
Richard segera kembali ke dunia manusia untuk menemui Aisha dan menceritakan segalanya kepada Aisha tentang Anna. Aisha terkejut mengenai hal yang baru saja disampaikan oleh Richard kepada dirinya tentang Anna.
"Apa! Anna diculik siluman rubah?"
Ucap Aisha terkejut.
"Ya, Aisha."
Ucap Richard.
"Apakah, ayahnya dan kakeknya mengetahui tentang hal ini?"
Tanya Aisha kepada Richard.
"Aku tidak memiliki muka untuk memberitahu mereka Aisha?"
Ucap Richard. Aisha pun menarik nafas lelah.
"Memang sebaiknya begitu, kalau begitu sungguh tidak baik jika kita membiarkannya berada disana terlalu lama...sebab, lama-lama pikirannya akan terganggu dan dia akan kehilangan ingatan serta memorinya."
Ucap Aisha.
"Baiklah, kalau begitu! Kita pergi sekarang."
Ucap Richard. Akan tetapi, Richard malah berhenti dan mengatakan sesuatu kepada Aisha.
"Mengapa?"
Tanya Aisha.
"Tunggu, apa kita tidak perlu memanggil bantuan?"
Balas Richard.
"Aku saja sudah cukup, Richard?"
Ucap Aisha lembut dan membuat Richard jadi terpesona dibuatnya.
"Ayo, jangan menunggu lagi."
Ucap Aisha sambil melesat dengan kecepatan tinggi. Richard menyusul di belakang Aisha. Memang, kekuatan Richard sekarang tidak seperti dulu sebab, reinkarnasi yang dipaksakan oleh Richard sendiri.
Yang, mengakibatkan ia kehilangan sedikit kekuatannya sebagai pangeran siluman ular. Hanya demi cintanya kepada Nagini atau Dewi Ular ia rela menukar sedikit kekuatannya dengan nyawa baru dan identitas baru.
"Aku ingin bertanya kepadamu, Richard?"
Ucap Aisha kepada Richard.
"Tanya apa?"
Balas Richard.
"Bagaimana, kalian bisa berada di wilayah siluman rubah?"
Tanya Aisha.
"Tidak tahu, akan tetapi Anna yang menembus dunia siluman...padahal, ia adalah manusia biasa...setahuku, ilmu kanuragannya juga tidak seberapa."
Balas Richard menjelaskan.
"Mungkin ada sesuatu yang menariknya atau Anna memang tidak biasa."
Ucap Aisha.
"Tidak biasa? Maksudmu?"
Ucap Richard tidak mengerti.
"Mungkin saja Anna bukan manusia biasa, ada sesuatu yang istimewa dari dirinya."
Ucap Aisha.
"Apa! Itu tidak mungkin, Aisha?"
Ucap Richard terkejut dan menghentikan langkahnya.
"Kau akan tahu nanti."
Ucap Aisha yang kemudian melesat kembali dengan kecepatan tinggi. Dan, Richard tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia berpikir tidak mungkin Anna adalah sejenis makhluk siluman juga seperti dirinya. Selama ini ia mengenal Anna sebagai sosok manusia bukan siluman.
"Tidak tahu, mengapa Aisha mengetahui begitu banyak...ia sangat peka...tentu saja, karena dia adalah Dewi Ular dan ia memiliki mata istimewa tersebut."
Ucap Richard pada dirinya sendiri. Setelah, menempuh perjalanan jauh. Akhirnya, mereka sampai juga di perbatasan wilayah siluman rubah. Aisha memperhatikan sekitar wilayah tersebut. Menurutnya, ada sesuatu yang janggal disana. Dengan mata istimewa miliknya, Aisha mencoba untuk melihat lebih jelas lagi dan ia menemukannya.
__ADS_1
"Formasi terkutuk penjerat manusia."
Gumamnya.
"Jadi, ini yang menyebabkan Anna bisa menembus alam siluman."
Ucap Aisha. Richard yang sedari tadi hanya memperhatikan Aisha ia pun bertanya kepada Aisha ketika Aisha menemukan sesuatu.
"Ada apa, Aisha?"
Ucap Richard.
"Formasi."
Ucap Aisha sambil menunjuk lingkaran besar berwarna hijau dengan berbagai simbol dalam aksara jawi kuno.
"Itu, formasi terkutuk penjerat manusia...jadi, begitu?"
Ucap Richard.
"Ya, aku merasakan ada hal yang janggal disini...jadi, aku menelusurinya dengan mata ularku...dan, aku menemukan formasi itu."
Ucap Aisha.
"Kira-kira, mengapa siluman rubah melakukan ini?"
Ucap Richard.
"Tidak tahu, Richard? Sepertinya, siluman rubah menginginkan calon pengantin dari dunia manusia untuk dijadikan persembahan untuk meningkatkan ilmu kesaktiannya."
Ucap Aisha.
"Persembahan untuk Iblis? Bukankah dia sudah disegel?"
Ucap Richard.
"Meskipun dia disegel bukan berarti dia tidak mampu bukan?"
Ucap Aisha.
"Ya, kau benar...dia sangat tersohor di kalangan bangsa siluman...sehingga, banyak siluman yang menginginkan banyak hal darinya...termasuk menjadi kuat."
Ucap Richard.
Ucap Aisha.
"Ya, tentu saja...lalu, bagaimana sekarang?"
Tanya Richard.
"Apalagi? Sebelum, nyawa Anna benar-benar melayang...kita ratakan saja istana rubah ekor sembilan...dengan begitu dia pasti akan muncul dengan segenap kemarahannya."
Balas Aisha.
"Apa, kau tidak takut? Mengusik siluman rubah ekor sembilan, Aisha?"
Ucap Richard.
