
Derap langkah kaki saling berkejar-kejaran di tengah malam yang gelap gulita. Disana di dalam gelap, terlihat dua anak manusia yang sedang berkejar-kejaran mengejar sesuatu di malam yang gelap gulita. Hanya sedikit sorot lampu yang menerangi malam gelap tersebut.
Aksi kejar-kejaran tersebut terhenti di sebuah gang buntu. Dua anak manusia tersebut kelelahan. Untuk sesaat mereka pun menenangkan deru nafas mereka berdua. Sebelum, akhirnya seorang lelaki pengejar seorang anak manusia lainnya tersebut memberinya rasa sakit yang tidak terhingga.
"Hosh...hosh...apa kau sudah puas berlari...
Ucapnya sambil menatap seorang anak manusia yang ia kejar tadi. Sedangkan, anak manusia tersebut tetap terdiam.
"Oh, kau terdiam? Tidak mau bicara, ya?"
Ucap lelaki tersebut. Dan, tiba-tiba anak manusia tersebut menggeram marah. Lelaki yang bernama Richard tersebut pun hanya tersenyum.
"Sudahlah, kau tidak perlu menggeram...aku sudah tahu siapa dirimu...siluman harimau? Kau telah membuat kekacauan di dunia manusia...maka itu aku harus melenyapkanmu!"
Ucap lelaki yang bernama Richard tersebut sambil mempersiapkan kan anak panah yang siap menembus jantung siluman harimau tersebut. Ricahard membidiknya dengan tepat. Lalu, anak panah pun dilepas...
"Whusshh...
Akan tetapi, anak panah tersebut tidak mengenai sasaran. Sebab, siluman tersebut menghindar dari anak panah yang siap menembus jantungnya. Richard pun kembali mempersiapkan anak panahnya yang kedua. Dan, lagi-lagi panah tersebut tidak mengenai sasarannya. Karena, siluman tersebut menepisnya dengan menggunakan kuku jarinya.
"Ting...
Richard pun emosi karena serangannya mampu dipatahkan dengan mudah oleh siluman harimau tersebut. Dan, di atas sana tampak seorang wanita sedang mengawasi aksi Richard yang gagal memusnahkan siluman harimau tersebut. Dan, wanita tersebut sangat menyayangkan kerja keras Richard yang tidak sempurna tersebut.
"Ck...ck...dasar pemula...
Ucapnya dari atas sana, kemudian ia pun segera turun dari atas sana tanpa berdebam sekalipun. Tampak sekali jika ia seorang pemburu profesional.
"Membunuh satu siluman saja kau kesulitan...padahal aku sudah melatihmu demikian keras bagaimana cara memburu dan membunuh siluman dengan baik...
__ADS_1
Ucapnya dengan sorot mata tajam menatap mata Richard.
"Ck...jika kau bisa lakukan...lakukan saja, Anna...tidak perlu mengatakan hal yang demikian menyebalkan tersebut...
Ucap Richard kesal. Kemudian, tidak lama kemudian terdengar suara auman harimau tersebut. Suara auman harimau tersebut pertama-tama terdengar keras lalu lama kelamaan suara tersebut pun mengecil seiring dengan lenyapnya sang siluman tersebut menjadi asap.
Ricahard yang tadinya sedang kesal tiba-tiba menjadi terkejut dan tidak habis pikir. Rekannya Anna sanggup melakukan hal tersebut. Ia sanggup memusnahkan mahkluk siluman tersebut hanya dalam waktu tidak lebih dari sepuluh detik. Memang Anna di kelompok pemburu siluman tersebut dikenal dialah yang paling cepat dan gesit ketika ia sedang berburu siluman.
Tidak tahu siluman apa sajakah yang ia buru. Akan tetapi, Anna sanggup melumpuhkan beberapa mahkluk siluman hanya dalam waktu tidak sampai setengah jam saja. Itu dikarenakan instingnya yang sebagai seorang pemburu siluman sangat kuat dan tajam. Anna sesungguhnya merupakan seorang anak yatim piatu yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya.
Kedua orang tua Anna, sudah meninggal karena ulah para makhluk siluman yang menyerang desanya. Hanya demi mencari seorang sosok titisan siluman ular yang akan lahir di desa tersebut. Ketika, itu muncullah seorang pemburu siluman yang membantu menyelamatkan Anna. Dan, sejak saat itu Anna diasuh oleh orang yang telah menyelamatkan dirinya tersebut sampai saat ini.
"Arrgh...
Suara jeritan terdengar dimana-mana, ketika desa tersebut diserang oleh beberapa makhluk siluman.
"Ibu...ayah!
Lalu, kegaduhan yang terjadi di dunia manusia telah meluas. Semenjak, tersebarnya berita tentang titisan Dewi Ular akan lahir di sebuah desa. Maka, sejak saat itu seluruh dunia manusia dicekam ketakutan. Dan, pemicu dari kegaduhan yang terjadi di dunia manusia tersebut merupakan ulah dari Nagadhini. Nagadhini telah membangun kerajaannya sendiri.
Dan, dalam pembangunan kerajaan tersebut Nagadhini dibantu oleh para siluman lain selain siluman ular yang membantunya untuk membangun sebuah kerajaan megah untuk dirinya. Nagadhini telah meluaskan wilayah kekuasaannya sampai meliputi kerajaan siluman lain selain siluman ular.
