NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 9. Nagini Terluka


__ADS_3

Ular Nagini bergerak menyusuri lorong itu. Sesekali ia mendesis. Seakan, memberi tanda tentang kehadirannya.


"Ssssshhhh"


Desisnya.


Lovita, yg masih berada di dalam toilet jadi ketakutan. Selain, gelap ia mendengar suara desisan ular di luar toilet tersebut. Zham yang mendengar suara panik Lovita langsung bergerak menuju dimana Lovita berada. Disana, di dalam sana Lovita tampak sangat ketakutan. Apalagi, ia mendengar suara desisan ular di dalam ruang toilet itu. Membuatnya, semakin takut dan panik.


Nagini, sudah berada di dalam toilet tersebut. Dan, dia sudah menemukan Lovita di dalam toilet itu. Ia sedang bersiap untuk mematuk korbannya sampai mati. Tetapi, sebelum ia mematuknya tiba-tiba saja Zham muncul lalu kemudian memukulnya pergi dengan sapu. Alhasil, tubuh Nagini pun terlempar. Lalu, kemudian Zham membawa Lovita keluar dari toilet dan membawanya pulang kembali ke rumah.


Nagini meringis kesakitan akibat dipukul dengan sapu oleh Zham. Bahunya, memar. Dan, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa sekali akibat menerima pukulan tersebut tanpa mau membalas. Bisa, saja ia membalas serangan itu. Namun, ia tidak mau melukai Zham orang yang cintai. Oleh, sebab itu ia menerima saja sewaktu Zham memukulnya dengan sapu.


"Akh! Sakit sekali!"


Ucapnya dalam hati.


Akhirnya, sambil menahan rasa sakit ia pun segera pergi dari tempat itu dan kembali ke rumah keluarga, Zham. Dengan, tubuh kecilnya ia masuk melalui jendela kamarnya yg terbuka lebar.


"Ssshhh"


Ia pun berubah kembali menjadi manusia. Lalu, ia duduk di pinggir ranjang.


"Sialan"


Ucapnya sembari memegang bahunya yg sakit.


Ia pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur dengan posisi tertelungkup. Sambil menahan rasa sakit di bahunya. Ia pun akhirnya tertidur meski tidak lelap. Dan, sesekali ia meringis merasakan sakit di bahunya. Sedangkan, Zham pun baru sampai di rumah setelah ia mengantar Lovita pulang ke rumahnya. Zham, bercerita tentang kejadian yang menurutnya aneh dan tidak masuk akal.


Kepada Ankara dan ibunya. Mereka mendengarkannya dengan serius sekali. Setelah, mendengar cerita dari kakaknya, Zham. Ankara terus berpikir tentang hal itu. Apakah, ada sebangsa ular siluman yang sama seperti dirinya bermukim di dunia manusia. Karena, menurutnya jarang sekali ular biasa datang dan hendak mencelakai manusia. Kecuali, bila dalam terdesak atau berada dalam bahaya.


Apa, yang sesungguhnya sedang terjadi? Tiba-tiba, kakak bercerita bahwa ia dan Lovita sudah mengalami sesuatu kejadian yang aneh...lampu padam dan diserang ular? Akh, tidak mungkin! Masa, ular ada di toilet wanita...sedangkan, menurut kakak tidak ada hutan disana...atau, semua ini merupakan ulah sebangsaku...ular siluman...


Ucapnya dalam hati.


Ankara terus berpikir sampai ia merasa pusing sendiri. Akhirnya, ia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan semua itu. Ia tidak ingin membebani pikirannya dengan segala hal yang menurutnya sangat rumit tersebut. Memikirkan sebangsanya ada di dunia manusia. Ha tersebut saja sudah membuatnya sangat pusing dan ia tidak ingin terlibat.


