
Lonceng sekolah sudah berbunyi sebanyak tiga kali. Menandakan waktu istirahat sudah selesai, seluruh siswa dan siswi sudah masuk kelas masing termasuk Anna dan Richard. Sedangkan, Aisha, Carla dan Nona belum masuk kelas dan sekarang tidak tahu dimana mereka bertiga. Richard menjadi heran sebab Aisha belum masuk kelas juga. Jadi, ia pun berinisiatif untuk keluar kelas mencari Aisha. Anna yang melihat tingkah Richard ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
Anak itu, dia benar-benar menyukai Aisha...sedangkan ia tidak tahu siapa Aisha yang sebenarnya...bahkan aku sudah mencobanya untuk mengetahui siapa Aisha...akan tetapi semua sia-sia saja...aku tidak mendapatkan petunjuk apa pun...
Ucap Anna dalam hati. Akhirnya, Anna membuang nafas lelah dan ia hanya duduk di bangkunya saja. Menunggu guru datang dan melanjutkan pelajaran kembali. Sementara, itu Aisha sedang menuju ke sebuah gudang yang tidak terpakai lagi.
Gudang tersebut dahulunya merupakan sebuah tempat penyimpanan barang-barang keperluan olahraga. Tetapi, sekarang sudah tidak beefungsi lagi. Aisha menuju gudang tersebut sebab ia mendengar sesuatu dari arah gudang. Ia mendengar suara minta tolong dari gudang tersebut. Sedangkan, Carla dan Nona sedang mengintai semua gerak-geriknya sambil tertawa geli.
Mereka sengaja melakukan hal tersebut demi ingin membalas perbuatan Aisha kepada mereka sebab Richard lebih memilih duduk satu bangku dengan Aisha. Richard tidak melihat Carla dan Nona. Di mata Richard yang terlihat hanyalah Aisha. Sehingga, mereka menggunakan cara tersebut untuk menghukum Aisha.
Dan, Aisha tidak tahu bahwa sesungguhnya ia sedang dikelabui oleh Carla dan Nona. Carla dan Nona menggunakan sebuah rekaman tape recorder demi menarik perhatian Aisha. Lalu, setelah Aisha sampai di depan pintu gudang tersebut. Maka, lansung saja Carla dan Nona mendorong tubuh Aisha masuk ke dalam gudang. Serta, mengunci dirinya dari luar.
Aisha yang mengetahui hal tersebut betapa ia sangat panik dan ketakutan berada di dalam gudang bekas tempat penyimpanan barang-barang olahraga tersebut. Ia menggedor-gedor pintu gudang tersebut, berharap ada orang yang datang untuk menolongnya.
"Tolong! Tolong aku! Buka...buka pintunya! Siapa pun di luar...tolong buka pintunya...kumohon?"
Teriaknya dari dalam gudang tersebut. Sedangkan, Carla dan Nona tertawa bahagia setelah berhasil menjebak Aisha masuk ke dalam gudang gelap tersebut.
"Hahaha...
Tawa mereka berdua.
"Rasakan, kau Aisha!"
Ucap Carla. Aisha yang mendengar kata-kata Carla, ia pun segera meminta pertolongan kepada Carla.
"Carla! Carla, kau diluar? Tolong aku, Carla...bebaskan aku...jangan kurung aku disini...aku takut...
Ucap Aisha memohon kepada Carla.
"Apa, seenaknya saja kau memohon untuk mengeluarkanmu dari sini...tidak akan...aku tidak akan membebaskanmu Aisha...meringkuklah kau di dalam sana...hahaha...
Ucapnya sambil tertawa. Lalu, Carla dan Nona segera pergi dari tempat tersebut. Dan, sebelum pergi Nona berkata...
"Bye...bye...Aisha...hahaha...
Ucapnya menertawai mengejek Aisha yang terkurung di dalam sana. Sedangkan, Aisha masih berteriak meminta tolong akan tetapi, Carla dan Nona sudah pergi dari tempat tersebut.
"Carla...Nona...jangan pergi! Kumohon, jangan tinggalkan aku disini sendiri...kumohon...hiks...