"Memangnya mengapa? Hanya seekor siluman tidak tahu diri...mengapa harus takut!"
Ucap Aisha tegas kemudian sambil berubah menjadi seekor ular berwarna keemasan dan menyusuri wilayah kekuasaan rubah ekor sembilan.
"Kau benar-benar berbahaya."
Ucap Richard yang kemudian mengikuti Aisha menyusuri wilayah tersebut. Pemandangan wilayh ekor sembilan memang tidak ada bedanya dengan wilayah bangsa siluman di tempat lain. Hanya saja, wilayah siluman rubah ekor sembilan tampak aneh.
Sebab, wilayah tersebut sangat sepi sekali. Tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. Hanya ada pepohonan serta semak belukar di sekitar wilayah rubah ekor sembilan tersebut.
"Ini sangat aneh sekali, Aisha...tempat ini begitu sepi tanpa ada kehidupan."
Ucap Richard.
"Ya, kau benar sekali Richard...tetapi, tempat ini sangat aneh...berhati-hatilah, mungkin saja ini adalah jebakan dari siluman rubah."
Ucap Aisha.
"Baiklah."
Ucap Richard sambil tetap mewaspadai jika ada siluman rubah yang muncul tiba-tiba untuk menyerang dirinya dan Aisha.
Suasana sepi ini sama sekali tidak seru! Siluman rubah, kau memang pandai menyusun strategi...kalau begitu, baiklah...aku pun tidak akan sungkan lagi.
Ucap Aisha dalam bathin dan kemudian ia membuka pandangannya yang tertutupi dengan mata istimewa miliknya. Hasilnya, ia melihat begitu banyak siluman rubah ekor sembilan sedang menunggu untuk menyerang mereka berdua.
__ADS_1
Huh! Lagi-lagi trik anak kecil ia gunakan kepadaku...apa dia sudah bosan hidup?
Ucap Aisha lagi dalam bathin yang kemudian berseru kepada para siluman rubah untuk memunculkan diri.
"Aku tahu kalian semua sedang bersembunyi untuk menyerang...keluarlah! Trik kecil kalian sudah ketahuan."
Ucap Aisha lagi kepada para siluman rubah ekor sembilan yang merupakan prajurit dari siluman rubah yang bernama Rudiant. Setelah berkata demikian, maka seluruh prajurit siluman rubah ekor sembilan pun hadir. Dan, salah seorang dari prajurit tersebut muncul dan memberikan peringatan kepada Aisha.
"Nyai! Ini adalah wilayah kekuasaan Tuanku Rudiant...nyai, tidak memiliki hak untuk berada disini."
Ucap sang kepala prajurit tersebut.
"Oh, begitu? Jika, aku tidak memiliki kekuasaan disini...lalu, bagaimana dengan tuanmu sendiri...menggunakan formasi terkutuk penjerat manusia...apakah, itu pantas."
Ucap Aisha dengan nada tegas.
"Heh, nyai! Kami tahu kalau nyai adalah siluman paling kuat diantara bangsa siluman lainnya...tetapi, bukan berarti nyai bisa berkata seperti itu tentang tuan kami."
Ucap kepala prajurit tersebut.
"Hei, jangan bersikap kurang ajar kau!"
Ucap Richard ganti membentak kepala prajurit itu.
"Richard, tenanglah!"
Ucap Aisha.
"Aisha, mereka tidak menghormatimu...bagaimana, jika kita habisi saja mereka."
Usul Richard.
"Kau benar juga, Richard! Terlalu membuang waktu disini."
Ucap Aisha.
"Kalian! Aku akan menghabisi kalian disini!"
Ucap kepala prajurit tersebut.
"Keluarlah, para tentara ularku!"
Ucap Aisha sambil mengeluarkan ribuan ekor ular siluman dari telapak tangannya. Dan, dalam sekejap saja ribuan tentara ular sudah hadir disana dan berubah menjadi manusia. Aisha pun segera memberi perintah kepada pasukan tentara ularnya.
"Serang!"
Perintah Aisha. Dan, dalam sekejap saja seluruh tentara ular itu pun maju dan menyerang kelompok siluman rubah ekor sembilan. Terjadilah pertarungan berdarah di area wilayah kekuasaan rubah ekor sembilan tersebut. Banyak sekali prajurit diantara kedua belah pihak yang gugur.
Namun, prajurit ular lebih unggul dibandingkan dengan prajurit siluman rubah ekor sembilan. Sehingga, jumlah prajurit yang gugur di pihak Aisha jumlahnya hanya sedikit. Richard dan Aisha menonton dengan santai arena pertarungan berdarah tersebut.
"Sungguh kekuatan yang tidak seimbang."
Ucap Richard.
"Tentu saja...bagaimana mungkin mereka dapat melawan prajurit ularku yang berasal dari Intisari Kehidupan milikku."
Ucap Aisha.
"Apa!"
Ucap Richard terkejut.
"Jadi, mereka berasal dari Intisari Kehidupan milikmu itu?"
Tanya Richard.
"Iya, Zham?"
Balas Aisha. Mendengar kata-kata Aisha yang memanggil dirinya dengan nama aslinya membuat Richard menjadi terkejut.
"Kau tahu aku, Aisha?"
Tanya Richard lagi. Dan, Aisha pun menganggukkan kepalanya.
Begitu lama waktu perpisahan kita...baru sekarang kita menyadari diri kita dan perasaan kita masih tetap sama satu sama lain...aku yakin dengan semua perjuanganku ini tidak akan berakhir dengan sia-sia.
Ucap Richard dalam bathin. Namun, Richard harus mengesampingkan dulu urusan pribadinya dengan Aisha. Karena, menyelamatkan nyawa Anna jauh lebih penting baginya.
Bersambung...
NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR
Cover
__ADS_1