NAGINI, DEWI ULAR

NAGINI, DEWI ULAR
Bab 86. Cari Nagadhini!


__ADS_3

Deviandra menyusul Aisha dan Raja siluman ke Dunia Ular untuk bertarung. Sesampainya disana, ia melihat pertarungan antara Aisha dan Raja siluman sudah berlangsung.


Ingin sekali ia menghentikan pertarungan tersebut, akan tetapi kesaktiannya tidak setara dengan mereka berdua. Ia takut hal tersebut akan berbalik mencelakai dirinya.


"Pertarungan itu sudah berlangsung cukup sengit."


Ucap Deviandra.


"Bagaimana, aku menghentikannya."


Ucapnya lagi.


"Jika, aku gegabah bisa-bisa aku kehilangan nyawaku."


Ucap Deviandra khawatir. Sedangkan, suara senjata yang beradu di atas langit. Terdengar begitu memekakkan telinga.


"Ting."


Gelombang angin kencang pun memenuhi langit. Kekuatan kedua senjata yang berbentuk pedang tersebut saja sudah membuat gelombang angin yang begitu dahsyat di atas langit. Deviandra menyaksikan segalanya di bawah.


"Ini benar-benar gawat!"


Ucapnya.


"Mengapa, ayah sampai bertarung dengan bibi Aisha?"


Ucapnya lagi.


"


T


A


N


G


.


.


.


T


I


N


G


.


.


.


T


A


N


G


.


.


.


"


Bunyi suara pedang yang masih saja tetap beradu di atas langit. Lalu, keduanya pun turun kembali ke bawah dan bertarung kembali. Kali ini, Aisha pun mengibaskan pedangnya dan sebuah sinar putih berbentuk pedang yang tajam pun keluar dari pedang tersebut dan menghantam tubuh Raja siluman.


"Crash."


"Akh."


Jerit kesakitan Raja siluman terdengar. Deviandra yang mendengar suara jeritan kesakitan ayahnya pun segera berteriak memanggil ayahnya.


"Ayah!"


Teriaknya.


"Deviandra!"


Ucap Raja siluman.


Ayah?


Ucap hati Aisha.


Oh, jadi begitu.


Ucap Aisha lagi dalam hati. Deviandra segera berlari ke pada ayahnya. Ia memegang tubuh ayahnya dan melihat luka bekas serangan pedang milik Aisha.

__ADS_1


"Bibi...hiks...tolong, ampunilah ayahku...dia tidak sengaja menyinggungmu, bibi."


Ucap Deviandra menangis.


"Aish...jika, kutahu itu adalah ayahmu...aku pun tidak akan memberinya luka seperti ini."


Ucap Aisha.


"Deviandra! Mengapa, kau meminta ampun kepadanya...dia yang sudah melukaimu."


Ucap Raja siluman.


"Ayah! Dia tidak melukaiku...malahan dia yang menolongku, ketika ibu ingin membunuhku."


Ucap Deviandra.


"Apa! Tetapi, Nagadhini bilang kalau dia telah melukaimu."


Ucap Raja siluman.


"Itu, tidak benar ayah."


Ucap Deviandra.


"Jadi, itu tidak benar?"


Tanya Raja siluman. Deviandra menggeleng.


"Kurang ajar, Nagdhini! Ternyata, dia sengaja melakukan ini...agar aku mudah terprovokasi dan membuat kami saling membunuh."


Ucap Raja siluman.


"Kau sudah tahu?"


Ucap Aisha.


"Nagadhini adalah sosok siluman yang kejam dan curang! Demi menyelamatkan dirinya dia rela melakukan apa pun."


Ucap Aisha.


"Termasuk melukai dan membunuh putrinya sendiri."


Sambung Raja siluman kecewa.


"Dia juga sudah berani mengkhianatiku sekaligus dia juga membohongiku...teganya dia...nyai, aku dapat mencium bau siluman yang khas pada tubuhmu...mohon, maafkan atas segala kesalahanku nyai."


Ucap Raja siluman.


"Tidak perlu memohon maaf begitu kepadaku, Raja? Bagaimana pun, juga kau sedang tersulut api amarah...itu wajar jika kau melakukan hal tersebut dan menyerangku."


Ucap Aisha.


Ucap Deviandra dengan mata basah.


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk ayahmu...lagipula ia terluka karena pedangku...dan, aku memiliki penawar racunnya."


Ucap Aisha.


"Terima kasih, bibi."


Ucap Deviandra.


"Nyai, terima kasih aku ucapkan kepada nyai karena nyai sudi memberikan penawar racun...padahal aku telah berani mengusik, nyai."


Ucap Raja siluman.


"Itu tidak masalah, Raja...sekarang mari minumlah penawar racun ini dan beristirahatlah."


Ucap Aisha.


"Terima kasih, bibi...bibi telah bermurah hati untuk memaafkan ayahanda."


Ucap Deviandra.


"Tentu saja, Deviandra...dia adalah ayahmu...yang berarti dia juga keluargaku...semua yang terjadi adalah kesalahpahaman."


Ucap Aisha.


"Ya, kau benar sekali bibi...aku beruntung aku mendapatkan keluarga yang baik hati seperti, bibi."


Ucap Deviandra. Dan, Aisha hanya tersenyum saja. Setelahnya, mereka pun segera kembali ke istana Raja siluman.