Ucap Aisha sambil menangis. Aisha terkurung di dalam gudang tersebut. Di dalam sana sangat gelap sehingga ia tidak dapat melihat apa pun. Aisha berdiri dan mencoba mencari jalan keluar dari sana. Ia meraba-raba untuk mencari sesuatu pegangan atau apa pun yang dapat membuatnya menemukan jalan keluar.
Akan tetapi, lagi-lagi ia tidak dapat menemukannya. Aisha putus asa, Aisha kecewa dan tidak tahu harus berbuat apa. Ia panik dan ia sendirian. Saat itulah, tiba-tiba saja kulit tubuhnya berubah menjadi sisik ular berwarna emas. Bukan hanya kulit tubuhnya saja yang mengalami perubahan bahkan seluruh bagian tubuhnya juga mengalami hal yang sama. Dan, ia pun menjadi semakin panik.
"Ap...apa yang terjadi kepadaku...mengapa kulitku berubah menjadi sisik berwarna emas begini...ap...apa yang sedang terjadi kepadaku...
Ucapnya dan perubahan kulit dan seluruh tubuhnya tersebut membuat ruangan gelap tersebut menjadi terang benderang karena warna emas yang berkilauan berpendar dari tubuhnya.
"Tidak...tidak...jangan begini...tidak boleh begini...
Ucapnya lagi, namun apa daya Aisha tidak dapat berbuat apa-apa. Ia tidak dapat mencegah perubahan tersebut terjadi kepadanya. Lalu, tidak lama kemudian seluruh tubuhnya pun sudah berubah menjadi seekor ular bersisik dan berwarna emas. Lalu, Aisha pun mendesis.
"Ssshhh...
Suaranya menggema di gudang tersebut. Dengan tubuh kecilnya, ia pun leluasa untuk bergerak mencari jalan keluar dari gudang tersebut. Dan, akhirnya Aisha pun berhasil keluar dari gudang tersebut.
Anna yang saat itu sedang mengikuti pelajaran di dalam ruang kelas pun, ia merasakan juga adanya aura siluman yang begitu kuat dari area sekitar sekolah tersebut. Lalu, ia pun meminta izin kepada sang guru untuk keluar sebentar ke toilet.
Sedangkan, Richard masih sibuk mencari dimana keberadaan Aisha. Ia berjalan menyusuri lorong-lorong sekolah mencarinya. Akan tetapi, ia tidak menemukannya juga. Sampai akhirnya, ia pun bertemu dengan Carla dan Nona sedang tertawa senang. Richard pun segera menghampiri mereka berdua dan menanyakan dimana keberadaan Aisha kepada mereka berdua.
__ADS_1
"Carla! Nona!"
Panggilnya. Carla dan Nona yang dipanggil oleh Richard pun segera mendekat ke arahnya. Richard menatap Carla dan Nona bergantian. Ia seperti menangkap ada sesuatu gerak gerik dari kedua siswi nakal tersebut.
"Ehh, Richard tampan...mengapa kakak, memanggil kami...apa ada perlu...
Ucap Nona, genit sambil menyenggol tubuh Richard.
"Ya...
Ucap Richard ketus, sungguh ia tidak suka melihat sikap Nona yang dinilainya terlalu genit.
"Oh, Richard tampan...mengapa kau ketus sekali? Ayolah, Richard jangan marah-marah begitu...
Ucap Carla.
"Aku tidak ada waktu untuk bermain-main dengan gadis remaja genit seperti kalian...aku ingin bertanya sesuatu kepada kalian...dan kalian harus menjawabnya dengan jujur.
Ucap Richard.
"Ya, Richard...apa itu?"
Ucap Nona.
"Dimana Aisha...
Tanyanya.
"A...Aisha? Kami tidak tahu...
Jawab Nona.
"Apa! Kalian tidak tahu? Tidak mungkin...kalian ada disini...semua murid sudah masuk kelas...dan hanya ada kalian berdua disini...tidak mungkin kalian tidak tahu...jika sampai kalian ketahuan menyembunyikan sesuatu maka aku tidak akan segan-segan untuk melaporkan kalian kepada pak Kepala Sekolah...