❤❤❤❤❤


Pagi hari, sinar matahari bersinar menyinari seluruh dunia. Ankara yg sudah bangun di pagi hari. Ia langsung pergi ke dapur mengintip Naghi. Karena, biasanya Naghi sudah bangun dan memasak di dapur membantu ibunya. Tetapi, pagi ini ia merasa heran. Ia tak melihat Naghi di dapur. Lalu, ia pun bertanya kepada ibunya tentang Naghi.


"Ibu memasak sendiri...dimana, Naghi?"


Tanya Ankara.


"Mungkin, dia masih tidur? Coba, kamu melihat dia di kamarnya...

__ADS_1


Jawab bu Retno.


""Ck, perempuan itu! Sudah, pagi begini belum bangun juga! Aku, akan pergi melihatnya...


Ucap Ankara. Bu Retno hanya tersenyum saja mendengar Ankara mengomel. Ankara pergi menuju kamar dimana Naghi tinggal dan tidur. Ia mengetuk pintu kamar berulangkali sambil memanggil Naghi.


"Tok....Tok....Tok!"


"Naghi!"


Panggil Ankara memamnggil Naghi akan tetapi sepi tidak ada jawaban dari Nagini.


"Aneh, tidak biasanya Naghi seperti ini!"


Ucapnya dalam hati. Ia pun mencoba memanggilnya lagi.


"Naghi."


Panggilnya lagi. Lagi, hanya kesunyian yang didapat Ankara.


"Perasaanku tidak enak! Sebaiknya, kubuka saja pintunya...


Ucap Ankara. Langsung saja, Ankara membuka pintu kamar Nagini.


"Krieeetttt."


Ucap hati Ankara.


Ankara masuk saja begitu ia tahu pintu kamar Naghi tidak di kunci. Setelah, ia masuk ke dalam betapa terkejutnya, ia kala melihat Naghi sedang tidur dalam posisi telungkup dan sedang menahan rasa sakit.


Perlahan, Ankara mendekatinya. Ia pun menyentuh perlahan tubuh Naghi. Sambil memanggil namanya.


"Naghi! Ada apa denganmu, Naghi...


Panggil Ankara.


"An...ka...ra...


Ucap Nagini terbata-bata.


"Naghi, apa yang terjadi kepadamu...kau tampak kesakitan...


Tanya Ankara.


"Ba...hu...ku...sakit sekali, Ankara...

__ADS_1


Balas Nagini.


"Bahu? Apa bahumu terluka, Naghi?"


Tanya Ankara memberi perhatian.


"Tidak tahu, Ankara...


Balas Nagini lagi.


"Boleh, aku melihatnya?"


Ucap Ankara meminta izin. Nagini mengangguk. Ia membolehkan Ankara melihatnya. Ankara bergerak cekatan. Ia merobek pakaian Nagini dan melihat bahu Nagini yg terasa sakit. Setelah, melihatnya Ankara sedikit sedih.


"Sebenarnya, apa yang telah terjadi kepadamu, Naghi...sehingga kau bisa mendapatkan luka memar seperti ini...


Ucap Ankara.


"Memar?"


Ucap Nagini dengan mengerutkan keningnya.


"Iya...


Ucap Ankara.


"Pantas saja, sakit...


Ucapnya.


"Tunggu disini, aku akan mengambil obat salep...kau jangan keluar kamar...nanti ibu khawatir...


Ucap Ankara.


"Iya...


Ucap Nagini.


Ankara pun keluar dari kamar Nagini untuk mengambil obat salep untuk luka memar Nagini. Ia pun kembali lagi ke kamar Nagini dengan obat salep di tangannya. Ia kepergok oleh Zham kakaknya saat ia membawa obat salep itu untuk Nagini.


"Ankara! Untuk apa, obat salep itu?"


Ucap Zham


Ankara yang ketahuan oleh Zham terburu-buru mencari alasan agar kakaknya tidak mengetahui tentang keadaan Nagini sebenarnya. Ankara, tidak ingin kakaknya Zham mengetahuinya. Sebab, ia tidak ingin berbincang terlalu lama dengan Zham, kakaknya.

__ADS_1


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💦NAGINI, DEWI ULAR💦


__ADS_2