NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 48. Takdir Aisha


__ADS_3

Gudang Sekolah Chandra Kirana...


Richard dan Anna membuka pintu gudang yang dikunci dari luar oleh Carla dan Anna. Anna yang sebagai pemburu paling hebat merasakan aura berwarna emas tingkat tinggi menguar dari gudang tersebut.


Heh! Ternyata dia adalah siluman...tetapi tidak tahu dia siluman jenis apa...aura ini begitu kuat...dia bukan siluman biasa...dia siluman yang istimewa...tetapi dimana dia?


Ucap Anna dalam hati.


Anna memperhatikan sekitar gudang, demikian juga Richard. Akan tetapi, mereka tidak menemukan apa-apa. Mereka hanya menemukan gudang kosong tanpa ada Aisha di dalamnya. Richard berteriak memanggil nama Aisha.


"Aisha! Kau dimana!"


Teriaknya.


"Aisha! Ini kami datang menolongmu!"


Teriak Richard lagi.


"Ai...


Richard ingin berteriak lagi akan tetapi, Anna memberi satu isyarat kepadanya untuk diam.


"Ssstt...diamlah, aku ingin merasakan aura ini...mungkin aku dapat mengetahui dimana Aisha berada...


Ucap Anna.


"Ya, baiklah An...


Ucap Richard memberikan waktu kepada Anna untuk mencoba merasakan aura berwarna emas tersebut. Dan, Anna pun memejamkan mata untuk mencoba merasakan aura tersebut sekaligus mencari jejak dari Aisha. Akan tetapi, ternyata Anna tidak dapat menemukannya karena ada penghalang yang sangat kuat menghalangi pandangan matanya. Yang ia lihat hanyalah, kabut yang samar-samar terlihat.


Ini tidak mungkin, aura ini bukan aura biasa...aura ini menutup mata bathinku untuk melihat dan menemukan dimana Aisha...aura ini sangat kuat...dan aku tidak dapat menembusnya...siapa sesungguhnya Aisha? Dia benar-benar misteri yang tidak terpecahkan...sebaiknya nanti aku menelepon ayah...untuk memberitahukan dia tentang hal ini...


Ucapnya dalam hati.


Anna menarik nafas lelah, dan Richard segera menghampirinya sekaligus bertanya tentang keberadaan Aisha kepada Anna.


"Bagaimana, An...apa kau menemukannya?"


Tanya Richard.


"Tampaknya kau sangat menyukainya? Sampai-sampai kau tidak sabar untuk menungguku menarik nafasku...


Jawab Anna.


"Em, bukan begitu An...kau kan tahu...

__ADS_1


Ucapan Richard terputus ketika Anna memutuskan kata-katanya.


"Sudah, kau tidak perlu cemas...nanti dia akan pulang sendiri...makhluk siluman selalu tahu jalan pulang, kan?"


Ucap Anna sambil berlalu meninggalkan gudang tersebut. Seketika ucapan Anna membuat Richard terhenyak. Ia tahu apa maksud dari ucapan Anna.


"Apa! Tidak mungkin! Aisha, dia siluman? Aku tidak percaya ini...


Ucap Richard kepada dirinya sendiri. Lalu, ia pun segera mengejar Anna dan berjalan di sisinya.


"Apakah, yang katakan itu An...apa itu benar, Aisha makhluk siluman? Ayo, jelaskan kepadaku!"


Ucap Richard.


"Itu pun belum tentu pasti, aku masih perlu bukti untuk membuktikannya...dan, ketika nanti aku mengetahuinya...maka aku akan memusnahkannya...


Ucap Anna sambil mengepalkan tangannya.


Richard yang berdiri di sisi Anna pun tertegun dan menelan air liurnya sendiri. Ia sungguh tidak percaya jika Anna sanggup mengucapkan kata-kata tersebut. Padahal ibunya Aisha, sangat baik dan ramah kepada mereka. Sungguh ia tidak habis pikir mengapa Anna dapat begitu tega dan memiliki niat sampai seperti itu terhadap Aisha.


Mungkinkah karena pengaruh dendam kesumat dalam kehidupan masa lalu, Anna. Yang orang tuanya dihabisi oleh sekelompk makhluk siluman hanya demi mencari sang titisan Dewi Ular yang telah lahir di sekitar tempat tinggalnya di kaki gunung.


Anna kehilangan segalanya sejak orang tuanya tiada. Meskipun, ia mendapat pengganti orang tuanya akan tetapi rasanya tidak sama seperti orang tua kandung. Setidaknya, itulah yang menjadi pemikiran Anna saat ini. Api dendam telah menyala di dalam hatinya sejak kecil. Dan, oleh sebab itu ia pun berubah menjadi pemburu siluman paling kejam yang pernah ada. Tidak pernah ada makhluk siluman yang diampuni olehnya. Semuanya tiada di tangannya, pupus


menjadi debu.


...****************...


Sementara itu di sisi lain...


Sosok bertubuh kecil tersebut menyusuri halaman belakang gudang. Aisha mencari jalan keluar yang aman dan tidak terlihat oleh orang-orang. Sebab, ia tidak ingin menciptakan kehebohan di sekolah tersebut.


Akhirnya, setelah menemukan tempat aman. Ia pun segera berubah menjadi manusia kembali. Lalu, ia pun segera berjalan keluar dari halaman belakang gudang tersebut. Pakaiannya tampak kotor dan lusuh. Sebab, ia tadi berjalan menyusuri tanah yang basah dengan wujud ularnya.


