NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 6. Siapa Kamu?


__ADS_3

Ibunya Zham telah mengangkat Nagini menjadi anak angkatnya karena ibunya Zham, bu Retno tidak memiliki anak perempuan. Namun, satu yg menjadi penghalang ternyata Ankara anak kedua dari bu Retno tidak setuju jika Nagini tinggal di rumah mereka.


Namun, meski begitu bu Retno dan Zham tidak peduli dengan apa yg dikatakan oleh Ankara. Mereka, tetap setuju jika Nagini tinggal bersama. Sedangkan, keluarga bu Retno yang lain tidak ada disana. Sebab, bu Retno adalah sebatang kara. Ia tidak memiliki saudara, kakak atau pun adik. Jadi, otomatis setiap keputusan di dalam rumah itu sepenuhnya diambil oleh bu Retno sendiri.


Sedangkan, yang menopang hidup keluarga itu adalah Ankara dan Zham. Ankara dan Zham bekerja paruh waktu. Mereka berdua mengambil waktu senggang di saat tidak ada mata kuiah untuk bekerja. Sekaligus, membantu bu Retno yang seorang buruh cuci. Bu Retno mencuci pakaian milik tetangganya, menyetrika sampai licin dan mendapatkan upah dari hasil pekerjaannya sebagai buruh cuci seminggu sekali.


Dan, pembantu mereka sebenarnya yang menggaji adalah Zham dan Ankara. Zham dan Ankara sangat prihatin melihat ibu angkat mereka. Jadi, Zham dan Ankara sepakat mengambil pekerjaan paruh waktu di sela-sela waktu senggang mereka. Sedangkan, rumah yang tersebut yang mereka tinggali bersama. Merupakan harta warisan dari kedua orangtua bu Retno yang sudah tiada. Warisan tersebut tidak banyak hanya berupa rumah yang berdiri di atas tanah tersebut.


Beserta satu mobil dan dua sepeda motor. Dahulu, kedua orangtua bu Retno merupakan juragan tanah di tempat mereka tinggal. Karena, ayah dari bu Retno suka berjudi membuat satu per satu tanah yang ia miiki ludes. Yang tersisa hanyalah, rumah yang mereka tinggali sekarang beserta sedikit harta berupa kendaraan yang biasa di pakai Zham dan Ankara pergi kuliah juga bekerja.


Nagini, sangat senang diangkat sebagai anak di keluarga barunya itu. Bagaimana, tidak senang. Setiap, hari ia akan semakin dekat dengan tujuannya yaitu berada di sisi Zham. Meski, ia hanya mengira kalau Zham adalah reinkarnasi dari Pangeran Ular Zham, kekasihnya. Namun, ia yakin seiring dengan kedekatannya bersama Zham semakin erat terjalin di antara keduanya yg kemudian membuat Ankara khawatir.


Akan, hubungan kakaknya dengan Lovita akan hancur karena kehadiran Nagini di antara mereka berdua. Sehingga, suatu hari Ankara mencegatnya saat Zham tidak bersama dengannya. Dan, membawanya ke taman yg sepi. Ankara membawa paksa Nagini dengan memegang pergelangan tangannya dengan erat.


"Ankara...apa yang kau lakukan? Lepaskan, aku!"


Teriak Nagini meminta dilepaskan oleh Ankara. Namin, Ankara tidak peduli ia tetap memegang pergelangan tangan Nagini dengan paksa.


"Mau apa kamu!"


Teriak Nagini saat Ankara menariknya ke suatu taman yang sepi.


"Diam!"


Ucap Ankara kepada Nagini dengan nada membentak. Lalu, kemudian ia mendorong tubuh Nagini ke bangku taman. Hingga, Nagini merasakan sakit pada tubuh bagian belakangnya.


"Akh"


Ringisnya.


"Mengapa? Sakit?"


Ucap Ankara mengejek.


"Ankara, aku tidak menyakitimu! Lalu, mengapa kau berbuat hal seperti ini kepadaku!"


Ucap Nagini. Mendengar ucapan Nagini, Ankara mengulas senyum mengejek.


"Oh, ya? Memang, kau tidak menyakitiku...tetapi satu hal yang harus kau ketahui...kakakku, sudah memiliki tunangan dan sebentar lagi ia akan menikah dengan kekasihnya...kau jangan mencoba hadir di antara hubungan mereka atau...


Ucap Ankara panjang lebar dengan nada mengancam kepada Nagini. Nagini diancam seperti itu ia sama sekali tidak gentar terhadap Ankara.


"Atau apa...


Balas Nagini menjawab ancaman Ankara.


"Kau, akan tahu apa akibatnya...


Ucap Ankara sembari berbisik mengancamnya. Sedangkan Nagini tidak peduli dengan ancaman Ankara. Karena, ia sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya terdiam sesaat.

__ADS_1


Apa? Zham akan bertunangan dan menikah? Tidak...tidak...tidak ini tidak boleh terjadi...aku menunggu selama seribu tahun untuk bertemu kembali dengannya...lalu sekarang setelah bertemu aku akan kehilangan dirinya lagi...aku sangat mencintai dirinya dan aku tidak ingin ada perempuan lain yang boleh memiliki dirinya...