Raja siluman mengajak Deviandra kembali ke istana bersama dengan dirinya. Sekaligus, membuat perhitungan dengan Nagadhini. Setelah, mendengar penjelasan dari Deviandra tentang ulah Nagadhini yang sebenarnya.


Namun, saat tiba di istana ternyata Nagadhini sudah tidak berada di istana lagi. Nagadhini telah pergi meninggalkan istana. Betapa marahnya sang Raja siluman.


"Kurang ajar! Nagadhini! Kau memang siluman wanita, sialan!"


Amarahnya. Dan, Deviandra yang ada disana pun menenangkan amarah ayahandanya.


"Sudahlah, ayahanda! Ibu sudah pergi...dan, dia tidak akan kembali ke sini ayahanda."


Ucap Deviandra.


"Tidak, putriku...dia telah bersalah kepadamu...dan, dia harus mendapatkan hukumannya."


Ucap Raja siluman.

__ADS_1


"Panglima perangku beserta seluruh prajurit istanaku...segera, pergi dan tangkap Nagadhini...sisir seluruh wilayah kekuasaan kerajaan."


Perintah Raja siluman.


"Baiklah, gusti!"


Ucap mereka semua. Lalu, pergilah mereka semua memenuhi tugas dan tanggung jawab mereka terhadap Raja mereka hanya demi menangkap satu orang.


Sementara, itu Nagadhini sudah pergi menjauh dari istana dan tidak mungkin dapat ditemukan. Nagadhini bersembunyi di sebuah gua rahasia yang menjadi basis pergerakannya dahulu.


"Syukurlah, sudah aman...untung saja, aku cepat pergi dari sana."


Ucap Nagadhini.


"Ini adalah gua tempat aku menyusun strategi untuk menjatuhkan Nagini...gua ini masih sama dengan yang dahulu."


Ucap Nagadhini lagi mengingat masa yang telah lalu. Akhirnya, Nagadhini pun memutuskan untuk menetap di gua tersebut sambil menyusun rencana selanjutnya menemukan peti milik sang iblis yang disegel.


Sementara itu di sisi lain...


Di sebuah tempat yang jauh dari keramaian kota. Di sebuah hutan yang sunyi mencekam. Aisha tampak sedang bergelantungan di dahan pohon dalam bentuk seekor ular emas kecil.


Di sisinya, adalah seekor ular jantan yang merupakan kekasih Aisha sendiri yaitu Richard. Mereka sedang menghabiskan waktu bersama setelah sekian ribuan tahun terpisahkan karena ulah Nagadhini.


Aisha tidak ikut dengan Deviandra dan Raja siluman kembali ke istana Raja siluman. Sebab, ia memiliki janji dengan Richard bertemu di sebuah hutan tempat mereka pertama kali bertemu pandang.


Disana keduanya memadu kasih serta berkasih mesra. Richard tersenyum menatap Aisha yang cantik jelita. Dan, Aisha tersipu malu kerenanya.


"Mengapa, menatapku?"


Ucap Aisha.


"Aku terpesona melihat kecantikanmu, Aisha."


Ucap Richard jujur.


"Oh, jika aku tidak memiliki wajah yang cantik...apakah, kau masih mau berada di sisiku?"


Ucap Aisha.


"Pertanyaan macam apa itu, Aisha...tentu saja, aku pasti mau dan tetap berada di sisimu."


Ucap Richard.


"Tetapi, kebanyakan lelaki hanya melihat wajah cantik saja."


Ucap Aisha.


"Oh, benarkah? Aku tidak termasuk salah satu dari mereka."


Ucap Richard.


"Jika, seandainya kau pun sama seperti mereka...apa yang bisa aku lakukan."


Ucap Aisha.


"Memangnya, jika aku seperti mereka kau tidak mau berusaha untuk mendapatkanku kembali?"


Ucap Richard penasaran.


"Itu sudah menjadi sifatnya lelaki, Richard...lelaki tidak pernah puas dengan satu wanita saja."


Ucap Aisha tersenyum.


"Ah, kau mengetahui banyak hal Aisha...aku mengaku kalah...jika, sudah berdebat denganmu."


Ucap Richard akhirnya.


"Mengapa, kau menyerah? Ayolah, aku masih ingin berdebat denganmu."


Ucap Aisha sambil menjulurkan lidahnya.


"Jangan, menggodaku Aisha...kau tahu aku lelaki bisa berbuat apa saja terhadap wanita."


Ucap Richard.


"Hem? Oh, begitu ya?"


Ucap Aisha tersenyum manis. Namun, kemesraan mereka tidak berlangsung lama. Sebab, ternyata ada sepasukan yang melewati hutan tersebut.


"Ayo, cepat jalan! Sisir seluruh wilayah hutan...dan, temukan wanita itu."


Ucap salah seorang dari mereka. Aisha dan Richard yang melihat sepasukan tersebut hanya saling pandang saja.


"Apa, yang terjadi?"


Tanya Aisha.


"Tidak tahu."


Balas Richard.


"Ayo, kita cari tahu."


Ucap Aisha mengajak Richard untuk menyelidiki perihal apa yang sedang terjadi. Mereka mengikuti sepasukan tersebut. Untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya.


Bersambung...

__ADS_1


NAGINI 2, TITISAN DEWI ULAR



__ADS_2