"Pakaianku kotor dan lusuh...pasti akan mengundang banyak perhatian orang...dan aku tidak dapat mengikuti pelajaran lagi di sekolah...lebih baik aku pulang saja...


Ucapnya.


Setelah berucap demikian, Aisha pun segera pulang ke rumahnya. Saat ia pulang, Alina sangat terkejut mendapatinya pulang dalam keadaan kotor dan lusuh.


"Ya, Allah Aisha! Apa yang terjadi kepadamu! Mengapa, pakaianmu kotor dan lusuh begini Aisha?"


Tanya Alina.


"Em...tadi di sekolah aku terjatuh ibu? Jadi, pakaianku kotor dan lusuh...

__ADS_1


Jawabnya berbohong.


Aisha terpaksa berbohong dan tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. Sebab, ia pun tidak dapat mempercayai apa yang sesungguhnya yang sedang terjadi kepada dirinya. Tiba-tiba, saja ia berubah menjadi siluman ular yang berwarna emas. Saat, ia panik dan terkurung di dalam gudang karena ulah Carla dan Nona.


Ia tidak ingin mengatakannya kepada Alina. Karena ia tidak ingin Alina mencemaskan dirinya. Sebab, Aisha sangat menyayangi sosok wanita yang selama ini telah membesarkan dirinya dan telah menjadi ibu baginya sejak kedua orang tuanya tiada karena ulah makhluk siluman kiriman Nagadhini.


"Aisha, tetapi kau tidak apa-apa kan, nak? Apa kau terluka? Jika kau terluka, ibu akan membantu merawat lukamu...


Ucap Alina khawatir.


"Tidak, bu...aku tidak apa-apa bu?"


Ucap Aisha.


"Oh, ya sudah kalau begitu...sebentar lagi Anna dan Richard pulang dari sekolah...ibu mau memasak untuk makan siang mereka, ya?"


Ucap Alina.


"Iya, bu...


Ucap Aisha mengiyakan.


Dan, Aisha pun langsung masuk ke dalam kamarnya. Sekaligus berganti pakaian. Ia tidak ingin kedua tamu yang tinggal di rumahnya mengetahui apa yang terjadi kepada dirinya. Maka ia pun segera mencuci pakaian sekolahnya yang kotor tersebut. Setelahnya, ia membantu ibunya memasak di dapur.


Saat semua kejadian tersebut terjadi. Ada dua pasang mata yang menyaksikan semuanya. Mereka adalah sepasang ular yang tinggal di kaki gunung. Yang satu bernama nyai Ratu Cintamani Manikmaya dan suaminya Pangeran Ular Joko Asmoro. Ratu Cintamani Manikmaya adalah sang Ratu Ular yang pernah dikalahkan oleh Nagini dalam perebutan cinta Ankara.


Dan, sekarang ia menjadi pengikut setia Nagini, Dewi Ular setelah tapa bratanya selesai dan menggugah perasaan Dewi Ular untuk menyudahi hukuman yang ia jalani. Ia ditugaskan oleh Nagini, Dewi Ular yang saat itu dalam bentuk jiwa untuk menjaga lahirnya sang bayi titisan dirinya di dunia manusia yang bernama Aisha. Sekaligus, jiwa Nagini mengembalikan kekuatan serta posisi Cintamani Manikmaya sebagai Ratu Ular.


Sedangkan, Joko Asmoro merupakan Pangeran Ular Hijau. Cintamani Manikmaya bertemu dengannya ketika tanpa sengaja mereka sedang menyusuri hutan. Cintamani Manikmaya yang saat itu baru saja bebas dari hukuman dan telah mendapatkan kekuatan serta posisinya sebagai Ratu Ular. Bertemu dengan Joko Asmoro yang saat itu memiliki misi penting dari Pangeran Ular Ankara.


Untuk mengawasi Nagadhini yang saat itu sedang mengembangkan kekuatan jahatnya di dunia ular dan juga di dunia manusia. Pertemuan yang tidak disengaja tersebut akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka berdua. Sehingga, Joko Asmoro melamar Cintamani Manikmaya menjadi istrinya. Sekaligus, menjalankan misi dari sang junjungan yang sebentar lagi akan bangkit.


Dan, eyang Sri Kantil si ular suci alias Candrika sedang menunggu kedatangan Nagini atau Aisha ke dunia bawah tanah untuk mengambil kembali benda sakti Intisari Kehidupan yang merupakan berkat dari sang pencipta yang diberikan untuk Dewi Ular.


"Segeralah kau datang, sebab kekuatan baru ini sudah menantimu sekian lama...


Ucap Ular Suci Candrika.


Sebagai kilas balik, saat pertarungan terjadi. Nagadhini menggunakan cara licik untuk menghancurkan Nagini. Ia menghancurkan Mani merah milik Nagini sehingga tubuh Nagini mengalami kehancuran serta rasa sakit yang luar biasa. Saat itu, sang Ular Suci datang menyelamatkan tubuh Nagini sebelum tubuh Nagini sepenuhnya hancur.


Dan, membawanya ke dunia bawah tanah. Serta, menyempurnakan jiwanya agar dapat bereinkarnasi kembali dalam wujud baru dan kekuatan baru. Sekaligus, dendam kesumat yang menyala saat ia dalam bentuk jiwa sebelum akhirnya ia pupus setelah ia membebaskan Cintamani Manikmaya dari hukumannya.


Bersambung...


NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR.

__ADS_1


Cover



__ADS_2