap Baba.


"Cih...jangan bicara omong kosong kau, Baba...cepat berikan! Atau kau tiada!"


Ucap Nagadhini dengan mata melotot. Tetapi, Baba bersikeras tetap tidak mau menyerahkan Mani merah tersebut.


"Tidak, nyai...


Ucap Baba.


"Apa! Kau ingin mati rupanya, hah!"


Ucap Ngadhini sangat marah.


"Baiklah kalau begitu, Baba...kau tidak mau menyerahkannya maka aku akan mengambilnya secara paksa...ciaaatttt...


Ucap Nagadhini menyerang Baba kembali, dan kini serangan yang ia lancarkan tersebut datang bertubi-tubi dan lebih berbahaya. Baba yang mengetahui hal tersebut ia pun berusaha sekuat tenaga untuk melindungi Mani merah tersebut dengan nyawanya. Akan tetapi, meski ia sudah berusaha tetap saja ia kalah jauh dari Nagadhini.


Kemudian, ia kalah dari Nagadhini. Kalah dari segi kesaktian maupun kecepatan dan akhirnya Nagadhini pun dapat merebut Mani merah dari dalam tubuh Baba dengan cara menghisap Mani merah agar keluar dari tubuh Baba melalui jari-jarinya yang membentuk cakar harimau. Dengan cara tersebut seketika, Mani merah pun keluar dari tubuh Baba. Dan, tubuh Baba pun akhirnya lemas tidak bertenaga dan ia lalu jatuh pingsan.


Bersambung...

__ADS_1


NAGINI, DEWI ULAR


__ADS_2