Ucap Nagini dalam hati.


Sedangkan, Ankara masih saja berada di hadapan Nagini dan ia masih dalam posisi mencengkeram kedua bahu Nagini. Perlahan ia teringat akan bau yg dikeluarkan oleh Nagini. Perlahan, ia menajamkan indera penciumannya dan membaui tubuh Nagini.


Nagini, tersentak kaget.


"Ma....mau apa kau, Ankara!"


Ucap Nagini menolak Ankara melakukan sesuatu yang tidak baik kepada dirinya.


"Diam! Kumohon, diam saja disana lima menit...


ucap Ankara mengintimidasi Nagini. Nagini yang mendengar ucapan Ankara semakin membakar api amarahnya. Mendadak, matanya berubah menjadi mata ular. Ia ingin sekali mematuk Ankara sampai mati.


Manusia ini...


Ucap hatinya marah.


Namun, pada saat ia akan mematuk Ankara tiba-tiba saja Zham datang dan melihat Ankara sedang melakukan sesuatu kepada Nagini. Langsung, saja Zham memergoki Ankara dan Nagini. Melihat, itu Nagini pun tidak jadi mematuk Ankara.


"Ankara! Naghi! Apa, yang sedang kalian lakukan?"


Tanya Zham.


Balas Ankara terkejut mengetahui kakaknya sudah ada disana.


"Begini, kak! Aku, sedang membantu Naghi memeriksa kutu di kepalanya...


Ucap Ankara berbohong.


"Kutu? Di kepala, Naghi?"


Ucap Zham dengan dahi berkerut.


"Naghi! Benarkah itu?"


Tanya Zham kepada Naghi. Naghi bingung harus menjawab apa kepada Zham. Sementara, pandangan mata Ankara nenunjukkan pandangan ancaman pada dirinya.


"Akh, sudahlah. Ayo, ikut aku...tadi, ibu mencarimu...katanya, ia sudah membeli beberapa pakaian dan juga sendal untukmu!"


Ucap Zham sambil menarik pergelangan tangan Nagini.


"Benarkah? Dimana, ibu sekarang?"


Tanya Nagini.


"Ada, di kamarnya sedang melihat-lihat pakaian baru untukmu...ayo...

__ADS_1


Katanya sambil menarik tangan Nagini. Nagini menurut saja, ketika Zham menarik tangannya. Sedangkan, Ankara yg melihat itu. Ia terlihat sangat kesal.


"Sial! Tepat sekali, kakakkku datang. Kalau tidak aku pasti berhasil mengetahui tentang Naghi...apakah dia benar-benar seorang manusia atau mahluk siluman sepertiku...


Ucap Ankara menahan amarah dan perlahan bola matanya pun berubah menjadi seperti mata ular. Dan, ia pun mendesis menahan amarah.


"Ssshhh"


"Aaaahh"


Marahnya sambil mengobrak abrik bangku di taman itu.


"Sial! Benar-benar sial!"


Ucapnya lagi.


"Kalau, saja kakak tadi tidak datang, aku pasti tahu bau yg ada di tubuhnya Naghi. Dan, kalau memang ia memiliki bau itu berarti dia sama sepertiku...


Ucap Ankara kembali menghancurkan bunga-bunga di taman itu. Ia benar-benar kesal tidak dapat mengetahui siapa diri Naghi yg sebenarnya.


"Naghi, sebenarnya siapa kamu!"


Ucap Ankara dalam hati.


Sementara, itu Zham membawa Naghi masuk ke kamar ibunya. Ia, membawa Naghi untuk bertemu dengan ibunya. Karena, ibunya ingin memberikan sesuatu kepada Nagini.


"Naghi! Sini, nak? Ini ibu beikan kamu beberapa pakaian dan sendal untukmu...Naghi, nanti dicoba dulu...ibu ingin melihatnya apakah pakaian tersebut cocok denganmu atau tidak...


Ucap bu Retno.


"Baiklah, bu...


Ucap Naghi kemudian ia mencoba semua pakaian yg di belikan oleh bu Retno untuknya. Dan, ternyata pakaian tersebut sangat cocok sekali di pakai di tubuhnya.


"Wah, cocok semua ternyata...


Ucap bu Retno.


"Sekarang, coba pakai sendalnya...


Ucap bu Retno lagi. Lagi-lagi, Nagini menuruti kata-kata bu Retno. Ia pun memakai sendal itu. Setelah, ia mencobanya ternyata juga sendal itu cocok juga di kakinya.


"Nah, Naghi sekarang bawa ini semua ke kamarmu...ibu mau ke dapur dulu untuk melihat bi Inah memasak hari ini...


Ucap bu Retno.


"Iya, bu...Ucap Nagini kemudian.


Begitu, baiknya bu Retno kepada dirinya. Tadi, sewaktu di taman hampir saja ia menghabisi Ankara. Untung, saja Zham datang tepat waktu. Jika, tidak ia pasti akan menyesali perbuatannya telah menyakiti keluarga itu. Dan, sesungguhnya ia tidak ingin satu orang pun yang tinggal di dalam keluarga tersebut.

__ADS_1


__ADS_2