Nagadhini melakukan hal tersebut setelah ia mengetahui melalui tapa brata bahwa Nagini akan lahir kembali di sebuah desa terpencil yang terletak di kaki gunung. Untuk menuntaskan dendam lama uang harus dibayar. Dengan, kata lain Nagini akan lahir kembali untuk bertarung sekali lagi dengan Nagadhini untuk yang terakhir kali.
Sekaligus, menyeimbangkan kembali dunia manusia dan dunia ular. Karena, baik keadaan dunia manusia dan dunia ular sudah tidak seimbang lagi. Sejak, ambisi Nagadhini untuk mendapatkan Intisari Kehiďupan milik Nagini pupus. Maka, sejak saat itulah Nagadhini menyebarkan kejahatan dimana pun ia berada. Dan, kali ini sasarannya adalah dunia manusia. Dunia dimana Nagini akan dilahirkan kembali dalam bentuk baru dan wujud baru serta kekuatan baru.
Dan, Nagadhini tidak ingin hal tersebut terjadi. Bahwa kelahiran sang Dewi Ular akan membawa kehancuran bagi dirinya. Oleh sebab itu, ia pun mulai mencari dukungan serta membangun sebuah kerajaan untuk dirinya. Agar ia semakin kuat dan tidak terkalahkan oleh siapa pun. Dan, semenjak itulah kaum pemburu pun ada dan didirikan oleh seseorang yang sangat kuat. Ia tidak ingin dunia manusia tercemar oleh kehadiran para makhluk siluman yang sesungguhnya hanya membuat keonaran di dunia manusia tersebut.
Maka dari itu, seseorang dari bangsa manusia yang sangat kuat dalam hal bertarung dengan makhluk siluman pun membentuk aliansi pemburu siluman yang anggotanya tersebar di beberapa kota di dunia manusia. Masing-masing anggota memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Untuk menjaga wilayah yang dijaganya agar tidak kemasukan makhluk siluman ular. Mereka pun juga dibekali alat khusus untuk mendeteksi para makhluk siluman tersebut.
__ADS_1
Karena, para siluman tersebut dapat merubah wujud menjadi seperti manusia. Meskipun, sejatinya ia adalah makhluk siluman. Dan, apabila alat tersebut digunakan maka akan menunjukkan wujud asli dari makhluk siluman tersebut. Hanya hal tersebutlah yang dapat dilakukan dan diusahakan oleh mereka semua. Agar mereka semua selamat.
Termasuk juga Anna dan Richard. Mereka juga melakukan hal yang sama, yaitu untuk melindungi jiwa manusia yang saat ini sedang terancam jiwanya. Karena, hanya mereka berdua saja yang menjadi anggota pemburu siluman di wilayah sekitar tempat mereka tinggal. Anna yang seorang yatim piatu ia memilih tinggal bersama dengan seseorang yang telah menyelamatkan dirinya.
Sedangkan, Richard ia tinggal bersama ibunya Ayu Puspita. Richard hanya memiliki satu orang tua saja. Sebab, ayahnya sudah lama meninggal dunia. Dan, ibunya semenjak ditinggal oleh ayah dari Richard semenjak itu ibunya mendirikan usaha butik pakaian untuk menopang kehidupan mereka berdua.
Lalu, Richard ia bergabung dengan para pemburu siluman untuk membantu warga di sekitar lingkungan rumahnya. Karena, di lingkungan sekitar rumahnya pernah terjadi hal di luar nalar. Para makhluk siluman menyerang daerah rumahnya hanya demi mencari sang titisan Dewi Ular. Sebab, setelah mengobrak abrik sebuah desa terpencil di kaki gunung. Para siluman tersebut tidak menemukan sesuatu pun disana.
Kemudian, para siluman pun menyebar di seluruh dunia manusia demi menemukannya meski sudah beberapa tahun sudah berlalu. Akan, tetapi saat ini serangan-serangan dari makhluk siluman tersebut pun sudah mulai berkurang. Sebab, mereka tidak menemukan seharusnya yang mereka temukan. Oleh sebab itu, akhirnya pencarian tentang titisan Dewi Ular pun sudah mulai berkurang.
Dan, dunia manusia kembali damai seperti semula untuk sementara waktu. Meskipun, terkadang masih ada makhluk siluman yang masih berkeliaran di dunia manusia. Maka, Anna dan Richardlah yang turun tangan untuk memusnahkannya. Walau terkadang Annalah yang lebih banyak memusnahkan semua makhluk siluman tersebut dibanding Richard.
Seperti, saat ini lagi-lagi Anna yang memusnahkan makhluk siluman harimau tersebut. Dan, Richard hanya menggigit bibirnya saja ketika Anna melakukan hal tersebut. Sekali, lagi Anna satu langkah di depan Richard.
"Begitu saja? Sebenarnya, aku tidak tahu jurus apa yang kau lakukan itu sehingga kau dapat memusnahkannya dengan cepat...
Ucap Richard.
"Richard itu adalah rahasia...maka dari itu kau harus belajar banyak...
Ucap Anna yang kemudian segera berlalu dari hadapannya. Sedangkan, Richard ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yah, kau benar Anna...aku akan belajar lagi...
Ucap Richard sambil memandang bintang-bintang di malam hari yang indah tersebut.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
__ADS_1
Cover