"Percuma saja kau berbicara dengan mereka, Richard...
Ucap Anna tiba-tiba muncul di antara mereka.
"Dengar sesungguhnya kami berdua ini adalah pemburu siluman...dan saat ini ada siluman sedang berkeliaran...jadi jika kalian tidak mau bekerja sama maka akan kukuliti kulit tubuh kalian itu...sebab kalian telah menyebabkan seseorang tiada di sekolah ini!"
Ancam Anna kepada Carla dan Nona.
"Aku tidak main-main...dengan ucapanku! Mengaku atau...
Ancam Anna lagi kepada Carla dan Nona semakin membuat Carla dan Nona ketakutan.
"Ya, akan kami katakan! Ka...kami mengurungnya disana...di gudang tersebut...
Ucap Carla yang diiringi anggukan kepala Nona.
"Kalian berdua ini! Itu tempat yang sangat pengap dan sangat kotor! Mengapa, kalian tega mengurungnya...
Ucap Richard dengan suara meninggi.
"Ampun, Richard...kami tidak sengaja...
Ucap Nona.
"Sudahlah, pemula...tidak perlu banyak bicara dengan dua gadis kecil tersebut...sekarang, ayo kita lihat ke dalam gudang tersebut...mudah-mudahan saja dia selamat...
Ucap Anna.
__ADS_1
"Baiklah, An...
Ucap Richard.
"Dan, untuk kalian berdua...jangan pernah kalian katakan kepada siapa pun tentang jati diri kami berdua atau...kalian akan tahu apa akibatnya!"
Ucap Anna dengan mata melotot.
"Iy...iya...kami janji...kami akan simpan rahasia kalian berdua...
Ucap Carla dan Nona bersamaan. Setelahnya, Anna dan Richard pun segera menuju gudang tersebut. Untuk melihat bagaimana keadaan Aisha yang sedang dikurung di dalam gudang tersebut. Sekaligus, Anna ingin meyakinkan dirinya sendiri tentang hal tersebut. Tentang aura siluman yang sangat kuat yang sesaat tadi ia rasakan ketika pelajaran sedang berlangsung.
...****************...
Di suatu tempat di kaki gunung...
Tampak disana dua orang pemuda dan pemudi sedang duduk di atas sebuah batu besar. Tampak mereka berdua sedang membicarakan sesuatu. Sesuatu yang berkaitan dengan titisan sang Dewi Ular.
"Apa, kau merasakan sesuatu?"
Ucap sang pemuda.
"Ya, aku merasakannya...tampaknya sudah akan dimulai...
Ucap pemudi.
"Ya, sepertinya begitu...
Ucap sang pemuda.
"Kalau begitu, tunggu apa lagi...ayo kita bergerak sekarang!"
Ucap sang pemudi
"Apa, kita tidak sebaiknya memberitahu mereka tentang hal ini...
Tanya sang pemuda.
"Sepertinya tidak perlu, setiap bangsa ular yang setia kepadanya pasti mengetahui bahwa ia akan bangkit kembali dalam bentuk baru dan wujud baru...
Balas sang pemudi.
"Juga kekuatan baru...
Sambung sang pemuda lagi.
"Jadi...
Tanya sang pemudi pendek.
"Mari kita pergi kesana...
Ucap sang pemuda. Kemudian, kedua makhluk siluman yang disebut dua siluman ular bersaudara tersebut pun segera kembali ke Dunia Manusia untuk kebangkitan sang titisan Dewi Ular yang terhitung tidak lama lagi.
Akan tetapi, bukan hanya mereka saja yang merasakannya. Nagadhini yang saat itu sedang bertapa pun dapat merasakannya. Aura yang sangat kuat dari titisan sang Dewi Ular begitu terasa sampai daerah kekuasaannya. Nagadhini sejenak merasakan akan adanya bahaya dari pembalasan sang Dewi Ular yang akan dimulai tidak lama lagi.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
Cover
__ADS_1